NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meninggalkan Desa

Hari berikutnya,

Sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depan kediaman Pak Selamet. Turunlah seorang pria berbadan tegap, mengenakan pakaian mewah yang tidak lazim dilihat di desa—kemeja putih bersih dengan dasi kupu-kupu merah yang mencolok di kerahnya, dibalut jas hitam yang sesuai dengan celananya.

Pria itu tidak sendirian. Tak lama kemudian, beberapa rekannya dengan penampilan dan pakaian serupa keluar dari mobil, total mereka berjumlah lima orang, tampak seperti tim pengawal yang terlatih dengan baik.

Pak Selamet dengan ramah menyambut mereka, wajah orang-orang itu penuh rasa hormat saat bertemu Pak Selamet.

Rara hanya bisa mengintip dari balik kaca jendela kamar. Sudah satu minggu ia tinggal di kediaman mertuanya, namun ia selalu mengurung diri didalam kamar. Terkadang pelayan masuk untuk menghantar makanan dan membantu kebutuhannya, membuatnya seperti seorang putri yang diperlakukan dengan sangat baik.

Walau demikian, Rara masih belum bisa membuka diri. Kesedihan masih jelas terlihat di raut wajahnya. Apalagi ia yang tidak biasa jauh dari rumah kini harus berada di lingkungan yang masih sangat asing baginya.

Tidak banyak yang bisa dilakukan Pak Selamet dan Bu Hanifah. Melihat kesedihan Rara, mereka hanya bisa menghibur dan selalu menyakinkannya bahwa anak mereka pasti akan membuatnya bahagia, meskipun sampai saat ini sosok pria itu belum pernah tampak. Ataukah pria yang baru saja datang itu adalah suaminya?

Bu Hanifah kemudian masuk ke kamar, mendapati Rara sedang duduk di bibir kasur dengan wajah yang selalu penuh keraguan setiap kali bertatapan dengannya.

"Persiapkan dirimu ya, Nak. Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan suamimu," ucap Bu Hanifah dengan nada lembut, sambil mendekatkan diri ke Rara.

Rara hanya diam tanpa menjawab, namun di dalam hatinya ia sangat penasaran dengan sosok suaminya yang misterius itu.

_

"Nak Rara, kamu jangan takut ya. Orang-orang ini akan membawamu ke kota untuk menemui anak saya, yang juga suamimu. Jangan sungkan kalau ada yang kamu butuhkan, mereka akan memenuhi semua permintaanmu," ucap Pak Selamet saat Rara sudah keluar dari kamar.

Rara hanya diam tak bergerak, wajahnya penuh kebingungan karena tidak tahu harus bersikap bagaimana. Semua ini terasa seperti mimpi buruk yang tidak pernah berakhir.

"Dan perkenalkan, ini Santos—salah seorang kepercayaan suamimu. Dia akan menjagamu dengan baik sampai ke tujuan," sambung Pak Selamet sambil menunjuk pada pria yang tadi membuat Rara salah sangka.

"E-buset! Aku kira dia suamiku. Kan cakep tuh, badan tegap, tinggi pula. Eh taunya cuma orang kepercayaan aja," batin Rara, hati sedikit terkejut sekaligus kecewa.

"Ta-tapi Pak, saya masih mau tinggal di desa," ucap Rara dengan suara yang bergetar, tangannya menggenggam ujung rok batiknya.

"Maaf, Nak. Suamimu sudah menyuruh untuk membawamu pulang. Nanti kalau ada kesempatan, kamu bisa kembali kesini kapan saja," jawab Pak Selamet dengan lembut namun tegas.

"Tapi aku belum mengurus barang-barangku di rumah!" Rara berusaha mencari alasan untuk tetap tinggal.

"Tidak perlu khawatir, Nak. Semua kebutuhanmu sudah disiapkan di sana," ucap Pak Selamet lagi.

Di dalam hati, Rara hanya bisa berteriak kesal. Ia sudah tidak menemukan alasan apa pun untuk menolak.

Rara kemudian dengan terpaksa masuk ke dalam mobil, diikuti oleh para pengawal yang duduk di belakangnya.

"Astaga! Aku kayak orang dalam film aja, seperti diculik oleh mafia!" Batin Rara berteriak saat dirinyasudah berada di dalam mobil yang dikelilingi pria berpakaian jas hitam.

Saat masuk ke dalam mobil, hati Rara semakin gusar, ia sesekali melirik Santos yang sedang fokus memegang stir, sementara di belakang ada empat pria lagi yang diam seperti patung.

Jantung Rara berdebar kencang karena ketakutan dan kebingungan. Di luar mobil, Pak Selamet dan Bu Hanifah melambaikan tangan dengan senyum lebar saat kendaraan perlahan mulai meninggalkan halaman rumah.

_____

"Mas, bolehkah aku turun saja di sini?" Ucap Rara di tengah perjalanan, menoleh ke arah Santos yang tetap fokus pada kemudi.

"Ada apa, Nona? Apakah Anda ingin membeli sesuatu?" Tanya Santos tanpa melihat ke arah Rara.

"Ti-tidak. Tapi aku mau pulang ke rumah orang tuaku," jawab Rara dengan nada meminta.

Santos tidak menjawab dan tetap fokus menatap jalanan, membuat Rara semakin kesal.

"Tapi tadi Pak Selamet bilang kalian akan menuruti semua permintaanku bukan?"

"Iya, Nona. Tapi tidak untuk hal ini. Perintah Bos adalah membawa Nona pulang dengan selamat," jawab Santos dengan sopan namun tidak bisa ditawar.

"Bos?"

"Iya, suami Nona."

"Dasar pengecut! Bos kalian itu pengecut besar! Beraninya menikahi anak gadis desa tapi tidak berani menunjukkan wajahnya sampai sekarang! Mentang-mentang orang kaya, suka berlaku seenaknya!" Cerocos Rara dengan suara naik, merasa sangat tidak adil. Ia tidak menyadari bahwa semua aktivitas di dalam mobil, baik yang dilihat maupun yang didengar sedang dipantau secara langsung oleh seseorang di dalam sebuah ruangan yang jauh disana.

Orang itu bisa melihat dan mendengar setiap detail dengan jelas melalui layar komputer. Orang itu hanya bisa menyunggingkan senyum kecil saat mendengar keluhan Rara.

Rara tidak bisa berbuat apa-apa, lagi dan memutuskan untuk diam saja. Lagipula, tidak bisa dinafikan bahwa rasa penasaran pada sosok suaminya semakin besar di dalam hatinya.

Kadang-kadang muncul bayangan buruk di benaknya, bahwa suaminya adalah pria bertubuh besar dengan wajah kasar yang hanya melihat wanita sebagai barang dagangan.

"Karena kebanyakan lelaki seperti itu, kan? Hanya berpikir tentang wanita, wanita dan wanita," gumam Rara pelan sambil melihat keluar melalui jendela mobil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!