kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.
ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.
semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.
mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.
#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Canteen
Jangan lupa vote dan coment
Happy reading!
______________________________________
"Lo mau kantin kan?"tanya Alka pada Alvin yang sedang asik dengan gawai nya, sepertinya dia sedang bermain game.
"Hm" balas singkat Alvin yang masih fokus pada game yang sedang ia mainkan.
"Yaudah yok" ajak Alka sambil menatap Alvin sedikit kesal.
"hm" balas Alvin kembali.
"Punya mulut tuh digunain njing,bukan Hem,hm,Hem,hum Mulu" kesal Alka karna perkataannya sedari dari hanya dibalas singkat saja oleh bocah kambing itu.
"CK,sabar Napa" decak Alvin lalu berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Alka.
Alka yang melihat dirinya ditinggal begitu saja hanya bisa mendengus kesal lalu ia sedikit berlari mengejar Alvin.
"Kantin lewat sana gak sih njir,gue liat pas lewat pagi tadi"ujar Alka melihat sekitar nya,para murid juga banyak kearah sana kok, berarti ia benar dong.
"Gue mau jemput bang kiano dulu"balas Alvin dengan mata yang tiba-tiba saja berbinar.
"Bang kiano siapa lagi nih?"tanya Alka, pasalnya ia tak kenal dengan orang yang disebut oleh teman monyet nya itu.
"Ko gue gak kenal ya nyet?"tanya Alka sekali lagi dengan wajah yang seolah berfikir.
"Lo bego apa tolol,Lo aja baru masuk giman mau tau monyet!"balas Alvin ngegas, sepertinya otak teman barunya itu pindah ke dengkul.
"Eh Lo kan udah pernah ketemu yah"lanjut Alvin, setelah dipikir-pikir teman monyet disampingnya ini waktu itu juga ada dirumah sakit bersama kiano.
"Hah?"balas Alka masih loading otak mini nya tuh.
"CK,itu orangnya yang tampan trus kere,berwibawa dan dingin nya tuh melebihi kutub njir, serem asal tau"balas Alvin bergidik ngeri sambil membayangkan jika tiba-tiba ia nanti diterpa angin kiano lalu dilempar kelaut kan gak lucu.
"Ooo... calon Abang gue yang datar kek tembok tu!" teriak Alka tiba tiba.
Alvin yang mendengar itu melotot enak aja Abang angkat nya diambil, tidak akan ia biarkan.
"Calon Abang apaan,dia tuh Abang gue ya, walaupun gue kaya nya gak dianggap adek deh"balas Alvin ngegas dan lirihan diakhir kalimat nya.
"CK, yaudah bagi dua aja bro"balas Alka dengan watadosnya.
Alvin tak peduli lalu ia berlari memasuki kelas kiano, dengan tak santai kakinya menendang-nendang pintu kelas itu.
Matanya menerisik seluruh kelas dan netranya tertuju pada seorang pemuda yang sedang tidur dengan beralaskan kedua tangan nya.
Alvin berjalan mendekati meja kiano diikuti Alka dibelakangnya,lalu ia berjongkok didepan wajah kiano memandangi polos wajah tampan itu ketika tertidur.
Alka yang melihat Alvin seperti itu juga ikutan,ia Jongkok disamping Alvin lalu ikutan memandang polos wajah orang yang pernah ia peluk dengan tidak sengaja.
Sementara itu kiano sedikit terusik ia merasa diperhatikan,mata kelam nya terbuka perlahan dan hal pertama yang ia lihat adalah dua bocah aneh yang memandangnya polos seperti pantat babi.
Kiano menegakkan kepalanya lalu merenggangkan tubuhnya yang kaku karena terlalu lama tidur.
Ia menatap dingin dua orang yNg kini juga menatapnya,apa yang mereka mau hingga mengganggu tidur tenang nya.
"E-ekhem"dehem Alvin mencairkan suasana, lihat saja tatapan kiano makin lama makin dingin aja,bisa bisa jadi es satu sekolah dibuatkan.
Apalagi seluruh siswa-siswi menatap mereka dengan penasaran, kenapa dua orang itu berani mendekat dengan es Antartika itu.
"Hehehe...bang kamu mau ngajak ke kantin"ujar Alvin dengan wajah berseri-seri.
"Hai b-bang, ketemu lagi kita"ucap Alka sok akrab.
"Hm"balas kiano lalu ia berdiri dan berjalan duluan diikuti Alvin dan Alka dibelakangnya.
Kiano memandang datar mereka berdua yang sedari tadi saling senggol menyengol, entah apa yang mereka lakukan.
"Abang sama Lo bocah kampret pesan apa biar gue pesanin?"tanya Alvin pada kiano dan menatap julit Alka.
"Bakso dan es teh"jawab Kiano malas lalu berjalan mencari meja kosong.
"Gue nasi goreng sama coklat panas pake marshmellow"ujar Alka pada Alvin lalu mengikuti kiano yang sedang mencari meja kosong.
Setelah menemukan meja kosong mereka berdua duduk dengan kiano dan Alka yang berhadapan.
Kiano sibuk dengan ponselnya, seperti biasa ia cuek dan tidak peduli dengan sekitar.
"Bang lo-
"Makanan datang..."sela Alvin yang tiba-tiba datang dengan nampan ditangannya dibantu oleh pengwai kantin.
"Bang Ano nih punya Abang"ujar Alvin menyeramkan pesanan kiano.
"Tuh punya Lo"ucap Alvin malas pada Alka.
"Makasih besti makin cayang deh"balas Alka sok imut.
"Makin mirip monyet Lo gitu, jijik gue"ucap Alvin memandang jijik Alka.
"Njir anak seimut dan semanis gue dibilang mirip monyet, buta mata Lo hah"ngegas Alka kesal.
"Yang nilai sesuatu itu orang lain bukan diri sendiri tolol"ejek Alvin tertawa.
"Makan"dingin kiano tanpa menatap Alvin dan Alka,ia fokus pada bakso dihadapan nya.
bersambung....