NovelToon NovelToon
Rivalry In Our Story

Rivalry In Our Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ALIFA RAHMA LATIFA

Wajib Follow Sebelum Baca.



" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.

Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.

Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.

Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.

La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.

Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.

Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.

( Bismillah semoga rame 🙏)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 : Semakin Berulah.

" Kadang musuh terbesar bukan yang paling keras suaranya... Tapi yang paling tenang saat bikin kita kehilangan kendali...

                 ...

Pelajaran selesai.

Guru matematika keluar kelas, suasana kelas, dan suasana langsung berubah jadi ramai. Anak-anak mulai mengobrol, berapa tertawa, ada yang berdiri, ada yang langsung main gadget.

Berapa siswa langsung mendekati Valerie.

" Valerie,lo ikut klup apa? "

" Valerie, lo tinggal di Daerah mana? "

" Valerie, Lo benaran dari Akademi Orion? "

Valerie menjawab mareka dengan sopan, tetap tersenyum.

La berusaha ramah.

Namun tiba-tiba...

Matthew berdiri.

Dan tanpa permisi, ia berjalan kedepan kelas, tepat disamping meja Valerie.

Semua orang otomatis diam.

Matthew meangkat sebuah kertas.

" Ini punya siapa?"

Valerie langsung mengenali kertas itu.

Catatan yang tadi jatuh karena jendela.

Valerie menatap Matthew. " itu punya gue. "

Matthew membolak kertas itu seperti menilai.

" Catatan lo? "

Valerie menahan emosi. " iya. balikin. "

Matthew menatap tulisan dikertas itu, lalu berkata cukup keras sampai satu kelas mendengar.

" Pantasan lo cepat terkenal. "

Kelas langsung heboh.

" Hah! maksudnya apa? "

" Valerie pintar? "

" Gila.. "

Valerie sempat terdiam.

Tapi sebelum ia bisa mengira itu pujian.

Matthew melanjutkan dengan nada dingin.

" Karena lo punya muka yang bisa bikin orang lupa kalau lo cuma murid biasa. "

Ruangan langsung sunyi.

Nara duduk disamping Valerie menatapnya Kaget.

Berapa siswa saling pandang, bingung harus bagaimana.

Valerie merasakan panas diwajahnya.

Bukan karena malu.

Tapi karena marah.

Valerie berdiri perlahan.

Matthew menatapnya datar, tanpa rasa bersalah.

Valerie mendekat, lalu merebut kertas itu dari tangan Matthew dengan cepat.

" Gue nggak minta terkenal, " ucap Valerie pelan.

Matthew tetap diam.

Valerie melanjutkan, suaranya tajam.

" Gue juga nggak minta semua orang ngelihatin gue. "

Matthew mendekatinya sedikit.

" Terus? "ucap Matthew. " lo pikir gue peduli? "

Valerie menatapnya tajam.

" Gue cuma mau sekolah biasa, " kata Valerie.

" Biasa? " Matthew tertawa kecil, sinis. " Lo masuk sekolah elit sambil bawa muka malaikat, terus lo mau hidup biasa?"

Valerie membeku.

Matthew mendekat sedikit lagi.

" Apa lo cuma pura-pura nggak sadar, " ucap Matthew pelan. " atau lo emang nikmatin perhatian mareka? "

Itu.

Kelimat itu yang bikin emosi Valerie benar-benar naik.

Valerie menatap Matthew tanpa gentar.

" Gue nggak nikmatin apapun. "

Matthew menyipitkan mata. " Bohong. "

Valerie tertawa kecil, tapi tawanya getir.

" Lo bahkan nggak kenal gue,Matthew. "

Matthew menatapnya dingin.

" Gue nggak perlu kenal, " ucapnya. " gue cuma tahu.. lo terlalu cepat jadi pusat sekolah ini. "

Valerie menatapnya tajam.

" Dan itu bikin lo iri? " tanya Valerie.

Kelas seperti membeku.

Lukka langsung menutup mulut, menahan reaksi.

Nara menahan napas.

Semua orang menunggu jawaban Matthew.

Matthew terdiam.

Untuk pertama kalinya, Matthew keliatan kehilangan kata-kata.

Tapi hanya sedetik.

Lalu ia tersenyum tipis.

" Gue iri? " ulangnya, lalu ia mengubah nada lebih tajam. " lo terlalu percaya diri. "

Valerie menghela napas,lalu mengambil tasnya.

" Gue nggak percaya diri, " ucap Valerie pelan. " Gue cuma capek.."

Matthew menatapnya.

Valerie melangkah keluar kelas, melewati siswa-siswi yang masih terdiam, tanpa menoleh.

Begitu pintu kelas tertutup..

Barulah kelas meledak.

" Anjir, itu tadi tegang banget. "

" Matthew Nyebelin parah! "

" Valerie marah benaran.. "

Lukka menoleh ke Matthew.

" Bro.. lo sengaja banget ya. "

Matthew duduk kembali, menatap kertas kosong di mejanya.

Lalu ia menghela napas kecil.

" Salah dia, " ucap Matthew pelan.

Lukka meangkat alis. " salah dia appan? "

Matthew menatap kearah pintu kelas, tempat Valerie baru saja keluar.

Lalu ia berkata dingin, tapi entah kenapa terdengar seperti sedang menyakini diri sendiri.

" Dia datang dan bikin semua orang lupa sama yang lain. "

Lukka terdiam.

Matthew menatap kosong berapa detik.

Namun di dalam hatinya..

Matthew sadar satu hal.

Dia nggak benci Valerie karena Valerie cantik.

Dia juga nggak benci Valerie karena Valerie terkenal.

Dia benci Valerie karena...

Valerie bisa membuat sekolah ini berubah hanya dengan kehadirannya.

Dan Matthew tidak suka kehilangan kendali.

...

Di luar kelas, Valerie berjalan cepat menyusuri koridor.

Ia menarik napas dalam, mencoba menahan emosi.

" Nyebelin banget.. " gumamnya.

Namun baru saja ia hendak belok menuju taman sekolah..

" Valerie. "

Valerie berhenti.

Ia menoleh pelan.

Matthew berdiri berapa langkah di belakangnya.

Wajahnya tetap datar.

Tapi matanya..

Terlalu tajam.

Valerie meangkat alis. " Apa lagi? "

Matthew melangkah mendekat.

" Lo marah? " tanya Matthew.

Valerie menatapnya dengan senyum sinis.

" Menurut lo? " Jawab Valerie.

Matthew terdiam sebentar.

" Gue cuma pengen tahu.. Lo benaran setenang itu, atau cuma pura-pura. "

Valerie menatap Matthew lama.

Dan Untuk pertama kalinya..

Valerie merasa Matthew bukan cowok nyebelin.

Matthew adalah cowok yang punya... luka.

Valerie menahan napas.

Tapi ia tidak mau peduli.

Tapi sekarang.

Valerie menatap Matthew dingin.

" Kalau lo pengen tahu jawabannya, " ucap Valerie pelan, " stop ganggu gue. "

Matthew menatapnya berapa detik .

Lalu ia tersenyum tipis.

Dan itu senyum paling menyebalkan yang pernah Valerie lihat.

" Gue nggak janji. "

Valerie membelalak.

" Lo tuh..! " Valerie mengepalkan tangan.

Matthew hanya berjalan melewati Valerie, meningalkan satu kelimat saat ia lewati.

" Sampai bertemu di kelas, Valerie."

Valerie berdiri terpaku.

Matanya menatap punggung Matthew yang menjauh.

Dan Ia sadar...

Cowok itu bakal jadi masalah besar.

Masalah yang bikin hidupnya nggak akan pernah tenang lagi.

            _TBC_

...----------------...

1
Arif RACHMAN
🥰🥰 aku suka banget sama semua karya mu thor.sukses selalu
Arif RACHMAN
suka banget.sukses selalu
Fluffylfy
❤❤ suka banget
Fluffylfy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!