NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Hao Qi berjalan perlahan mendekati mereka. Langkahnya seringan bulu angsa.

"Jadi, siapa namamu tadi? Kakak Ketiga?"

Suara Hao Qi yang jernih dan tenang tiba-tiba memecah kesunyian gang buntu tersebut.

Kedua pria berjas itu terlonjak kaget seolah baru saja tersambar petir. Mereka langsung membuang rokok mereka dan berbalik dengan gerakan sangat cepat, tangan mereka secara refleks merogoh ke balik jas untuk menarik senjata.

"Siapa di sana?!"

Kakak Ketiga membentak keras. Matanya terbelalak lebar saat melihat pemuda bertudung hitam berdiri dengan santai, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket, hanya berjarak dua meter di depannya.

"Malam yang indah, bukan? Aku dengar kalian mencariku sampai pusing keliling kota. Jadi, aku pikir lebih baik aku yang datang menemui kalian. Anggap saja ini pelayanan antar jemput secara gratis."

Hao Qi tersenyum ramah, memiringkan kepalanya sedikit. Tudung jaketnya sedikit terbuka, memperlihatkan wajahnya yang diterangi oleh cahaya lampu belakang KTV.

"I-itu dia! Hao Qi!"

Pria yang satu lagi berteriak panik. Ia berhasil menarik sebuah tongkat besi lipat dari balik jasnya.

Kakak Ketiga menggertakkan giginya. Rasa kagetnya berubah menjadi amarah.

"Keparat! Kau berani menyerahkan diri langsung ke kandang macan?! Hebat juga nyalimu! Hajar dia, tapi jangan sampai mati!"

"Wush!"

Pria bertongkat besi itu melesat maju. Ia bukan preman jalanan biasa seperti Ah Kun. Gerakannya terukur dan penuh tenaga. Ia mengayunkan tongkat besinya secara horizontal, menargetkan lutut Hao Qi agar pemuda itu lumpuh namun tetap hidup.

Namun, di mata Hao Qi, gerakan yang dianggap cepat oleh pria itu hanyalah gerakan lambat seperti dalam film.

Hao Qi tidak mundur. Ia justru mengambil satu langkah maju.

"Langkah Angin."

"Swosh!"

Sosok Hao Qi tiba-tiba berkedip. Ia menghilang dari lintasan tongkat besi itu sepersekian detik sebelum besi itu menyentuh lututnya.

"Hah?!"

Pria itu membelalakkan matanya. Tongkatnya hanya memukul angin kosong.

"Gerakanmu terlalu kaku, Paman."

Suara bisikan ceria terdengar tepat di sebelah telinga kanannya.

Sebelum pria itu sempat menoleh, tangan kanan Hao Qi sudah melesat dengan kecepatan kilat, menebas sisi leher pria itu dengan sisi telapak tangannya.

"Brak!"

"Ugh..."

Mata pria itu langsung memutih. Hantaman di titik saraf leher itu langsung memutus aliran darah ke otaknya sesaat. Tubuhnya lemas seketika dan ambruk ke tanah seperti karung beras yang putus talinya.

Hanya butuh satu detik. Satu serangan fatal yang dilakukan tanpa sedikit pun niat membunuh, hanya presisi mutlak.

Kakak Ketiga, yang baru saja menarik belati tajam dari balik jasnya, membeku di tempat. Mulutnya terbuka lebar, napasnya tertahan di tenggorokan. Keringat dingin langsung membasahi punggungnya.

Ia tidak bisa melihat gerakan Hao Qi tadi. Ia hanya melihat pemuda itu menghilang, dan sedetik kemudian temannya sudah terkapar tak berdaya.

"I-ilusi apa ini? K-kau pasti bukan manusia!"

Kakak Ketiga melangkah mundur dengan gemetar, mengarahkan belatinya ke depan dengan panik.

Hao Qi berdiri dengan santai di dekat tubuh pria yang pingsan itu. Ia menatap Kakak Ketiga dengan senyum lebar yang terlihat polos, namun di mata Kakak Ketiga, senyum itu lebih menakutkan daripada seringai iblis.

"Hahaha!"

"Aku adalah manusia seratus persen, Kakak Ketiga. Hanya saja, aku tidak suka jika orang-orang mengintai kampusku dan berencana menyeretku secara paksa. Itu tindakan yang sangat tidak sopan."

Hao Qi melangkah maju perlahan. Setiap langkahnya membuat Kakak Ketiga semakin memundurkan tubuhnya hingga punggungnya menabrak dinding bata yang dingin.

"J-jangan mendekat! Kalau kau berani menyentuhku, Bos Zhao akan memburumu sampai ke ujung neraka! Kau tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi!"

Kakak Ketiga mencoba mengancam dengan suara bergetar.

Hao Qi berhenti melangkah, masih mempertahankan jarak sekitar satu meter. Ia menghela napas pendek.

"Hah..."

"Bos Zhao, ya? Dari tadi kalian terus menyebut nama itu. Di mana Bos Zhao kalian ini sekarang? Apakah dia ada di dalam gedung KTV Naga Emas ini?"

Hao Qi menunjuk gedung tinggi di samping mereka dengan ibu jarinya.

"Cih! Kalaupun iya, kau mau apa?! Di dalam sana ada puluhan penjaga bersenjata! Begitu aku berteriak, kau akan mati dicincang!"

"Oh, kalau begitu, tolong jangan berteriak. Aku benci keributan."

Hao Qi tersenyum ramah.

"Wush!"

Hao Qi kembali menggunakan Langkah Angin. Dalam sekejap mata, ia sudah berada tepat di depan Kakak Ketiga, memangkas jarak satu meter itu seolah ruang di antara mereka tidak ada.

Tangan kiri Hao Qi mencengkeram pergelangan tangan Kakak Ketiga yang memegang belati.

"Krek!"

"Argh—!"

Sebelum Kakak Ketiga sempat menjerit keras akibat rasa sakit di pergelangan tangannya, tangan kanan Hao Qi sudah mencengkeram leher pria itu, mengunci pita suaranya dan mendorong tubuhnya kuat-kuat ke dinding.

"Bruk!"

"Uhk! Uhk!"

Kakak Ketiga meronta, wajahnya mulai membiru karena kekurangan oksigen. Belati di tangannya terlepas dan jatuh berdenting ke lantai aspal.

Hao Qi menatap tepat ke dalam mata Kakak Ketiga yang dipenuhi teror absolut. Senyum di wajah pemuda itu masih terukir dengan sangat sempurna.

"Dengar baik-baik, Kakak Ketiga. Aku akan membiarkanmu hidup malam ini. Tapi kau punya satu tugas."

Hao Qi sedikit melonggarkan cengkeramannya di leher agar pria itu bisa bernapas sedikit.

"Sampaikan pesan manisku ini kepada Bos Zhao kalian. Katakan padanya 'Hao Qi ingin fokus belajar untuk ujian akhir semester ini. Jadi, tolong jangan kirim anjing-anjing liar ke kampusku, atau aku yang akan datang sendiri ke ruang kerjanya dan mencabut giginya satu per satu.' Bisakah kau ingat pesan itu?"

Kakak Ketiga mengangguk dengan panik dan cepat, air matanya bahkan sedikit keluar di sudut matanya karena rasa takut yang mencekik.

"B-bisa! Aku akan sampaikan!"

"Anak pintar."

Hao Qi tersenyum puas. Tangan kanannya kemudian bergerak secepat kilat, mengetuk titik saraf di pangkal leher Kakak Ketiga.

"Tap."

Mata Kakak Ketiga langsung menutup, dan tubuhnya merosot lemas ke aspal, menyusul temannya ke alam bawah sadar.

Hao Qi berdiri tegak, merapikan tudung jaketnya. Ia menatap ke arah pintu belakang KTV Naga Emas yang tertutup rapat. Ia tahu, peringatan ini tidak akan menghentikan Bos Zhao. Justru, ini adalah deklarasi perang. Triad lokal tidak akan diam saja diinjak harga dirinya oleh seorang mahasiswa.

Tapi itulah yang Hao Qi inginkan. Ia ingin memancing bos besar mereka keluar, lalu menghancurkannya sekaligus agar tidak ada lagi masalah di kemudian hari.

"Malam ini cukup sampai di sini."

Hao Qi membalikkan badan, kembali mengaktifkan Langkah Angin, dan melesat menghilang ke dalam gelapnya malam kota Jiangjing dengan senyum yang tak pernah luntur.

1
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
Manusia Biasa
nah itu berarti bakal ada kemungkinan perkembangan plot ke orang dunia lain, apa mc dapat Heroine dari dunia lain kayaknya lucu wkwk😂
Manusia Biasa
wkwkw nama saya adalah pemilik toko😭😭
Manusia Biasa
dan kalian gak tahu yang dihadapi itu MC🗿
Manusia Biasa
Menarik kak. karya ini punya potensi sih, semangat terus nulisnya
Manusia Biasa
itu senter mbak😂
Manusia Biasa
kalau ini dari dunia Isekai pasti🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!