NovelToon NovelToon
Bangkit Dari Debu Menuju Takhta Keabadian

Bangkit Dari Debu Menuju Takhta Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia modern yang penuh hiruk-pikuk, seorang pemuda bernama Lin Xiao meninggal dunia karena kecelakaan tragis. Jiwa-nya yang kuat tidak lenyap, melainkan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah yatim piatu berusia lima belas tahun bernama Xiao Lin di sebuah desa kecil di benua kultivasi bernama Benua Qingyun. Tubuh baru ini lemah, meridian-nya rusak, dan bakat kultivasinya hanya tingkat rendah sekali. Namun, Lin Xiao membawa serta ingatan lengkap kehidupan sebelumnya serta sebuah sistem warisan kuno yang tersembunyi di dalam jiwa-nya: “Cincin Reinkarnasi Abadi”.
Dengan pengetahuan modern, tekad besi, dan rahasia sistem yang memungkinkan ia menyerap energi langit bumi ribuan kali lebih cepat, Xiao Lin mulai perjalanan kultivasi yang tak terbayangkan. Ia akan membalas dendam atas kematian orang tua angkatnya, menghancurkan sekte-sekte tirani, menaklukkan kerajaan-kerajaan, melintasi lautan daratan, memasuki alam roh, alam dewa, hingga akhirnya menantang para dewa kuno dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Raid ke Markas Bandit

Malam itu, Desa Batu Hitam tidak bisa tidur. Api unggun menyala terang di tengah lapangan desa. Warga berkumpul mengelilingi Xiao Lin yang duduk di sebuah batu besar. Mereka membawa makanan sederhana: roti jagung hangat, sup daging serigala yang ia buru kemarin, dan beberapa kendi arak buatan sendiri. Anak-anak desa memandangnya dengan mata berbinar, seolah melihat pahlawan dari dongeng lama.

Tetua desa, Pak Luo, berdiri di depan semua orang dengan tangan gemetar karena terharu. “Xiao Lin… kau telah menyelamatkan kami semua hari ini. Gerombolan bandit itu sudah mengisap darah desa selama lima tahun. Mulai hari ini, desa ini berhutang nyawa padamu.”

Xiao Lin hanya mengangguk pelan. Wajahnya tenang, tapi di dalam tubuhnya, api kultivasi masih menyala. Ia baru saja selesai menyerap qi dari darah bandit-bandit yang mati. Meridian keempat dan kelima di punggungnya sudah terbuka sepenuhnya. Energi qi mengalir deras seperti sungai kecil yang baru dibendung.

Suara sistem bergema lembut di jiwa-nya:

“Selamat! Penyerapan esensi qi dari pertarungan selesai. Energi Qi +220. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Awal Tingkat 4. Bakat meridian meningkat ke Tingkat 3 (Pulih Baik). Poin Pengalaman +680.”

Xiao Lin merasakan tubuhnya semakin kokoh. Otot-otot kecil di lengannya mulai terbentuk jelas. Napasnya lebih panjang dan stabil. Ia tahu, besok pagi ia harus menyelesaikan urusan ini sampai tuntas.

“Pak Luo,” kata Xiao Lin dengan suara tenang, “gerombolan bandit itu masih punya markas di Bukit Batu Utara. Kalau dibiarkan, mereka akan kembali dengan bala bantuan. Biarkan aku yang pergi malam ini juga. Sendirian.”

Warga terkejut. Beberapa pemuda desa ingin ikut, tapi Xiao Lin menggeleng. “Ini urusan dendamku. Kalian jaga desa. Kalau ada yang datang lagi, bunuh saja dengan garu dan tombak yang sudah kupersiapkan.”

Ia bangkit, mengambil pedang karat milik salah satu bandit yang mati tadi. Pedang itu kasar, tapi cukup untuk sekarang. Dengan Jurus Pedang Dasar Langit Abadi yang baru terbuka, ia bisa membuatnya jauh lebih mematikan.

Pak Luo menyerahkan sebuah kantong kecil berisi dua puluh keping perak dan beberapa akar obat liar. “Ini semua yang desa punya. Bawa untuk bekal. Dan… hati-hati, Nak.”

Xiao Lin tersenyum tipis. “Terima kasih, Pak. Besok pagi, aku akan pulang dengan kepala Huang di tangan.”

Ia menyelinap ke dalam kegelapan hutan. Langkahnya ringan seperti angin. Teknik Langkah Angin Kilat membuat tubuhnya hampir tak bersuara. Dalam waktu dua jam, ia sudah tiba di kaki Bukit Batu Utara. Markas bandit tersembunyi di balik tebing curam, dikelilingi pagar kayu dan obor-obor kecil.

Xiao Lin mengamati dari balik semak. Ada dua puluh bandit lagi di dalam, termasuk Huang yang bahunya sudah dibalut kain kotor. Huang sedang mengumpulkan anak buahnya dengan wajah marah.

“Anak sialan itu! Besok kita balik ke desa dengan seratus orang! Bakar semuanya!” teriak Huang sambil memegang bahu yang masih berdarah.

Xiao Lin tidak menunggu. Ia melompat ke atas pagar dengan satu loncatan qi. Tubuhnya mendarat di tengah halaman markas tanpa suara.

“Siapa itu?!” teriak penjaga.

Terlambat.

Pedang di tangan Xiao Lin bergerak seperti ular. Jurus Pedang Dasar Langit Abadi – Tusukan Angin Malam! Pedang menyabet dua penjaga sekaligus. Leher mereka teriris bersih. Darah menyembur ke tanah berbatu.

Kekacauan langsung pecah. Bandit-bandit berlarian keluar dari gubuk-gubuk kayu, membawa senjata. Huang melihat Xiao Lin dan matanya membelalak ketakutan sekaligus amarah.

“Kau! Anak yatim itu! Bagaimana kau bisa sampai sini?!”

Xiao Lin tidak bicara banyak. Ia langsung menyerbu. Pedangnya berputar cepat. Setiap jurus disertai qi yang semakin kuat. Tiga bandit jatuh dalam sepuluh detik. Tubuh mereka terpotong rapi, seolah dipotong oleh pedang roh.

Suara sistem terus bergema:

“Selamat! Anda membunuh Kultivator Tingkat Rendah x3. Energi Qi +110. Poin Pengalaman +210.”

Huang mengamuk. Ia mengambil kapak besar dan menyerang dengan sekuat tenaga. “Mati kau!”

Pertarungan sengit terjadi di tengah markas. Kapak Huang menghantam ganas, tapi Xiao Lin menggunakan kecepatan Tingkat 4-nya. Ia menghindar, lalu membalas dengan tusukan pedang ke pinggang Huang. Darah menyembur lagi.

“Teknik Langit Abadi – Pedang Langit Membelah!”

Pedang Xiao Lin menyala dengan qi putih tipis. Satu tebasan penuh kekuatan menghantam kapak Huang hingga patah. Pedang itu terus masuk, menembus dada Huang hingga ke punggung.

Huang terbatuk darah. Matanya penuh kebencian. “Kau… siapa sebenarnya…”

“Aku adalah orang yang kau bunuh orang tuanya tiga tahun lalu,” jawab Xiao Lin dingin. “Ini balas dendamnya.”

Ia menarik pedang. Huang ambruk tak bernyawa.

Sisa bandit yang masih hidup langsung membuang senjata dan berlutut memohon ampun. Xiao Lin tidak membunuh mereka semua. Ia hanya melumpuhkan yang berbahaya, lalu mengikat sisanya dengan tali.

Di dalam gua utama markas, ia menemukan harta rampasan: tiga peti beras, dua puluh keping emas, dan sebuah kotak kayu kecil berisi sebatang akar obat bercahaya hijau bernama Akar Qi Murni. Ada juga sebuah buku kulit tua: “Teknik Napas Dasar Hutan Hijau”.

Xiao Lin tersenyum. “Ini lebih dari cukup.”

Ia membakar markas itu hingga rata dengan tanah, lalu menyeret kepala Huang yang dipenggal sebagai bukti. Dengan kantong harta di punggung, ia berjalan kembali ke desa sebelum fajar.

Pagi harinya, saat matahari terbit, Xiao Lin tiba di gerbang desa dengan kepala Huang di tangan kiri. Warga berteriak gembira. Mereka menari-nari, menangis bahagia. Pak Luo memeluknya erat.

“Desa Batu Hitam selamanya akan mengingat namamu, Xiao Lin!”

Hadiah desa diberikan: sebuah gubuk yang lebih baik, persediaan makanan untuk sebulan, dan semua harta rampasan bandit yang dibagi rata. Xiao Lin hanya mengambil sebagian kecil untuk dirinya. Sisanya ia serahkan untuk memperbaiki desa.

Malam itu, ia duduk bersila di gubuk barunya yang lebih besar. Akar Qi Murni ia kunyah pelan sambil memutar Teknik Kultivasi Dasar Langit Abadi. Energi murni membanjiri tubuhnya.

Suara sistem bergema lagi:

“Selamat! Penyerapan Akar Qi Murni selesai. Energi Qi +300. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Awal Tingkat 5. Jurus Pedang Dasar Langit Abadi naik ke tingkat mahir. Warisan baru terbuka: Deteksi Ancaman Sistem (tingkat rendah).”

Xiao Lin membuka mata. Ia merasakan kekuatan baru. Tapi saat itu juga, Deteksi Ancaman Sistem berbunyi pelan di pikirannya.

[Ada kultivator asing mendekat ke desa. Tingkat kekuatan: Tahap Menengah Tingkat 1. Tujuan: mencari informasi tentang ‘pembantai bandit’ di Desa Batu Hitam.]

Xiao Lin berdiri, menatap ke arah jalan masuk desa yang gelap. Senyum tipis muncul di bibirnya.

“Datang lebih cepat dari yang kukira. Sekte kecil di sekitar sini pasti sudah mendengar kabar. Baiklah… mari kita lihat siapa yang datang.”

Di luar gubuk, langkah kaki pelan terdengar mendekat. Seorang pemuda berpakaian hijau dengan pedang di pinggang muncul dari kegelapan. Matanya penuh rasa ingin tahu.

1
abyman😊😊😊
Lanjutkan 💪💪💪
abyman😊😊😊
💪💪💪
abyman😊😊😊
Lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!