Ayahnya 'Raja Neraka', putranya sangat pemaaf. Tapi semua orang lebih takut pada si pemaaf, padahal energi internalnya lemah.
Kekuatan tidak dikenal!
Latar belakang tak diketahui!
Sebenarnya rahasia apa yang dimiliki Long Jue?
Kenapa semua orang takut padanya?
Penasaran?
Ikuti kisahnya hanya di: NovelToon/MangaToon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jibril Ibrahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
“Kapten Garda Nirwana Ling Xiao!”
“Zài!”~Hadir!
“Terima perintah!”
“Shi!”~Baik!
“Mulai saat ini, misi Garda Nirwana adalah melindungi Tuan Muda Long Jue.”
“Shi!”
“Terutama kau—Ling Xiao, kau akan menjaga Jue bersama Jin Lian. Jangan pernah meninggalkannya, sedetik pun. Juga, sampaikan perintahku untuk mengamankan Perpustakaan Tanpa Batas. Tidak seekor tikus pun boleh mendekati tempat itu tanpa izin.”
“Perintah diterima!”
“Bagus! Kau boleh berdiri.”
“Terima kasih, Ketua.”
Usai formalitas itu, Long Ziling menoleh pada Long Jue.
“Bagaimana? Kau sudah senang sekarang?”
“Sebenarnya… sejak aku mengetahui bahwa ayahku adalah Tuan Long, hidupku sudah sangat menyenangkan.”
“Dasar kau, bermulut manis! Hahaha! Kalau begitu cepatlah dan jadilah lebih kuat agar kau bisa meringankan beban Ayahmu yang sudah hampir menua.”
“Ayah belum setua itu,” sanggah Long Jue. “Tapi Ayah jangan khawatir! Aku pasti akan menjadi lebih kuat.”
“Hahaha! Bagaimana bisa kau bicara semanis itu?”
Mata Long Ziling praktis dipenuhi kasih sayang saat ia menatap Long Jue.
Menyaksikan pemandangan yang tidak lazim ini, Ling Xiao hanya bisa tercengang.
Ini tak main-main!
Long Ziling benar-benar menyayangi Long Jue lebih dari apapun di dunia ini.
Long Ziling berpaling pada Ling Xiao.
“Ingat baik-baik. Kalau terjadi apa-apa pada Xiao Jue… aku bisa jadi iblis yang menghancurkan dunia ini. Mengerti?”
“Aku akan melindunginya dengan nyawaku!”
Diliputi emosi setelah diberi kepercayaan sedalam-dalamnya, Ling Xiao meneriakkan jawabannya dengan penuh keyakinan, keterkejutannya sebelumnya sepenuhnya dibayangi oleh tekadnya.
Adapun Perpustakaan Tanpa Batas….
Namanya dikutip dari gagasan bahwa tempat ini menampung buku-buku yang jumlahnya tidak terhitung.
Perpustakaan ini dibagi menjadi tiga bagian utama.
Aula Pertama berisi buku-buku tingkat dasar dan tingkat pemula.
Aula Kedua menampung teks-teks tingkat menengah dan lanjutan.
Aula Ketiga memamerkan naskah-naskah unggulan tingkat tinggi.
Setiap aula dibagi lagi menjadi manual seni bela diri dan teks umum.
Di atasnya, terdapat Aula Surgawi, yang hanya dapat diakses dengan izin Dewa Bela Diri Surgawi. Aula ini berisi teknik-teknik agung yang mengguncang dunia dan buku-buku langka yang dapat menggemparkan jagat raya hanya dari judulnya.
Sebagian besar buku di Perpustakaan Tanpa Batas memiliki salinan yang disimpan terpisah di Ruang Arsip.
Ruang Arsip juga dibagi menjadi Aula Pertama, Kedua, dan Ketiga.
Aula Pertama dapat diakses oleh semua anggota Basis Tentara Langit.
Aula Kedua terbatas pada komandan dan di atasnya.
Aula Ketiga hanya tersedia untuk para bangsawan.
Ruang Arsip tidak memiliki Aula Surgawi, namun tidak berarti tidak ada salinan buku dari Aula Surgawi.
Semua salinan teks Aula Surgawi disimpan di Kamar Dewa Bela Diri Surgawi.
Jadi, apakah buku-buku di Perpustakaan Tanpa Batas hanya untuk disimpan dan bukan untuk dibaca?
Tidak juga!
Para pustakawan di Perpustakaan Tanpa Batas dapat mengaksesnya karena mereka perlu memeriksa kondisi buku.
Akan tetapi, mereka tidak dapat membacanya secara rinci.
Koleksi Perpustakaan Tanpa Batas begitu luas hingga membolak-balik halamannya dengan cepat setiap hari saja tidak akan cukup untuk memeriksa semuanya.
Jika seseorang mencoba duduk dan membaca, mereka mungkin akan ditendang oleh atasan atau kolega.
Ada satu kelompok lagi yang dapat membaca buku-buku ini.
Siapa pun yang menduduki peringkat penguasa atau lebih tinggi dapat mengakses dan membaca naskah asli hingga Aula Ketiga.
Namun hal ini hampir tak pernah terjadi.
Memangnya kenapa seseorang mau bersusah payah datang ke Perpustakaan Tanpa Batas jika Ruang Arsip yang bersih, tertata rapi, dan berlokasi strategis di Basis Tentara Langit, tersedia?
Untuk memasuki Perpustakaan Tanpa Batas itu sendiri setiap orang harus melewati formasi penghalang—dan itu sangat rumit.
Formasi ini dirancang oleh Ahli Strategi Militer Wang Baizuchen, jenius terbesar di Daratan Tengah, dan itu dibuat dengan sangat cermat.
Untuk masuk saja diperlukan bimbingan dari seseorang yang mengetahui formasi dengan baik.
Satu kesalahan saja bisa menjebak mereka di dalam Formasi Neraka Seribu Variasi, memaksa mereka mengalami siksaan seperti jatuh ke dalam neraka.
Bahkan setelah melewati formasi, masih ada pemeriksaan penjaga yang harus diselesaikan.
Tentu saja, kebanyakan orang lebih memilih Ruang Arsip daripada menghadapi kendala ini.
Para pustakawan di Perpustakaan Tanpa Batas menghabiskan hampir seluruh hidup mereka di dalam dindingnya.
Saat mereka pergi, mereka harus ditemani oleh penjaga.
Dan kapan mereka pensiun?
Mereka meminum Pil Pelupaan untuk menghapus semua kenangan selama mereka di sana.
Dengan demikian, Perpustakaan Tanpa Batas tetap menjadi tempat yang sunyi dan tidak berubah, hanya dirawat oleh para pustakawan yang berdedikasi.
Tapi kemudian, suatu hari….
Ling Xiao, pemimpin Garda Nirwana, memasuki perpustakaan sambil membawa Lencana Surgawi dari Ketua Basis Tentara Langit.
Jin Lian membawa seseorang bersamanya, mengumpulkan kepala pustakawan setiap aula, dan membuat pengumuman.
“Ini perintah dari Ketua Basis Tentara Langit. Mulai saat ini, orang ini memiliki akses tak terbatas ke Perpustakaan Tanpa Batas. Perlakukanlah dia sebagaimana kalian memperlakukan Ketua. Lebih dari itu, kalian dilarang membicarakan hal ini sampai akhir hayatmu.”
Niat membunuh yang mengerikan terpancar dari Ling Xiao, membuat para pustakawan yang hadir serempak menciut.
Di tambah Lencana Surgawi…
Orang ini jelas diberi wewenang absolut.
Melihat lencana itu, sama artinya dengan melihat ketua itu sendiri.
Bukan hanya Aula Pertama, Kedua, dan Ketiga, tetapi bahkan Aula Surgawi.
Dia bebas menyentuh buku apa saja, menariknya keluar, membacanya sesuka hati, atau bahkan membuat keributan jika dia menginginkannya.
Dan siapa yang melindunginya? Ling Xiao sendiri!
Para pustakawan tak bisa menahan rasa ingin tahu.
Siapakah sebenarnya orang ini, hingga pemimpin Garda Nirwana bahkan bertindak sebagai pengawalnya?
Lebih dari itu, perlakuannya juga berlebihan.
“Tuan Muda, apakah Anda lapar?”
“Tuan Muda, izinkan saya mengurusi hal itu untuk Anda.”
“Tuan Muda, apakah ini buku yang Anda cari?”
“Tuan Muda, saya khawatir dengan kesehatan Anda. Bukankah sebaiknya Anda beristirahat?”
Ling Xiao yang perkasa mengikuti bocah itu ke mana-mana seperti anak anjing, melayani setiap kebutuhannya dengan penuh rasa hormat dan perhatian.
Ling Xiao yang sama yang memperlakukan para pustakawan dengan dinginnya Laut Utara, kini selembut angin musim semi.
Cara dia memanggilnya—Tuan Muda, mengisyaratkan bahwa orang ini memiliki hubungan yang erat dengan Dewa Bela Diri Surgawi.
Seniman bela diri di samping Ling Xiao, yang tampak sama kuatnya, juga memanggilnya “Tuan Muda” dan memperlakukannya dengan hormat.
Dan anak laki-laki itu menanggapinya seolah-olah itu adalah hal yang wajar.
Para pustakawan penasaran tetapi tidak satu pun dari mereka berani bertanya.
Perintah Dewa Bela Diri Surgawi melarang siapa pun membicarakan apa yang terjadi di dalam perpustakaan.
Siapa pun yang tidak patuh akan mati sebelum dia menyadarinya.
Jadi para pustakawan itu terpaksa tutup mulut dan fokus pada pekerjaan mereka.
Setidaknya, itulah yang ingin mereka lakukan.
Tapi “Tuan Muda” itu….
Jika ada sesuatu yang menurutnya lezat, Tuan Muda akan menawarkannya pada mereka.
“Silakan coba ini.”
Kapan pun dia ingin tahu tentang sesuatu, dia bertanya.
“Apa ini?”
Jika seseorang membutuhkan bantuan, dia akan turun tangan tanpa ragu.
“Kelihatannya sulit. Biar kubantu!”
Demikian pada akhirnya, Long Jue akan berkeliling perpustakaan, membantu para pustakawan di Aula mana pun dia bisa.
Bagaimanapun, para pustakawan itu juga manusia.
Lama kelamaan, mereka mulai menyukainya juga.