NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: KIAMAT KECIL DAN PENAKLUKAN GANDA

Cahaya emas yang memancar dari tubuh Chen Si begitu menyilaukan, membuat seluruh ruangan terang benderang layaknya siang hari. Bayangan naga raksasa di belakangnya mengembuskan napas api yang panasnya membakar udara, membuat suhu di dalam aula meningkat drastis.

Setiap gerakan kecil Chen Si, membuat tanah di bawah kaki mereka bergetar hebat.

"Dar... Darah Naga Primordial..." bisik Leng Tian, Ketua Sekte Pedang Awan, dengan suara gemetar. Matanya terbelalak menatap sosok naga itu. "Legenda mengatakan bahwa hanya keturunan Dewa Naga kuno yang memiliki aura semacam ini..."

Murong Zhan di sampingnya juga tidak lebih baik. Wajahnya yang tadinya garang dan sombong, kini pucat pasi seperti kertas. Kakinya terasa lemas dan gemetar hebat. Ia sadar, ia baru saja menantang monster yang jauh di luar jangkauannya!

"Kita... kita salah besar..." desis Murong Zhan. "Dia bukan ikan kecil di kolam. Dia adalah raja lautan yang sedang berkunjung ke sungai kecil!"

 

Hukuman dari Langit

Chen Si melangkah turun dari kotak VIP-nya. Ia tidak terbang, ia hanya berjalan biasa, namun setiap langkahnya seolah melangkah di atas hati para musuhnya.

"Kalian tadi bilang... ingin aku mati?" suara Chen Si bergema, tidak keras namun menusuk ke dalam jiwa.

"Tida... Tidak! Kami salah paham!" Leng Tian langsung berlutut, tidak peduli dengan gengsinya sebagai Ketua Sekte. "Hamba tidak tahu bahwa Yang Mulia ada di sini! Hamba buta mata! Mohon ampun! Mohon ampun!!"

"Ya! Ya! Kami salah paham!" Murong Zhan juga ikut berlutut, keringat dingin membasahi seluruh punggungnya. "Harta yang tadi... semua hamba hadiahkan! Kota ini... semua milik Yang Mulia! Asal beri kami hidup!"

Pemandangan ini membuat seluruh penonton di aula ternganga. Dua orang terkuat di kota ini, yang biasa memandang orang lain dari atas ke bawah, kini merangkak seperti anjing yang ketakutan di hadapan Chen Si!

"Terlambat," kata Chen Si dingin.

WUSH!

Tangan kanan Chen Si terangkat perlahan. Energi emas berkumpul di telapak tangannya, membentuk sebuah bola cahaya kecil namun sangat padat.

"Kalian menghina aku, mencoba membunuhku, dan merusak suasana hatiku. Hukumannya... tidak bisa dimaafkan hanya dengan meminta maaf."

"TIDAK!!" jerit Leng Tian putus asa. Ia mencoba menyerang sebagai upaya terakhir. "Murong Zhan! Serang dia! Kalau kita mau mati, kita bawa dia sekali!"

"Baik! Serangan Gabungan: Ledakan Langit Bumi!!"

Mereka berdua mengerahkan sisa seluruh kekuatan mereka! Sinar pedang biru dan tinju emas menyatu menjadi satu serangan raksasa seukuran rumah, meluncur menghantam Chen Si dengan kekuatan yang bisa meratakan gunung!

"MENYERAH ATAU MATI!!" teriak mereka berdua.

Chen Si hanya tersenyum miring.

"Mainan anak-anak."

Ia tidak menangkis, tidak menghindar. Ia hanya meniup bola cahaya kecil di tangannya ke depan.

PUFF...

Bola cahaya itu terbang pelan, namun saat bersentuhan dengan serangan gabungan mereka...

"BAAAAAMMMMMMMM!!"

Ledakan yang terdengar bukan keras, tapi dalam dan memekakkan telinga! Gelombang kejutnya menyapu seluruh isi aula, memecahkan semua kaca, merobohkan semua tiang penyangga, dan membuat atap hampir runtuh!

Namun...

Semua kerusakan hanya terjadi di area serangan itu saja. Chen Si berdiri diam di tempat, tidak ada satu helai rambut pun yang bergeser.

Sedangkan untuk Leng Tian dan Murong Zhan...

Serangan mereka hancur total, dan serangan balik Chen Si menghantam dada mereka dengan kekuatan penuh!

BRUKKK!!!

Mereka berdua terlempar kembali ke dinding, menancap di dalam batu bata hingga setengah tubuhnya masuk! Mulut mereka memuntahkan darah segar bertumpuk-tumpuk! Tulang-tulang mereka pasti remuk redam di dalam!

 

Nasib yang Menyedihkan

Chen Si berjalan mendekat. Langkah kakinya terdengar jelas di tengah keheningan yang mencekam.

"Kau... kau benar-benar monster..." desis Leng Tian sambil meludah darah. Matanya penuh ketakutan dan penyesalan. "Kenapa... kenapa orang sekuat kau mau bersusah payah datang ke tempat kotor seperti ini..."

"Karena aku butuh tempat istirahat," jawab Chen Si santai. "Dan kalian yang memilih jadi batu sandungan."

Chen Si mengangkat kakinya, lalu menginjak kepala Leng Tian ke tanah.

CRACK!

"AAAAHHH!!"

"Kultivasimu lumayan. Level Raja Sejati Puncak. Sayang, otakmu kosong," kata Chen Si. "Mulai hari ini, Sekte Pedang Awan dibubarkan. Semua aset kalian disita. Dan kau... akan menjadi pengawal pribadiku sampai kau melunasi dosamu."

Lalu Chen Si menoleh ke Murong Zhan yang sudah hampir mati.

"Dan kau. Keluarga Murong terlalu sombong. Aku tidak akan membunuhmu. Itu terlalu mudah."

Chen Si menunjuk jari ke arah dantian (pusat energi) Murong Zhan.

"Teknik Segel Naga!"

SRET!

"AAAAAAHHHH!!" jerit Murong Zhan histeris. Ia merasa kekuatannya tersedot habis dan terkunci rapat!

"Kau akan menjadi orang biasa selamanya. Lihatlah anakmu dan keluargamu, tapi kau tidak akan pernah bisa melindungi mereka lagi. Itu hukuman terberat untuk orang yang mencintai kekuatan sepertimu."

 

Dunia Berubah

Setelah menyelesaikan urusan dengan dua bos besar itu, Chen Si menoleh ke arah seluruh penonton yang masih berlutut gemetar.

"Siapa pun yang tidak punya urusan, boleh pergi. Tapi ingat... Mulai hari ini, Kota Hujan Jernih ini di bawah perlindunganku. Siapa yang berani membuat kerusuhan, nasibnya sama seperti mereka berdua."

Suara itu bukan perintah, itu adalah dekrit!

"Terima kasih! Terima kasih Yang Mulia!" ribuan orang berteriak serentak dengan hormat, lalu berhamburan keluar secepat kilat seolah dikejar hantu. Mereka tidak berani menoleh ke belakang sedikitpun.

Hanya tersisa Chen Si, Yue Yao yang pucat namun kagum, dan dua tahanan yang terluka parah.

"Guru... Guru Agung..." Yue Yao mendekat dengan hati-hati. "Kekuatan Guru... sungguh di luar nalar."

Chen Si tersenyum, auranya kembali normal menjadi tenang dan hangat. "Bereskan kekacauan ini. Dan bawa Api Roh itu ke kamarku. Aku butuh itu."

"Siap! Segera dilakukan!"

 

Malam yang Tenang

Beberapa jam kemudian, di kediaman rahasia Guild Alkemis.

Chen Si duduk bersila di ruangan khusus yang kedap energi. Di depannya, wadah kristal berisi Api Ungu Penghancur yang ia menangkan tadi.

Api itu melompat-lompat liar, seolah ingin membakar segalanya.

"Tenanglah, kawanku," bisik Chen Si. Ia mengeluarkan energinya yang murni. "Denganmu, aku bisa membuat pil yang lebih baik lagi. Dan dengan bahan-bahan yang aku beli tadi..."

Mata Chen Si berbinar. "Aku bisa membuat Pil Terobosan Level! Cukup untuk membuatku kembali ke puncak kekuatanku dalam waktu singkat!"

Di sudut ruangan, Leng Tian dan Murong Zhan duduk terikat dengan rantai energi. Wajah mereka penuh kepahitan. Mereka yang kemarin masih menjadi penguasa kota, hari ini menjadi tawanan.

Namun, mereka tidak berani mengeluh sedikitpun. Mereka sadar, masih diberi nyawa saja sudah merupakan berkah besar dari iblis bernama Chen Si.

 

Kabar Menyebar

Keesokan harinya, berita tentang "Dewa Naga yang Turun ke Dunia" menyebar bagai api membakar padang rumput kering.

Seluruh wilayah di sekitar Kota Hujan Jernih gemetar. Sekte-sekte kecil dan keluarga-keluarga bangsawan langsung mengirimkan hadiah-hadiah mewah dan surat pengakuan setia, takut kalau-kalau Chen Si marah dan menghancurkan mereka juga.

Kota Hujan Jernih yang tadinya biasa saja, kini menjadi tempat paling terkenal di seluruh Langit Pertama. Semua orang ingin melihat sosok legendaris itu.

Namun, di tengah kejayaan itu, Chen Si justru mengerutkan kening.

Saat ia sedang meminum teh di balkon, ia melihat ke arah langit yang jauh.

"Aneh..." gumamnya. "Sejak kemarin, aku merasa ada sesuatu yang mengawasiku dari sangat jauh. Seperti mata-mata dari langit yang lebih tinggi."

Chen Si menatap tangannya sendiri. "Atau mungkin... bekas luka pertarungan tadi terlalu mencolok. Aku harus cepat naik level dan pergi dari sini sebelum masalah yang lebih besar datang."

Ia menoleh ke arah dalam ruangan.

"Leng Tian!" panggilnya.

"Hamba ada! Perintah apa, Yang Mulia?" Leng Tian langsung berlutut dengan patuh.

"Siapkan peta lengkap wilayah Langit Pertama ini. Dan carikan informasi tentang Gerbang Menuju Langit Kedua. Kita tidak akan berlama-lama di tempat kumuh seperti ini."

"Siap! Segera hamba carikan!"

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!