NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beban yang tak seimbang

“Rex.”

“Apa sharga sudah ketemu?”

“Masih dalam pencarian. Sorry, Rex.”

“Angga, gue mau lo tangkep dia hidup-hidup, bawa dia ke hadapan gue.”

“Pasti. Lo tenang aja, gue akan urus semuanya. Sekarang, lo fokus saja pada penyembuhan Delana.”

“Apa yang gadis bodoh itu pikirkan? Kenapa dia harus mengkhianati Sharga? Kenapa bukan gue aja?”

Angga menepuk pundak sahabatnya itu. Dia tahu, tidak ada yang bisa dilakukan atau diucapkan untuk sekedar menghibur atau memberi dukungan pada Rex. Hati pria itu hancur lebur. Hanya kesembuhan Delana yang bisa menyatukan patahan hati Rex.

“Gimana?” Tanya Tias saat Angga keluar dari ruang ICU. Angga menggelengkan kepala.

Mereka duduk di kursi besi yang ada di setiap sisi lorong rumah sakit.

“Gue pikir Delana benar-benar mengkhianati Rex, dan mungkin itu akan jauh lebih baik karena Rex tidak akan menyakiti dirinya.”

“Pun sebaliknya, Delana juga tidak kan tega mengkhianati Rex. Mereka berdua hanya tertekan oleh kondisi dan situasi.”

“Kenapa kamu bisa seyakin itu?”

“Karena Rex merupakan rumah untuk Delana. Tempat ternyaman dan tempat untuk dia pulang. Rex adalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia nyaman, tempat untuk dia bersandar setelah selama ini dia merasa hidup seorang diri di dunia ini. Aku tahu, dia punya alasan kuat kenapa dia sampai mengambil berkas Rex.”

“Kita hanya harus mencari tahu apa alasan itu.”

“Ada caranya.”

“Apa?”

“Dara. Dia pasti tahu sesuatu.”

“Kalau begitu, apalagi yang kita tunggu. Ayo cari dara.”

“Kalian, tolong berjaga di sini. Jaga bos dan nyonya,” titah Angga pada ketiga bodyguard yang setiap hari berganti menjaga di rumah sakit.

Satu hari, dua hari, tiga hari, dan sekarang adalah hari ke empat Delana di rawat dalam keadaan koma.

Angga yang sudah mendapatkan informasi, meminta ijin pada dokter untuk bisa masuk sejenak, karena Rex tidak mau keluar sedetikpun dari sisi Delana kecuali untuk ke kamar mandi dan makan, dia harus punya energi untuk menjaga wanitanya sampai dia siuman nanti.

“Ada apa?”

Angga menyerahkan i-pad nya, lalu membuka sebuah saluran acara berita.

Berita tentang penemuan seorang jenazah wanita yang kemungkinan mengalami tabrak lari.

“Kenapa lo ngasih tahu ini ke gue? Gue yakin bukan ini tugas yang—“

Suara alat dari pengawas jantung Delana berbunyi.

“Angga, kenapa ini?”

Code blue code blue.

Suara sirine berbunyi, dokter dan tenaga medis yang lain nya berdatangan ke kamar Delana. Angga dan Rex diminta untuk mundur agar mereka bisa melakukan pertolongan pada Delana yang tiba-tiba drop.

Tubuh Rex yang tinggi dan kekar itu terlihat rapuh. Badan nya bergetar, lututnya seakan kehilangan tenaga untuk menopang seluruh raganya.

Rex nyaris terhuyung. Angga segera merangkul sahabatnya itu. Memeluk erat agar paling tidak untuk sesaat Rex meras tenang.

Dalam dekapan sang sahabat, Rex menangis sesenggukan. Tangisan ketakutan dan tangisan penyesalan menjadi satu padu.

Beberapa menit kemudian, Delana kembali stabil setelah dokter melakukan tindakan darurat.

“Dokter.” Rex menghampiri salah satu dokter yang sejak tadi terlihat paling sibuk.

“Tidak apa-apa, pasien hanya mengalami keterkejutan. Entah apa yang terjadi sebelumnya. Pak, pasien memang koma, dia tidak sadar jika kita lihat. Hanya saja, otaknya masih berjalan, pasien cidera parah tapi bukan mengalami kerusakan fungsi otak. Otaknya masih berjalan, masih bisa mendengar masih bisa merasakan. Hanya tidak bisa mengendalikan tubu karena syarafnya terganggu. Jadi, mohon berhati-hati saat ada di samping pasien.” Dokter menjelaskan panjang kali lebar pada Rex dan Angga.

“Baik dokter, terimkasih dan maaf atas ketidaktahuan kami.”

“Tidak masalah, tapi jangan bertindak gegabah atau bicara sembarangan. Takut pasien drop lagi.”

“Baik, dokter.”

Sejak tadi Angga yang selalu meminta maaf dan bicara pada dokter karena Rex masih terlihat syok.

“Rex, sorry karena gue gak tahu kalau kondisi orang koma seperti itu.”

“Yah, kita berdua memang tidak harus pintar di segala hal.”

“Mungkin tubuh Delana merespon setelah mendengar berita tadi.”

“Apa korelasinya?”

Angga mengajak Rex untuk duduk. Dia terlihat sangat serius saat akan menjelaskan masalah itu pada Rex.

“Delana bukan anak kandung Sharga, oke. Itu point pertama. Kedua, Delana mengambil berkas di rumah lo karena desakan Sharga, kita udah nebak lah dari awal juga, iya kan? Hanya saja, Sharga menugaskan Delana dalam tekanan, dia me—“

“Singkat saja.”

“Berita tadi adalah tentang kematian ibunya Delana.”

“Apa?”

“Delana ngambil berkas lo, dibawah ancaman. Karena Delana mengkhianati Sharga, maka pria bajingan itu membunuh ibunya Delana.”

Rex tidak bisa berkata-kata lagi mendengar penjelasan dari Angga. Dia merasa sangat bersalah karena tidak bisa melindungi Delana dari masalah yang teramat besar.

“Gadis sekecil itu hidup dalam tekanan yang luar biasa.” Ujar Angga.

Jika dipikirkan lagi, Rex kini mengerti kenapa Delana bersikap sangat baik dan begitu manja padanya. Dia sering meminta maaf atas kesalahan yang saat itu tidak dia lakukan.

“Jangan terlalu baik padaku, Pak.”

Rex tertawa kecil.

“Bagaimana bisa?”

“Karena aku pun bukan orang baik. Aku tidak bisa membalas apa yang Bapak berikan padaku.”

“Aku tidak sedang menyimpan hutang budi agar bisa kamu balas.”

“Pak, kenapa harus aku?”

Rupanya saat itu Delana sedang bimbang, dia sedang dilema karena harus mencuri berkas penting dari Rex, tapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa karena ibunya dalam bahaya.

“Angga … kali ini temukan Sharga tidak peduli dia hidup atau mati.”

Gigi Rex bergemulutuk karena saking emosinya.

“Baik, Pak.”

Angga bergegas pergi untuk mencari keberadaan Sharga yang sampai saat ini tidak bisa ditemukan, baik dia maupun istrinya. Hanya ada Dara dalam rumah itu.

1
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!