NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30三十

Pagi itu, kediaman Mo yang biasanya sunyi dan hanya diwarnai suara denting sendok perak di atas porselen mahal, mendadak berubah menjadi sebuah zona konstruksi yang luar biasa aneh. Tiga truk ekspedisi besar parkir berjajar di depan gerbang utama, menghalangi jalan keluar mobil Rolls Royce milik Mo Yan. Para kurir dengan seragam warna-warni menurunkan bungkusan karet raksasa yang dilipat sedemikian rupa, memancarkan bau karet baru yang sangat menyengat hingga ke ruang tamu.

​Xi'er berdiri di depan pintu utama dengan tangan di pinggang, rambutnya diikat tinggi, memberikan perintah kepada para pengawal Mo Yan layaknya seorang jenderal perang yang sedang mengatur strategi pengepungan.

​"Bawa benda biru itu ke kamar mandi A-Chen! Hati-hati, jangan sampai tersangkut pintu, itu adalah Istana Air yang dijanjikan pasar gaib padaku!" teriak Xi'er sambil memegang lembaran instruksi manual yang sebenarnya dia baca terbalik.

​Mo Yan yang sedang mencoba menikmati kopi paginya di ruang tengah, awalnya berusaha mengabaikan keributan itu. Namun, ketika ia melihat Zuo Fan dan lima pengawal berjas hitam lainnya menyeret sebuah mesin pompa listrik berukuran besar melewati ruang tamu, ia tidak bisa lagi tinggal diam. Ia memutar kursi rodanya menuju kamar A-Chen dengan kecepatan penuh.

​Begitu sampai di depan pintu kamar mandi, Mo Yan nyaris terjungkal dari kursi rodanya. Rahangnya jatuh seketika, dan matanya membelalak tidak percaya. Kamar mandi mewah yang dilapisi marmer putih Italia dan keran-keran berlapis emas itu kini sudah tidak terlihat lagi dasarnya. Sebuah Kolam Renang Karet Raksasa lengkap dengan seluncuran melengkung setinggi dua meter telah terpasang di sana, berdesakan dengan bathtub kristal.

​Tidak hanya itu, di sudut ruangan yang merupakan area ruang ganti, sebuah Istana Balon berwarna kuning dan jingga setinggi plafon sudah mulai menggembung, memenuhi separuh ruangan hingga menyentuh lampu gantung kristal yang harganya bisa untuk membeli satu buah rumah mewah.

​"Xi'er... apa-apaan ini?" tanya Mo Yan dengan suara yang bergetar antara marah, bingung, dan tak percaya. "Kau mengubah properti bernilai miliaran rupiah milikku menjadi taman bermain pasar malam? Kau tahu tidak berapa biaya perawatan marmer ini jika terkena kelembapan berlebih?!"

​Xi'er menoleh, wajahnya nampak berkeringat dan pipinya kemerahan karena semangat. "Tuan kaku! Kau datang di saat yang tepat. Cepat bantu Zuo Fan memegang bagian kepala naga ini, napasnya sepertinya kurang kuat untuk membuatnya berdiri tegak!"

​Mo Yan menatap Zuo Fan yang kini sedang berlutut di lantai yang sudah tertutup terpal plastik. Wajah asisten pribadinya itu merah padam, tangannya gemetar karena harus menahan beban karet yang sangat berat sementara mesin pompa berbunyi bising di sampingnya. Zuo Fan menatap1 tuannya dengan tatapan tolong selamatkan aku yang sangat menyedihkan.

​"Xi'er, hentikan kegilaan ini sekarang juga!" seru Mo Yan dengan suara baritonnya yang menggelegar. "Kamar mandi itu adalah tempat untuk membersihkan diri dengan tenang, bukan untuk menaruh istana karet yang norak! Bagaimana jika airnya meluap dan merusak struktur kayu di bawah marmer ini? Rumah ini bisa hancur!"

​Xi'er mendadak berhenti bergerak. Ia menaruh pompa manualnya ke lantai dengan bunyi denting yang keras. Ia berjalan mendekati Mo Yan perlahan, langkah sandalnya yang berbunyi cit-cit terdengar sangat dramatis di tengah kesunyian yang tiba-tiba muncul. Wajah Xi'er berubah menjadi sangat sedih, bibirnya melengkung ke bawah, dan matanya yang besar mulai berkaca-kaca dengan sangat cepat.

​"Jadi... kau benar-benar keberatan jika aku mencoba menyenangkan adikku sendiri?" tanya Xi'er dengan suara yang lirih dan bergetar, seolah-olah hatinya baru saja hancur berkeping-keping. "A-Chen sudah kehilangan orang tuanya di dunia sana. Dia terdampar di dunia asing ini bersamaku, dikelilingi oleh benda-benda besi dingin dan orang-orang yang tidak pernah tersenyum. Satu-satunya hal yang dia inginkan setelah melihat video di kotak sihirmu adalah berenang di Istana Naga."

​Xi'er mengendus pelan, menyeka air mata yang sebenarnya belum benar-benar jatuh. "Apakah aku sesalah itu karena ingin melihatnya tertawa sekali saja? Jika kau lebih mencintai marmer-marmer mati ini daripada kebahagiaan seorang anak kecil yang malang, katakan saja! Aku akan membawa A-Chen pergi sekarang juga, kami akan mencari kolam di pinggir sungai atau di bawah jembatan!"

​Mo Yan terdiam seribu bahasa. Hatinya yang selama ini ia bangun sekeras baja dan sedingin es, mendadak luluh lantah melihat binar kesedihan murni di mata Xi'er. Rasa bersalah yang sangat tajam mulai menghujam dadanya, membuatnya merasa seperti seorang penjahat paling kejam di dunia.

​"Bukan... bukan begitu maksudku Xi'er. Aku hanya... ini terlalu berlebihan dan sangat mendadak." ucap Mo Yan dengan nada yang jauh lebih lembut, mencoba membela diri namun gagal total.

​"Mendadak?" Xi'er mengendus lagi, kali ini ia berpura-pura mengemasi bungkusan karet yang belum terpasang. "Di duniaku, kebahagiaan tidak bisa ditunda satu detik pun. Hari ini A-Chen ingin seluncuran, maka hari ini dia harus mendapatkannya! Karena kita tidak tahu apakah besok naga langit akan memanggil kita pulang. Tapi baiklah, jika kau memang tiran yang lebih peduli pada keindahan rumah daripada senyum anak yatim piatu, biarkan aku mengemasi ini semua sendiri..."

​"Tunggu! Jangan dikemasi!" cegah Mo Yan dengan sangat cepat, bahkan tangannya hampir saja meraih bahu Xi'er untuk menahannya. Ia menarik napas panjang, menyerah sepenuhnya pada drama sang Tabib Agung. "Zuo Fan... lupakan pompa manual itu. Panggil tim teknis dari departemen fasilitas Mo Group. Suruh mereka membawa mesin pengisi angin industri. Dan pastikan sistem drainase di kamar mandi ini diperkuat agar tidak ada air yang merembes ke lantai bawah."

​Xi'er seketika berhenti menangis. Ia berbalik badan dan tersenyum sangat lebar, bahkan matanya sampai menyipit bahagia. Tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. "Aku tahu kau sebenarnya pria yang memiliki hati seluas samudra Tuan kaku! Zuo Fan, kau dengar itu? Gunakan mesin sihir industri! Cepat, sebelum A-Chen bangun dari tidurnya!"

​Satu jam kemudian, kekacauan yang ditakutkan Mo Yan benar-benar Menjadi kenyataan. Xi'er, dengan keras kepalanya, bersikeras mengisi kolam karet itu menggunakan selang panjang yang ditarik dari balkon luar. Namun, karena dia terlalu asyik mengobrol dengan A-Chen yang baru saja bangun dan langsung memakai kostum dinosaurus hijau (lengkap dengan ekor yang bergoyang-goyang), dia benar-benar lupa mematikan keran airnya.

​Air mulai meluap dari tepi kolam karet yang tinggi, membanjiri lantai marmer kamar mandi dan mulai merembes keluar menuju karpet bulu domba premium di dalam kamar tidur. A-Chen berteriak girang, suaranya melengking memenuhi ruangan. Ia memanjat tangga seluncuran karet dan mendarat dengan suara BYURRR! yang sangat keras, menyipratkan air ke arah plafon dan dinding.

​"Lihat Kakak! Aku adalah Naga Hijau yang menguasai lautan!" teriak A-Chen sambil mengepak-ngepakkan tangan kostum dinosaurusnya yang basah kuyup di dalam air.

​Mo Yan yang sedang memantau dari ambang pintu, hanya bisa memejamkan mata dengan pasrah saat ujung jas sutra mahalnya mulai basah terkena cipratan air yang mengandung bau plastik. Ia melihat Xi'er, tanpa ragu sedikit pun, ikut melompat ke dalam kolam karet itu. Ia masih mengenakan sandal cit-cit kuningnya, membuat suara cit-cit-cit yang aneh di dalam air saat ia mencoba menangkap bola-bola plastik warna-warni yang mengapung.

​"Tuan kaku! Jangan hanya berdiri di sana seperti patung penjaga makam! Ayo masuk! Airnya sangat menyegarkan, ini bisa melunturkan semua pikiran jahatmu tentang bisnis!" ajak Xi'er sambil tertawa lepas, ia menyiduk air dengan tangannya dan melemparkannya ke arah Mo Yan.

​Mo Yan menangkap sebuah bola plastik merah yang melayang ke arahnya. Ia menatap wajah Xi'er yang basah kuyup, dengan helai rambut yang menempel di pipinya, dan tawa yang begitu murni. Di tengah kekacauan air, bau karet yang menyengat, dan lantai yang kini mirip seperti rawa, Mo Yan menyadari satu hal yang sangat penting. Rumahnya yang dulu terasa seperti penjara mewah yang dingin dan tak bernyawa, kini benar-benar terasa seperti sebuah tempat tinggal yang penuh dengan kehidupan.

​Suara tawa Xi'er yang nakal dan kegembiraan A-Chen yang meluap-luap ternyata jauh lebih berharga daripada marmer Italia mana pun atau lampu kristal termahal yang pernah ia beli.

​"Zuo Fan" panggil Mo Yan pelan, suaranya hampir tenggelam oleh suara kecipak air.

​"Ya Tuan? Saya di sini, sedang mencoba menyelamatkan karpet Anda." jawab Zuo Fan yang kini juga sudah basah kuyup dari ujung kepala sampai ujung kaki karena harus membantu A-Chen naik kembali ke seluncuran berkali-kali.

​"Batalkan jadwal renovasi ruang tamu bulan depan. Gunakan dananya untuk mengubah kamar mandi ini secara permanen menjadi area indoor waterpark yang paling canggih. Ganti marmernya dengan material anti-slip yang empuk, dan pasang sistem sirkulasi air yang tidak akan pernah meluap. Aku tidak ingin tabib bawel itu terpeleset dan melukai kepalanya yang keras itu."

​Zuo Fan tersenyum lebar meski wajahnya basah. "Baik Tuan. Sepertinya Nona Lin benar-benar telah berhasil meruntuhkan pertahanan Anda."

​Xi'er memercikkan air lagi, kali ini mengenai wajah Mo Yan secara langsung. "Berhenti berbisik-bisik seperti pencuri! Cepat bantu naga kecil ini meluncur lagi Tuan kaku! Ini adalah perintah resmi dari Tabib Agung untuk asistennya!"

​Mo Yan menggelengkan kepala sambil tersenyum pasrah yang sangat tulus, sesuatu yang jarang ia lakukan selama bertahun-tahun. Ia mendorong kursi rodanya lebih dekat ke tepi kolam, membiarkan dirinya ikut basah dan larut dalam kegilaan pagi itu. Ia tahu, selama Xi'er ada di sana dengan segala ide gilanya, hidupnya tidak akan pernah membosankan lagi, meskipun itu berarti ia harus hidup di tengah istana balon dan kolam karet selamanya.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hancur minahhhh
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jangan percaya... akting itu akting
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya itu mmg ekting😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Pasrah banget ya Tuan Mo. takut banget nanti dia mati mendadak karena ulah tabib ini🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: huss jangan blg blg😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Cintya𝓧𝓲 яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
yeayyy, semangat Xi'er, taklukkan dunia ini dengan pengetahuan medis modern dan tradisionalmu/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo semangat belajarnya Xi'er/Determined/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: semangat demi jdi dr top di dunia🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kepalaku udah nyut²an lihat tingkah adik kakak satu ini😵
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ternyata kakak adik sama aja 😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Sadar juga kau Xi'er 😅
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 🤣 Iya karna terlalu keras ubun2an mu itu
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Kacau semua udah, ga bisa bayangin itu dalemna kaya apa 🤣🤣 alemong bener dah ah /Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 🤣🤣 Parah paraahh
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Kamu harus hapus Shoope, Tokopedia, lazada, tiktok, dll di ponselnya, tuan kaku😭😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tuan kaku: aku tak berani /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/Dia pesan apa saja sih sampai kurirnya sebanyak itu😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: pesan banyak hal yang tdk diperlukan🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Cintya𝓧𝓲 яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣🤣 aduh... untung dibayar 2 kali lipat ya🤣🤣

Xi'er bawa sekalian juga kolam mandi bola biar hilang rasa stress dari mikirin bermacam-macam obat🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$Cintya𝓧𝓲 яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: 🤣🤣 sekalian bawa sama Playground nya 🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/ Alemoong alemoong 🤣🤣🤣 Xi'er aya2 wae lah, lama2 pasar malame pindah ke gedung Mo Grup 🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
maaf aku terkesima dengan barang yang kau pesan Xi😱 aku yang manusia normal tidak pernah terpintas di benak ku dengan barang2 mu🤭 fix kau sama dengan author mu yang bikin lakinya juga sakit kepala🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: astagahh kenapa dengan aku kenapa harus akuuu😑
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Buahahaha... Asli ngakak parah🤣🤣🤣 ya ampun Xi'er, ada aja gebrakannya🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mmg itu org lucuu😑
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awas kau bilang aku dah lama ngga baca novel mu/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahaha sku gk ngeh🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
elehhh mulut mu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 buhahahaha
total 1 replies
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!