REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4
Rendy dan Linda
Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.
tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----
#mohon maaf masih pemula 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Loh jadi kamu suka?
"Huh? Rendy dan Linda?"
Linda menghentikan aksi memukulnya, pandangan pasangan ini mengarah kearah suara yang memanggil nama mereka, suara itu milik Diana.
Namun gadis itu tidak sendiri masih ada Damian dan Silvi disebelahnya.
Damian dan Silvi tersenyum menggoda melihat mereka berdua sedangkan Diana berdecih kesal.
"Kalian mesra sekali ya" goda Silvi.
"Sebaiknya kita pergi, biarkan mereka berduaan." sahut Damian.
"Ya seharusnya seperti itu." jawab Rendy menarik pinggang Linda mendekat kearahnya membuat gadis itu bersemu merah lagi.
"Sejak kapan kalian akrab?" tanya Diana dengan pandangan menyelidik.
"Kami memang sudah akrab dari sejak lahir, iya kan sayang?" jawab Rendy mengecup singkat bibir Linda.
"Aw.. Andai aja aku punya pacar." kata Silvi menutup wajahnya namun masih bisa melihat mereka.
"Tolong jangan terlalu mesra di hadapan para jomblo seperti kami." ucap Damian.
"Seharusnya kamu bertunangan sama aku Rendy, bukan sama Linda." ujar Diana yang sudah panas melihat pasangan itu.
Rendy memutar bola matanya bosan, berbeda dengan Linda yang membenarkan ucapan Diana.
'Itu benar. Seharusnya Diana yang menjadi tunangannya, bukan aku. Tapi Diana sendiri yang menolak.' Gumam Linda dalam hati, meremas kaos Rendy dengan sedikit erat, gadis itu nampak gelisah. Kenapa aku jadi gusar gini, gumam Linda kembali di dalam hatinya.
Rendy yang melihat kegelisahan Linda, mengangkat dagu tunangannya dan mencuri bibir pink itu lagi. Menciumnya secara terang - terangan di hadapan banyak manusia. Ya meskipun sebelumnya udah terjadi sih.
"Rendy apa yang-"
"Apa? Apa yang salah?" sahut Rendy dingin memotong protes Diana dan menatapnya horor.
'Waduh. Rendy beneran marah.' ucap batin Silvi dan Damian barengan.
Rendy membawa wajah Linda bersembunyi di dada bidangnya, membuat gadis itu juga memeluk tubuh Rendy.
"Apa yang salah Diana? Kami bertunangan hampir empat tahun sebentar lagi, dan kamu protes setelah selama ini? Aku memang mendengar kamu yang akan bertunangan denganku, tapi kamu menolaknya Diana dan membuat Linda yang menerima posisi itu. Bukankah begitu Damian?" kata Rendy.
"Benar sekali. Diana aku saksi saat itu, kamu menolak ditunangkan dengan Putra Kedua Chandra bukan? Alasannya kalian gak pernah bertemu karena kamu sejak kecil berada di luar negeri bukan disini. Lalu kamu meminta kakek agar Linda yang menggantikan posisi itu." sambung Damian mengingat kembali wajah murung Linda yang hanya diam dan menerima keputusan Kakek mereka. Sepertinya keputusanmu untuk diam dan menerima saat itu sudah tepat, Linda. Tanpa sadar Damian menarik sudut bibirnya, tersenyum tipis menatap gadis yang berada di pelukan Rendy, sahabatnya.
"Tidak Rendy. Aku belum tau saat itu adalah kamu, kalau aku tau aku pasti akan menerima. Ya kita bisa merubahnya lagi kan? Kita bisa-"
"Aku menolak. Sekali pun kamu menerima, aku menolak." potong Rendy cepat mendekap Linda erat.
"Apa maksudnya Rendy?" tanya Diana tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Sekali pun itu kamu yang menjadi tunanganku, aku hanya perlu meminta pembatalan pertunangan atau posisiku bisa diganti yang lain. Aku masih punya beberapa sepupu yang bisa mengganti posisiku jika kamu yang bertunangan denganku. Tapi nama Linda yang di sebut, jadi aku tidak bisa membiarkan posisi itu di ganti oleh yang lainnya. Jika itu Linda maka hanya aku yang bisa bertunangan sama dia." sahut Rendy bersemu merah.
"Bucin banget sih lo Pak Ketua." celetuk Silvi menggodanya. Jarang sekali wajah pangeran es bisa bersemu merah malu - malu seperti ini. Haruskah aku foto wajah itu?
"Silvi,, ini lagi ada adegan romantis loh." sambung Damian menyentil halus jidat Silvi membuat gadis itu cengengesan. "Aku yakin ketua berusaha menahan malunya saat bicara panjang lebar seperti itu." bisik Damian disebelah Silvi.
"Aku setuju." balas Silvi ikut berbisik.
Damian tersenyum lembut. Akhirnya pangeran es itu mengungkapkan semua perasaannya. Alasan kenapa Rendy begitu cuek karena takut hilang kendali saat bersama Linda. Damian tau sahabatnya menaruh rasa terhadap sepupunya sudah sangat lama. Namun tsundere Rendy begitu kuat. Saat Linda mulai berubah agak menjauh saat itulah Rendy mengejarnya kembali. Tapi sepertinya hubungan mereka kembali baik - baik saja.
"Gak mungkin. Bukankah kamu suka aku Rendy? Kamu sangat cuek sama Linda tapi kamu sangat lembut sama aku, kenapa?" tanya Diana hampir menangis.
Pick me banget. Ucap Damian dan Silvi dalam hati secara barengan.
"Aku takut kehilangan akal sehatku saat bersama Linda. Aku.. Aku terlalu menyukainya, jadi aku takut kelewat batas saat bersamanya, dan hanya karena aku bersikap lembut sama kamu Diana bukan berarti aku suka kamu. Kamu itu sepupunya Linda, jadi aku hanya ingin menaruh kesan sebagai tunangan yang baik di mata keluarga Angkasa. Aku tidak pernah punya perasaan apa pun terhadap kamu Diana. Ingat itu." jawab Rendy menatap tajam kearah Diana.
Desiran hangat mengalir di tubuh Linda. Ada rasa bahagia bercampur haru, apakah kali ini Rendy mengatakan yang sebenarnya? Dulu di masa lalu tidak ada hal seperti ini atau ini adalah dimensi berbeda dimana dia bisa hidup bahagia dan dicintai oleh seseorang? Apa aku boleh menerima hal ini?
Linda semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Rendy membuat pemuda itu membelai lembut mahkotanya.
"Rendy, aku adalah orang yang akan menikah sama kamu di masa depan, bukan Linda. Biarpun sekarang kamu menolak aku, masa depan tidak akan berubah. Kamu pasti menikah denganku Rendy Chandra." ucap Diana.
Deg !!
Jantung Linda berdegub lebih kencang, apa ini artinya Diana juga datang dari masa depan?
"Diana." panggil Linda.
"Aku tidak akan menyerahkan Rendy untukmu. Pria ini punyaku, tidakkah kamu malu ingin merebut tunangan sepupu mu?" sambung Linda menarik wajah Rendy dan menempelkan pipi mereka berdua dan mengecupnya singkat meninggalkan wajah merah Rendy yang terkejut.
"Linda kamu-"
"Ya? Kenapa? Aku tunangannya, menciumnya atau menidurinya itu urusanku." jawab Linda tersenyum licik kearah Diana yang mulai kepanasan.
'Tidur? Waw.. Ketua anda sepertinya akan kewalahan.' ucap Silvi dalam hati sedikit terkejut dengan perkataan Linda.
'Astaga Linda. Tapi aku rasa Kakek tidak akan marah kalau kamu meniduri Rendy. Semangat untuk kalian. Rahasia kalian aman bersamaku.' kata Damian dalam hati.
Rendy masih mematung dan cukup kaget dengan pernyataan blak - blakan dari Linda.
"Lihat Ren.. Apa kamu yakin mau sama perempuan mesum seperti dia?" kata Diana yang melihat Rendy sedikit shok.
"Sa..Sayang.. Aku masih perlu banyak persiapan kalau mau tidur bersama itu aku belum kepikiran sejauh itu, tapi kalau kamu mau aku.. Aku gak masalah.." ucap Rendy dengan perasaan berdebar - debar membuat Linda menatapnya dengan aneh.