tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
"Setidaknya dia hanya akan tertidur selama sekitar dua hari" Ucap Milean, ia adalah salah satu dari jejeran penyembuh terbaik kekaisaran Arbeloa.
Tugasnya hanya satu, memyembuhkan tuan muda ke-enam Vesper hingga anak itu mampu berjalan di bawah sinar matahari.
“Dua hari ya,,, gumam Arthur, dia berencana hanya akan menginap satu malam di wilayah utara, namun karena keadaan Archel saat ini buruk, dia jadi tidak tega meninggalkan anak itu sendirian.
"Athena" Panggil Arthur, ia takut Athena tidak setuju berada di sini selama dua hari lebih.
"Milean"
"Akan aku tingkatkan efek dan energi sihir mu, jadi sadarkanlah Archel dalam waktu kurang dari satu hari" Kata gadis kecil itu datar.
"Apa?!"
" Kurang dari satu hari?? Milean dibuat cengo, tidak peduli seberapa besar energi sihir yang ia keluarkan untuk menyembuhkan Archel, anak itu tidak akan bangun dalam waktu singkat karena segel di dalam dirinya terlalu kuat.
“Apa ada masalah? Tanya Athena.
"Tidak Nona, tapi kurang dari satu hari itu terlalu sulit bagi saya" Ucap milan menundukkan kepala.
"Makanya aku bilang akan membantu mu" Ucap gadis itu geram.
"Anda tidak mengatakan akan membantu saya, Anda hanya mengatakan akan meningkatkan energi sihir saya" Ucap Milean mengaruk garuk tengkuknya.
"Sama saja! Tekan Athena dengan tatapan yang sangat tajam.
Milean Kicep, pemuda itu lalu membuat lingkaran sihir penyembuh dan memasukkan tubuh Archel ke dalam dirinya.
Ia lalu merapalkan mantra, Athena berjalan mendekat.
Gadis kecil itu lalu menggores sedikit tangan kirinya dan meneteskan darahnya sendiri ke tengkuk leher Milean.
Satu tetes darah milik Tangan kiri Athena setara dengan 2 kali lipat energi para penyembuh.
Gadis itu bisa dengan mudah menyembuhkan seseorang, namun saat keadaan korban masih berada dalam skala tertentu, meskipun ia dijuluki sang jenius 2000 tahun, usianya masih terlalu muda untuk sampai di tahap itu.
Arthur menatap khawatir, dia bukanlah seorang penyihir jadi dia tidak bisa ikut membantu.
"Dalam perlindungan dewi Astania, hamba Milean meminta izin menggunakan kekuatan milik dewi Daierin" Gumam Milean, pemuda itu lalu merentangkan tangan dan mulai membuat mantra didada Archel.
Cahaya terang memenuhi seluruh kamar Archel, saking terang nya cahaya itu, Arthur terpaksa menggunakan Aura untuk melindungi mata nya agar tidak buta.
Sesi ini berlanjut lumayan lama hingga tubuh Archel sedikit bergetar.
"Nona Athena,, rintih Milean yang mulai merasakan sakit didada nya.
Athena perlahan-lahan secara bertahap menghentikan penyaluran energi nya, ia mengurangi sedikit demi sedikit hingga seluruh cahaya terang itu musnah.
" Huffttt" Milean langsung bisa bernafas lega, pemuda itu lalu memeriksa kondisi Archel setelah penyembuhan luar biasa tadi.
"Hebat! Ucap pemuda itu girang, ia tidak percaya salah satu rantai pengikat segel Archel juga ikut terlepas.
Pemuda itu lalu berbalik menatap Athena berbinar.
" Terimakasih Nona! Teriak pemuda itu menunduk.
"Apa? Athena heran, apa yang membuat nya bisa mendapatkan ucapan terimakasih?
" Terimakasih karena telah bersedia mengurangi beban yang dipikul oleh tuan Archel" Lanjut Milean tersenyum.
"Apa maksud mu?
" Kami tidak melakukan nya hanya untuk mengurangi beban Archel, tapi kami akan melakukan hingga anak itu bisa sembuh, ucap Arthur serius.
"Ini murni karena kami saudara" Lanjut Athena datar, gadis kecil itu lalu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
Milean tersenyum tipis melihat punggung kecil Athena yang perlahan-lahan menghilang dari pandangan nya, ia bersyukur tuan muda nya memiliki saudara yang baik seperti mereka.
"Kakak? Archel perlahan-lahan membuka mata, dengan gemetar, anak itu berusaha mengangkat lengan nya.
" Archel! Teriak Arthur panik, ia lalu memegangi tangan Archel dan menatap adiknya itu sendu.
"Apa yang sakit? Tanya nya khawatir.
" Engga ada" Balas Archel tenang, anak kecil yang masih berusia 4 tahun itu lalu membalas genggaman kakak nya dan tersenyum manis.
"Archel,,,,, air mata Arthur perlahan menetes, ia tak mampu menahan perasaan nya saat melihat Archel yang sedang tersenyum saat ia merasakan sakit yang luar biasa.
" Kakak janji bakal buat kamu sembuh " Ucap Arthur meneteskan air mata Deras.
"Hm,mm" Archel menganguk semangat.
Milean hanya bisa memandangi keduanya dengan senyuman hangat.
Mereka benar-benar saudara.