NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Secure?

Hari kelima.

Antusiasme para peserta MPLS benar-benar menggaung di seluruh lingkup SMA Nusa Anugerah.

Menjelang penutupan MPLS dengan adanya pentas seni, pertunjukan band sekolah, dan guest star kakak OSIS idola semuanya.

Ayya baru saja memasuki gerbang sekolah, sambutan kocak dari teman SD nya yakni Louis yang baru saja menghalau jalan ayya, jelas membuat ayya kesal.

" Louis minggir, ga baik berdiri di tengah jalan. " peringat ayya.

Louis pun memicing memperhatikan ayya.

" Aduh rek, ayu-ayu budal dewean." kekeh Louis.

" Yo terus? masalah u karo i opo.?" Sinis ayya membuat Louis tergelak.

" Njaluk nomer WA mu po'o ya-ayya.. mosok ra duwe nomer konco lawas." sungut Louis.

Ayya pun menggeleng sembari memejamkan mata sejenak, jelas ia menolak secara halus dikit.

Namun begitu ayya membuka mata, dirinya dikejutkan dengan kehadiran Galih dengan temannya, berdiri di samping Louis yang ada di depan ayya.

ayya pun hendak kabur, namun sial buku yang dipegangnya terjatuh disana.

Louis, galih dan beberapa temannya serempak melihat pada buku ayya di bawah. Dan terpaksa ayya terus berjalan hingga Louis memanggilnya.

" Yya! Bukumu ketinggalan jir.!" seru Louis.

Ayya menggeleng cepat. " Ambilin sini."

Louis mengernyit melihat ayya yang berdiri si kejauhan sana, namun ia sadar pada sikap ayya saat melihat Galih yang sudah meraih buku ayya.

kini Galih membaca nama yang tertera di halaman sampul buku milik ayya tersebut.

" Mampus!" Ayya merutuki diri saat Galih memanggilnya.

' Sungkan banget yang harus tegur sapa langsung sama kak galih.' Gumam ayya ragu.

" Ini buku kamu kan? sini ambil, kesini langsung.." Ucap Galih.

Ayya pun dengan perasaan gugup berjalan menghampiri louis di tempat semula.

" Iya kak, itu buku saya.. Maaf sudah merepotkan untuk mengambilkan buku saya." ucap ayya menunduk menahan malu.

Bukannya dikembalikan ke ayya, galih dan temannya malah tertarik membaca nama ayya di buku tersebut.

" Ayudya Lazuardi, panggilannya apa?" tanya galih.

" Yudha, hahaha.." Jawab louis.

yang lain pun menyahut. " Ardi? Zuar? apa Laju? cepat sangat lajunya upin-ipin. Pfftt.. hahaha.."

Mendengar celotehan Louis dan anggotanya itu, dengan cepat galih menyikut bahkan menampar pundak mereka.

" Bisa diem kalo ada orang omong? Becanda terus, ada waktunya nanti." Peringat galih yang langsung dilaksanakan oleh mereka.

begitu semua diam, galih kembali menatap ayya sehingga reflek membuat gadis remaja itu menunduk.

" Ini buku tanda tangan kakak OSIS harusnya dikumpulkan kemarin sore, kenapa masih di kamu?" tanya galih.

ayya pun menjawab sedikit gugup. sungguh sebelumnya tak pernah ayya begini, apa karena setelah menelusuri sosmed galih ya?

" A-anu kak, kata kak satya tanda tangan semua kakak OSIS harus lengkap.

Berhubung punyaku belum lengkap, jadi aku berinisiatif kumpulin hari ini setelah nanti minta ke kakak OSIS.."

Ayya menelan kasar ludahnya saat melihat galih yang begitu serius memeriksa kolom tanda tangan di setiap lembar bukunya.

" Oh, tinggal aku aja?"

Galih tertawa kaget saat dirinya melewati adik kelas saat sesi tanda tangan berkedok fansign kemarin. Langsung saja dia mengambil bulpoint untuk mengisi kolom tanda tangan miliknya.

Louis pun meledek ayya, ia menggeleng dan berdecak keheranan seraya memojokkan ayya.

" Hayoloo, kemana aja kemarin lu ayya? sampe lewatin yang punya hajat." Sikutnya pada Galih.

Galih pun menutup buku itu, tanda tangan sudah lengkap dan ia kembalikan lagi pada sang empu, ayya.

Ayya pun menerima buku itu.

" Terimakas-.."

" Nama panggilanmu ayya? Kenapa ga dipanggil ayu, kayak orangnya..?" Galih melempar senyum, menatap lekat kedua bola mata coklat hazel yang terlihat membesar.

Songak ayya menarik buku dari tangan Galih dan langsung membungkuk berterimakasih beberapa kali, hingga tanpa pamit ia langsung berlari kencang meninggalkan tempat.

" Tuh anak kenapa dah? Lucu banget larinya kek dikejar setan." kekeh willy.

Galih pun menggedik. " Sama kek cewek lain lah, tapi Louis.. Kamu kenal dia?"

" Weh.. Mana tuh anak? Main pergi gitu aja?"

Sialannya lagi si Louis sudah hilang tiba-tiba tanpa pamit juga, sepertinya dia pergi bertepatan dengan kaburnya ayya tadi.

_

Penutupan MPLS dengan acara pentas seni serta pengumuman lomba tiap regu berlangsung sangat menyenangkan.

Tak hanya peserta MPLS yang hadir, ada juga siswa SMA nusa anugerah yang turut memeriahkan acara itu.

Banyak penampilan dari para kakak OSIS, dari band, dance, promosi ekskul sekolah dengan dibungkus sekeren mungkin.

Ayya yang menyaksikannya pun menjadi terkesima, tak hanya ayya sih, semuanya juga tak luput dari terkesima melihatnya.

Kania, megan, dan ola, mereka teman regu ayya yang kini sudah heboh hendak menerobos masuk para penonton menuju depan panggung.

Ayya pun tak luput ditarik oleh mereka, diajaknya menonton lebih dekat saat nama galih disebut menjadi penampilan selanjutnya.

" Nggak ah Kania, aku disini aja.. Aku punya asma, ga bisa desek-desekan." ucap ayya yang sangat disesali kania.

" Beneran ga apa? Aku sama temen-temen paling lama disana." ucap kania.

Ayya pub mengangguk, mengacungkan jempolnya.

" udah sana, menggatal sana.." kekeh ayya yang langsung membuat kania salting.

" jangan iri kalo aku di notis sama kak galih, ya.." Ledek kania.

" Santai, siapa aja bisa jadi MC kan?" balas ayya terkekeh.

Kania pun melirik sinis. " Kamu mah MC mulu,dasar kutu buku, sekali-kali kamu ciptain MC mu sendiri."

Ayya menggeleng. " Maaf, jadi NPC lebih tenang. hehe.."

" Hmm, yeah terserah ayya deh, aku ke ola sama yang lain di depan ya.." Pamit Kania berlari.

Melihat kepergian temannya itu, Kania tersenyum, terlebih saat semua teman-teman MPLS nya itu sudah pada bergabung di tengah audiens.

" Seru sih, tapi aku ga bisa, bisa mati berdiri aku." Gumam ayya sembari berlalu mencari duduk di depan kantor guru.

Detik, menit, jam pun berlalu.

Ayya masih betah duduk di depan kantor para guru, bersama beberapa murid lain yang sedang beristirahat.

Ayya mengayun-ayun kaki sejak tadi, bermain ponsel, scroll sosmed, dan berakhir membaca novel online nya lagi.

Entah aura manis apa yang baru saja melewati ayya, gadis remaja itu langsung menoleh pada sekumpulan murid cantik, kakak kelasnya.

Tubuh ramping, rambut lurus sedikit kecoklatan, wanginya manis nan lembut, begitu menoleh pada temannya, ayya langsung terpesona saat itu juga.

" Wah, kakak itu cantik banget.." Ucap ayya terkesiap.

Side profil terbaik di dunia nyata ayya, seperti idol kpop, boneka lebih pastinya. Hidung mancung, bibir kecil berisi, wajah tidur, kulit kuning langsat yang menjadi nilai plus tak berlebihan, sangat pas di mata ayya.

" Pasti kakak itu jadi primadona sekolah sini, cantik banget.. Siapa ya namanya?" Gumam ayya tak melepas tautan pada kakak kelas bernama dada Fania itu.

Tak hanya fania, teman-temannya pun sama cantiknya dengan fania, hal itu jelas semakin mengikis rasa kepercayaan diri ayya.

Dan rasa itu semakin menciut saat fania mendapat sambutan senyum manis dari teman-teman galih di ujung sana.

" Kak galih ga ikutan nyambut kah? Cewek cantik baru dateng jangan dianggurin sih kataku." Ucap ayya.

Sontak seseorang turut menyahut dari belakangnya.

" Gimana ga dianggurin? Mantan mana bisa dianggurin, tuh liat.. Senyum galih sangat mengembang, kegirangan banget dia."

Hah? Ayya terkejut menoleh pada louis di sampingnya, mulutnya sedikit terbuka, jelas pandangannya masih terkejut sehingga membuat louis tergelak.

" Ngapain sih sendirian disini? Masih aja kuper, bergaul sono!" Cibir louis.

Ayya menggeleng. " Enakan jadi NPC."

" Etdah, masih aja bahas NPC lu yya.. Hidup senormalnya ajalah anying. Jangan ngehayal terus, hidup rl itu enak, bergaul.."

Ayya berdecak malas, lalu mendorong louis kesal.

" Aku ga menghayal ya! Aku cuma sadar diri, memposisikan diri sebagai orang yang ga penting." Ujar ayya.

Louis pun mengernyit, lalu menepuk pundak ayya dan berucap.

" Gue gasuka pemikiran kakak ini, terlalu insecure.. Padahal mayan loh kalo dijual di pasar ikan."

" Ish, louiss! Aku ga becanda, aku ga insecure, cuma sadar diri aja.." Peringat ayya yang tak louis hiraukan.

" Ga usah insecure ah, lo juga kalo glow up ya ga main-main juga, makanya begaul!"

Arrghh.. Ayya muak tiap ketemu louis selalu menyuruhnya untuk bergaul, muak ga suka!!!

Untungnya louis langsung lari setelah hampir ayya lempar dengan batu di tangannya, fyuh.. Kini ayya menghela napasnya, ia kembali mengoreksi dirinya.

Ayya tak kalah cantik, ia manis, kulit putih cerah bak susu, rambut coklat mengembang di bawah, gigi gingsul membuatnya terlihat imut, mata sipit, tubuh ramping dengan tinggi 160 cm, terdengar tak ada kekurangan bukan? Yang membuat ayya insecure adalah pemikirannya sendiri.

Hiks, ayya melepas kaca matanya yang sudah mengembun, ia meniupnya lalu di gosok pakai lap khusus, kemudian memakainya kembali.

" Kutu buku, sukanya menghayal, pake kacamata, bener-bener ngegambarin seorang NPC ga penting, cuma liat kemesraan mereka para pemeran utama."

Ya, ayya sedari tadi duduk di sekitar kakak kelas yang tengah berduaan dengan pacarnya, mungkin.

" Boleh pulang gak ya?"

Ayya celingukan mencari teman untuk diajaknya pulang, namun betapa terkejutnya ia saat melihat galih yang tengah bercanda ria dengan kakak kelas cantik, hanin, mantan galih kata louis, ayya berusaha biasa saja, namun pesona keduanya benar-benar menggambarkan para pemeran utama dalam ceritanya.

" Syit, kabur ah, jadi obat nyamuk diantara para MC.."

_

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!