NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Sinar matahari pagi masuk melalui jendela besar mansion, menyinari meja makan yang sudah dibersihkan secara obsesif oleh Arkan sebelum ia duduk. Evelyn sudah berada di sana, kembali dengan daster longgar berwarna biru langit dan kacamata tebalnya. Rambutnya diikat dua seperti anak sekolah dasar.

Ia sedang asyik mengunyah roti panggang, berpura-pura sangat antusias membaca komik "Petualangan Kucing Lucu".

Arkan turun dengan pakaian santai—kaos hitam dan celana pendek—tapi tatapannya tidak santai sama sekali. Ia meletakkan benda yang ia temukan di gudang semalam tepat di samping piring Evelyn. Gantungan kunci wortel itu tampak sangat kontras dengan piring porselen putih yang bersih.

Evelyn hampir tersedak rotinya. "E-eh? Apa ini, Tuan Arkan? Hadiah untuk Eve?" tanyanya dengan nada riang yang dipaksakan.

Arkan menarik kursi dan duduk tepat satu meter di depan Evelyn. "Aku menemukannya di luar semalam. Bukankah kau bilang kau sangat menyukai benda-benda bertema sayuran?"

Evelyn memegang gantungan kunci itu, otaknya bekerja secepat superkomputer. "Oh! Gantungan kunci Eve! Astaga, Eve cari-cari dari kemarin! Ternyata jatuh ya? Tapi... kok Tuan bisa menemukannya? Tuan menemukannya di mana?"

Arkan menyilangkan tangan di dada. "Di sebuah tempat yang sangat kotor, penuh debu, dan penuh dengan orang-orang jahat."

Evelyn pura-pura kaget, menutup mulutnya dengan tangan. "Hah?! Masa sih? Berarti wortel Eve diculik penjahat ya, Tuan? Jahat sekali mereka diculik tapi tidak minta tebusan. Eve kan kasihan sama wortelnya..."

Arkan menatap mata Evelyn di balik lensa tebal itu. Gadis ini terlihat sangat bodoh dan polos, tapi instingnya mengatakan ada yang salah. "Kau tidak keluar semalam? Kenan bilang dia melihat motor sport keluar dari gerbang belakang mansion ini jam dua pagi."

Evelyn tertawa canggung. "Motor sport? Mungkin itu hantu, Tuan! Atau... mungkin maling? Tapi tenang saja, Tuan Arkan. Eve sudah pasang jebakan tikus di depan pintu kamar Eve, jadi kalau ada maling masuk, dia pasti terjepit!"

Arkan menghela napas. Menghadapi Evelyn seperti menghadapi tembok yang dicat warna-warni; membingungkan dan membuat pusing. "Lupakan soal wortel itu. Hari ini orang tuaku dan orang tuamu akan datang berkunjung. Pastikan kau bersikap normal... dan tolong, ganti bajumu. Jangan pakai baju yang membuatku ingin menyemprotmu dengan bayclin."

Evelyn cemberut. "Ih, Tuan Arkan jahat! Baju ini kan nyaman!"

Setelah Arkan pergi ke ruang kerjanya, Evelyn segera menghubungi Edward. "Ed! Kenapa Kenan bisa melihat motorku keluar gerbang?! Bukankah kau bilang sistem pengalihan sensornya sudah aktif?"

"Maaf Queen, sepertinya Black Eclipse meningkatkan frekuensi sensor mereka secara manual semalam. Mereka bukan amatir," jawab Edward menyesal.

"Sial. Aku harus lebih hati-hati. Arkan mulai menaruh curiga padaku. Jika dia tahu istrinya adalah orang yang menariknya dari asap semalam, dia mungkin akan mengurungku di ruang bawah tanah yang steril selamanya."

Tak lama kemudian, tamu yang ditunggu-tunggu tiba. Antonio, Sandra, Stefan, dan Violet masuk ke mansion dengan wajah sumringah.

"Bagaimana malam pertama kalian di rumah baru? Tidak ada keributan, kan?" tanya Antonio sambil menepuk bahu Arkan. Arkan segera menjauh satu meter dengan wajah kaku.

"Semua baik, Papa," jawab Arkan pendek.

Sandra mendekati Evelyn dan memegang tangannya. Evelyn segera memasang wajah "anak baik yang culun". "Evelyn sayang, kau terlihat... unik dengan baju ini. Tapi tidak apa-apa, yang penting Arkan nyaman denganmu."

Violet, ibu Evelyn, menatap putrinya dengan tatapan 'berhentilah-berakting-sebelum-aku-menjewer-telingamu'. "Eve, buatkan teh untuk tamu kita."

Evelyn mengangguk dan pergi ke dapur. Saat ia sedang sibuk menyiapkan teh, Franco menyelinap masuk ke dapur.

"Jadi, bagaimana rasanya menjadi 'Mbak Pel' di kantor suami sendiri?" bisik Franco tepat di telinga Evelyn.

Evelyn hampir menjatuhkan cangkir tehnya. Ia memelototi abangnya. "Abang! Jangan berisik! Nanti didengar Arkan!"

"Tenang saja, iparku yang higienis itu sedang sibuk mengelap kursi ruang tamu dengan tisu basah," Franco tertawa kecil. "Tapi serius, Eve. Kenan itu orang yang teliti. Dia sedang mencari tahu siapa wanita misterius di pelabuhan dan di gudang semalam. Kau harus benar-benar menjaga jarak."

"Aku tahu, Bang. Aku hanya perlu membuat Arkan berpikir bahwa aku terlalu bodoh untuk menjadi seorang mafia. Selama dia menganggapku 'si wortel yang aman', rahasia ini akan tetap terjaga."

Evelyn kembali ke ruang tamu dengan nampan teh. Namun, saat ia hendak menyajikan teh untuk Arkan, ia "tidak sengaja" tersandung karpet.

"Awaaas!" teriak Arkan.

Teh panas itu melayang di udara. Arkan, secara insting karena tidak ingin tubuhnya terkena cairan apa pun, menangkap nampan itu dengan gerakan yang sangat lincah dan menyeimbangkannya sebelum teh itu tumpah ke karpet mahalnya.

Semua orang terdiam melihat ketangkasan Arkan.

"Wah, Arkan! Refleksmu hebat sekali!" puji Stefan.

Evelyn terduduk di lantai, berpura-pura gemetar. "M-maaf Tuan Arkan... Eve memang ceroboh..."

Arkan menatap Evelyn yang duduk di lantai. Ia melihat lutut Evelyn yang sedikit lecet. Ada bekas luka kecil yang tampak sudah lama di sana—bekas luka yang terlihat seperti luka tembak yang sudah sembuh.

Mata Arkan menyipit. Seorang gadis culun yang hobi membaca buku fisika, kenapa punya bekas luka tembak di lututnya?

"Bangunlah," ucap Arkan pelan. Kali ini suaranya tidak sedingin biasanya. Ia mengulurkan tangannya—sebuah tindakan yang melanggar aturannya sendiri untuk tidak menyentuh wanita.

Evelyn menatap tangan Arkan dengan ragu. Apa dia sedang menjebakku?

Evelyn meraih tangan Arkan dan berdiri. Saat tangan mereka bersentuhan, Arkan merasakan tekstur kulit tangan Evelyn. Sangat lembut, tapi di pangkal jarinya, ada kapalan halus yang biasanya dimiliki oleh orang yang sering berlatih menembak.

Arkan menarik tangannya kembali dengan cepat. "Bersihkan lukamu. Dan jangan dekat-dekat denganku selama sepuluh menit. Kau sudah terkontaminasi debu lantai."

Evelyn hanya bisa tersenyum kaku. Di dalam hatinya, ia berteriak. Gawat! Dia menyentuh tanganku! Dia pasti merasakannya!

Hari itu, di tengah obrolan keluarga yang hangat, Arkan mulai menyusun rencana baru. Ia tidak akan bertanya langsung pada Evelyn. Ia akan menjebak istrinya sendiri untuk menunjukkan jati diri aslinya. Permainan kucing dan tikus di dalam rumah ini baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!