NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:289.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

" kenapa kamu balik lagi ke sini" tanya kyra pada Bagas yang baru membuka matanya karena silau dari tirai yang dibuka oleh kyra.

Bagas mengerang pelan, segera mengangkat tangan untuk menutupi matanya. Ia hanya mengenakan kaus polos dan celana selutut.

Ia menurunkan tangannya, menatap Kyra yang berdiri di hadapannya.

" aku tidak bisa tidur semalam, jadi aku kesini" ucap Bagas pelan kembali menutup matanya lagi.

Kyra mendegus pelan " Bangunlah ini sudah pagi. Kamu bisa terlambat jika masih tidur lagi"

Walaupun matanya sangat berat, tapi Bagas tetap bangkit. Dia tidak mau kyra marah padanya. Dengan gerakan malas khas orang yang baru bangun, ia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi dia mencuci mukanya saja.

Kyra melirik sekilas, lalu kembali fokus pada wajan. Bau bawang yang ditumis mulai memenuhi dapur mungil itu.

Sambil mengaduk-aduk tumisan, Kyra memanggil dengan suara sedikit keras agar terdengar sampai kamar.

“Aldian! Bangun, Sayang! Mandi dulu! Sarapannya sebentar lagi!”

Tidak ada jawaban.

Kyra mengetukkan sendok kayu ke pinggir wajan, frustrasi. “Aldiaaaan! Bangun, Nak!”

Masih tidak ada respon.

Bagas menutup keran, mengambil handuk kecil di gantungan untuk mengelap wajahnya. Ia mendengar nada kesal Kyra dan tanpa menunggu diminta, ia berjalan ke arah kamar.

"kenapa kamu ribut sekali ini masih pagi" Bagas menutup keran, mengambil handuk kecil di gantungan untuk mengelap wajahnya. Ia mendengar nada kesal Kyra dan tanpa menunggu diminta, ia berjalan ke arah kamar.

Bagas mendekati ranjang. "Aldian....... sayang ayo bangun. Udah pagi" ucap Bagas sambil mengusap kepala Aldian.

Aldian menggeliat, mengerjap pelan, lalu tersenyum saat melihat Bagas. "Om Bagas!" serunya, suaranya masih serak.

"Iya, Om Bagas di sini," Bagas membalas senyumnya. "Ayo bangun. Bunda sudah masak. Habis itu mandi, ya."

" gendong" ucap Aldian manja sambil merentangkan kedua tangannya.

Bagas terkekeh pelan. Rasa kantuknya langsung hilang melihat tingkah manja Aldian.

"Tentu saja, Jagoan Om," jawab Bagas. Ia dengan mudah mengangkat tubuh mungil Aldian. Bagas menggendong Aldian, lalu berjalan keluar kamar, meninggalkan Kyra yang masih fokus di dapur.

Kyra sudah menata sarapan di meja lipat sederhana itu. Aroma tumis kangkung dan telur ceplok yang ia masak memenuhi ruangan, berpadu dengan aroma sabun Aldian yang baru saja selesai mencuci muka.

setelah beberapa saat Bagas dan Aldian keluar dari kamar. Aldian terlihat lebih segar dan wangi. Mereka langsung duduk di meja makan diikuti dengan kyra.

Kyra mengambil piring untuk Aldian, menaruh nasi, tumis kangkung, dan telur ceplok. Ia menyodorkan piring itu kepada putranya.

"Hati-hati panas, Sayang," ujar Kyra lembut.

Bagas, yang duduk di samping Aldian, menatap Kyra. "Punyaku mana?" tanyanya, nada suaranya santai, seolah hal itu adalah haknya.

Kyra menatapnya tajam. "Ambil sendiri," jawab Kyra singkat.

Bagas tidak marah hanya tersenyum tipis, Ntah mengapa Bagas sangat suka sikap ketua dari kyra.

Mereka sarapan dalam keheningan yang tegang, hanya diselingi celotehan riang Aldian tentang mainan barunya.

Setelah beberapa suapan, Bagas menatap Kyra, tatapannya menginterogasi.

"Hari ini kau ke mana?" tanya Bagas.

Kyra mengunyah makanannya, lalu menelan. "Kerja," jawab kyra singkat.

Bagas ingin melarangnya tapi itu akan percuma karena kyra pasti akan membantahnya. "Baiklah, aku akan di sini. Bersama Aldian," ujar Bagas, nadanya final.

Mendengar Bagas mengatakan akan tinggal, wajah Aldian langsung berseri-seri. Ia menoleh ke arah Kyra dengan mata penuh harap.

"Bunda kerja?" tanya Aldian pada Kyra, lalu menoleh ke Bagas. "Om Bagas jaga Aldian?"

Bagas tersenyum penuh kemenangan. "Iya, Jagoan. Om Bagas akan di sini menemanimu main, oke?"

"Asyik! Om Bagas akan menemani Aldian main!" seru Aldian riang, memeluk lengan Bagas. Rasa senangnya membuat Bagas tertawa pelan.

Melihat interaksi akrab mereka, hati Kyra terasa perih. Ia benci betapa mudahnya Bagas mendapatkan kasih sayang Aldian.

Kyra hanya menyelesaikan sarapannya dengan cepat. Ia bangkit, mengambil tasnya, dan mengenakan jaket.

"Aku berangkat," kata Kyra, suaranya dingin. Ia mencium kening Aldian. "Jadilah anak baik, Sayang. Dengarkan Om Bagas."

"Hati-hati, Kyra," Bagas membalas, nadanya seperti seorang suami yang melepas istrinya bekerja.

Kyra tidak membalas. Ia melangkah keluar dari kontrakan, perasaannya campur aduk antara rasa bersalah karena meninggalkan Aldian.

Saat ia melangkah masuk ke area kerjanya, ia langsung merasakan keanehan. Suasana kantor tidak setenang biasanya. Banyak pasang mata yang menatapnya aneh sambil berbisik-bisik.

Ia berusaha mengabaikan tatapan itu dan langsung menuju ruang ganti. Tapi disana sudah ada Amel yang menatapnya dengan raut yang sulit dibaca.

" Untung banget kamu datang Ra, kamu harus lihat ini. Semua orang terus bahas ini" ucap Amel sambil menyodorkan ponselnya.

"kenapa" tanya kyra heran.

"udah kamu lihat aja nih"

Kyra mengambil ponsel itu. Matanya langsung melebar dan wajahnya pucat pasi.

Di layar itu, terpampang jelas dua foto yang diambil kemarin. Disana ada dua foto dirinya dan juga Bagas. Foto itu di ambil semalam saat Bagas menarik dirinya di lobi dan membawanya kedalam mobilnya.

Foto kedua menunjukkan Kyra dan Bagas duduk berhadapan di dalam restoran Italia mewah, dengan buku menu mahal yang terbuka di depan Kyra.

Tulisan di fotonya membuat kyra meremang. " office girl kita udah bisa ngegoda bosss nihh. Bau-bau nya mau jadi gund*k nih upppss!!!. Ditandai juga dengan emoticon ketawa.

Semuanya diambil dari jarak jauh. Tak satu pun yang ia sadar sedang difoto.

Kyra membeku. “Dari… mana ini?” suaranya bergetar marah.

"Dari... mana ini?" suaranya bergetar marah, ia menatap Amel.

"Entahlah. Ini sudah menyebar di grup kantor sejak subuh. Bahkan ada yang menyebarkannya di luar," kata Amel, wajahnya penuh simpati tetapi juga rasa ingin tahu yang besar. "Semua orang membicarakanmu, Kyra."

"ini ngga benar. Ini semua fitnah" ucap kyra dengan gemetar. Inilah yang dia takutkan selama ini jika dekat dengan Bagas.

" Ra, kamu punya hubungan sama pak Bagas" tanya Amel dengan hati-hati.

"nggak. Aku ngga punya hubungan apa-apa sama pak Bagas. Ini cuma kebetulan aja semalam" ucap kyra dengan gugup.

Bagas dan Aldian sedang bersantai di kamar, di atas kasur. Aldian sibuk dengan mobil-mobilan baru yang ia dapat dari Bagas, sementara Bagas duduk bersandar di kepala ranjang, memperhatikan putranya.

"Om Bagas tahu tidak?" tanya Aldian tiba-tiba, menoleh.

"Tahu apa, Sayang?" Bagas menunduk, tersenyum lembut.

" waktu aku main sama teman-teman di sini, mereka bilang kalo mereka punya ayah

Ucap Aldian polos. "Ayah mereka hebat. Ada yang bisa perbaiki sepeda, ada yang bisa ajak liburan."

Senyum Bagas langsung memudar. Rasa sakit menjalar di dadanya. Ini adalah topik yang selalu ia hindari, tetapi Aldian sendiri yang membawanya.

"Memangnya Ayah Aldian ke mana?" tanya Bagas hati-hati.

Aldian kembali fokus pada mobilnya. "Kata Bunda, ayah Aldian sedang kerja jauhh sekalii. Bunda juga bilang Aldian harus jadi anak baik biar ayah cepat pulang. Aldian udah jadi anak baik nurut sama bunda, ngga nakal tapi sampai sekarang Ayahh ngga pernah datang"

"Ayah Aldian pasti hebat sekali," kata Bagas, suaranya sedikit tercekat. Ia meraih tubuh Aldian ke pelukannya "Mungkin... mungkin Ayah Aldian sedang bekerja sangat keras sekarang, jadi dia belum bisa bertemu Aldian."

"om mau ngga jadi ayah aku" tanya Aldian menatap penuh harap ke arah Bagas. Yang membuat Bagas tenggorokannya serasa di cekik. ingin sekali Bagas mengatakan jika aku adalah ayahmu.

Tepat saat Bagas memeluk Aldian, ponselnya bergetar di nakas. Itu adalah notifikasi pesan dari Dika. Bagas merogoh ponselnya tanpa melepaskan pelukan Aldian.

Dika: Bos, ada masalah besar di kantor nona Kyra. Ini sudah viral.

Dika mengirimkan sebuah screenshot yang sama dengan yang dilihat Kyra tadi. Foto Bagas menarik Kyra, foto mereka di restoran mewah, dan caption kejam yang menyebut Kyra 'gundik'.

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!