NovelToon NovelToon
Istri Bayaran Ceo Tampan

Istri Bayaran Ceo Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

"Menikahlah denganku dan akan kupastikan semua kebutuhanmu kupenuhi tanpa terkecuali."

Sebuah tawaran yang tentu saja tidak akan bisa ditolak oleh Calista mengingat ia butuh uang untuk pengobatan Ibunya yang sudah lama menderita penyakit jantung.

Rupanya tawaran dari Dennis Satrya memiliki syarat yang cukup sulit. Yaitu, membuat Calista harus dibenci oleh keluarga Dennis.

Bagaimana kisahnya? Mari ikuti dan simak cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Siang itu, pusat perbelanjaan elit di jantung Jakarta tampak cukup lengang, memberikan sedikit ruang bagi Calista untuk bernapas tanpa gangguan dari Susi atau Puput. Ia berdiri di depan sebuah etalase toko perhiasan ternama, menatap deretan kalung emas murni yang berkilau di bawah sorotan lampu halogen yang dramatis. Tanpa dampingan pelayan atau pengawal yang biasanya mengintil, Calista merasa sedikit lebih bebas menghirup udara, meski ia tahu kebebasan itu hanyalah ilusi sementara di atas lantai marmer yang dingin ini.

Ia sedang menimbang sebuah gelang emas dengan desain minimalis namun elegan saat sebuah bayangan maskulin muncul di pantulan kaca etalase. Calista tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang berdiri di belakangnya. Aroma parfum kayu cendana yang khas, bercampur dengan sedikit aroma tembakau mahal, sudah cukup menjadi pertanda kehadirannya.

"Perhiasan yang indah memang ditakdirkan untuk bersanding dengan wanita yang luar biasa. Sayangnya, kadang perhiasan itu hanya berfungsi sebagai borgol yang cantik," suara bariton dengan aksen halus itu memecah konsentrasi Calista.

Calista membalikkan tubuhnya perlahan, mempertahankan ekspresi tenang dan elegan yang sudah menjadi topeng alaminya. "Tuan Min Ho. Sepertinya kita memiliki kebiasaan yang sama untuk muncul di tempat yang tak terduga. Atau mungkin, Anda memang sedang mengikuti saya?"

Min Ho tersenyum tipis, melangkah maju hingga jarak di antara mereka menyempit, cukup dekat hingga Calista bisa merasakan aura dominasi yang coba dipancarkan pria itu. Min Ho sama sekali tidak tahu bahwa pernikahan yang ia saksikan hanyalah sebuah sandiwara kontrak yang kaku.

Dalam benaknya, Calista adalah wanita yang benar-benar telah jatuh cinta pada Denis, dan hal itu justru membuatnya semakin geram. Ia tidak tahu sama sekali bahwa di balik kemewahan ini, ada tagihan rumah sakit yang membengkak dan perjanjian di atas materai yang mengikat leher Calista. Min Ho hanya melihat seorang istri yang setia, tanpa menyadari bahwa kesetiaan itu lahir dari keterpaksaan demi menyelamatkan nyawa sang ibu yang sedang di ujung tanduk.

"Denis mungkin memberimu perhiasan sesuka hatimu, tapi dia juga memberimu sangkar yang menyesakkan," ucap Min Ho tanpa basa-basi, suaranya terdengar penuh simpati yang dibuat-buat. "Aku telah mengamati cara dia menjagamu malam itu. Posesif, dingin, dan penuh perhitungan. Kau mungkin mencintainya, tapi pria seperti Denis tidak akan pernah bisa memberikan kebebasan yang layak kau dapatkan."

Calista hanya mengangkat sebelah alisnya, tidak sedikit pun terlihat terusik oleh provokasi tersebut. Ia menyadari bahwa Min Ho buta akan kenyataan pahit yang ia jalani. Min Ho mengira ia sedang membujuk seorang wanita yang sedang dimabuk asmara untuk berpindah hati ke pelukannya yang lebih longgar, tanpa tahu bahwa alasan utama Calista bertahan adalah demi biaya pengobatan orang tuanya.

Min Ho melanjutkan, suaranya merendah seolah sedang membisikkan sebuah janji surga. "Tinggalkan dia. Ikutlah bersamaku ke Seoul. Aku bisa memberimu kemewahan yang lebih besar. Bukan hanya emas dan berlian, tapi sebuah dunia di mana kau tidak perlu selalu berada di bawah bayang-bayang ego Denis Satrya. Aku tahu wanita secerdas kau pasti menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar menjadi nyonya di rumah ini."

Mendengar tawaran yang begitu ambisius dan penuh percaya diri itu, Calista justru melepaskan tawa kecil sebuah tawa yang terdengar sangat anggun namun sarat akan nada meremehkan. Ia menatap Min Ho seolah pria di depannya baru saja menceritakan sebuah lelucon paling konyol yang pernah ia dengar.

"Tuan Min Ho, Anda sungguh sangat percaya diri, ya?" ucap Calista sambil merapikan helaian rambutnya yang jatuh dengan gerakan yang lambat. "Anda bicara tentang kebebasan, tapi tawaran Anda sendiri terdengar seperti upaya untuk memindahkan saya ke sangkar yang baru. Apakah Anda pikir saya sebodoh itu?"

Ia melangkah satu tindak lebih dekat, menatap Min Ho dengan keberanian yang membuat pria Korea itu terpaku sejenak. Ada api yang berkilat di mata Calista, sebuah ketegasan yang tak goyah oleh harta.

"Lagipula, Anda sepertinya lupa satu hal penting. Suami saya, Denis Satrya, adalah pria yang tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun," puji Calista dengan nada yang begitu meyakinkan, membuat Min Ho semakin yakin bahwa kesetiaan Calista berakar dari cinta yang mendalam.

"Ketampanannya, wibawanya, bahkan caranya memegang kendali adalah sesuatu yang tidak dimiliki pria lain—termasuk Anda. Bagi saya, membandingkan Anda dengannya adalah sebuah penghinaan terhadap selera saya sendiri. Anda mungkin hebat, tapi Anda tetaplah nomor dua bagi Denis. Anda hanya bayangan yang mencoba bersinar di bawah matahari yang salah."

Calista kemudian berbalik, melangkah pergi meninggalkan toko perhiasan itu tanpa menoleh lagi. Setiap langkah sepatunya di atas lantai marmer terdengar seperti tamparan bagi harga diri Min Ho. Langkah kakinya yang mantap menandakan bahwa ia sama sekali tidak tergoda, meninggalkan Min Ho dalam kebisuan yang menyakitkan.

Min Ho berdiri mematung di tempatnya, menatap punggung Calista yang kian menjauh dengan napas yang sedikit memburu. Rasa malu karena penolakan mentah-mentah itu seketika berubah menjadi api obsesi yang membara. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Calista akan memuja Denis sedemikian rupa, seolah Denis adalah dewa yang tak tercela.

Min Ho masih percaya bahwa mereka adalah pasangan yang saling mencintai, dan itu membuatnya semakin lapar untuk menghancurkan kebahagiaan itu. Ia tidak tahu bahwa Calista sedang berjuang demi nyawa orang tuanya, bukan demi cinta. Baginya, penolakan ini hanyalah bensin bagi egonya yang terluka.

"Begitu rupanya," gumam Min Ho dengan tatapan mata yang menggelap. "Semakin kau memujanya, semakin besar keinginanku untuk merebutmu, Calista. Aku akan menghancurkan citra pahlawanmu itu, sampai kau menyadari bahwa mencintai Denis Satrya adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu. Aku tidak akan berhenti sampai kau sendiri yang memohon untuk aku bawa pergi dari genggamannya."

Min Ho mengepalkan tangannya di dalam saku jas hingga buku-buku jarinya memutih. Kini, memenangkan Calista bukan lagi sekadar soal persaingan bisnis, melainkan soal membuktikan bahwa ia bisa mengambil apa pun yang paling dicintai oleh rival abadinya. Ia akan mencari celah, sekecil apa pun itu, untuk meruntuhkan tembok kesetiaan yang menurutnya dibangun atas dasar cinta tersebut. Perang ini baru saja dimulai, dan Min Ho akan memastikan bahwa pada akhirnya, dialah yang akan tertawa di atas reruntuhan kebahagiaan Denis.

Setiap kata penolakan Calista justru menjadi melodi yang memacu adrenalinnya untuk menyusun strategi yang lebih kotor, mengubah rasa kagum menjadi ambisi buta yang siap melumat siapapun yang menghalangi obsesinya. Ia bersumpah akan merobek topeng kesempurnaan Denis dan menyeret Calista ke dalam realitas baru yang hanya ia kendalikan, memastikan kehancuran mutlak bagi pria nomor satu itu.

1
partini
ngeri ini laki laki macam pesikopat
Sastri Dalila
👍👍👍 seruu juga thor
Sastri Dalila
👍👍👍seru kyknya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!