NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak ada bantahan

“Papa, rencana mama gagal.”

Suara Iren terdengar penuh kekesalan dari balik telepon.

“Hah? Kenapa? Bukannya mama sangat yakin rencana mama akan berhasil,” ucap Bayu dengan heran.

Terdengar helaan napas kasar dari Iren. “Gagal, Pa. Dan lebih sialnya lagi, Syam tidak bisa dihubungi, pa. Papa harus beri peringatan pada dia.”

“Syam tidak bisa dihubungi? Apa nggak salah?” tanya Bayu dengan nada tidak percaya.

“Tidak, Pah. Mama sudah beberapa kali meneleponnya dan nomornya tidak aktif. Rencanaku gagal, pah.”

“Mama tenang, papa akan bantu dari sini,” ucap Bayu berusaha menenangkan istrinya.

“Dan papa harus tahu, ada nomor asing yang mengancam aku,” lanjut Iren.

Bayu langsung mengernyit. “Nomor asing? Dia mengancam kamu apa?”

“Dia menyuruh aku jangan ganggu Diana, Pa. Aku takut rencanaku diketahui seseorang,” jelas Iren dengan nada mulai gelisah.

Bayu terdiam. Rencana menghancurkan Diana diketahui seseorang. Apa mungkin Samuel?

Bayu menggeleng pelan.

Tidak mungkin. Samuel sedang sibuk dengan pekerjaannya. Ditambah lagi, Syam—salah satu pengawal setianya—tiba-tiba menghilang.

Bayu terdiam cukup lama di balik sambungan telepon. Rahangnya mengeras, pikirannya mulai menyusun kemungkinan demi kemungkinan.

“Papa?” panggil Iren karena tak mendapat jawaban.

Bayu menghembuskan napas pelan. “Mama jangan panik dulu.”

“Bagaimana mama tidak panik?” suara Iren meninggi. “Rencana mama gagal, Syam menghilang, dan sekarang ada orang yang mengancam mama.”

Bayu berjalan mendekati jendela ruang kerjanya dengan wajah dingin.

“Kirim nomor asing itu, asisten papa akan melacaknya. Kita harus memberi dia pelajaran agar tidak ikut campur urusan kita.”

“Mama akan kirim,” balas Iren singkat.

“Bagus.”

Bayu menatap pemandangan kota dari balik dinding kaca ruangannya dengan sorot mata dingin.

“Dan untuk sementara, jangan lakukan tindakan gegabah lagi.”

Iren mengepalkan tangannya. “Tapi Diana—”

“Biarkan dia bernapas lebih lama,” potong Bayu dingin. “Semakin tenang kita sekarang, semakin mudah menghancurkannya nanti.”

Iren terdiam, lalu perlahan tersenyum tipis.

“Baik, Pa.”

Setelah sambungan terputus, Bayu langsung menghubungi asistennya.

“Lacak nomor ini sekarang.”

“Baik, Tuan.”

Bayu menurunkan ponselnya perlahan. Tatapannya menggelap.

“Siapa pun yang berani ikut campur…” gumamnya pelan.

“akan menyesali keputusannya.”

Tok! Tok!

Suara ketukan pintu terdengar dari luar.

“Masuk,” ucap Bayu.

Krek! Pintu terbuka, Samuel masuk dengan wajah letih.

“Kenapa wajahmu kusut seperti itu? Apa istrimu tidak memberikan susu nutrisi?” tanya Bayu dengan nada mengejek.

Samuel menatap malas papanya, lalu memberi kode pada asisten papanya untuk keluar.

“Kenapa kamu menyuruh Raka keluar?”

Samuel tak menjawab. Ia menyandarkan tubuhnya di sofa dengan lelah.

“Ada apa, Sam?” tanya Bayu lagi, lalu duduk di hadapan putranya.

“Tidak apa-apa,” jawab Samuel singkat sambil memejamkan mata.

Bayu menatap putranya. Ia tahu jawaban itu bohong, tetapi memilih tidak ikut campur. “Ke mana istrimu?” tanyanya, mengalihkan pembicaraan.

“Apa lagi kalau bukan belanja,” jawab Samuel malas.

Bayu terkekeh. “Namanya juga cewek, Sam. Tugas kita mencari uang yang banyak.”

Samuel berdecak, lalu menatap papanya dalam-dalam. “Kenapa papa dan mama selalu membela Citra? Kalian bahkan tidak pernah mendengarkan penjelasanku sebagai anak kalian. Kalian selalu membela Citra, tanpa tahu aku ini kepala keluarga,” ucap Samuel, meluapkan unek-unek yang selama ini ia pendam.

Bayu menatap tajam putranya. “Jaga omongan kamu, Samuel. Ingat, kita ada di posisi ini karena bantuan mertuamu,” ucapnya tegas.

Samuel menghela napas berat. Jawaban itu lagi.

“Iya, aku tahu. Kalian lebih mementingkan kebahagiaan kalian sendiri dan mengorbankan putra kalian,” ucapnya penuh tekanan.

Plak!

Satu tamparan mendarat di wajah Samuel.

“Jaga ucapanmu, Sam. Hidup kita enak sampai saat ini karena mama dan papa kerja banting tulang,” ucap Bayu dingin. “Kamu tidak usah banyak protes, ikuti saja. Dan ingat, jangan berani-berani kamu mempermainkan Citra.”

Samuel tersenyum miring sambil memegang pipinya.

“Apa papa tahu? Citra itu lebih dari seorang wanita murahan.”

Plak!

Satu tamparan lagi kembali mengenai wajah Samuel.

“Samuel!”

“Itu memang faktanya, pah. Dia sudah tidak perawan sebelum aku menikah,” balas Samuel dengan suara tak kalah tinggi. “Itu yang kalian banggakan, hah!”

Rahang Bayu mengeras.

“Jangan asal bicara.”

“Aku tidak asal bicara!” bentak Samuel. Emosi yang selama ini ia pendam akhirnya meledak. “Aku diam selama ini karena malas bertengkar. Aku ini kepala rumah tangga, tapi bahkan tidak punya harga diri, dan kalian? Kalian pasti tetap membela Citra walaupun dia salah.”

Bayu berdiri dari duduknya dengan wajah memerah menahan amarah.

“Cukup, Samuel!”

“Belum cukup, Pa!” Samuel ikut berdiri. Tatapannya dipenuhi luka dan kemarahan. “Papa sama mama selalu bilang aku harus menjaga Citra, menghargai keluarganya, dan mempertahankan pernikahan ini demi bisnis!”

Setelah mengeluarkan semua unek-uneknya, Samuel langsung keluar dari ruangan papanya tanpa menunggu jawaban. Ia sudah tahu, jawaban Bayu pasti akan tetap membela menantunya.

Bayu meremas wajahnya kasar. “Sial, anak itu mulai pembangkang.”

°°••°°

“Diana, maaf ya aku duluan. Kakakku sudah ada di sana.”

Tiara merasa tidak enak meninggalkan Diana yang masih menunggu taksi online untuk pulang, sementara kakaknya sudah datang menjemput.

“Tidak apa-apa, Ra. Sebentar lagi taksi online yang kupesan datang kok,” jawab Diana santai.

“Tapi aku nggak tega ninggalin kamu sendiri di sini, apalagi sudah mau malam.”

Diana tersenyum tipis. “Tidak apa-apa, santai saja. Kamu sana gih, kakakmu pasti nungguin.”

Dengan berat hati, Tiara akhirnya meninggalkan Diana.

“Kalau ada apa-apa hubungi aku, Na.”

“Siap.”

Langit jingga perlahan menghilang, digantikan oleh rembulan malam.

Diana menatap langit yang terlihat mendung, sementara pesanan taksinya belum juga datang.

“Kenapa lama banget, ya,” lirihnya sambil terus mengecek ponsel.

“Kamu pulang sama saya.”

Diana sedikit tersentak. Ternyata Niel sudah berdiri di sampingnya. Entah sejak kapan pria itu ada di sana. Kehadirannya selalu berhasil membuat Diana terkejut.

“Eh, nggak usah, Pak. Saya sudah pesan taksi online,” ucap Diana, menolak dengan halus.

Niel menatapnya dengan wajah datar, membuat Diana sedikit gugup hingga mengalihkan pandangan.

“Ini hampir malam, ibu hamil perlu istirahat.”

“Tapi, Pak…”

“Tidak ada bantahan, kamu ikut saya,” ucap Niel dingin, seolah tidak ingin dibantah.

Setelah mengatakan itu, Niel langsung melangkah menuju parkiran khusus untuk mengambil mobilnya.

Diana masih berdiri mematung di tempatnya, menatap punggung Niel yang semakin menjauh menuju area parkir khusus.

“Astaga… orang ini benar-benar tidak memberi kesempatan orang lain menolak, ya,” gumamnya pelan.

Ia menunduk menatap layar ponselnya. Status taksi online yang ia pesan tiba-tiba dibatalkan dengan alasan jalanan sedang macet parah.

Diana menghela napas panjang.

“Kenapa harus dibatalkan sih…” keluhnya pelan.

Angin malam mulai berembus lebih dingin. Langit yang sejak tadi mendung kini terdengar suara gemuruh pelan.

Grrr...

Diana refleks menatap langit.

“Jangan hujan dulu, dong…” keluhnya pelan.

Tak lama kemudian—

Tin! Tin!

Suara klakson mobil terdengar dari arah parkiran.

Diana menoleh dan melihat mobil mewah berwarna hitam milik Niel berhenti tepat di depannya. Kaca mobil perlahan turun, memperlihatkan wajah datar pria itu.

“Masuk.”

Singkat. Dingin. Tidak memberi ruang penolakan.

Diana menelan ludah pelan. Ia melangkah mendekat dengan ragu.

“Pak, sebenarnya saya bisa pulang sendiri—”

“Kamu mau menunggu taksi sampai tengah malam?” potong Niel datar.

Diana terdiam.

Niel melirik layar ponsel Diana sekilas.

“Driver kamu saja membatalkannya karena jalanan macet.”

Diana langsung menutup layar ponselnya dengan canggung.

“Itu…”

Belum sempat ia melanjutkan ucapan—

Byurrr!

Hujan turun deras secara tiba-tiba.

Diana tersentak kecil saat beberapa tetes hujan mengenai tubuhnya.

Niel menatapnya datar.

“Sekarang alasan kamu menolak apa lagi?”

Diana terdiam beberapa detik sebelum akhirnya membuka pintu mobil perlahan dan masuk.

“Terima kasih…” ucapnya pelan.

Niel tidak menjawab. Ia hanya kembali menaikkan kaca mobil lalu menjalankan kendaraannya keluar dari area parkir De Luca Global.

Suasana di dalam mobil terasa sangat hening.

Diana duduk kaku sambil memangku tasnya. Jantungnya entah kenapa berdetak lebih cepat dari biasanya.

Sementara Niel tetap fokus menatap jalanan di depannya.

Tanpa Diana sadari, hati Niel bersorak kecil karena akhirnya bisa satu mobil dengan Diana.

1
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!