NovelToon NovelToon
Antagonis Hamil Duluan

Antagonis Hamil Duluan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / CEO
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: supyani

transmigrasi jadi tokoh yang harusnya mati mengenaskan? tidak, Terima kasih.
saat suami CEO-ku meminta cerai, aku pastikan 2 garis biru muncul terlebih dahulu. permainan baru saja dimulai, sayang.

#jadi antagonis#ceo#hamil anak ceo#transmigrasi#ubah nasib#komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

genjatan senjata di ruang tengah

Lagi-lagi di tengah rumah keluarga Wijaya. Kali ini hangat.

Tak ada situasi panas. Tak ada badai seperti kemarin. Tak ada piring pecah, tak ada teriakan, tak ada Vivian vs Chindy ronde 14.

Cuman tawa. Sama canda adik dan kakak iparnya.

Jam 4 sore. Sinar matahari masuk lewat jendela, bikin lantai marmer mengkilat. AC nyala pelan. TV 75 inch nyala, muter drama Korea _The Heirs_ versi 2026.

Cika tiduran di sofa panjang. Kepalanya di pangkuan Vivian, pas banget di depan perut buncit yang ada bayinya. Posisi ternyaman sedunia. Matanya menghadap depan, natap layar TV, tapi fokusnya 50-50. 50 ke Lee Minho KW 3, 50 ke usapan tangan Vivian di rambutnya.

Chindy kali ini gak dingin kayak biasanya. Gak ada alis nyatu, gak ada bibir ngerucut. Dia senyum. Senyuman yang nyata, bukan senyum _corporate_. Ngelukis wajah cantiknya yang biasanya kaku. Duduk di karpet bulu, bersila, pegang bantal _Totoro_.

"Ngejar Andre gak bakal rugi sih," ucap Chindy, sambil cekikikan. Suara cekikikannya aneh, kayak baru belajar. "Dia pinter. Ganteng. Sopan. Punya duit juga. paket lengkap. Gak kayak..."

"Iya, bertolak belakang banget sama si Doni," sahut Vivian, nyambung cepet. Nadanya santai, kayak ngobrolin cuaca. Tapi matanya jelalatan, mastiin Chindy gak _trigger_.

"Jelas beda," Vivian lanjut, sambil ngelus perut sendiri sekali. "Eh tau gak? Sekarang si Doni anaknya udah 4. Dari 4 bini beda-beda. Terakhir nikah sama SPG pameran mobil."

Gosip panas sesama mantan. Level dewa.

Chindy gak jawab. Cuman nyimak. Ngunyah _cheese stick_. Tapi kupingnya merah. Antara malu pernah pacaran sama Doni, atau nahan ketawa.

"Untung loh kamu gampang lepas dari si Doni," lanjut Vivian. Tangannya sekarang sibuk mainin rambut Cika, dipilin-pilin. "Ada untungnya juga kan aku rebut dia dari kamu? Coba kalau kamu jadi nikah, sekarang pusing bagi warisan."

_JLEB_.

Chindy _spit take_. "Uhuk! Vivian!" Tapi dia ketawa. Ketawa beneran. Nampol bantal _Totoro_ ke Vivian.

Sementara Cika tak ikut menggosip. Tak tertarik. Dunia percintaan orang dewasa itu _boring_. Matanya lebih fokus ke arah TV, ke pemeran tampan berjas yang sedang bermesraan dengan si cantik di atap gedung. _Scene ciuman_.

Agak heran juga Cika. Baru saja pulang sekolah, biasanya disuguhi _Cold War_ Season 2: Vivian vs Chindy. Saling sindir, saling sikut, saling lempar tatapan maut.

Sekarang? Dua orang itu malah sibuk atur strategi di meja makan tadi siang. _How to Win Andre's Heart 101_. Chindy catet di _iPad_.

Tak lama, langkah sepatu terdengar dari arah pintu depan. _Tak. Tak. Tak._ Berat. Teratur.

Spontan membuat 2 orang yang sedang bergosip itu terdiam. Kayak murid ketangkep nyontek.

Mata mereka tertuju pada 2 bayangan yang baru datang.

Eric dan Bu Ratna.

Yang baru datang juga nampak mengernyit heran. Alis Eric naik. Bu Ratna nahan napas.

Pemandangan langka. _National Geographic_.

3 perempuan muda yang biasanya banyak drama, banyak air mata, banyak banting pintu, sekarang duduk bersama. Di satu _frame_. Ngobrol. Gosip. Sambil tertawa. Cika di pangkuan Vivian. Chindy senyum untuk pertama kalinya.

Aneh. Terlalu aneh. Ini rumah Wijaya apa rumah _Teletubbies_?

"Cika, ambilkan air putih dingin untuk Ibu dan Kak Eric," suruh Vivian. Tenang. Kayak _queen_ ngatur _kingdom_-nya.

Cika tak membantah. Gak ngedumel "ih apaan sih". Langsung bangkit dari pangkuan Vivian. Sebelum pergi, tangannya iseng ngusap perut Vivian sekali. _Elus_. Jahil. "Dedek anteng ya," bisiknya, terus ngibrit ke dapur.

"Kalian sedang membicarakan apa? Seru sekali kelihatannya," ucap Bu Ratna sambil ikut duduk di sofa _single_. Naruh tas _Hermès_-nya diatas meja. Matanya curiga, tapi seneng.

"Hanya menggosipkan mantan," sahut Vivian santai. Kakinya disilang. Tangan ngambil _remote_, kecilin volume TV. "Nostalgia" lanjutnya.

Berbeda dengan Eric. Pria itu diem di ambang ruang tengah. Jas masih nempel, dasi masih rapi. Tapi matanya gak ke Bu Ratna. Gak ke Chindy.

Mata pria itu menatap Vivian lekat. Dalem. Ngeroentgen. Seolah menerawang rencana apa lagi yang ada di otaknya. _Kenapa tiba-tiba akur? maunya apa? Andre?_

Udara dingin.

"Aku ke kamar," ucapnya akhirnya. Dingin. Satu derajat di bawah AC. Tanpa nunggu jawaban, dia balik badan, meninggalkan 3 wanita yang duduk di kursi. Langkahnya berat.

...

Di kamar, Eric buka dasinya pelan. _Srett_. Dilempar ke depan meja rias. Kancing atas kemeja dibuka satu.

Dengan cepat membuka jasnya. Mau marah, tapi gak tau ke siapa.

pria itu beralih, hendak menaruh jasnya ke keranjang cucian rotan di pojok.

Namun sebelum jas itu jatuh, matanya nangkap sesuatu.

Selipan.

Secarik kertas. Amplop merah muda. Nongol dikit dari dalam jas. Jas yang dia pake ke pesta ulang tahun Cika seminggu yang lalu.

Entah kertas itu kenapa bisa ada disana, mungkin tak sengaja terselip saat Vivian bereskan kamarnya kemarin.

Jantung Eric _deg_.

Dengan cepat Eric mengambilnya. Jari-jarinya kaku. Amplopnya udah lecek, sudah dibuka, di dalamnya terdapat secarik kertas, lipetan rapi.

Dibuka.

_Untuk wanita bergaun biru muda malam itu..._

_...jika boleh, izinkan aku menjadi alasan senyum itu._

_-Andre_

Tertulis di luar amplop.

Puisi dari Andre. Yang dibacakan Cika kemarin di ruang tengah.

Dahi Eric berkerut. Dalam. Urat di pelipisnya muncul.

Ruangan yang tadi hangat, sekarang berasa minus.

Muncul rasa curiga dalam hatinya. Hati yang pernah terluka dua tahun lalu. Hati yang ditusuk Doni. Hati yang dikhianati Vivian.

"Vivian selingkuh lagi?" Gumamnya. Suaranya pelan, tapi kejam. Ke dirinya sendiri. "Kali ini... dengan Andre?"

Gambar muter di otaknya. Vivian senyum-senyum bahas Andre. Chindy bilang Andre naksir Vivian. Tadi Vivian bilang "menarik laki-laki".

Apalagi saat ia masuk tadi, sayup terdengar Vivian memuji-muji Andre. _Pinter. Ganteng. Punya duit._

Mungkinkah mereka punya hubungan di belakang? Mungkinkah semua keakuran Chindy-Vivian ini cuma _cover_?, Chindy akur karena mau saingan rebut Andre.

Andre suka Vivian. Vivian...?

Eric ngeremas surat itu. Kenceng. Sampai kertasnya keriting.

Bayangan malam itu muncul. Di kamar mandi. Punggung Vivian yang belepotan kena cream lulur. Di ranjang. Vivian di atasnya. Bibir yang jaraknya cuma 1 senti.

_Semua palsu?_

Dia banting jasnya ke lantai. _BUG_.

Dan dari luar kamar, samar-samar, masih kedengeran tawa Chindy.

Tawa yang sekarang kedengeran kayak ejekan.

alurnya maju...mundur... maju... mundur... gimana pusing gak baca novel ini?.

komen dong gimana bagusnya, apakah tulisan autor terlalu rame dan kurang dimengerti?

komen ya, karna 1 komentar kalian membuat author 1 langkah lebih baik🥰😍😘

1
Dinda Putri
lagi
Nurfi Susiana
lanjut thor
Hikmal Cici
nah gitu dong 👍👍👍🙂
Hikmal Cici
vivian ini cewek barbar kan ya thor, bukan yg kalau dijahatin cm bisa nangis. pasti ada perlawanan yg seru ya kan 😊
Dinda Putri
makin seru up lagi thor
anonim
bikin greget
Hikmal Cici
lagi...lagi...lagi
Uthie
ratingku perpect.. 10 🌟🌟🌟
Uthie
Wadduuhhhh.. si Alea makin kurang ajar itu 😡😡😡
Uthie
Puasssss banget itu Vivian nunjukin bekas cinta nya ma dokter rasa Pelakor 😆👍
Uthie
kurrraangggg
Irsyad layla
tapi lengan kemeja nya digulung thor kek mana ni😄😄
Hikmal Cici
ya pasti kurang lah kk
Uthie
masih gagal maniing...gagal maning... pusiiinggg dehhhh tuhhh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
Hikmal Cici
nunggu bab selanjutnya
lexxa
aaaaaa suka bngettttt
Uthie
Jadi makin favorit ceritanya 👍😘😍😍
Uthie
Lanjjjjjuuuuttttt 😍😍💪💪💪
Uthie
harusnya tunduk😆
Uthie
100😆👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!