NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:393
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbuai

Malam ini, Riana tidak pulang. Dia menghabiskan malamnya bersama Davin Andreas, seorang dosen dan adik dari sahabatnya.

"Kenapa ditutup??"

"Malu."

"Aku sudah melihat dan menikmati keindahan tubuhmu Ria."

"Kamu nakal tahu??"

"Ya hanya sama kamu. Kamu wanita pertama yang aku tiduri."

Riana langsung bangun hendak ke kamar mandi, namin ditahan oleh Davin.

"Aku mohon maaf, seharusnya ini tidak terjadi. Aku yang lebih tua harus lebih bisa mengendalikan diri. Saya harap ini yang pertama dan terakhir."

"Tidak mau Ria, aku sungguh - sungguh mencintaimu."

"Davin kita berbeda???"

"Kamu lebih kaya, iya saya akui. Tetapi aku laki - laki pekerja keras. Kamu tidak akan kekurangan."

"Davin, kamu itu adiknya Stella!!!???? Bagaimana saya menghadapinya??"

"Kamu tidak sendiri. Ada aku. Aku yang mencintaimu."

"Ada orangtua kita. Bagaimana mereka bisa menerima hubungan ini."

"Ria, lihat saya. Kamu tidak sendiri, ada aku. Aku yang mencintaimu, aku yang mau memilikimu."

"Aku harus mandi, aku harus pulang."

"Ini sudah larut sekali. Tidurlah bersamaku sayang."

"Davin......."

"I love you Riana Timothy."

"Kamu yakin, aku mencintai kamu??"

"Mulut kamu boleh berbohong. Namun hati dan tubuh kamu tidak bisa berbohong, mereka menginginkan ku."

Penyatuan kembali terjadi. Davin yang menahan perasaan cintanya selama sembilan tahun, terpaksa harus melakukan cara seperti ini. Dia berencana membuat dokter Riana Timothy hamil. Agar mereka tetap bersatu selamanya.

Lima menit mereka melakukan hubungan ini lagi. Berkali - kali, Davin membuat Ria sampai ke puncak ke nikmatan. Dan Davin menempatkan serum terbaiknya kedalam rahim Riana, perempuan yang sangat dia cintai.

Riana sudah tertidur, dalam pelukan Davin. Dan dia membiarkan perempuannya itu tidur nyenyak. Pagi - pagi Davin sudah bangun, meskipun hari ini, hari libur namun dia terbiasa bangun pagi berolahraga dan menyiapkan sarapan, kali ini dia membuat sarapan yang berbeda karena ada kekasih hatinya.

Riana tidak mendapati bajunya ketika dia bangun. Terpaksa dia mengenakan kemeja berwarna biru milik Davin yang kebesaran di badannya. Begitu mendengar pintu kamar terbuka. Davin yang sementara mengatur sarapan di meja makan pun spontan melihat ke arah Riana. Dia tersenyum dan langsung menghampiri dan memeluknya serta memberi kecupan mesra di kening Riana.

"Selamat pagi sayang, bagaimana tidurmu??"

"Ya karena aku dikeloni sama anak kecil."

"Anak kecil??? Anak kecil yang bisa membuat kamu mendesah???"

"Davin......"

Riana yang dibuat malu oleh Davin hendak memukulnya, namun langsung dipeluk erat oleh Davin.

"Duduk sarapan dulu. Kamu mau minum apa???"

"Teh saja."

"Siap tuan putri."

Mereka pun menikmati sarapan pagi mereka dengan tenang. Ternyata masakan Davin pas di lidah Riana dan dia menyukainya.

"Kamu pintar masak??"

"Aku belajar khusus agar bisa memasak buat istri dan anak - anakku."

"Bahagia sekali mereka nantinya."

"Kamu mengakuinya. Kamu bahagia??"

"Davin......"

"Aku serius Ria, aku mencintaimu."

"Tetapi bagaimana dengan....."

"Kita akan hadapi bersama. Aku tidak akan mundur."

Pembicaraan mereka berlanjut, semua hal dibicarakan. Davin terlihat dewasa sekali ketika sedang berbicara soal politik atau pun apa yang lagi menjadi topik pembicaraan. Tiba - tiba, dering handphonenya berbunyi. Davin dan Riana sama - sama melihat. Bahwa yang menghubungi Riana adalah Stella.

"Gila kamu... Semalam kamu tidur dimana??? sampai mama kamu menghubungi aku."

"Terus kamu ngomong apa??"

"Ya aku berbohong juga demi sahabatku."

"Terima kasih say."

Sementara Davin si pelaku utama sedang tersenyum mendengar pembicaraan kakaknya dengan Riana.

"Kamu dimana??"

"Aku ada di ....... Hotel."

"Kenapa di hotel???"

"Pengen istirahat saja."

"Kenapa tidak ke rumah saja??"

"Aku pengen sendiri."

"Are you oke say."

"Iya."

"Sekarang ke rumah aku tunggu ya kita mau jalan kan berdua."

Riana dan Stella sudah janjian untuk weekend ini jalan - jalan berdua. Davin yang ketahuan Riana berbohong pun tertawa.

"Ini gara - gara kamu ya."

"Sori sayang." Davin langsung memeluk Riana begitu erat dan memberi ciuman di bibirnya. Selesai mandi, baju yang dibeli Davin sudah tiba. Langsung diberikan kepada kekasihnya. Lengkap mulai dari dalaman sampai baju luar.

"Mau langsung ke rumah mama."

"Aku mampir ke toko kue dulu beli sesuatu."

"Bagus calon anak mantu idaman."

"Davin.... Dari dulu aku sudah begini sama orangtuamu. Yang kita buat ini akan membuat mereka akan lebih marah kepada kita berdua."

Davin langsung memeluk Riana sangat erat. Dan mencium keningnya.

"I love you. Kita akan hadapi ini bersama."

Riana sudah keluar apartemen lima ratus lima punya Davin Andreas. Sebelum ke rumah sahabatnya dia mampir ke toko kue dan buah membeli ole - ole yang biasa dia bawa jika kesana. Sampai di rumah Stella sahabatnya dia di kejutkan dengan adanya Davin di sana.

"Kenapa disini lagi??"

"Belum puas lihat senyumanmu."

"Aduh...."

"Kenapa Dek."

"Aku cubit tante."

"Davin.... Itu kakak kamu juga. Sengaja jangan berlebihan."

Davin dan Riana langsung terdiam. Riana langsung memberikan buah dan kue kepada mamanya Stella dan Davin.

"Bagaimana keadaannya om??"

"Puji Tuhan baik nak dokter??"

"Ayo say girls time."

"Mau kemana sih???"

"Kepo deh. Kamu jaga mama dan papa dulu ya. Aku mau jalan sama sahabatku." Davin tersenyum dan mendekat ke arah Riana.

"Ingat, jangan bertemu cowok lain. Aku tahu, kamu lumpuh sayang." Davin berbisik di telinga Riana.

"Ngomong apa sih??"

"Rahasia tahu. Kepo sekali kakakku ini."

Stella dan Riana berkeliling mall mereka membeli segala kebutuhan wanita. Di dalam mall, tidak sengaja mereka bertemu dengan Matias yang sedang jalan bersama seorang cewek. Matias menjadi salah tingkah.

"Laki - laki tukang selingkuh itu mau kamu jadikan suami. Saranku pikir lagi deh say. Laki - laki di dunia ini banyak kok."

Stella menyindir Matias yang sedang menemani wanitanya membeli perlengkapan skincare. Riana yang sudah tidak mau sakit hati cuek saja. Dia pun menghindar dengan membayar yang tadi dia beli.

Pukul enam malam, mereka baru pulang, Riana hanya menurunkan Stella di depan pagar rumahnya. Karena dia harus cepat pulang. Orangtuanya sedang menunggunya. Riana begitu kaget waktu melihat Markus bersama kedua orangtuanya. Hatinya berkata siluman juga. Tadi di mall bersama wanita sekarang datang kerumah mau membicarakan pernikahan.

"Saya belum mau menikah ma, pa."

"Kenapa umur kamu sudah tidak muda lagi Ria."

"Mama mau anak mama hidup menderita. Kalau aku mau menikah bukan dengan laki - laki ini."

"Apa yang kurang dari Matias, Ria??"

"Dia kurang setia. Kurangnya banyak. Apa tante dan om tahu kalau Matias mempunyai wanita lain??"

"Maksud nak Ria??"

"Saya dan Matias sudah putus. Saya melihat dia bersamaan dengan wanita lain. Bahkan tadi di mall kami juga bertemu."

Matias hanya tertunduk. Dia malu. Karena Riana dengan terang - terangan mengatakan semua yang terjadi di depan orangtua mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!