NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:190.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERSIAPAN PERNIKAHAN

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Pintu ruang makan tertutup rapat, menyisakan Elara yang masih terpaku di kursinya. Suara langkah kaki Dante yang menjauh perlahan menghilang, digantikan oleh keheningan yang kembali menyergap. Napas Elara terasa sesak, dadanya naik turun menahan amarah dan rasa frustasi yang memuncak. Piring berisi sarapan di hadapannya masih utuh, terlihat menggiurkan bagi orang lain, namun baginya saat ini, itu terasa seperti racun yang menyengat tenggorokannya.

"Apakah semuanya sudah sesuai selera Anda, Nona?"

Suara halus namun tiba-tiba membuat Elara tersentak. Ia mendongak dan melihat Bianca berdiri di sisi meja dengan nampan di tangan, wajahnya tetap datar tanpa ekspresi, seolah tidak terjadi apa-apa.

Elara menghela napas kasar, lalu mendorong kursinya hingga bergesekan dengan lantai menghasilkan suara berisik. Ia berdiri dengan tangan terkepal erat di sisi tubuhnya.

"Selera makan? Bagaimana mungkin aku punya selera makan setelah mendengar semua kata-kata tajam Tuan Besimu itu?" ucap Elara dengan nada suara yang sedikit meninggi, matanya menatap tajam ke arah Bianca. "Apa semua orang di rumah ini sudah mati perasaannya? Kalian bergerak, bicara, dan hidup seolah hanya menjadi boneka yang digerakkan oleh tali kendali Dante Valtieri."

Bianca tidak menjawab langsung. Ia hanya menundukkan pandangannya sedikit, menyembunyikan ekspresi wajahnya yang sulit diartikan.

"Nona, tolong kendalikan suara Anda. Jika Tuan Valtieri sampai mendengar Anda berbicara seperti itu, konsekuensinya tidak akan ringan," jawab Bianca dengan nada peringatan yang lembut namun tegas. "Dan satu hal lagi, Tuan Valtieri bertindak seperti itu bukan semata-mata karena ia kejam atau suka memerintah. Di dunia yang kami tinggali, kelemahan sekecil apa pun bisa menjadi celah bagi musuh untuk masuk dan menghancurkan segalanya. Termasuk Anda, Nona."

Elara terdiam sejenak, menatap Bianca dengan tatapan ragu. Apakah benar apa yang dikatakan wanita paruh baya itu? Atau itu hanya alasan klise yang dijadikan tameng bagi Dante untuk menutupi sifat otoriternya?

"Sekarang, silakan kembali ke kamar Anda. Tim penjahit dan penata rias akan tiba sebentar lagi. Mereka akan menyiapkan segala keperluan untuk upacara besok. Tuan Valtieri memerintahkan agar Anda bersikap kooperatif," tambah Bianca kemudian, lalu memberi isyarat tangan mempersilakan agar Elara pergi.

Dengan langkah gontai, Elara berjalan keluar dari ruang makan dan kembali menuju kamarnya. Di sepanjang lorong, ia bertemu dengan beberapa staf rumah tangga yang sibuk mondar-mandir membawa kotak-kotak perhiasan, kain-kain sutra, dan perlengkapan pesta. Persiapan untuk pernikahan besok tampak sudah berjalan sangat sibuk dan matang. Semua orang bekerja dengan sigap dan teratur, seolah sebuah mesin raksasa yang bergerak sempurna. Namun bagi Elara, semua kemegahan itu terasa seperti hiasan di atas penjara emas.

Sesampainya di kamar, Elara duduk di tepi tempat tidur, membiarkan tubuhnya terkulai lemas. Belum lama ia duduk, pintu kamar terbuka kembali dan masuklah sekelompok orang yang berpakaian rapi dan terlihat profesional. Mereka adalah tim penjahit dan penata rias yang dikirim khusus untuk menyiapkan Elara.

"Selamat pagi, Nona Sterling. Kami datang atas perintah Tuan Valtieri untuk menyiapkan segala kebutuhan pernikahan Anda," ucap seorang wanita paruh baya yang tampaknya menjadi pemimpin tim itu dengan nada sopan namun kaku. Ia lalu memberi isyarat kepada anggotanya untuk mulai bekerja.

Tanpa banyak bicara, mereka mulai sibuk mengukur ukuran tubuh Elara, memeriksa gaun pengantin yang sudah disiapkan, serta membawa berbagai kotak kosmetik dan perhiasan. Elara hanya diam membiarkan tubuhnya diatur sedemikian rupa oleh orang-orang asing itu. Ia merasa seperti manekin di toko pakaian, yang bisa dipindah, diukur, dan dihias sesuka hati orang lain.

Gaun pengantin itu ternyata sudah dipilihkan oleh Dante. Saat dibuka dari kotaknya, Elara tertegun sejenak. Gaun itu terbuat dari bahan sutra dan renda impor berkualitas tinggi, berwarna putih gading dengan potongan yang elegan namun tetap tertutup. Detail bordir benang emas tipis di bagian pinggang dan bahunya menambah kesan mewah dan berkelas. Namun, meskipun terlihat sangat indah dan mahal, Elara tahu bahwa gaun itu bukan dipilihkan karena keinginannya atau untuk menyenangkan hatinya, melainkan demi gengsi dan citra Dante di mata orang-orang.

"Gaun ini sangat indah, Nona. Pilihan Tuan Valtieri benar-benar seleranya tinggi," puji salah satu penjahit itu sambil memeriksa jahitan gaun itu. "Tuan Valtieri juga memerintahkan agar kami memastikan semuanya pas sempurna di tubuh Anda, tidak ada yang kurang sedikit pun."

Elara hanya tersenyum kecut mendengarnya. "Tentu saja. Segala sesuatu di sini harus sempurna menurut standarnya, bukan?" gumamnya pelan, sehingga tidak terdengar oleh orang-orang di sekitarnya.

Berjam-jam berlalu dengan penuh kesibukan. Mulai dari mengukur ukuran tubuh, mencocokkan aksesori, hingga mendiskusikan model tata rias dan tata rambut yang cocok. Semuanya harus disesuaikan dengan selera Dante yang terbilang sangat tinggi dan ketat. Bahkan untuk urusan perhiasan, cincin kawin yang disiapkan pun ternyata sudah dipilihkan dengan desain yang sederhana namun terbuat dari berlian dan emas murni dengan kualitas terbaik, melambangkan kekayaan dan kekuasaan keluarga Valtieri.

Siang berganti menjadi sore, dan perlahan tim itu mulai meninggalkan kamar Elara setelah menyelesaikan tugas mereka. Bianca masuk kembali ke kamar untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

"Besok pagi, jam lima pagi, tim penata rias akan datang kembali untuk mempersiapkan Anda. Upacara akan dimulai tepat pukul sepuluh pagi di kapel pribadi di sayap timur gedung ini. Hanya tamu undangan tertentu yang akan hadir, kebanyakan adalah rekan bisnis dan kolega Tuan Valtieri," jelas Bianca sambil merapikan sisa-sisa peralatan yang berserakan.

Elara duduk di depan cermin meja rias, menatap bayangannya sendiri di kaca. Wajahnya terlihat pucat dan lelah, matanya sedikit bengkak karena kurang tidur semalam.

"Apakah ayahku akan datang?" tanyanya tiba-tiba, memecah keheningan. Ia sadar, setelah upacara besok, ia mungkin tidak akan bisa bertemu dengan ayahnya sesuka hati lagi.

Bianca berhenti sejenak, lalu menoleh ke arah Elara. "Tuan Sterling diundang, Nona. Tapi saya dengar, setelah upacara selesai, beliau harus segera kembali ke negaranya untuk mengurus beberapa urusan penting. Itu pun atas izin Tuan Valtieri."

Hati Elara terasa semakin perih mendengarnya. Bahkan kebebasan ayahnya untuk pergi dan datang pun sekarang tergantung pada ketersediaan hati Dante. Benar-benar posisi yang menyedihkan.

Malam pun tiba. Kamar Elara diterangi oleh lampu gantung yang redup. Ia berbaring di atas tempat tidur yang empuk namun terasa dingin. Pikirannya kembali melayang pada sosok Dante. Pria itu benar-benar misterius dan sulit ditebak. Di satu sisi, ia terlihat sangat tampan, berwibawa, dan memiliki kekuasaan yang luar biasa. Namun di sisi lain, ia terlihat sangat dingin, kejam, dan tidak memiliki perasaan.

Elara bertanya-tanya dalam hati, apakah Dante pernah merasakan cinta atau kasih sayang dalam hidupnya? Apakah di balik topeng dingin itu, tersembunyi luka mendalam yang membuatnya menjadi sosok seperti sekarang?

Namun seketika Elara menggelengkan kepalanya pelan, menepis pikiran itu. Tidak peduli apa alasan masa lalunya, fakta tetaplah fakta. Dante adalah orang yang mengambil kebebasannya, orang yang memaksanya terjebak dalam pernikahan tanpa cinta ini. Dan selama ia di sini, Elara berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membiarkan dirinya terbawa perasaan atau jatuh hati pada pria sekejam itu.

Besok, saat matahari terbit, ia akan resmi menjadi Nyonya Valtieri. Dan babak baru dalam hidupnya yang penuh tantangan dan bahaya itu akan segera dimulai.

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Gretchen Paula
semangat ya 🤭
Gretchen Paula
setiap episodenya aku suka banget thor 😊
Victoria Genevieve
up lagi Thor ini kan libur 😄
Victoria Genevieve
Bayak baget cobaan Dante Thor 😒
si paling cute
lanjut🥺
si paling cute
ledakan apa itu thor
Flowers🪴
semangat ya Dante kamu pasti bisa melaluinya. Kebahagiaan akan berpihak kepadamu😍
Flowers🪴
Ada masalah lagi bang 🥺
Victoria Genevieve
semangat ye🙏
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Victoria Genevieve
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
si paling cute
💪💪💪💪💪💪💪💪
si paling cute
Dante ujian hidup mu berat banget sih. tapi gak apa apa ada aku kok yang semangati🥺
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Flowers🪴
trus bilang lanjut 🤭
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Flowers🪴
Kasih 👍 dan 💪
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
semangat 👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
Harus happy ending ya thor😔
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
keren 🙏 update lagi ya 🤭
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
senang banget gue kalau sudah update, tapi bacanya terlalu singkat thor🤭 bisa nambah lagi gak 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
Ya Elara, benar....kalau bukan kamu yang kasih dukungan siapa lagi. kasih semangat trs ya 😊
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!