NovelToon NovelToon
Lingerie Merah Dikamar Adikku

Lingerie Merah Dikamar Adikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Pulang dari rumah sakit sehabis melahirkan, Alena di kejutkan sebuah Lingerie Merah yang tergeletak di atas ranjang adiknya. Alena terkejut bukan tanpa alasan. Sementara Tiyas - adiknya itu masih lajang. Lalu, Tiyas gunakan untuk apa pakaian vulgar itu.

Setelah Alena menyelidiki, ternyata Lingerie itu Tiyas gunakan untuk memuaskan....????

Tak hanya hati Alena yang hancur. Masa depan putranya juga ikut terpatah. Di tengah himpitan masalah ekonomi, datanglah sosok Juragan cukup matang bernama~Danu Albiru. Pria berusia 38 tahun itu tidak hanya menawarkan pernikahan KONTRAK. Tapi membantu Alena bangkit, menjamin masa depan putranya.

Akankah Alena tetap mempertahankan pernikahannya dengan Dewantara? Ataukan bersedia cerai, dan memilih tawaran menggiurkan Juragan Danu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

"Bangun, Mas!"

Alena memalingkan wajahnya. Meskipun dadanya terasa sesak, namun air matanya sejak tadi enggan menetes. Sementara Dewan kini sudah menunduk menghujam bumi dengan linangan air matanya.

Tanganya menggapai kedua kaki sang Istri. Alena masih terdiam. Bukan iba dengan kenyataan itu. Tapi, ia merasa sangat muak melihat tangisan Dewantara saat ini. Setelah perselingkuhan itu, kenapa harus ada penyesalan? Sedangkan suaminya itu tidak hanya pergi meninggalkan luka, tapi bagaikan tali yang melilit para buruh pabriknya.

"Menangis darah pun saya tidak akan memberikan maaf untuk kamu, Mas! Lebih baik silahkan tinggalkan saya dan Delan!" kecam Alena seraya mundur.

Di tengah keheningan itu tiba-tiba saja tangisan Delan pecah.

Oekkk!!!

Oekkk!!!

Alena menoleh, bergegas mendekat, namun Dewan lebih dulu bangkit dan membuat langkah Bik Risma menggantung.

"Sayang... Delan kenapa menangis?" Dewan menggendong putranya masih sambil terisak.

Langkah kaki Alena berhenti di depan sofa. Ia dapat melihat sikap hangat Dewan dibalik penyesalannya. Hatinya terasa sesak. Bukan karena merasa kasian, tapi lebih ke arti hidup putranya yang harus lahir dalam keluarga terbelah.

Delan masih terus menangis. Rasanya aneh bagi Dewan. Biasanya putranya itu langsung diam jika dirinya gendong.

Tangisan Delan semakin keras. Dan hal itu membuat Alena mendekat. Setelah Alena menyentuh suhu tubuh Putranya, ternyata Delan sangat panas.

"Ya Allah, Delan demam," ucap Alena mengambil alih putranya.

Untuk sejenak, Alena membuka sumber Asinya setelah Bik Risma datang membawa kain bedong untuk menutupi Asi sang majikan.

Delan sejenak terdiam. Alena merasakan Asinya terasa panas saat putranya menyusu. Perasaan Ibu baru itu terasa cemas dan gusar. Delan kembali menangis.

"Sayang, Alena... Ayo kita bawa Delan ke rumah sakit!" Dewan sudah bersiap.

Alena tak menjawab. Ia hanya bangkit sambil berkata sama Bik Risma. "Bik, panggilkan Mukti sekarang."

Di luar, Mukti sudah siap mengeluarkan mobil dari garasi. Pria muda itu segera turun, dan syok ketika melihat Juragannya ada di sana.

"Alena, ikut mobil saya saja! Kita harus cepat ke rumah sakit," ucap Dewan seraya membukakan pintu mobilnya.

Alena tak mengidahkan. Ia berjalan ke arah Mukti yang hanya tertunduk kaku. "Mukti, cepat buka mobilnya!"

Mukti berkesiap, Dewan hanya mampu menghela napas pasrah.

Mobil yang di bawa Mukti malam itu sudah melaju lebih dulu. Sementara Dewan mengalah, ia juga mengikuti mobil sang Istri dari belakang.

Drttt

Drttt

Ponsel Dewan sejak tadi bergetar tanpa jeda. Nama Tiyas menyembul, dan membuat pikiran pria itu semakin kalut. Namum untuk saat ini yang terpenting adalah kesehatan putranya. Usia Delan baru menginjak 1 bulan.

*

Begitu sampai, Alena langsung masuk IGD dan disana dua orang perawat sudah sigap memindahkan Delan ke dalam box khusus bayi.

Alena menyaksikan kala dua perawat tadi menginfus putranya, hingga tangisan Delan kembali pecah.

"Saya minta putra saya segera mendapat menanganan terbaik," ujar Dewan di tengah cemasnya.

Perawat tadi mengangguk. Ia segera membawa Delan menuju ruangan VVIP di lantai 8. Dan saat itu pun, Alena dan Dewan masih terus mengikuti perawat tadi hingga sampailah di ruangan rawat.

"Dok, apa yang terjadi sama putra saya?"

Dokter anak tadi menoleh setelah menurunkan stetoskopnya. Dokter pria, senyumnya hangat. "Hanya demam biasa, Bu! Apa sebelumnya pernah mimum sufor, Bu?"

Alena mengangguk lemah. Pernah sekali kala Asinya sempat macet dua hari yang lalu.

"Pernah, Dok! Hanya sekali kok. Waktu itu Asi saya sempat mampet. Jadi saya dorong dengan sufor. Saya nggak tahu kalau efeknya seperti ini," kedua pundak Alena luruh, tatapanya jatuh pada sang Putra penuh sesal.

"Nah, efeknya bukan sekali minum terus bereaksi ya, Bu! Putra Anda alergi susu sapi, dan untuk alerginya sendiri bermacam-macam: ada yang timbul bintik merah, flu, bisa juga demam seperti ini. Saya minta, untuk Bapaknya juga harus mendukung dalam mengASIhi ini. Istrinya harus di perhatikan ya, Pak! Jangan sampai kendala Asi terjadi lagi." Dokter tadi menatap Dewantara juga.

Sejenak, hati Dewan terasa berdesir nyeri. Putranya seperti ini pun karena keegoisannya dalam berumah tangga.

"Kalau begitu saya permisi. Biarkan tidur telebih dulu, dan jangan terlalu ramai."

Selepas kepergian Dokter, Alena mendekat kearah box bayi itu sambil menarik bangku. Tatapanya mengendur penuh rasa bersalah. Dewan juga mendekat. Ia usah kepala putrnya dibalik topi itu.

"Delan, maafkan Ayah ya...." bisiknya. Detik itu Dewan juga menatap wajah Alena yang tampak lelah di balik mata sembabnya.

Drttt

Gawai di dalam saku itu bergetar. Bukan milik Alena maupun Dewan. Namun milik Mukti sang tangan kanan.

"Angkat di luar, Muk! Nanti si Aden bangun," ucap Bik Risma menepuk bahu keponakannya.

Mukti segera bangkit lalu kaluar. "Hallo, ada apa Juragan?"

"Mukti, dimana Majikan kamu? Saya hubungi sejak tadi ponselnya hanya berdering," gerutu Juragan Danu di sebrang.

"Maaf, Juragan... Mbak Alena sekarang ada di rumah sakit. Putranya demam dan baru mendapat penanganan," jawab Mukti apa adanya.

Di sebrang, Danu yang baru saja selesai mandi, kini tersentak mendengar berita itu. Perjaka tua itu mondar mandir sejenak dan masih mengenakan lilitan handuk saja.

"Ya sudah, saya langsung kesana-"

Ucapan Danu di sahut oleh Mukti. "Eh, Juragan... Tapi di sini ada Juragan Dewan!"

"Saya nggak peduli! Alena sebentar lagi akan menjadi milik saya. Dan Delan juga berarti putra saya juga!" putus Danu mengakhiri panggilannya sepihak.

Mukti semakin kelimbungan. Wajahnya resah. "Gimana kalau mereka nanti adu tinju ya? Duh, Juragan Danu nekad bener...."

*

Di rumah, malam itu juga Danu sudah bersiap-siap mengenakan jaket kulit dan segera turun.

Namun ketika tiba di ujung tangga, Ibu dan Adiknya menoleh secara bersamaan. Di sana juga ada Bima sang keponakan yang fokus bermain di karpet anak.

"Eh, Bu... Tumben banget Mas Danu rapi? Mau kemana itu?" pekik Hasbi melirik Kakaknya sekilas.

Wanita tua yang masih cantik di usia 58 itu hanya langsung bangkit. Matanya berbinar, namun setelah itu menyipit. "Mau kemana malam-malam seperti ini, Danu?"

"Mau survei pabrik, Bu!" dalihnya.

Adiknya nomor dua menyahut. Dinda. "Jangan percaya, Bu! Apel itu Mas Danu," ucapnya sambil cekikikan.

Bima bangkit. Kini membingkai wajah Ibunya. "Mamah... Tidak boleh bilang kaya gitu. Paman Danu kan Jomblo," bisiknya.

Danu memutar malas bola matanya. Sangat jengah sekali menatap keluarganya yang tukang kompor itu. "Udah lah, Bu... Danu buru-buru ini!"

Hasbi bangkit dan menghadang jalan Kakaknya. "Kemarin, Bu... Mas Danu itu apel ke rumah Istrinya orang. Upsss!!!" cepat-cepat pegawai Notaris itu menutup mulutnya.

"Danu... Apa benar?" Bu Ajeng menelisik.

"Bilang sekali lagi aku remas mulut kamu, Hasbiiiii...." kepala perjaka tua itu sudah mengeluarkan asap.

1
Soraya
lanjut thor
Machmudah
Ayo Danu....maju terus jgn kasih kendor...💪💪💪
Dew666
💟💟💟💟
nunik rahyuni
cepat urus perceraian nya lena ..rasa muak aq sama dewan ...g tau diri tebal muka...dulu pas ngeloni gundik ja terbang melayang g ingat anak bini duit milyaran raib di slangkangan gundik...dan skrg g mau nglepas lena..maunya apa sih...rasa mau ta tabok pke kawat beduri beracun...kok kya sok cakep aja😡😡
Ariany Sudjana
Dewantara aja ga tahu diri, sudah menikah siri dengan pelacur murahan kok masih kepo sama Alena? sudah urus saja pelacur murahan kesayangan kamu itu Dewantara 😂😂🤣🤣
nunik rahyuni
thor hilang g ada kabar🤔🤔🤔🤔
nunik rahyuni
emang bener kan apel istri orang...kan
nunik rahyuni
nama nya sering tetukar thor..dewan kan bspaknya
tinie
hihiii Hasbi
emang mulutnya lemes banget
nunik rahyuni
lanjuuuut jut jut juuuut
nunik rahyuni
seru ni klo lena sama daru...ly tikus dan kucing jd rame
Soraya
lanjut
tinie
jika kamu sudah menikahi Tiyas
maka kamu harus melepaskan alena
Marko Taik
lagi seru ni Thor lanjuttt thorrt
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Ig:@septi.sari21: macihhh akak😍😍
total 1 replies
Kusmini Kusmini
Iiih bkin greget crita nya,lnjut trus 👍
Ig:@septi.sari21: stay tune akak😍✋
total 1 replies
Dew666
🪭🪭🪭
Ig:@septi.sari21: kak dew macihhh😍😍
total 1 replies
Dew666
🪭🪭🪭🪭
tinie
semangaatt Lena


aku bingung mau komen apa tentang Fauzan ini🤔🤔
tinie
ooh ayolah Zan kamu fokuskan sama kekasihmu
jangan kecewakan perempuan lain,,
jika dihatimu masih ada Alena
maka buang jauh jauh yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!