NovelToon NovelToon
Cinta Di Langit Tajmahal

Cinta Di Langit Tajmahal

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨

AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.

Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.

Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: ANUGERAH DUA JIWA YANG AGUNG Kebahagiaan yang meledak-ledak di kedi

Kebahagiaan yang meledak-ledak di kediaman keluarga Singhania itu tidak kunjung reda. Bahkan semakin hari, rasa syukur itu semakin menggunung di dalam hati mereka.

Dua garis merah yang terlihat jelas pada alat tes kehamilan itu bagaikan sinar matahari yang menerangi seluruh sudut rumah megah itu.

"Mas... lihat ini... garis dua... benar-benar garis dua..." bisik Maheera berulang kali, matanya tak lepas memandang alat kecil itu seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi. Tangannya gemetar hebat, campuran antara rasa kaget, takut, dan bahagia yang luar biasa.

Aaryan memeluk bahu istrinya erat-erat, mencium rambut harum itu berkali-kali dengan penuh cinta. Wajahnya juga tak kalah haru, matanya bahkan sudah basah oleh air mata.

"Iya Sayangku... itu nyata. Benar-benar nyata. Kita akan punya anak, Sayang. Kita akan jadi ayah dan ibu. Ini adalah anugerah terindah dari Tuhan yang diberikan untuk kita berdua setelah melalui banyak perjuangan."

Ny. Savitri yang melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum lebar sambil terus mengusap air mata bahagia yang tak henti menetes. Ia memeluk mereka berdua bergantian.

"Ya Allah... terima kasih... Engkau begitu baik pada hamba-Mu. Memberikan cucu yang begitu dinanti-nantikan. Sekarang keluarga kita benar-benar lengkap dan sempurna," doanya dengan hati yang penuh haru dan rasa bangga.

 

Pemeriksaan ke Dokter

Keesokan harinya, tanpa menunggu waktu lama, Aaryan sudah bersiap membawa Maheera ke rumah sakit terbaik dan termewah di kota itu. Ia tidak mau ambil risiko sedikitpun. Ia ingin memastikan bahwa kondisi istri dan calon buah hatinya benar-benar sehat, kuat, dan berkembang dengan baik.

"Ayo Sayang, kita berangkat. Kita periksa ke dokter spesialis biar lebih pasti dan kita tahu harus merawatnya bagaimana. Aku ingin dengar detak jantungnya, aku ingin lihat wujudnya," ajak Aaryan lembut sambil membantu Maheera memakai selendang dan jaket tipis dengan sangat hati-hati.

"Iya Mas..." jawab Maheera manis, wajahnya berseri-seri namun masih terlihat sedikit lemas karena efek mual yang masih sering datang.

Sepanjang perjalanan, Aaryan tidak melepaskan genggaman tangan istrinya. Sesekali ia mencium punggung tangan itu sambil berdoa dalam hati.

Sesampainya di klinik bersalin yang sangat bersih dan mewah itu, mereka langsung diperiksa oleh dokter kandungan yang sangat ahli dan berpengalaman, Dr. Meera.

Dengan hati-hati, dokter mempersilakan Maheera berbaring. Gel USG dioleskan ke perut rata itu, dan perlahan layar monitor besar di depan mereka pun menyala.

Awalnya, terlihat sebuah kantung kehamilan yang jelas.

"Nah, ini dia kantung janinnya..." ucap Dr. Meera ramah sambil mengarahkan alat USG. "Kondisinya sangat bagus, letaknya sudah tepat di rahim."

Namun, saat dokter mengamati lebih dalam dan memperbesar gambarnya...

Wajah Dr. Meera tiba-tiba terlihat kaget dan tersenyum sangat lebar. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, lalu melihat lagi ke layar, lalu melihat ke arah pasiennya.

"Hmm... ini menarik sekali..." gumam dokter itu pelan.

Aaryan dan Ny. Savitri yang berdiri di samping langsung menahan napas. Jantung mereka berdegup kencang.

"Ada apa ya Dok? Ada masalah apa kah? Kenapa dokter kelihatan kaget gitu?" tanya Ny. Savitri cemas.

Dr. Meera terkekeh pelan, lalu menunjuk layar itu dengan jari telunjuknya.

"Bukan masalah lho Bu, justru ini kabar yang LUAR BIASA BAGUS! Coba Ibu dan Tuan lihat baik-baik di sini..."

Dokter itu menunjuk dua titik kecil yang berada di dalam satu kantung kehamilan itu.

"Itu bukan satu... tapi DUA!"

DEG!!!

Seketika seluruh ruangan menjadi hening. Aaryan, Maheera, dan Ny. Savitri sama-sama mematung, mata mereka terbelalak lebar tak percaya.

"D-Dua... Dok? Maksudnya?" tanya Aaryan terbata-bata.

"Benar sekali!" jawab Dr. Meera dengan semangat. "Ibu mengandung KEMBAR! Ada dua janin yang tumbuh di sana! Lihat ini... ini yang pertama, dan ini yang kedua! Keduanya tumbuh dengan sangat sehat dan kuat!"

"HUAAAA???"

Maheera langsung menutup mulutnya dengan tangan, matanya memancarkan ketakutan bercampur tak percaya. "K-Kembar... Dok? Beneran saya hamil kembar?"

"Benar sekali Bu! Selamat ya! Sekarang usianya baru sekitar 7 minggu, tapi sudah terlihat jelas keduanya. Dan lihat ini..."

Dokter memindahkan alat USG ke area lain, lalu suara detak jantung pun terdengar.

Tuk... tuk... tuk... tuk...

"Itu detak jantung yang pertama. Dan dengarkan ini..."

Tuk-tuk-tuk-tuk...

"Dua detak jantung! Keduanya sama-sama kuat dan lincah! Alhamdulillah sekali!"

 

"YA ALLAHHH!!! MASYAALLAH!!!"

Aaryan tidak kuasa menahan air matanya lagi. Ia jatuh berlutut di samping brankar, memeluk pinggang istrinya dan menangis tersedu-sedu di perut itu.

"Terima kasih Ya Allah... terima kasih... Engkau begitu murah hati pada kami. Dua... kami dapat dua sekaligus, Sayangku! Kita akan punya dua anak! Dua malaikat kecil!" isaknya bahagia tak karuan.

Ny. Savitri pun sudah menangis histeris, ia menutup wajahnya dengan tangan, bahunya terguncang-guncang karena tangis bahagia.

"Cucuku dua! Aku dapat dua cucu sekaligus! Ya Allah sungguh maha besar Engkau! Ini karunia terbesar yang pernah Ibu terima! Aamiin aamiin!"

Suasana di ruang praktek dokter itu menjadi sangat haru dan membahagiakan.

 

Dua Pangeran Kecil

Beberapa menit kemudian, setelah suasana mulai sedikit tenang dan mereka sudah bisa menerima kenyataan indah itu, Dr. Meera kembali menjelaskan dengan detail.

"Nah, karena ini kehamilan kembar, tentu saja perawatannya harus lebih ekstra ketat ya Bu. Ibu akan merasa lebih cepat lelah, perut akan terasa lebih cepat besar, dan gejala mual muntahnya mungkin akan sedikit lebih intens karena kadar hormonnya juga dua kali lipat."

"Tapi jangan khawatir, keduanya terlihat sangat kuat. Dan kalau dilihat dari perkembangannya saat ini..."

Dokter itu mengamati layar USG lagi dengan seksama, lalu tersenyum misterius.

"Sepertinya Ibu beruntung sekali... karena dari bentuk dan letak plasentanya, serta ciri-ciri fisiknya... kemungkinan besar ini DUA JANTAN!"

"BRUK!!"

Seakan disambar petir, Aaryan dan ibunya sama-sama ternganga.

"C-Cowok semua Dok? Dua-duanya laki-laki?!" tanya Ny. Savitri tak percaya.

"90% yakin Bu! Dua pangeran! Pewaris tahta keluarga Singhania dua sekaligus! Wah, Aaryan juniornya bakal dua nih nanti!" canda dokter itu ramah.

Mendengar itu, Aaryan langsung mencium pipi istrinya berkali-kali dengan penuh semangat.

"Masya Allah... Masya Allah... dua cowok, Sayang! Dua anak laki-laki! Penerus kita dua orang! Mereka pasti akan tampan dan gagah kayak ayahnya ya nak?" ucap Aaryan sambil mengelus lembut perut istrinya, matanya menatap perut itu dengan pandangan yang begitu lembut dan penuh cinta.

Maheera tersenyum lebar di balik air matanya. Ia mengusap kepala suaminya itu.

"Alhamdulillah ya Mas... apapun jenis kelaminnya, yang penting sehat, selamat, dan sempurna. Ternyata Tuhan sayang banget sama kita, dikasih bonus dua sekaligus."

 

Rutinitas Baru yang Penuh Cinta

Sejak pulang dari dokter dengan kabar menggembirakan itu, hidup mereka berubah total. Status Maheera kini naik level menjadi "Ibu Hamil Kembar" yang harus dijaga mutlak.

Aaryan menjadi suami yang paling disiplin dan perhatian sedunia.

Pagi-pagi buta, sebelum matahari terbit, ia sudah menyiapkan obat.

"Sayang... yuk minum vitaminnya. Ini penambah darah, ini kalsium, dan ini obat tambahan khusus buat ibu hamil kembar biar tenaga kamu terjaga terus," ucapnya lembut sambil menyodorkan butiran obat dan segelas air hangat.

Setelah itu, tidak lupa segelas susu khusus ibu hamil yang rasanya enak dan bergizi tinggi.

"Minum susunya ya Sayang. Ini buat otak kedua pangeran kita biar pintar-pintar kayak ayahnya."

Dan itu dilakukan setiap hari tanpa pernah absen atau lupa. Aaryan benar-benar serius menjaga asupan nutrisi istrinya.

 

Namun, karena mengandung dua janin sekaligus, reaksi tubuh Maheera memang sangat sensitif dan kuat.

Indra penciumannya menjadi sangat tajam dan aneh-aneh.

Suatu hari, baunya saja sudah bisa bikin dia mual.

"Ugh... Mas... bau masakan ini apa sih? Sangat menyengat sekali, aku nggak kuat Mas... mual..." keluhnya sambil memegang mulut.

Aaryan langsung sigap. "Iya sayang, cepat buang baunya! Ganti masaknya yang lain! Cari yang baunya lembut!"

Dan yang paling seru adalah Ngidam!

Karena hamil kembar, keinginan makannya pun jadi aneh-aneh dan kadang tidak masuk akal, tapi semuanya harus dituruti karena itu keinginan bayi di dalam perut.

"Mas... aku mau makan Aloo Gobi yang pedesnya nampol banget! Tapi kuahnya harus kental! Sekarang juga!"

Atau tiba-tiba.

"Mas... aku pengen Gulab Jamun yang manisnya bikin pusing, tapi yang masih panas-panas baru keluar dari penggorengan!"

Atau yang paling aneh.

"Aku mau makan Papadum yang dibakar setengah gosong gitu lho Mas! Baunya harus khas gitu!"

Aaryan tidak pernah protes atau mengeluh. Apapun yang diinginkan istrinya, dia akan usahakan secepat kilat.

"Bentar ya Sayang! Aku suruh koki bikin sekarang! Atau aku yang beliin sendiri ke pasar! Pokoknya harus ada sekarang juga!"

Ny. Savitri pun ikut heboh. "Iya nak, mau apa bilang aja! Semua dapur siap melayani menantu kesayangan dan calon dua pangeran kita!"

Meskipun sering mual, sering pusing, dan perut terasa kencang karena memuat dua nyawa, tapi Maheera merasa sangat bahagia. Rasa sakit itu terbayar lunas dengan kasih sayang yang melimpah dari suami dan mertuanya.

Kini, mereka tidak sabar menanti hari kelahiran dua malaikat kecil itu yang akan melengkapi kebahagiaan keluarga besar Singhania.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!