NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

  "Semakin hari semakin menjadi." gumam Nina yang tak habis pria itu semakin bucin padanya.

 "Apa dia tidak berpikir, untuk mencari wanita yang lebih cantik dan kaya.Tapi selera dia hanya wanita biasa,tanpa ia sadari aku sedang menyamar hanya untuk mencari kebenaran tapi malahan pria itu mengejar ku tanpa mengetahui siapa aku sebenarnya." gumam Nina yang tak habis pikir cara pikir dari pria itu.

  Nina tak ingin memikirkan hal gila itu, sebaliknya ia segera menghubungi Lukas yang ada di markas.

 "Besok waktu eksekusi mereka,dan ingat bawa mereka semua di penjara bawah tanah." perintah Nina pada Lukas.

 "Baik Nona,akan saya kerjakan." jawab Lukas yang mengerti apa yang di minta oleh Nonanya.

 Setelah memerintahkan Lukas untuk mempersiapkan semuanya,kini tinggal ia dan beberapa orang suruhannya segera menunggu waktu untuk bekerja.

  Akhirnya waktu kerja Nina selesai juga,Ia bergegas berganti baju biasa dengan memakai topi menutupi wajahnya, sedangkan Milano masih sibuk dengan pekerjaannya bersama beberapa direksi diruang rapat.

Nina lebih menyerahkan semua itu pada Milano, hanya karena dia tangan kanannya yang hanya bisa dia percayai untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor.

  Saat posisi Nina berada di lift,ia tidak sengaja mendengar pembicaraan di antara pegawai,"Aku kesal sama wanita yang bernama Lina."Seketika Nina melirik kearah Mereka.

 "Memangnya ada masalah apa kamu sama dia?" tanya salah satu dari mereka.

 "Gara-gara dia peluangku untuk mendapatkan Proyek itu harus gagal hanya karena dia lebih unggul dariku." Mendengar ucapan itu,Nina hanya sedikit tersenyum.

 "Mungkin belum beruntung saja kamu." jawab salah satu dari mereka.

 "Belum beruntung apanya , sebelum dia kerja disini aku kan yang sering mengerjakan.Sekarang semua tergantikan oleh wanita itu,aku kesal kenapa juga harus dia." Nina mendengarnya hanya terdiam dan pergi dari tempat itu.

 Nina Menggelengkan kepala mendengar tingkah karyawannya sendiri yang mulai memiliki hobi bergosip.

 Nina melanjutkan perjalanannya menuju tempat kostnya, Setelah sampai di kost ia istirahat sebentar di dalam kamarnya setelah seharian ia bekerja di perusahaan miliknya.

 Malam hari

 Nina terlihat sudah siap dengan rencananya yang akan keluar dengan Andra malam ini,Nina memakai jaket hitam miliknya.Baru saja Keluar dari kamar,dari samping Nina melihat Lina yang baru saja pulang dari tempat kerja.

 "Lina."Sapa Nina pada Lina yang terlihat begitu lelah.

 "Nina." sapa balik Lina yang terlihat begitu lemas.

 "Rapi sekali,mau pergi kemana?" tanya Lina yang baru saja membuka kunci kamarnya.

 "Mau keluar sebentar cari sesuatu." jawab Nina yang akhirnya berbohong pada Lina.

 "Oh begitu,ya sudah aku mau istirahat dulu." Pamit Lina yang langsung masuk kedalam kamarnya.

 Nina segera keluar sebelum Lina mencurigai dirinya,di depan sudah ada Andra yang sudah menunggu kedatangan dirinya.

 "Ayo kita berangkat sekarang."Nina segera menghampiri Andra.

 "Kita naik sepeda motor masing-masing." ucap Nina yang segera mengambil sepeda motor miliknya.

 "Tidak perlu,kita keluar pakai sepeda motorku." jawab Andra yang sengaja ingin mengajak dengan sepeda motor miliknya.

 "Tidak,aku tidak mau." jawab Nina yang tetap memaksa ingin membawa sepeda motor miliknya.

 Andra langsung menarik tangan Nina," Aku bilang tidak perlu.Kita berangkat bersama biar lebih cepat." Nina benar-benar kesal seenaknya dia memutuskan hal itu.

 "Alasan." gumam Nina yang terpaksa mengikuti perintah Andra,saat keduanya melewati jalan disamping gang mata Nina tertuju pada segerombolan orang berkumpul dipinggir jalan.

 "Apa mungkin itu mereka." gumam Nina yang melirik kearah itu.

 "Lebih baik kamu berhati-hati dengan mereka." ucap Andra secara langsung pada Nina.

 "Maksudmu apa?"

 "Orang-orang yang bergerombol itu orang yang sering berbuat onar di lingkungan ini.Jadi, jangan dekati mereka." ucap Andra yang sekedar mengingatkannya.

 "Begitu." ucap lirih Nina yang menetap tajam kearah itu.

 "Tunggu saja besok akan menjadi hari akhir mereka." Gumam Nina yang diam-diam merencanakan sesuatu pada mereka.

 Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka, mereka berdua duduk di Cafe sembari menikmati minuman dingin dan beberapa makan malam.

 "Untuk apa mengajakku keluar makan disini." kata Nina yang menatap tajam kearah Andra.

 "Aku ingin makan malam bersamamu." jawab Andra yang semakin menunjukkan keberaniannya pada Nina,tidak ada kata malu atau apapun itu.

 "Alasan." jawab singkat Nina yang merasa dirinya di bodohi pria satu ini.

 Andra hanya terdiam memandangi wajah Nina yang terlihat masih kesal dengan dirinya.

  Mereka pun makan malam malam berdua tanpa ia sadari ada seseorang yang terus mengawasi mereka.Tampak dua pria yang sedang mengawasi pergerakan Nina dari kejauhan.

 "Kita laporkan pada tuan." ucap pria itu yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.

 Setelah mereka pergi tanpa sadar Nina merasakan sesuatu hal yang mengganjal,ia mulai seperti ada yang mengawasi dirinya.

 Hingga Nina melihat sekeliling ruangan yang ada beberapa pasangan dan beberapa keluarga menikmati makan malam di Cafe itu.

 "Apa hanya perasaanku saja." batin Nina yang melirik kanan kiri seperti sedang mengawasi sesuatu yang mengganjal hatinya.

 "Ada apa?" tanya Andra yang melihat tingkah aneh dari Nina.

 "Tidak ada apa-apa." jawab Nina yang mulai fokus pada makannya.

 Setelah selesai makan malam,keduanya pergi lagi di taman yang saat itu ramai di hiasi lampu warna-warni yang lama-lama mengundang banyak orang untuk menyaksikannya.

  "Kita duduk disana." mereka duduk di bangku paling belakang yang masih bisa melihat lampu warna-warni yang menyala.

 "Sekarang bicara,apa tujuanmu mengajakku keluar." Pertanyaan itu langsung membuat Andra terdiam.

 "H-hanya ingin mencari suasana baru denganmu." Andra terlihat gugup,karena ini pertama kalinya mereka makan malam berdua.

 "Denganku,lalu apa untungnya untukku?" tanya Nina kembali pada Andra.

 "Kita semakin dekat." ucapan itu langsung membuat Nina merasa mual.

 "Aku tahu dirimu masih meragukan aku,tapi akan aku buktikan jika aku serius." mendengar jawaban itu Nina tersenyum sinis.

"Walaupun aku bukan orang baik?"

 "Aku yakin kamu orang baik, walaupun didepan orang lain dirimu lebih menunjukkan sikap dingin tapi aku yakin dirimu memang orang baik." Andra masih yakin dengan apa yang dia pilih, dan tak terlalu memikirkan hal-hal yang lain.

 "Segitunya kamu yakin dengan aku sedangkan kita belum lama saling mengenal dan kamu bilang jika kamu yakin jika aku ini orang baik."Nina masih tak percaya akan keseriusan pria di depannya.

 Menurut dirinya, hanya satu tujuan ia hadir hanya untuk mencari sesuatu yang ingin ia ungkapkan,tapi sekarang berubah dirinya dikejar oleh pria itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!