NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin masa lalu

Arkan menyendiri di dalam ruang kerjanya yang luas, duduk di balik meja jati besar yang biasanya menjadi saksi keputusannya mengendalikan roda bisnis bernilai miliaran.

Namun siang itu, ruangan yang biasanya terasa megah dan berwibawa mendadak menjelma menjadi ruang interogasi batin yang sunyi sekaligus menyiksa.

Lampu meja yang temaram memantulkan bayangan tubuhnya yang tampak rapuh. Ia menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya, membiarkan keheningan ruangan menghapus suara-suara histeris yang terus berputar di dalam benaknya tanpa henti.

Kata-kata yang diteriakkan Salsa di ambang pintu kamar tidur utama tadi terus merayap, mencabik-cabik logikanya bagaikan duri yang tak kasat mata.

"Bau obat! Tempat ini bau obat! Aku tidak mau disuntik lagi! Sakit... kepalaku sakit!"

"Arkan! Tolong aku, Arkan! Aku janji tidak akan menyentuhmu lagi! Aku berjanji akan pergi sejauh mungkin dari hidupmu! Aku tidak akan meminta cintamu lagi, Mas! Tolong... tolong jangan masukkan aku ke dalam sel gelap itu lagi! Jangan suntik aku!"

Arkan menarik napasnya perlahan, membiarkan oksigen yang terasa tipis mengisi paru-parunya.

"Itu artinya... ada seseorang yang membawa Salsa ke suatu tempat yang terisolasi dan gelap" Gumam Arkan dengan suara parau, menatap nanar ke arah jemarinya yang masih bergetar.

"Dia meminta untuk tidak disuntik lagi, dan indra penciumannya mengingat dengan sangat tajam bau obat-obatan keras. Apa sebelumnya Salsa pernah dibawa ke suatu fasilitas medis atau rumah sakit untuk diobati, lalu dia melarikan diri sebelum penyakitnya benar-benar sembuh?"

Pria itu menyandarkan punggungnya yang tegang ke sandaran kursi kulit.

Matanya menatap langit-langit ruangan dengan dahi yang berkerut teramat dalam. Ada teka-teki besar yang mendadak muncul ke permukaan, mengoyak segala asumsi yang selama enam tahun ini ia telan bulat-bulat dari laporan para informannya.

"Lalu, sebenarnya apa penyebab utama Salsa bisa menjadi kehilangan akal sehat seperti ini?" tanya Arkan pada kesunyian malam.

"Tidak mungkin tidak masuk akal jika dia langsung menjadi gila hanya karena aku mengusirnya dari rumah malam itu. Sifat Salsa yang asli adalah wanita yang tangguh, keras kepala, sombong, dan memiliki ego yang setinggi langit. Dia bukan wanita rapuh yang akan langsung kehilangan kewarasan hanya karena diceraikan dan diusir ke jalanan."

Pikiran Arkan mendadak melompat pada kemungkinan yang jauh lebih mengerikan. Sebuah spekulasi dingin yang membuat bulu kuduknya merinding seketika.

"Atau, ada seseorang yang dengan sengaja membuatnya menjadi seperti ini? Seseorang yang sengaja mengurungnya, memberinya obat-obatan, dan menghancurkan otaknya agar dia tidak bisa kembali lagi?"

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar, saling tumpang tindih menciptakan benang kusut yang membakar isi kepalanya.

"Jika Salsa memang sengaja disembunyikan dan dihancurkan, lalu siapa dalang di balik semua kekejaman in, dan mengapa informan yang ia sewa bertahun-tahun lalu justru membawanya ke sebuah makam palsu dengan nisan bertuliskan nama Salsa?" Semuanya terasa dirancang dengan sangat rapi untuk menipu dirinya agar berhenti melakukan pencarian.

Tok...Tok...Tok...!

Ketukan pelan di pintu membuyarkan labirin pemikiran Arkan. Pintu kerja itu terbuka, menampilkan Bi Sumi yang mengangguk takzim dengan wajah yang masih dipenuhi sisa-sisa kecemasan.

"Maaf Tuan Arkan, Dokter Hendra sudah datang melakukan pemeriksaan. Beliau sekarang sedang menunggu Tuan di ruang tamu utama"

"Baik Bi. Terima kasih" Sahut Arkan pendek. Ia segera bangkit, merapikan kemejanya yang kusut, lalu melangkah lebar menuju lantai bawah dengan jantung yang berdegup kencang, cemas akan kalimat apa yang akan keluar dari mulut dokter kepercayaannya tersebut.

Di ruang tamu utama yang sunyi, Dokter Hendra pria paruh baya berambut keperakan yang sudah menjadi dokter pribadi keluarga Ferdinan selama lebih dari satu dekade, tampak sedang mencoba memeriksa Salsa. Dia cukup kesulitan dengan reaksi penolakan Salsa.

Meski begitu, wajahnya bgt terlihat sangat serius, sarat akan keprihatinan yang mendalam setelah melewati proses pemeriksaan singkat yang menguras emosi.

Pemeriksaan fisik tadi sempat diwarnai dengan jeritan ketakutan dan pemberontakan dari Salsa yang terus-menerus mencoba bersembunyi di balik punggung kecil Ayu, mengira stetoskop dan senter medis sebagai alat penyiksaan baru.

Dokter Hendra menghentikan aktivitasnya. Ia membetulkan letak kacamata minusnya, lalu menatap Arkan dengan pandangan mata yang berat.

"Bagaimana kondisinya, Dok?" Tanya Arkan langsung, suaranya terdengar sangat cemas dan tidak sabar.

Dokter Hendra menghela napas panjang, sebuah gestur yang seketika menjatuhkan harapan Arkan ke titik terendah.

"Kondisinya sangat memprihatinkan, Pak Arkan. Benar-benar di luar perkiraan saya untuk seorang wanita yang dulunya dibesarkan di lingkungan yang berkecukupan"

Dokter Hendra menjeda kalimatnya sejenak, menimbang istilah medis yang tepat agar tidak terlalu mengejutkan sang pengusaha.

"Secara fisik, Nyonya Salsa mengalami kekurangan gizi kronis. Tubuhnya mengalami malnutrisi tingkat berat selama bertahun-tahun, yang menyebabkan sistem imunnya sangat lemah dan otot-ototnya menyusut. Namun, yang paling mengkhawatirkan bukan kondisi fisiknya, melainkan kondisi mentalnya"

"Apa maksud dokter?" Arkan memajukan tubuhnya, mencengkeram tepi sofa kulit tempatnya berdiri.

"Kerusakan saraf di otak Nyonya Salsa bisa dibilang sudah masuk ke dalam kategori berat dan permanen" Ujar dokter Hendra dengan nada suara yang rendah dan penuh empati.

"Berdasarkan sisa-sisa respons motoriknya yang tumpul, serta beberapa indikasi fisik yang saya amati pada pupil mata dan refleks sarafnya, sepertinya dia pernah dicekoki obat psikotropika jenis penenang dosis tinggi dalam jangka waktu yang sangat lama secara paksa. Zat kimia keras itu telah merusak jaringan neuro transmitter di otaknya, menghancurkan sebagian besar memorinya secara sistematis, dan menciptakan delusi permanen yang mengunci kesadarannya"

Deg....

Arkan merasa bumi yang ia pijak seolah runtuh. Prediksinya di ruang kerja tadi ternyata bukan sekadar paranoia belaka. Kenyataan medis dari Dokter Hendra membuktikan bahwa ada tangan-tangan iblis yang sengaja meracuni tubuh istrinya hingga menjadi gila.

"Apa dia bisa sembuh, dokter? Tolong katakan pada saya kalau dia bisa kembali seperti dulu! Saya akan membayar berapa pun, saya akan membawanya ke rumah sakit terbaik di dunia!" Tanya Arkan penuh harap dengan mata yang berkaca-kaca, memohon sebuah mukjizat medis dari bibir sang dokter.

Dokter Hendra kembali menghela napas panjang, menatap Arkan dengan tatapan iba.

"Sangat sulit, Pak Arkan. Saya harus jujur kepada Anda. Kerusakan organik pada sel-sel otaknya akibat paparan obat kimia dosis tinggi itu sudah terlalu lama dibiarkan tanpa penanganan netralisasi. Melalui terapi psikologis yang intensif dan pemberian obat-obatan pengontrol emosi yang tepat, dia mungkin bisa menjadi lebih tenang, tidak lagi histeris, dan agresi ketakutannya bisa ditekan"

"Tapi untuk kembali menjadi sosok Nyonya Salsa yang dulu. Wanita dengan memori utuh, kepribadian yang dulu Anda kenal, itu hampir mustahil. Jiwanya telah terkunci di dalam labirin trauma masa lalunya yang teramat kelam. Baginya, setiap detik yang ia lewati saat ini adalah malam di mana dia merasakan pengalaman terpahit dan paling menakutkan di dalam hidupnya. Dia tidak hidup di tahun ini, Pak Arkan. Dia terjebak di masa lalu!"

Kalimat itu bagai hantaman palu sidang yang menjatuhkan vonis mati bagi harapan hidup Arkan.

"Oleh karena itu" Lanjut Dokter Hendra sembari menutup ritsleting tas medisnya.

"Saya sangat menyarankan agar Pak Arkan segera mencari dokter spesialis kejiwaan atau psikiater terbaik yang memiliki rekam jejak bagus dalam menangani kasus trauma berat. Tujuannya adalah untuk membantu Nyonya Salsa perlahan-lahan meredakan ketakutannya, agar dia bisa mengenali lingkungan barunya dan merasa aman. Meskipun prosesnya akan sangat sulit, memakan waktu bertahun-tahun, dan hasilnya mungkin tidak akan pernah sama seperti semula, tapi itu jauh lebih baik daripada membiarkan keadaannya terus memburuk seperti sekarang"

Setelah Dokter Hendra berpamitan dan diantar keluar oleh para pengawal, Arkan perlahan terduduk lemas di atas sofa ruang tamu yang sunyi. Rumah mewah yang biasanya terasa hangat dan tenang, kini berubah menjadi tempat yang mencekam, dipenuhi oleh gema dosa-dosa masa lalunya sendiri.

Ia menyandarkan kepalanya yang terasa mau pecah ke sandaran sofa, matanya menatap lurus ke arah lorong lantai atas, tepat ke arah pintu kamar tidur tamu di mana Salsa dan Ayu dipindahkan. Dari jarak sejauh ini, di tengah keheningan malam yang merayap, telinga Arkan yang tajam sayup-sayup bisa mendengar suara lirih anak perempuan.

Itu adalah suara Ayu. Bocah kecil berusia lima tahun itu sedang bercerita dengan nada suara yang dilembutkan, mendongengkan sebuah kisah karangan acak tentang perjalanannya mencari makanan di pasar hari ini kepada Salsa.

Ayu sedang mencoba sekuat tenaga menenangkan wanita gila itu agar mau memejamkan mata dan tertidur, mengusap punggung ibunya dengan kasih sayang yang teramat besar.

Sebuah pemandangan peran yang terbalik, di mana anak sekecil itu harus menjadi pelindung bagi ibu kandungnya yang hancur.

Mendengar suara samar putrinya, rasa bersalah kembali membakar ulu hati Arkan hingga membuatnya meneteskan air mata kesekian kalinya hari itu. Ia tidak boleh diam saja. Ia harus membalikkan keadaan, ia harus mencari tahu siapa yang berani menyentuh istrinya dan merusak darah dagingnya.

Arkan merogoh saku celananya dengan gerakan cepat, mengambil ponsel pintarnya. Dengan jemari yang mengeras karena amarah yang mendidih di dalam dada, ia menekan satu tombol panggilan cepat ke nomor asisten pribadi sekaligus tangan kanannya, menyalakan pengeras suara.

Hanya dalam dua kali nada dering, panggilan itu langsung tersambung di ujung sana.

"Halo, selamat malam Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Suara asistennya terdengar formal dan siap siaga.

Arkan menarik napas dalam-dalam, menekan setiap kata yang keluar dari bibirnya dengan nada suara dingin, tajam, dan penuh dengan otoritas mutlak yang mematikan.

"Gusti, batalkan semua jadwal pertemuan saya dengan dewan direksi besok pagi. Kerahkan seluruh tim investigasi terbaik yang kita miliki, dan bayar informan tambahan" Perintah Arkan, matanya berkilat penuh dendam di bawah temaram lampu ruang tamu.

"Cari tahu semua hal, tanpa terkecuali, tentang Salsa. Mulai dari detik pertama dia melangkahkan kakinya keluar dari gerbang rumah saya setelah malam pengusiran enam tahun yang lalu. Cari tahu siapa yang membawanya, ke mana dia diasingkan, rumah sakit mana yang menyuntikkan obat-obatan ke tubuhnya, dan siapa bajingan yang telah memalsukan kematiannya dengan membuat makam palsu itu!"

Arkan mencengkeram ponselnya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Saya mau laporan lengkapnya ada di meja kerja saya secepatnya. Jika ada satu nama pun yang terlibat, bahkan jika itu adalah orang terdekat kita, jangan biarkan mereka lolos!"

"Baik Tuan!"

1
Jumi🍉
Terlalu sesumbar sih dulunya kamu Arkan.../Speechless/
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
🌿🌺WINA🌸🌿: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
🌿🌺WINA🌸🌿: nanti aku kasih tisu kak😀
total 1 replies
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
Ari Atik
next.....
Ari Atik
gk bisa ngomong apa2..
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
dyah EkaPratiwi
lekas Carikan dr Arkan biar salsa bisa pulih lagi
Yeye 🐱
baru 3 hari, Sallsa aja 1 thn kamu cuekin, kamu maki2,, dih 😏
Nar Sih
penolakan lgi dan lagi ,mungkin ini lah blsan untuk mu arkann,tpi tetap lah berusaha berdoa mohon ampunan yg di atas yg maha membolak balikkan hti seseorang ,semoga usaha mu mendekat lgi dgn salsa juga putri mu sgra di kabul kan yg di atas
Linda Gunawan
pagi menjelang siang ini udah menangisi Ayu. /Sob/
Melly
masa kalah sama Salsa yg 1 tahun dicuekin, dimaki, terakhir diusir sama dibikin bangkrut
Teti Hayati
Harus tahan....
harus kuat...
sudah jadi resiko..
pecinta novel lealistis
sambil nungguin update terbaru aku baca baca ulang part nyesek
Nureliya Yajid
lanjutkan
Silvia
berusaha lebih keras lagi Arkan
Hanima
Hikssss
Semoga Arkan menjadi Gila
dan semua harta nya buat Ayu
itu rasa nya baru setimpal 🔥😡
SasSya
🥺🥺🥺🥺😥😢😓
anak usia 5 thn sekritis iniiiii
Dunia memaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya
SasSya: miris Za kaaakkkk
mereka kehilangan masa kecilnya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!