Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKAN KU TEMUKAN APAPUN ITU.
"Ah tidakkah anda bercanda? Ah benarkah? Wah tidak mungkin bukan jika anda kesini untuk mengatakan hal itu?" Hyejin masih tidak percaya dengan ucapan Da Eun.
"Engg aku kesini untuk mengatakan hal itu, karena dulu aku tidak sempat mengatakan nya karena kau telah bersamanya.." ucap Da Eun yang tidak berani menatap mata Hyejin.
"Siapa? Hwang Yeong Cheol?saya? Dengan nya? Berpacaran? Wah… aku tidak percaya dengan ini wahh.. Daebak.. siapa yang menyebarkan rumor tersebut? Dan kenapa anda mempercayainya?" Hyejin tertawa karena ucapan Da Eun yang menyangka nya berpacaran dengan sahabatnya sendiri.
"Engg banyak yang mengatakan hal itu dari alumni akademi kepolisian kita dan dari para junior yang bekerja di Badan kepolisian Soul sana.." Da Eun merasa heran kenapa Hyejin terus tertawa.
"Kenapa apakah aku dan rumor itu salah?" Lanjut Da Eun.
"Ya anda benar-benar salah.. karena saya dan dia memang terlihat sangat dekat karena dia adalah sahabat saya sejak kecil… dia memperlakukan saya selayaknya ratu dan sangat dekat dengan saya karena ayahnya selalu berpesan pada nya agar memperlakukan seorang perempuan layaknya seorang ratu yang harus dihormati dan diperlakukan dengan baik.." jelas Hyejin pada Da Eun denga tertawa sambil memegang luka tusuknya.
"Ha? Benarkah? Bukankah kalian berkencan?" Tanya Da Eun yang masih penasaran.
"Tidak ..saya dan dia memiliki hubungan yang sangat dekat tetapi kami hanya sebatas sahabat atau mungkin juga seperti saudara kembar' karena muka kami yang sering dibilang kembar tetapi berbeda marga dan orang tua.. jadi kami tidak memiliki hubungan yang selebihnya kecuali itu…" Hyejin tersenyum.
"Aish yang benar saja… tapi kenapa semua orang selalu membicarakan kalian layaknya seorang kekasih?" Da Eun masih saja merasa bingung .
"Saya tidak tahu tentang itu.. tetapi kenyataannya saya dan dia hanyalah sebatas sahabat yang kebetulan kami memasuki akademi kepolisian bersama.." ucap Hyejin dengan senyum manisnya.
"Begitu rupanya.. kalau begitu maafkan aku yang salah sangka padamu.." Da Eun merasa tidak enak pada Hyejin.
"Tidak.. tidak apa-apa Sunbae terkadang salah paham bisa saja terjadi satu sama lain."Hyejin menanggapinya dengan tersenyum manis.
Da Eun yang lega mendengar Hyejin dan Hwang Yeong Cheol tidak pernah memiliki hubungan apapun kecuali sebagai sahabat masa kecil hingga sekarang, dan Da Eun juga ikut tersenyum karena melihat Hyejin tersenyum.
"Tapi Sunbae, bolehkah saya bertanya?" Hyejin tiba-tiba ingin mengajukan pertanyaan.
"Engg tentu saja.. apa itu?" Da Eun menunggu pertanyaan dari Hyejin.
"Kenapa anda dipindahkan ke kantor kepolisian Daejeon? Padahal anda di sana di pekerjakan oleh ayah anda sendiri? Apakah anda membuat kesalahan seperti saya?" Hyejin mulai penasaran tentang kepindahan Da Eun yang sama mendadaknya dengan dirinya.
"Ah itu.. engg aku telah membuat kesalahan sehingga aku langsung di pindahkan ke mari.. dan kau tahu walau kita bekerja di bawa kepemimpinan ayah kita ataupun keluarga kita yang lainnya jika kau membuat masalah maka sudah seharusnya kau dikeluarkan.. begitulah ucapan ayahku saat mengusirku dari Badan kepolisian Soul." Jelas Da Eun pada Hyejin yang mulai sekarang mereka tidak akan menyembunyikan apapun satu sama lain.
"Ah begitu rupanya.. berti kita sama.. saya juga dikeluarkan oleh mereka karena suatu masalah yang seharusnya bukan tugas saya.." ucap Hyejin sambil meminum minumannya.
"Benar buka? Kita memang ditakdirkan untuk bertemu…" ucap Da Eun dengan tertawa.
"Ya anda benar.. tapi terimakasih karena anda adalah orang kedua yang mau mendengarkan cerita saya.." Hyejin berterimakasih padanya.
"Kedua? Siapa yang pertama? Jangan-jangan Lim Hyun Woo?" Da Eun menebaknya dengan spontan.
"Ya benar dia.. dia juga sering kesini karena dia juga butuh didengar oleh orang lain dan saya bersedia..begitu juga sebaliknya dia juga mendengarkan cerita saya.." ucap Hyejin dengan tatapan yang satu.
"Ah begitukah? Oke tapi aku harap ketika kau bersamaku kau harus fokus denganku bukan dengannya walau dia teman baikmu ya?" Ucap Da Eun yang menggoda Hyejin.
"Apa-apaan itu bahkan saya belum menjawab pertanyaan anda.." Hyejin mulai ngambek .
"Baiklah akan ku tunggu jawaban mu nantinya.." Da Eun menyerah dan memutuskan untuk menunggu Hyejin menjawab tawarannya tadi.
"Benar, besok aku dan para petugas akan melakukan penyelidikan mendalam pada Kim Beom Seok apakah benar dia yang membunuh kedua korban itu atau bahkan di daerah Gunpo itu juga.." lanjut Da Eun dengan memberitahu Hyejin masalah tersebut.
"Baiklah kalau begitu besok saya akan melakukan penyelidikan juga.." ucap Hyejin yang ingin ikut menyelidiki.
"Kya kau masih terluka jadi jangan masuk kerja dulu sampai kau membaik.." larang Da Eun pada Hyejin.
"Tidak saya akan melakukan penyelidikan dan akan menemukan apapun itu untuk menjadi buktinya bahwa ia yang membunuh ketiga korban itu." Hyejin bersikeras.
"Kya Lee Hyejin tolong dengarkan aku sekali saja agar kau tetap berada dirumah agar kau cepat membaik dan baru dapat segera kembali.. apa kau mengerti?" Da Eun tidak mau kalah dan terus melarang Hyejin untuk masuk kerja.
"Tapi saya ingin menangkapnya badebah itu dengan segala cara apapun itu.." Hyejin masih keras kepala.
"Aishh terserah mau mu apa.. tetapi jangan sampai kau terluka lagi nantinya! Apa kau mengerti?!" Da Eun menyerah tetapi terus meminta agar Hyejin tidak terluka lagi.
"Ya saya akan melakukan apapun untuk tetap kuat dan sehat nantinya.." Hyejin menjawab dengan semangat.
"Tapi Sunbae kata Hyun Woo tadi Dae Hyun mengunjungi anda dan dia meminta jam tangan Kim Beom Seok dan karena Dae Hyun butuh bantuan cybercrime maka ia mengunjungi Hyun Woo untuk membantunya benarkah itu?" Tanya Hyejin.
"Eng dia pergi ke kantor untuk memeriksanya karena di dalam jam tersebut ada kamera yang mungkin saja telah merekam kejadian pembunuhan itu selama ini.." jelas Da Eun dengan mengerutkan keningnya.
"Begitukah? Oke semoga saja itu akan menjadi barang bukti nantinya.." Hyejin berharap untuk jam tangan yang mungkin saja menjadi barang buktinya.
Tiba-tiba, Hyun Woo datang ke rumah Hyejin dengan Dae Hyun untuk membesuk Hyejin.
"Siapa?" Hyejin berteriak di dekat sensor pengenal .
"Ah saya Sunbae Hyun Woo…" ucap Hyun Woo yang mendengar ucapan Hyejin dari sensor pengenal.
Hyejin yang mau membukakan pintu tersebut tetapi dilarang oleh Da Eun dan Da Eun yang bergegas membukakan pintuk untuk mereka.
"Tidak biar aku saja.." Da Eun membukakan pintu.
Mereka berdua langsung terkejut mendapati Da Eun di rumah Hyejin.
"Oh Sunbae kenapa anda di sini?" Tanya Dae Hyun pada Da Eun.
"Hanya berkunjung saja ayo masuklah kalian!" Ajak Da Eun pada mereka berdua.
"Ah nona Lee ini saya membawakan buah untuk anda.." Dae Hyun memberikan buah tersebut pada Hyejin.
"Kenapa dia berada di sini Sunbae?" Tanya Hyun Woo pada Hyejin.
"Hanya saja untuk menemani ku sampai ayah datang tetapi dia tinggal untuk lebih lama karena membahas Kim Beom Seok.." jelas Hyejin yang tidak ingin mereka tahu bahwa Da Eun datang ke rumahnya untuk menemaninya.
"Oh benarkah? Kya Hyun Woo-ah kau ceritakan saja masalah itu.." ucap Dae Hyun yang membuat Hyejin dan Da Eun penasaran.
"Benar kamu menemukan bahwa di dalamnya ada kamera tersembunyi dan itu dapat menjadi barang buktinya nanti.. jadi kita hanya menunggu untuk rekaman yang di salin di komputer ku nanti dan untuk hasilnya akan lebih ku serahkan pada pada kalian secara langsung saja agar aku dapat menjelaskannya secara jelas…" jelas Hyun Woo pada semuanya.
"Kya kau… Kenapa kau berbicara santai pada seniormu ha?" Tanya Da Eun pada Hyun Woo.
"Engg bukankah kita adalah tim bukan senior dan junior? Benar bukan Hyejin Sunbae?" Elak Hyun Woo yang menatap Hyejin.
"Oh benar tapi jika kau berbicara santai harus pada semuanya bukan hanya pada mereka saja tetapi pada ku juga., Apa kau mengerti?"pinta Hyejin pada Hyun Woo.
"Siap nuna.." jawabnya dengan tersenyum.
"Nuna apakah nona Lee lebih tua dari kita sama seperti Da Eun Hyung?" Dae Hyun penasaran.
"Engg dia lebih tua dari kita.." jawab Hyun Woo pada Dae Hyun.
"Wah aku memiliki Nuna dan Hyung sekaligus.." Dae Hyun merasa terkesan.