NovelToon NovelToon
Mafia

Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

Ah, sialan!

Liga berusaha tetap terlihat biasa saja walau kenyataannya perasaannya sangat gugup sekarang. "Aku hanya mengunjunginya saja dan tidak melakukan apapun. Tapi di--"

"Mengunjungi?" Mafia menyela, menatap Liga cukup intens, membuat ucapan Liga terhenti dan berganti anggukan.

"Iya. Aku hanya ingin mengunjunginya saja. Tap--"

"Sejak kapan kamu suka mengujungi tahanan?" sela Mafia lagi yang tanpa diketahui berhasil membuat jantung Liga berdebar kencang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

"Siapa cewek yang kamu taksir?"

"Hah?" Mafia tercengang, melongo seperti orang bodoh. Menggorek telinganya karena merasa salah dengar.

"Heh heh hah heh...aku tanya, siapa cewek yang kamu taksir?" Vair mendekat bahkan wajahnya hanya berjarak berapa centi saja dari wajah Mafia. Hembusan napas hangat dari Mafia pun bisa Vair rasakan.

Sekali lagi Mafia tercengang, melongo makin makin terlihat bodoh. Berulang ulang menggorek kupingnya tapi tanya yang dia dengar sama saja.

"Pertanyaan macam apa itu?" Mendorong wajah Vair supaya tidak terlalu dekat dengan wajahnya. Takut kalau jantungnya akan kembali berulah.

"Aku dengar tadi orang itu bilang kalau kamu dan dia dulu naksir orang yang sama. Itu benar? Siapa cewek itu?" Vair melipat kedua tangan didada dengan bahu yang menyender dikusen pintu menatap Mafia dengan sejuta keingintahuannya.

"Omong kosong..,"

"Omong kosong apa? Jelas jelas aku tadi mendengarnya Mafiaaa..." Vair gregetan karena Mafia menjawabnya bertele tele, menjengkelkan sekali bukan.

"Iya, aku tahu itu. Tapi itu hanya omong kosong,"

"Aku nggak percaya."

"Terserah kamu saja, kamu nggak percaya juga nggak papa, aku nggak maksa...." Mafia masuk kedalam rumah, menerobos Vari yang menghalangi jalannya, membuat Vair nyaris terjungkal jika tidak berpegangan pada kusen pintu.

"Ish...Mafiaaa...sini kamu..!"

Mendengar teriakan Vair dari luar, Mafia tertawa kecil lalu berlari menuju kamarnya masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.

"Mafia buka!" Vair menggedor gedor pintu sambil berteriak seperti orang gila. Sedangkan Mafia sedang tertawa dibalik pintu itu.

"Kamu lucu banget Vair. Nggak tahan kalo aku nggak ketawa, hahahaaa..."

"Mafia, ayo buka pintunya. Aku ingin memukul kepalamu, tadi kamu hampir bikin aku jatuh kalau aku nggak sigap pegangan kusen pintu..!"masih teriak masih juga menggedor gedor pintu.

Karena merasa kasihan, Mafia pun membuka kuncinya lalu perlahan membuka pintu. Vair yang tidak tahu jika pintunya mulai terbuka menyandarkan punggung dipintu, lalu, "Eh...!"

Vair terkejut karena dia hampir saja jatuh jika dibelakangnya Mafia tidak sigap menangkapnya. Kedua mata mereka bertemu, saling menyelami ke dalam mata yang memancarkan keindahan. Dengan posisi sedekat ini Vair jadi tahu jika Mafia memiliki tahi lalat disudut mata dan disisi bibirnya. Bibirnya yang hitam tapi segar, bibir itu tebal dan terlihat menggoda.

Dijarak sedekat ini pula Mafia jadi tau jika Vair memiliki satu tahi lalat dikening dan dua tahi lalat dipipinya, lalu satu tahi lalat dileher putih bersihnya. Pandangan Mafia turun ke bawah dimana bibir kecil Vair yang dipoles lipstik warna merah muda sedikit terbuka. Bibir tipis itu terlihat sangat indah dan menggiurkan. Ingin rasanya Mafia menyesap dan merasakannya. Tapi...

"Aw..! Vair sakit...,"

Mafia melepas pinggang Vair karena terkejut dengan cubitan kecil dipinggangnya. Siapa lagi pelakunya? Tentu saja Vair lah orangnya. "Kamu tuh ya? Nggak tahu terima kasih banget main cubit gitu aja, sakit lho...,"

Vair tidak merasa bersalah, dia justru senang karena sudah berhasil membuat Mafia mengomel. Lagi pula ini juga salah dia kan? Kalau dia tidak buka pintu tiba tiba tentu saja Vair tidak akan terjatuh.

"Salah siapa buka pintu tiba tiba?"

"Katamu suruh buka, ya aku buka, gimana sih?" Mafia mengusap pinggang bekas cubitan Vair, rasanya perih sekali. Padahal tangannya kecil begitu.

Vair menuding tepat didepan wajah Mafia. Menatapnya penuh curiga. "Jangan jangan kamu cuma mau modus ya?" tuduhnya tanpa bukti.

"Modus apa sih? nggak jelas banget kamu.."

"Ya itu, kamu sengaja buka pintu tiba tiba karena biar bisa pegang pegang aku kan?" tuduhnya lagi, membuat Mafia menahan napasnya sejenak.

Tapi perlahan, senyum manis muncul dibibir Mafia. "Kalo iya, kamu mau apa?" menantang Vair. Mafia ingin tahu apa respon Vair selanjutnya. Mungkin dia akan marah dan mengomel. Mafia menyukai ekspresi Vair yang itu, galak tapi lucu baginya.

Vair terdiam, dia tidak menyangka jika Mafia sungguh melakukan itu. Tapi mengapa hatinya tiba tiba menghangat ya? Vair menunduk dia berbalik ingin pergi dari sana tapi ditahan oleh Mafia.

"Mau kemana kamu? Urusan kita belum selesai," Mafia berdiri didepan Vair menatap wajah yang sekarang menunduk itu. "Jangan nunduk, aku suka liat kamu yang menatap ku galak."

Vair mendongak cepat, menatap Mafia galak. Dia tidak terima Mafia mengatainya. "Kamu ngatai aku galak? Wah, jadi selama ini kam---" ucapan Vair terhenti saat Mafia tiba tiba menciumnya tepat di bibirnya. Hanya kecupan biasa dan sebentar, tapi efeknya luar biasa.

Ya Tuhan, lagi lagi jantung ku berdebar hebat. Ya Tuhan aku sulit mengendalikannya.

Bukan hanya Vair yang jantungnya terasa ingin lepas dari tempatnya, Mafia juga sama. Dia justru lebih dari apa yang Vair rasakan. Wajahnya memanas setelah mencium bibir itu tiba tiba. Tadi, Mafia benar benar tidak tahan makanya dia kebablasan. Semoga Vair nggak marah tapi Mafia sudah mempersiapkan diri jika Vair akan memukulnya.

Tapi dugaannya salah, kini justru malah Mafia yang di buat terkejut olehnya. Bukan pukulan seperti yang Mafia bayangkan, tapi justru ciuman part dua yang dia dapatkan. Vair menciumnya, lebih dari yang tadi dirinya lakukan.

Jika Mafia hanya mengecupnya, Vair berbeda, dia menyesap bahkan melumat bibir Mafia dengan tangan kecilnya yang menekan tengkuknya. Mafia kejam serta keji, tapi dia juga manusia yang normal, dia juga tidak mau membuang buang kesempatan ini. Jadi, Mafia membalasnya bahkan membawa Vair ke atas tempat tidur tanpa melepas ciumannya.

Dan ditempat lain, Vegas baru saja menutup ponselnya. Menyeringai puas setelah berhasil melancarkan aksinya. "Jadi, begitu ya? Okay, aku akan melakukan tugas ku dengan baik.."

Setelah itu, dia keluar dari kamarnya untuk makan siang sebelum Ibu nya mengomel. Di sana, di meja makan, sudah berkumpul semuanya, hanya dirinya saja yang belum.

"Kakak lama, Umi keburu laper ini," Gadis berusia dua puluh tahun itu menatap kesal pada Vegas sang kakak. Dia itu sudah lapar sejak tadi dan kedua orang tuanya tidak mengizinkannya makan jika semuanya belum berkumpul. Dan selalu menjadi kebiasaannya si kakak yang suka datang terlambat, membuatnya kelaparan.

"Bawel," Vegas duduk di samping Umi sambil mencubit Umi yang memakai rok seatas paha. "Ini kurang pendek sih, besok beli yan----"

"Nggak usah komen. Ini fashion ku, sexi tahu, kamu tahu apa itu sexi? Kalau tidak, biar ku beritahu. Sexi it---"

"Sudah sudah. Ayo makan, Ayah sudah lapar," potong Anam, Ayah kandung Umi dan Vegas.

"Oh iya, Ayah. Ngomong ngomong, aku sudah berhasil. Aku sudah tahu, satu yang kemungkinan besar adalah kelemahannya,"

"Apa itu Vegas?"

"Wanita,"

1
Apple
vair udh mulai suka sm mafia nih
Apple
galak banget ibu vair. jangan galak galak dong
Apple
geledah nanti kethuan tuan mafia
Apple
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
berdebar hati berdebar itu gejolak rinduuuu
Apple
malu malu tp mau
Apple
bagus Aan. ayo katakan yg sbnrnya biar Liga dapet hukumN
Apple
hayo lho Liga
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Mafia itu terkenal kejam
Risa Virgo Always Beau
Mafia nanti kamu ceritain ke Liga ya jangan ada yang di tutupi dari Liga
Risa Virgo Always Beau
Liga ternyata Vair sedang mengejek kamu
Risa Virgo Always Beau
Mafia seenaknya banget menyuruh Liga
Apple
bagus
Apple
next bab. bagus dan bikin penasaran
Apple
kira kira vair bakal mafia apain ya. dihabisi juga kah. nex bab thor penasaran aku tuh ama kelanjutannya
Apple
apa mafia sama vair udah saling kenal?
anggita
like 👍iklan☝ buat novel barunya. moga lancar.
Cakrawala: aamiin makasiiiihhhhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!