NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....

yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....
dan adakah rencana balas dendam, ataukah perebutan kekuasaan...?






Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Ketegangan di pintu kedatangan Bandara Soekarno-Hatta semakin memuncak. Seina berdiri dengan kaku, jantungnya berpacu hebat bukan karena rasa rindu pada mertuanya, melainkan karena rasa takut yang mulai menjalar. Kalimat Kakek Harison tentang mata Maudi yang mirip Ambar adalah alarm bahaya baginya.

"Papa, biar Eliza saja yang duduk di mobil bersama Papa dan Kakek," ucap Seina berusaha memperbaiki situasi. "Maudi biar ikut Saka naik mobil lain bersama asisten Papa. Maudi kan masih kotor bekas naik angkot tadi, nanti kursi mobil Kakek kotor."

Kakek Harison menoleh dengan tatapan yang sangat tajam, membuat Seina bungkam seketika. "Seina, aku tidak peduli soal kursi mobil yang kotor. Hati yang kotor jauh lebih berbahaya. Maudi tetap di sini. Eliza, kalau kau tidak mau satu mobil dengan saudaramu sendiri, silakan cari kendaraan lain."

Eliza menghentakkan kakinya dengan emosi. "Kakek pilih kasih! Kenapa Kakek membela monster ini?!"

"Eliza! Jaga mulutmu!" Doni membentak putrinya. Ia merasa sangat malu di depan ayahnya. "Cepat masuk ke mobil belakang , Kalau tidak,Papa akan meninggalkan mu di Bandara, biarkan kamu di culik!" Ancam Doni tidak main-main, itu cara yang mudah, mengingat Eliza adalah putrinya yang penakut..

Saka menarik lengan Eliza" Ayo masuk...." Sementara itu, Maudi dengan tenang mulai mendorong kursi roda Kakek Harison menuju parkiran VIP. Di balik cadarnya, ia memantau layar kecil di jam tangannya. Akhirnya mereka memutuskan untuk satu mobil di mobil yang besar, karena tidak ada yang mau mengalah.

____

Sementara itu, di depan toilet wanita, dua pengawal berbadan tegap masih berdiri seperti patung. Mereka telah menunggu hampir lima belas menit, namun gadis cantik bersyal pink yang mereka cari tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Laki-laki misterius yang duduk di ruang tunggu mulai kehilangan kesabarannya. Ia berdiri, merapikan jas abu-abu gelapnya, lalu berjalan mendekat.

"Tuan, belum ada tanda-tanda gadis itu keluar. Hanya ada beberapa wanita paruh baya dan seorang gadis bercadar yang baru saja keluar tadi," lapor salah satu pengawal.

Laki-laki itu menyipitkan matanya. Ia mengingat kembali pertemuan singkatnya tadi. Gadis bersyal pink itu memiliki aroma parfum oud yang sangat langka dan berkelas, bahkan ia yang anti bakteri saja sampai menghirup aroma itu dalam-dalam, Padahal Maudi tidak memakai parfum apapun, ia hanya membuat sabun khusus untuk di pakai sendiri dengan aroma alami dari bunga.

"Gadis bercadar?" gumamnya pelan. Ia menoleh ke arah pintu keluar dan melihat sosok Maudi yang sedang mendorong kursi roda dari kejauhan. "Mustahil dia berubah secepat itu... tapi, bandara ini memiliki protokol keamanan yang ketat. Tidak mungkin dia hilang ditelan bumi."

Ia mengeluarkan ponselnya, menekan sebuah nomor. "Cari data penerbangan dari Swiss atas nama gadis muda yang memakai syal pink hari ini. Jika tidak ada di manifes, cek semua rekaman CCTV toilet zona VIP. Aku ingin tahu siapa dia sebenarnya."

Di dalam mobil mewah milik Kakek Harison, Maudi duduk di samping kakeknya. Doni duduk di depan bersama sopir pribadi Kakek. Sementara di belakang, Seina dengan wajah pucat, Eliza dengan wajah kesal serta Saka duduk saling berdesakan....Sepanjang jalan, Kakek Harison tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Maudi yang tertutup sarung tangan hitam.

"Maudi," panggil Kakek lembut. "Kenapa tanganmu kasar sekali, Nak.. walaupun kau memakai sarung tangan,tapi ini sangat terasa? Apa yang kau lakukan selama di pesantren?"

Maudi menunduk, ia menggunakan suara yang dibuat sedikit serak. "Maudi sering membantu di dapur umum dan mencuci pakaian sendiri, Kakek. Pesantren mengajarkan Maudi untuk mandiri."

Doni yang mendengar itu merasa dadanya sesak. Padahal uang yang kukirim sangat cukup untuk dia hidup mewah di sana. Kenapa dia harus bekerja kasar, Apa Maudi berbohong hanya ingin belas kasihan?' batin Doni. Ia tidak tahu bahwa uang itu tidak pernah sampai ke tangan Maudi karena dicegat oleh Seina.

Sementara itu, Seina yang berada di belakang bersama Eliza dan Saka, terus mencoba menghubungi Bram. Tangannya gemetar.

"Ma, kenapa sih? Mama dari tadi gelisah terus," tanya Saka curiga.

"Nggak apa-apa, Saka. Mama cuma... cuma pusing. Eliza, diamlah, jangan terus-terusan mengeluh soal Maudi!" bentak Seina karena sarafnya sudah hampir putus.

Seina melihat ke luar jendela. Ia melihat sebuah truk boks logistik lewat di samping mobil mereka. Ia tidak tahu, bahwa di dalam truk itulah, tiga anak buah kepercayaannya sedang terkapar pingsan dan menuju gudang interogasi milik gadis monster yang sedang duduk manis bersama kakeknya.

Saat mobil memasuki area perumahan elit, Maudi diam-diam menekan tombol di ponselnya yang disembunyikan di balik khimar.

"Lakukan interogasi tahap pertama. Aku ingin rekaman pengakuan mereka soal penukaran obat jantung itu selesai sebelum jam makan malam. Kirim ke server rahasia M-1," ketik Maudi dengan cepat.

Sebuah balasan masuk "Siap, Nona. Tawanan mulai siuman. Mereka tampak ketakutan."

Maudi tersenyum dingin. Di sampingnya, Kakek Harison tampak tertidur lelap karena kelelahan, namun tangannya masih menggenggam tangan Maudi.

"Aku tidak jadi kesana, aku serahkan semuanya pada kalian".

''Ibu Seina... kau pikir kau sudah menang dengan membawaku pulang untuk dihina? Kau salah. Kau baru saja membawa singa masuk ke dalam sarangmu sendiri,'' batin Maudi sambil menatap gerbang mansion yang mulai terlihat.

Di sisi lain kota, laki-laki misterius tadi yang ternyata adalah Rasya, seorang pengusaha muda yang sangat perfeksionis menatap layar tabletnya.

___

Rasya , si pria paling higienis melangkah keluar dari area bandara dengan aura yang membuat orang-orang di sekitarnya secara insting memberi jalan. Ia tidak hanya tampan, ia adalah definisi dari presisi dan sterilisasi. Di tangannya, ia mengenakan sarung tangan kulit tipis yang sangat mahal, dan di saku jasnya, selalu tersedia cairan sanitasi khusus medis.

Baginya, dunia ini adalah tempat penuh kuman, bakteri, dan kekacauan. Namun, insiden tabrakan tadi telah merusak ritme hidupnya yang sempurna.

"Tuan Rasya, , kami sudah memeriksa seluruh pangkalan data manifes penerbangan internasional," lapor asistennya, seorang pria bernama Kevin yang juga memakai masker medis demi kenyamanan tuannya. "Gadis bersyal pink itu tidak terdaftar di penerbangan mana pun yang mendarat dalam rentang waktu dua jam terakhir."

Rasya berhenti melangkah. Ia mengeluarkan sehelai sapu tangan dan menyeka bagian dadanya yang tadi bersentuhan dengan bahu Maudi, meskipun gadis itu terlihat sangat bersih dan modis.

"Tidak mungkin. Dia tidak mungkin muncul dari udara tipis, dia sudah berani mengotori Pakaian ku seperti Bakteri," suara Rasya terdengar rendah dan dingin. "Cek rekaman CCTV secara manual. Perhatikan setiap inci gerakan gadis itu dari saat dia menabrakku sampai dia masuk ke toilet."

"Sudah kami lakukan, Tuan. Dan hasilnya... membingungkan. Gadis itu masuk ke toilet, namun tidak pernah keluar. Yang keluar dari toilet itu hanyalah seorang gadis bercadar dengan pakaian lusuh yang kemudian dijemput oleh keluarga Daneswara," jawab Kevin ragu.

Rasya menyipitkan matanya. Ia adalah laki-laki yang sangat berpengaruh, pemegang kendali di berbagai sektor teknologi dan farmasi tingkat dunia. Baginya, identitas seseorang adalah hal yang paling mudah untuk dibongkar. Tapi kali ini, sistem keamanan yang ia banggakan seolah-olah ditertawakan oleh bayangan.

"Daneswara?" gumam Rasya. "Keluarga yang sedang menunggu kepulangan Harison?"

1
Aisyah Virendra
Nenek Salamah matamuuu butaaaakahhh atau hatimu yg MA TI Hmmmm ??!!!
kau bilang Ambar adalah putrimu satu²nya, kau bilang sangat mencintai putrimu dan mengasihinya tapi kenapa mata hatimu butaa saat melihat cucu dari putrimu sendiri, dan bisa²nya kau tak melihatnya dengan kasih sayang, kau sungguh² buta mata dan hati.
kakek Harison yg benar² tulus dan sangat jeli melihat cucu dari putrinya 🫠
Sri Supriatin
insting kakek sm ayah luar biasa....🙏🙏🙏
suti markonah
klo dah kyk gini cerita nya , eliza pasti terbang tinggi krna merasa di sayangi sang penguasa nini gerandong dan kemudian eliza jd titisan mak lampir plus nini gerangdong
suti markonah
ternyata setelah mak lampir masuk hotel prodeo, skrg berganti ada nini gerandong..
@Mita🥰
kan ..kan bener si nenek gak mau
Aisyah Virendra
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
aduhhhh nenek Salamah ini dikerjain sm Maudi 🤣🤣🤣 tapiiii.... jika memang dia memiliki insting yg baik maka dia akan membawa garis mata yg dimiliki oleh cucu kandungnya yg sama persis seperti anak perempuannya yaitu Ambar. seburuk apapun rupa jika hatinya bersih maka akan terlihat berbeda dimata orang yg baik pula hatinya.
@Mita🥰
seperti nya nenek gak bakal suka sama Maudy
suti markonah
apa nenek juga ga mau mengakui maudi sebagai cucu nya
Diana Dwiari
jangan pelakor ya....akhirnya jadi jahat karena obsesi
@Mita🥰
jangan bilang nanti Eliza jahat sama maudi Krn ambisi pada Rasya
Aisyah Virendra
Diiiihhh kepedean kali kau Eliza 😏😏😏 kau pikir Rasya akan menyukaimu, heiiiiii dia lelaki baik walau menyebalkan tentang masalah kuman tapiiii hatinya juga pasti lebih memilih Maudi si kuman ampun pembasmi trauma buruk yg ada dipikirannya. kau jangan pernah bermimpi akan memiliki Rasya jika kau tak ingin hancur sendirian.😏
suti markonah
klo aku lebih seneng yg jadi saingan itu wanita yg tergila gila sm rasya dari pada di dalam keluarga..seinget ku othor dah beberapa kali bikin cerita segi tiga antara saudara tiri dan putri kandung
suti markonah
masa mau ada cerita segita lg di dalam keluarga antara saudara tiri dan putri kandung thor~nanti pada akhirnya saudara tiri berubah jadi iri dengki berunjung dendam
Lovita BM
setelah semua masalah beres teratasi, kini timbul konflik cinta²an Eliza dan Maudi 😁, jgn sampai Elisa nanti ambisi dan obsesinya sampai merugikan dirinya sendiri kyk Mak e 😏
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!