NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:907
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 10

" Dimas kapan kamu kenalin pacar kamu ke ibu, udah sebulan loh kalian pacaran, tapi dia kok engga pernah kamu ajak ke rumah." tanya ibu Dimas , iya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ara calon menantu nya itu.

"iya bu besok Dimas coba ajak dia datang kerumah kita ya, muda- mudah aja dia mau."

"bener yaa besok kamu bawa dia kesini, awas kamu kalu bohong, oo iya besok bapak kamu juga bakalan pulang,jadi pas de sekalian kamu bisa ngenalin Ara ke bapak kamu."

Ibu nya Dimas terus mendesak agar Dimas membawa Ara kerumah untuk di kenalkan ke keluarga nya, iya ingin melihat bagaimana wajah kekasih anak nya itu, melihat antusias ibunya membuat Dimas yakin untuk memperkenalkan Ara kepada orang tua nya.

Dimas akhirnya menghubungi Ara untuk mengajak nya bertemu besok, dan membicarakan niatnya untuk mengenalkan Ara kepada orang tuanya.

" Ara, besok kamu ada waktu engga, kita bisa ketemu ada yang mau aku bilang ke kamu." pesan Dimas.

" kamu mau bilang apa bilang aja engga usah nunggu besok." balas Ara

" gini, orang tua aku mau kenalan sama kamu jadi aku mau ajak kamu ke rumah aku, aku mau ngenalin kamu ke mereka, kamu mau kan."

" aku mau sih, tapi apa orang tua kamu bakalan suka sama aku, gimana kalau mereka jadi engga suka kalau udah ketemu sama aku."

" engga kok sayang, aku yakin mama, papa aku pasti suka sama kamu."

akhirnya Ara pun setuju untuk bertemu orang tua Dimas besok sore, meskipun ada rasa takut di hati Ara.

" mama, besok Ara setuju buat datang ke rumah kita, dia mau kenalan sama ibu."

" yang bener kamu, dia datang besok pagi, siang atau sore, dia suka makan apa." jawab Ibu Dimas antusias.

" dia datang besok sore ma, dia suka makan sayur kangkung sama ikan goreng."

" yaudah besok pagi mama ke pasar, beli ikan sama sayur kangkung, buat calon mantu mama."

melihat itu Dimas tersenyum melihat antusias ibu nya itu, dia merasa bahagia melihat ibu nya yang selalu mendukung nya, Ia juga berharap ibu nya bisa menerima Ara dan menganggap Ara seperti anak kandung nya sendiri.

sementara itu di rumah Ara, Ia kembali harus mendapatkan omelan dari tante Rianti,karna tante Rianti menganggap masakan Ara terlalu asin.

" Ara, ini sayur kok Asin begini kamu sengaja yaa." bentak tante Rianti.

Mendengar itu nenek Ara, hanya diam Ia tidak ingin mengatakan apapun untuk membela Ara.

" maaf tante tapi, sayur nya engga asin kok."

" ngejawab kamu hah, dasar engga tau diri kamu ya, udah untung kami mau nampung kamu di sini, harus nya kamu tu bersyukur."

Mendengar bentakan tante Rianti Ara hanya bisa Diam , Ia tidak ingin berdebat dengan tante Rianti.

" saya jadi malas makan, gara - gara kalian,"

 ucap nenek Ara, lalu bangkit dan berlalu masuk ke kamar nya, meninggalkan tante Rianti dan Ara.

" ini semua gara - gara kamu tau engga, emang ya kamu itu cuma bisa bikin masalah dong, dasar kurang ajar."

" tante, kenapa tante engga suka sama aku, apa salah aku, tante tolong jawab."

mendengar itu tante Rianti hanya bisa diam, Ia tidak menjawab pertanyaan Ara, tante Rianti pun pergi dari meja makan itu.

" dasar perempuan sialan. " kata tante Rianti sebelum Ia masuk ke kamar nya.

Ara hanya bisa menghela nafas, setelah itu Ia merapikan meja makan dan masuk ke kamar nya untuk tidur.

pagi itu Saat Ara sedang mencuci baju, nenek nya memanggilnya.

" pagi ini nenek sama tante Rianti mau ke kota mau ketemu sama pacar nya Renata,mungkin besok baru pulang,cepet masakin sarapan."

Ara hanya bisa mengangguk tanda bahwa ia setuju, Ara bergegas ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk nenek nya dan tante Rianti.

Setelah selesai memasak sarapan, Ara melanjutkan pekerjaan nya mencuci baju pekerjaan lainnya.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari, Ara sedang siap - siapa untuk bertemu dengan keluarga nya Dimas, dalam hati nya Ia merasa sangat gugup.

Bunyi klakson motor pun terdengar dari depan rumah Ara yang menandakan bahwa Dimas sudah datang menjemput nya.

" kamu sudah siap ketemu keluarga aku." tanya Dimas .

" aku siap." jawab Ara di sertai senyuman.

Mereka pun akhirnya berangkat ke rumah Dimas, saat sampai si rumah Dimas ternyata ibu nya sudah menunggu di depan pintu.

" ee udah sampai, ayok sini masuk." sapa ibu nya Dimas

" halo tante, aku Ara." jawab Ara sambil menyalami ibu nya Dimas.

" Dimas, udah sering cerita tentang kamu , yaudah ayo masuk dulu kita ngobrol di dalam."

" iya tante makasi." jawab Ara

Merekapun akhirnya duduk di ruang tamu bersama, sambil bercerita.

" Ara kamu sekarang umur berapa sayang." tanya ibu Dimas ramah.

" aku umur 23 tahun tante." jawab Ara tak kala ramah.

" kata Dimas, ibu kamu udah meninggal ya, tante turut berdukacita ya sayang."

" iya tante, ibu aku meninggal waktu aku umur 2 tahun."

" oo, sekarang kamu tinggal sama siapa sayang."

" aku tinggal sama nenek dan tante aku."

" Ayah mana bu." timpal Dimas yang berusaha mengganti topik pembicaraan.

Dimas tidak ingin Ara merasa sedih karna di tanya tentang keluarga nya.

" itu lagi mandi di dalam, bentar lagi juga keluar kok."

" nah ini, udah datang baru aja di omongin." ucap Ibu Dimas saat melihat suaminya sudah berdiri di samping nya.

" Wah udah pada ngumpul yaa." ucap Ayah Dimas.

"pah kenalin ini Ara pacar aku, yang aku ceritain ke papa tadi."

" halo om, aku Ara."

" cantik yaa kamu, kok kamu mau si sama anak saya yang mukanya pas -pasan ini." ucap ayah nya Dimas bercanda. .

ayah Dimas memiliki karakter yang suka bercanda, dan juga ramah, melihat keluarga Dimas yang harmonis Ara merasa sangat iri, keluarga seperti ini lah yang Ara impikan selama ini, namun iya merasa senang sebab kedatangan nya di sambut baik oleh keluarga Dimas, Ia akhirnya bisa merasakan memiliki keluarga.

" gimana kalu kita makan dulu,Dimas bilang kamu suka makan ikan goreng dan tumis kangkung kan." ucap Ibu Dimas

" iya tante, itu makan kesukaan aku."

" tante sudah Masakin itu buat kamu."

mendengar itu Ara terharu, untuk pertama kalinya ada yang memasak makanan kesukaannya, ia tersenyum lebar.

" makasih ya tante, tapi harusnya tante engga usah repot- repot gitu, aku jadi engga enak."

" engga apa - apa kamu kan calon menantu ibu."

Ara hampir saja meneteskan air mata saat mendengar kalimat itu.

"yaa kaya nya aku di lupain deh," ucap Dimas yang dari tadi duduk di samping Ara."

" bukan cuma kamu Dim, bapak juga kaya nya di lupain." timpal Ayah Dimas.

mendengar itu semua jadi orang menjadi tertawa, Ara pun juga ikut tertawa, Dimas merasa senang saat melihat tawa Ara yang sangat tulus, malam itu merupakan momen yang sangat membahagiakan bagi Ara, kekhawatiran nya berubah menjadi rasa bahagia yang tidak pernah Ia duga.

waktu menunjukkan 9 : 00 , saat Ara berpamitan kepada orang tua Dimas.

" tante, om ini udah larut malam , Ara harus pulang dulu."

" yaa baru juga jam 9 , massa kamu udah mau pulang si sayang, jawab ibu Dimas, yang seolah tidak ingin berpisah dari calon menantu nya itu.

"nanti kalau ada waktu aku ke sini lagi kok tante."

" yaudah kalau gitu, kamu hati- hati ya, sering- sering main ke sini."

" iya tante." jawab Ara

" yaudah kalau gitu aku ijin nganterin Ara pulang dulu ya ma, pa." ucap Dimas

" iya kalian hati-hati." jawab ayah Dimas.

Dimas dan Ara pun berpamitan, dan segera berlalu pergi.

" gimana, kamu masih takut orang tua aku engga suka sama kamu." Dimas memulai obrolan mereka

" engga , aku malah senang mereka baik banget sama aku, makasih ya Dimas, kamu sudah mau ngenalin aku ke orang tua kamu."

"aku juga senang kamu mau , datang ke rumah aku, kenalan sama orang tua aku."

"Coba aja nenek sama tante Rianti baik kaya mama kamu."

" kamu engga usah sedih, kamu kan sekarang punya aku, punya mama aku, keluarga aku keluarga kamu juga."

" sekali lagi makasih ya, Dimas."

Setelah kurang lebih 10 menit mereka akhirnya sampai di rumah Ara, namun betapa terkejut nya Ara saat melihat nenek dan tante Rianti sudah menunggu nya di depan pintu, mereka memandangi Ara dan Dimas dengan tatapan yang sangat sinis.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!