Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Pria Itu lagi
Tak terasa sudah 1 jam Arnet bermain-main dengan Anak-anak,kini waktunya dia untuk pulang.
"Seperti saya harus pulang sekarang, masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan." Pamit Arnet pada Ibu pengurus Panti.
"Baik Nona Arnet."jawab Ibu Nita dengan senyuman, Arnet akhirnya pergi dari tempat itu sembari memberikan senyum kepada anak-anak di Panti itu.
Akhirnya Arnet pergi,saat Arnet fokus menyetir tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering.
"Halo."
"Sekarang?"
"Baiklah aku akan kesana sekarang." sambungan telepon langsung terputus,dan saatnya Arnet menemui asistennya yang saat ini berada di luar.
Ternyata Asisten pribadinya sudah menunggunya di sebuah Cafe,Saat Arnet sampai langsung saja kehadiran disambut oleh asisten pribadinya.
"Nona." sapa Mita pada Nonanya.
Akhirnya mereka berdua duduk bersama, dengan obrolan serius keduanya,"Ada apa kamu mencariku,apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Arnet pada asistennya.
"Ini mengenai ruko itu Nona." jawab Mita yang akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah Mita menjelaskan beberapa rinci tentang pekerjaannya, Arnet mengerti Apa kendala yang sedang dihadapi oleh asistennya.
"Lalu bagaimana dengan mereka, apa mereka tetap menolak?"tanya Arnet kepada asistennya.
"Awalnya dari mereka sempat menolak dengan tawaran harga itu dan lebih menaikan harganya.Tapi saya secara langsung menolaknya." ucap Mita yang menjelaskan kendala apa yang sedang ia hadapi.
"Lantas dari mereka menginginkan berapa?" tanya Arnet pada Mita.
"Mereka meminta harga 7 milyar Nona." mendengar kata-kata itu langsung dibalas dengan senyuman sinis dari Arnet.
"Benar-benar gila mereka, mereka sengaja ingin bermain-main denganku." jawab Arnet yang terlihat begitu kesal, yang dimana sesuai kesepakatan dengan harga di awal.Seketika mereka mengubahnya demi mencari keuntungan lebih.
"Lalu kamu menolaknya?" tanya Arnet pada asistennya.
"Iya Nona,mereka berani bermain-main dengan kesepakatan yang mereka buat. Lebih baik saya mundur, tapi dari salah satu mereka mulai kebingungan harus ke mana lagi mereka mencari seseorang yang mampu membeli ruko mereka."ucap Mita kepada nonanya.
"Lalu dari kebingungan mereka akhirnya terima tawaran kita yang pertama?" tanya Arnet lagi dengan penasaran.
"Mereka pun terpaksa menerima tawaran Itu Nona."Arnet membalas dengan senyuman puas.
"Bagus, kamu sudah bekerja dengan baik. Orang seperti mereka tak akan puas dan akan melakukan hal-hal licik untuk keuntungan pribadi mereka sendiri." ucap Arnet yang tersenyum sinis melihat segelintir orang memiliki sifat rakus dan tak pernah puas hingga dari mereka lebih memilih menyakiti orang.
"Semua dokumen sudah siap Nona, kini tinggal anda yang menentukan selanjutnya."mendengar penjelasan itu, Arnet mulai memikirkan tentang rencana bisnis selanjutnya.
Arnet pun menceritakan secara detail pada asisten pribadinya tentang rencana dia dengan bisnis selanjutnya. Mita mulai memahami apa yang sedang direncanakan oleh Nonanya.
"Baiklah Nona saya mengerti, saya akan mencari beberapa orang yang memang bisa melakukan hal ini. karena saya memiliki beberapa orang kenalan yang mungkin bisa membantu kita untuk bisnis kali ini. Bagaimana Nona?"tanya Mita yang akhirnya berputar otak lagi untuk mencari beberapa hal yang harus ia kerjakan.
"Baiklah aku percayakan padamu, jika kali ini bisnis kita berhasil. Akan ada bonus lebih besar untukmu."mendengar kata bonus mata Mitha berbinar-binar, Iya tak menyangka akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar di dalam hidupnya.
"Baik Nona, saya janji tak akan pernah mengecewakan Nona. Dan saya berjanji akan bekerja lebih keras lagi."Mita pun tak bisa membendung rasa bahagianya dan dia mulai di saat itu menjadi lebih bersemangat untuk bekerja.
"Akan aku tunggu hasilnya." jawab Arnet dengan santai, dia percaya jika Mita bisa melakukan itu.
Setelah obrolan mereka, Arnet sengaja mengajak keluar Mita ke suatu tempat. Mereka pergi di sebuah toko yang menjual barang branded yang sengaja Arnet kunjungi.
"Apa kamu suka dengan tas ini?"tanya Arnet kepada asisten pribadinya.
"Sangat bagus Nona." jawab Mita dengan senyuman.
"Baiklah." akhirnya Arnet mengambil tas itu dan ia mengambil satu tas lagi.
Setelah membayar semuanya, Mita yang ada di belakang nonanya hanya bisa tertegun mendengar nominal dari harga tas itu.
"Benar-benar Sultan."batin Mita yang melihat langsung Nonanya membeli tas itu dengan seharga 5 miliar.
Arnet langsung memberikan salah satu tas branded itu kepada Mita."Ini untuk kamu."Mita benar-benar terkejut dirinya langsung dibelikan sebuah tas branded dari Nonanya.
"Apa nona, tas ini untuk saya?"tanya Mita sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Iya untuk kamu." dengan santainya Arnet memberikan tas mewah itu pada asistennya.
"Itu hadiah dari kerja kerasmu,dan aku berterimakasih atas semua kerjamu." Mita terdiam menahan tangisannya, setelah kebaikan yang diberikan oleh Nonanya.
"Terimakasih Nona." mata Mita berkaca-kaca melihat kebaikan yang Nonanya berikan.
"Jangan menangis ,nanti kecantikanmu berkurang." mendengar ucapan itu Mita hanya tersenyum.
"Nona ini." Mita terlihat malu-malu.
"Sebelum kita pulang ayo kita beli coffe." ajak Arnet yang sudah kehausan ingin membeli Coffe.
"Baik Nona." jawab Mita , yang akhirnya keduanya pergi ke cafe hanya untuk membeli Coffe.
Mereka menuju Cafe dan menikmati waktu santai mereka berdua, tiba-tiba saja pandangan Mita tertuju pada sesuatu.
"Kenapa mereka menatap kearah kami." batin Mita yang merasa was-was dengan dua pria yang sedari menatap kehadirannya mereka.
"Ada apa Mita?" tanya Arnet yang melihat tingkah aneh Mita.
"Sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi kita Nona." jawab Mita yang merasakan sesuatu yang aneh.
Arnet mulai melihat situasi disekitar mereka duduk, seketika Arnet mengerti apa yang dimaksudkan oleh asistennya itu.
"Tuan Alex." gumam Arnet yang melihat langsung keberadaan tuan Alex di tempat itu.
"Kenapa bisa aku bertemu dengannya lagi di sini." batin Arnet yang terkejut melihat kehadiran tuan Alex di tempat itu.
Alex hanya terdiam sembari memberikan sedikit anggukkan kepala kearah Arnet,"Lebih baik kamu pulang lebih dulu,ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." perintah Arnet pada asistennya.
"Baik Nona." Mita langsung menuruti perintah apa nonanya, setelah Mita pergi dari tempat itu barulah Arnet mendekati tuan Alex yang saat itu sedang duduk menikmati minuman Coffee.
"Ternyata Anda tuan." sapa Arnet langsung pada tuan Alex yang saat itu berada di tempat yang sama.
Alex hanya menganggukkan kepala,"Silakan duduk Nona Arnet." jawab Alex yang mempersiapkan Arnet untuk duduk.
"Kenapa Anda bisa ada disini?" tanya Arnet yang diam-diam mengamati.
"Kebetulan saya sedang mencari sesuatu." jawab Alex yang ternyata dia tak sengaja bertemu dengan Arnet.
"Saya sedang mencari hadiah ulang tahun." mendengar penjelasan itu, Arnet hanya terdiam dan mencoba mencerna dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.
kapan pertemuan reuni biar ada booommm yg meledak
nanti gk terkejut itu temannya dan mantan kekasihnya bahwa arnet jauh lebih cantik
kenapa jovan nya gk pakai ruko arnet yg 6 itu kan bisa dibagi tu tempat rukonya
nanti adakah kerjasama antara arnet dan alex didlm perusahaan