NovelToon NovelToon
CINTA YANG SALAH

CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

cinta? bagi ku, cinta itu adalah suatu rasa yang memang tidak pandang kepada siapapun rasa itu akan berlabuh, rasa itu akan bersemayam, dan bahkan rasa itu kepada siapa akan menetap. yang aku tahu, aku mencintai mu, aku mencintai dia dengan tulus dan penuh ikhlas. walau aku tahu kemungkinan aku dan dia akan bersatu dan akan hidup bersama sebagai pasangan suami istri sangatlah tipis. aku berusaha melupakannya, tapi sulit. dia masih saja ada dalam hati dan pikiran ku. aku mencintai mu, dia yang ada di hati ku sampai detik ini. rasa cinta yang sebenarnya dari awal sudah jelas sangatlah SALAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

"Hei, Zona! Kau ini bicara apa? Om tidak berkata seperti itu. Om juga tidak meminta ya!" Agung membela diri karena memang tadi dirinya tidak berkata seperti itu.

Agung menatap kakak iparnya yang kini menatap kearah Zona dan dirinya. Agung melambai tangan keatas. "Tidak, mbak! Aku tidak bicara seperti itu kok. Itu Zona yang mengada-ngada. Zona berbohong, mbak,"

Agung menatap Zona. "Hei, Zona! Kau tidak boleh berbohong. Siapa yang mengajarimu untuk berbohong, hah?"

Niya menggeleng melihat anak dan adik iparnya berebut kebenaran. "Sudah-sudah, nanti kita sarapan bersama-sama supaya Om Agung mencicipi masakan Bunda."

Kedua bahu Agung melemah mendengar ucapan kakak iparnya. Agung merasa tidak enak hati. Agung takut jika mbak Niya mengira jika dirinya memang meminta seperti yang dikatakan Zona.

"Hisss, Zona. Kau ini masih kecil sudah pandai berbohong ya! Awas kau!" omel Agung ketika mbak Niya sudah tidak ada didapur.

"Hihihi... Andai saja Ayah Zona adalah Om Agung pasti Zona bisa seri--"

"Bicara apa kau Zona!"

Deg

Agung dan Zona menoleh, terlihat Riyan berdiri diambang pintu dapur dengan wajah tidak bersahabat.

"Ayah! Kau sudah pulang? Ini kan masih pagi?" Zona merasa tidak percaya jika Ayahnya akan dirumah dijam segini. Biasanya Ayahnya akan pulang jika sudah sore hari bahkan kadang Ayah pulang larut malam.

"Mas," Agung menyapa, dia mendekati Mas Riyan.

"Mengapa kau disini?"

"Mengantar Zona dan Arfi, Mas. Lagi pula kerjaan juga masih libur kok. Mas Riyan kerjaannya tidak banyak ya?" ~ Agung.

"Ada yang tertinggal makanya pula--"

"Lho? Mas Riyan?!" Niya yang baru saja dari mencari Arfi dirumah tetangga terkejut melihat suaminya berada dirumah. Tumben sekali Mas Riyan pulang sepagi ini?

"Ada catatan yang tertinggal dan aku harus mengambilnya. Kau dari mana?" Riyan menatap Niya penuh curiga, nada bicaranya tak selembut biasanya.

"Dari menjemput Arfi yang main dirumah temannya, untuk sarapan," Niya menatap Arfi yang dia gandeng kemudian menunjuk sarapan yang sudah siap diatas meja makan. "Mas Riyan sudah sarapan belum? Kita sarapan sama-sama yuk! Mumpung ada Agung juga."

"Tidak ada waktu. Aku harus kembali ke mall sekarang." Riyan berjalan menuju kamarnya dengan wajah yang terlihat datar. Niya juga melihat itu. Niya berpikir jika suaminya saat ini pasti tengah kerepotan di mall.

Agung mendesis melihat kakak kandungnya yang terlihat berbeda. Mas Riyan terlihat marah. Mungkinkah Mas Riyan mendengar ucapan Zona tadi? Tapi mengapa harus marah? Zona kan hanya anak kecil?

Zona yang melihat Ayahnya berwajah tidak seperti biasanya menunduk. Zona merasa bersalah. Pasti Ayah marah mendengar perkataannya.

"Bunda, Ayah Zona marah ya? Maafkan Zona, Bunda,"

Niya menatap Zona dengan kening mengerut tajam. "Zona bicara apa? Ayah tidak marah kok. Ayah mungkin tengah sibuk sekarang. Ayo kita sarapan."

...----------------...

Didalam kamar, Riyan mencari-cari catatan yang dia simpan sejak kemarin. Catatan berupa berapa banyak yang harus dia kirim pasokan buah ke daerah-daerah lain.

Riyan berharap catatan itu tidak terselip, karena jika sampai hilang dan tidak ketemu, Riyan akan mengalami masalah besar. Para pembeli buahnya pasti akan mengecap dirinya tidak amanah karena tidak mengantar barang tepat pada waktunya. Bahkan lebih buruknya lagi mereka tidak percaya pada Riyan lagi. Mit-amit.

"Aku semalam menaruh dimana ya?" gumam Riyan, sembari membuka setiap tempat yang kemungkinan dia menaruh catatan penting itu disana.

"Yaaang...!"

"Yaaang...!"

Dua kali memanggil Niya, malah yang dia panggil tidak kunjung datang juga, tentunya membuat emosi Riyan sedikit mencuat. Riyan keluar kamar dengan langkah cepat. Riyan menuju meja makan dan menemukan Niya tengah sarapan bersama Arfi, Zona, dan Agung.

Seketika darah Riyan mendidih.

"Yang...! Sejak tadi aku memanggilmu apa kau tidak dengar?" Riyan mendekati Niya dengan wajah memerah karena marah, dia menarik lengan Niya dan membawanya ke kamar.

"Aduh, Mas! Jangan tarik-tarik kan bisa. Sakit ini," Niya melepas cekalan suami begitu sampai didalam kamar. Niya meniup lengan tangan yang jadi sedikit memerah.

"Bantu carikan catatan pentingku, Yang. Kau aku panggil-panggil sejak tadi. Eh, malah asik-asikan dimeja makan!" omelnya. Nada yang teramat dingin, terkesan judes dan terdengar berbeda ditelinga Niya.

Niya menatap suaminya itu. "Mas, aku minta maaf karena memang tidak mendengar kau memanggilku. Tetapi jangan marah-marah. Aku tidak suka dimarahi," Niya menyentuh lengan suami meminta Riyan untuk menatapnya juga.

Sungguh Niya tidak mendengar tadi, dan Niya tidak ingin ada acara marah-marahan sama suami. Niya tidak bisa kalau harus tidak akur dengan suami tampannya ini. Niya ingin hubungan yang damai-damai saja.

"Yasudah, bantu carikan aku catatan yang semalam. Soalnya aku harus kembali ke mall secepatnya. Disana sedang sibuk-sibuknya jadi aku tidak bisa meninggalnya terlalu lama."

Semalam Riyan memang memberitahu Niya tentang catatan penting itu. Riyan juga meminta agar Niya mengingatkannya dipagi hari supaya tidak ketinggalan saat pergi ke mall. Tetapi agaknya Niya melupakan itu.

Niya menurut, dia mengingat bahwa Riyan semalam menaruh catatan penting itu didalam lemari, dibawah lipatan baju. Hanya butuh waktu tiga menit Niya menemukannya.

"Ini, Mas. Masa lupa sih? Dibawah lipatan baju itu," Niya mengulurkan catatan penting itu pada suaminya.

Riyan menerimanya. "Aku kan sudah bicara padamu semalam. Supaya kau mengingatkan aku disaat aku akan berangkat. Lah, pas aku berangkat saja kau malah belum bangun."

Nada yang berbeda, sedikit menggores hati Niya. Tetapi Niya menyadarinya dan mencoba tidak memasukan ucapan suami kedalam hati. Karena yang di katakan mas Riyan memanglah benar. Niya suka bangun siang.

"Maaf, Mas. Besok Niya usahakan bangun pagi sebelum Mas Riyan berangkat kerja."

"Huh, baguslah. Aku kembali kerja ya, Yang," Riyan mengecup pipi Niya sekilas dengan lembut lalu keluar kamar dengan langkah yang terburu-buru.

Niya menghela napas setelah suaminya tidak lagi di kamar. Niya keluar kamar untuk melanjutkan sarapan. Begitu tiba di meja makan, Niya langsung menatap pada kursi Zona dan Arfi yang sudah tidak ada pemiliknya. Hanya ada Agung saja di sana.

"Mereka main lagi mbak di teras." Agung yang tahu ekspresi kakak iparnya langsung memberitahu keberadaan kedua keponakannya itu.

Niya mengangguk saja, dan Niya kembali melanjutkan sarapan.

Agung yang sejak tadi menikmati masakan kakak iparnya itu. Tiba-tiba ingin menatap wajah kakak iparnya. Sudut bibirnya tetiba tersenyum begitu melihat mbak Niya makan dengan lahap bahkan sudut bibirnya sampai belepotan.

"Gung,"

"Eh!" Agung terlonjak.

Niya mengerut kening. "Kau kenapa? Kok seperti kaget begitu?"

1
Apple
kaget
Apple
mood riyan gmpg goyah btuh tgurN krs
Apple
krj aja niya biar bs pny uang sendiri
Apple
eits riski minta pap wahwah
Apple
kok luna bisa sama nino?
Apple
cari solusi dong jgn asal mnyimpulkn
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
kasihan Niya. itu riyan knp lgsg pcy aja sama luna
Apple
nah pasti bakal ada ribut ribut nih.
Apple
surat apaan sih
Apple
ngapain malu Riyan jangan tinggi ego dan gengsi
Apple
kalo cemburu tinggal ngomong nggak usah pake acara ngambek ngambekan wkwkwk
Apple
cemburu bilang bos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
pesan apaan?
pesan dari siapa?
Apple
bagus
Apple
siapa yang ngikutin Deni.
Apple
kaget soalnya lagi ngeliatin kamu Niya
Apple
hahaha zona lucu dan bikin gemes
Apple
keluarga yang bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!