NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

 Pagi hari

 Kegiatan pagi Nina mulai disibukkan dengan pekerjaan didepan laptop,Nina segera mengirim pesan pada Milano perihal kedatangan ia ke perusahaan.

 "Aku tak mau tahu, semuanya harus lengkap.Apalagi data-data yang aku minta kemarin harus ada di meja kerja." perintah Nina pada asistennya.

 "Baik nona." jawab Milano yang mengerti tugas apa yang harus ia lakukan.

 Sambungan telepon langsung terputus,nampak terlihat wajah Milano yang mulai tegang.

 "Sepertinya ada masalah lagi sampai-sampai Nona akan datang kesini lagi." batin Milano yang tahu betul jika sudah kedatangan Nonanya,pasti ada sesuatu yang sedang memancing kemarahan Nona Angel.

 Nina bergegas membereskan kamarnya, tiba-tiba saja dari tas kecil miliknya ia mengeluarkan berupa senjata pistol,"Sudah lama aku tidak memakai senjata ini." gumam Nina yang sudah lama tak menggunakan senjata itu, apalagi posisi dia sedang menyamar.

 Senjata itu ia masukkan kedalam tasnya kembali.Nina terlihat sudah siap untuk berangkat ke perusahaan,situasi di kost terlihat sepi dengan posisi Lina baru saja berangkat.

 Saat hendak akan berangkat,didepan sudah ada Andra yang berjalan mendekati Nina,"Aku antar kerja ya." Andra langsung menghampiri Nina,reaksi Nina menatapnya dingin.

 "Tidak ,aku bisa berangkat sendiri." jawab Nina yang langsung menaiki sepeda motor miliknya.

 Andra sekali lagi menghela nafas pelan-pelan,"Baiklah aku tak akan memaksamu,tapi ingat janji kita."Andra mengingat kembali pada Nina untuk tidak lupa dengan janji mereka.

 Nina hanya terdiam memandangi wajah Andra, akhirnya Nina pergi meninggalkan Andra sendirian.

 Andra menatapnya dengan sesekali menghela nafas kembali,"Seperti butuh kesabaran untuk aku menghadapinya." batin Andra yang mengakui dirinya harus bersabar menghadapi sikap Nina seperti itu padanya.

 Andra kembali ke tempat kostnya yang saat itu sudah rapi dengan baju kerja,"Ada masalah apa lagi?" tanya Yogi yang ternyata sudah siap berangkat kerja juga.

 "Nina" jawab Andra yang sekali lagi pundak Andra di tepuk pelan.

 "Aku sudah bilang, jangan menyerah.Kamu mau jika ada pria lain mendekati Nina." pertanyaan itu langsung membuat Andra sedikit emosi.

  "Aku tidak mau,Nina hanya milikku.Tidak ada orang lain yang berhak mendekatnya!" teriak Andra yang tak ingin jika hal itu terjadi.

 "Kalau tidak mau,jangan menyerah begitu." jawab Yogi yang tahu betul sebagai sahabat ia akan selalu mendukung pilihan sahabatnya itu.

 Sedangkan di lokasi Nina,ia diam-diam sedang mengawasi suatu tempat yang ia yakini ada hubungannya dengan orang yang sedang ia awasi.

 "Lokasinya tak jauh aku kost,ini akan mempermudah untuk aku awasi mereka." batin Nina yang sengaja mengintai pergerakan dari mereka.

 Nina sengaja mengawasinya hingga ,ia mendapati situasi di rumah target sepi tidak ada aktivitas.

 "Aku harus memastikan jika mereka masih ada disana." gumam Nina yang akhirnya memilih duduk di sebuah warung yang tidak jauh dari lokasi pengintaian.

 "Maaf Bu,ini berapa?" tanya Nina yang ternyata membeli minuman di warung itu.

 "8.000 mbak." Nina memberikan uang itu pada ibu penjual itu.

 "Ini mbak kembalinya." langsung saja Nina menolaknya.

 "Tidak perlu Bu,kembalinya buat ibu saja." Nina langsung menolaknya dan langsung meminum air dingin yang baru saja ia beli.

 "Beneran mbak?" tanya ibu itu lagi.

 "Iya Bu,itu untuk ibu saja." jawab Nina yang pandangannya mengarah rumah target yang sedang awasi.

 "Terimakasih mbak." ucap ibu itu yang langsung dibalas dengan senyuman.

 Nina melihat sekeliling gang yang terlihat sepi,"Ada apa mbak, seperti mbaknya kebingungan begitu?" tanya ibu penjaga warung itu.

 "Hanya merasa sepi Bu." jawab Nina yang sekedar basa-basi mengobrol dengan ibu penjaga warung.

 "Biasa mbak,jam segini mereka masih molor.Paling-paling mereka sedang ada di gudang kosong." jawab ibu penjaga warung itu.

 "Maksudnya gudang kosong?" tanya Nina yang masih belum mengerti.

 Ibu penjaga warung itu menceritakan apa maksud dari ucapan itu.Setelah mendengar penjelasan itu,Nina baru menyadari orang yang sedang ia cari ternyata ada disana.

 "Jadi begitu ya,pasti orang-orang itu sangat meresahkan di lingkungan ini."

 "Pastinya mbak,kami pun tak berani menegurnya.Bisa-bisa kami orang disini di hajar "ucap ibu itu yang ketakutan dengan ulah mereka.

 "Begitu ya,saya akan hati-hati Bu." jawab Nina, setelah itu Nina pergi dari tempat itu.

 Kini Nina mendapatkan informasi yang begitu jelas tentang informasi mereka.Langsung saja Nina mengirim pesan pada Lukas tentang informasi yang ia dapatkan.

 Nina segera pergi ke suatu tempat yang dimana ia akan bertemu dengan Milano.Akhirnya Nina menemui Milano yang sedari tadi menunggu kedatangan dirinya.

"Selamat datang Nona." Milano menyapa kedatangan Nonanya.

 "Apa semuanya sudah kamu siapkan?" tanya Nina pada Milano.

 "Sudah Nona." jawab Milano yang akhirnya mereka pergi ke hotel hanya untuk sekedar berganti baju.Apalagi Hotel yang ia kunjungi milik keluarganya.

 Setelah semua rapi barulah Nina pergi menuju perusahaannya dan tampak ekspresi dingin dari Nina.

 "Apa kamu sudah menyadari kesalahan data yang kamu kirim?" tanya balik Nina pada Milano.

 "Iya Nona,saya tak bisa bertindak lebih dari ini.Saya serahkan pada Anda dan menilai baiknya bagaimana." Mendengar jawaban itu Nina hanya menganggukkan kepala.

 "Baiklah akan aku selesaikan." jawab Nina yang mulai mengerti masalah yang ia sedang hadapi.

Siang hari

 Setelah selesai rapat,Nina kembali ke ruang kerjanya.Dengan setumpuk berkas yang ia sudah selesaikan.

 Tiba-tiba saja handphone miliknya berdering.

 "Dia lagi, untuk apa menghubungiku." gumam Nina yang melihat nama Andra tertera di handphone miliknya.

 "Halo."

 "Halo Nina."

 "Ada apa?" tanya Nina yang hampir saja menyelesaikan pekerjaannya.

 "Hanya ingin tanya sesuatu,apa kamu sudah makan siang?" pertanyaan bodoh yang didengar Nina.

 Ia merasa aneh dengan tingkah Andra yang terus mengejar dirinya.Nina hanya menghembuskan nafas pelan-pelan.

 "Benar-benar bucin pria ini." batin Nina yang baru kali ini ada seseorang pria mendekati dirinya.Jika saja ia tahu sebenarnya dirinya apakah ia akan terus mengejar dirinya.

 "Nina."

 "Aku sudah makan siang." jawab Nina yang malas berbicara dengan pria itu.

 "Ternyata sudah,aku kira belum. Aku hanya mengingatkan saja ,agar kamu tak sakit." ucap Andra yang semakin menunjukkan perhatian khusus untuk Nina.

 "Sudah cukup?"tanya Nina lagi yang ingin sekali mengakhiri sambungan teleponnya.

 "Sudah, Jika kamu ingin melanjutkan pekerjaanmu lanjutkan. Maaf kalau aku mengganggu waktu kerjamu."ucapan permintaan maaf Andra pada Nina.

 "Iya." jawab singkat Nina yang tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan oleh Andra.

 Pada akhirnya sambungan telepon mereka terputus, hingga ekspresi Nina hanya menggelengkan kepala.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!