NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rapuh

Sesenggukkan kecil keluar duluan. Pelan, tertahan, seperti takut terdengar.

Raka melihat dari sudut matanya.Dia tidak langsung bicara, Hanya menghidupkan musik sedikit lebih keras, terus menurunkan suhu AC supaya tidak terlalu dingin ke pipi Raya yang kini sudah basah karena airmata.

" Mas.." Suara Raya pecah. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan." Kenapa semuanya jadi seperti ini? Apa aku yang jahat mas?"

Raka menarik nafas panjang, Tangan kirinya lepas dari setir sebentar, mengulurkan tisu ke Raya. " Menangislah dek, jangan ditahan. Keluarkan semua sesak yang ada dihatimu."

Untuk saat ini hanya itu yang bisa dikatakan Raka, tidak perlu kata kata yang panjang untuk menghibur hati yang luka.

kalimat yang dikatakan oleh Raka, membuat bendungan di dada Raya kini jebol.

 Tangissannya pecah. Histeris, tapi dalam. Semua membuatnya lelah, semua membuatnya kecewa, semua rasa bodoh karena masih mau memberikan Bagas kesempatan kedua. Semua keluar dari airmata itu.

 Raka membiarkan Raya. Dia hanya fokus membawa mobil.

  " Kamu sangat kuat dek." katanya pelan saat melihat Raya agak reda. " Kamu datang kesana, bicara sendiri, tanpa melihatkan rasa sakit didepan mereka, Tidak banyak yang bisa seperti kamu, dek."

  Raya mengusap hidungnya pakai tisu, tertawa kecil yang pahit.

  " Kuat apanya, mas? Aku cuman nggak mau terlihat lemah dihadapan mereka."

Raka mengangguk, matanya melihat kedepan. Tapi suaranya lembut." Galang sama Gilang beruntung punya mama seperti kamu, dek."

 Raya diam, dia melirik keluar jendela. Jalanan yang tadi pagi terlihat tenang, Sekarang seperti buram karena airmatanya.

  " Mas." bisiknya ." Aku takut Mas, takut kalau aku egois memisahkan anak anak dengan papanya dan kenapa kita tidak pulang pulang kerumah, aku sangat takut mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut anak anak, mas."

  Raka menggenggam setir lebih erat." Kamu tidak sendirian dek, Ada mas, ada ibu dan Nisa. Kita bisa jelaskan pelan pelan, yang penting sekarang kita selamatkan mental kamu dulu."

  Raya mengangguk kecil. Dia kembali menyenderkan kepalanya ke kaca jendela, matanya masih merah. Tangissannya sudah berhenti tapi dadanya masih sesak.

  Dibelakang mereka rumah Bagas makin jauh dan untuk pertama kalinya. Raya merasa lega . karena sudah meninggalkan rumah itu.

Pintu tertutup. Suara mobil Raka semakin menjauh. Sisa parfum Andini masih menyangkut diruangan. Tapi sekarang rasanya seperti racun.

 Bagas masih berdiri ditengah ruang tamu. nafasnya masih berat. Dia tidak duduk. Tidak gerak. Matanya masih lurus ke pintu. Seperti masih belum percaya kalau sekarang Raya benar benar akan pergi dari hidupnya.

Andini yang sudah selesai dengan wajahnya lanjut angkat suara. " Lihat kan? sudah aku bilang kalau Raya itu sama sekali tidak peduli dengan kamu."

  Bagas tidak langsung jawab. Dia putar badan pelan pelan. Tatapanya dingin. " Kamu puas sekarang Andini?"

  Andini nyengir sinis. " Ya puas lah. kamu sekarang sudah beba. Tidak ada lagi Raya yang kasar, tidak ada lagi drama keluarga. Tinggal kita berdua sekarang. "

  Bagas maju selangkah." Bebas? kamu pikir aku mau bebas seperti ini?"

Suara Bagas naik. pecah. " Aku baru saja kehilangan istri dan anak anakku. Karena kamu." Bagas menunjuk wajah Andini.

 Senyum Andini luruh. " Karena aku? Apa kamu bercanda Bagas? kamu yang duluan mencariku, kamu yang selalu cerita tentang rumah tangga mu, tentang istrimu yang bau bawang, tentang betapa capeknya kamu dan tidak ada yang mengerti dan sekarang kamu bilang karena aku."

 " Aku memang salah." Bagas membentak ." Tapi kamu tidak lebih baik. Kamu mengambil foto ciuman yang tidak sengaja itu. Lalu kamu kirim ke Raya. kamu yang datang kesini tanpa tahu malu, Kamu memang sengaja ingin menghancurkan rumah tanggaku. "

  Andini tertawa pendek." Hancur? rumah kamu memang sudah retak dari dulu, Bagas. Aku hanya dorong sedikit dan semua mulai terlihat. "

  Kalimat yang dikatakan oleh Andini membuat dia tidak tahan lagi. Dia mengambil vas bunga di meja dan melemparkannya ke lantai.

 Brak!

Pecahan kaca berhamburan. Andini mundur setengah langkah. Tapi matanya tidak takut dan malah menantang." Marah? silahkan kamu marah. Tapi marahmu itu tidak akan membuat anak dan istrimu kembali."

  Nafas Bagas kasar. Tangannya mengepal." Keluar."

  Andini mengangkat alis." Apa?"

  " Aku bilang keluar." Bagas berteriak, Suaranya bergetar, Sekarang Bagas bukan hanya marah, kecewa, hancur, semua jadi satu." Aku tidak mau lagi melihat wajah kamu disini ataupun dimanapun."

  Andini diam sebentar. Dia melihat Bagas dari atas sampai bawah. Seperti melihat orang asing." Ohh begitu? Gampang sekali kamu buang aku setelah kamu tidak butuh lagi?"

  " Aku tidak pernah butuh kamu Andini, aku hanya lemah."

 kata itu keluar seperti pengakuan yang selama ini dia kubur dan Andini mendengar hal itu.

 Dia tertawa pelan. Tapi tidak ada senangnya." Lemah ya. Akhirnya kamu sadar juga, Kita cukup tahu saja sekarang, Sayang."

" Keluar ,sekarang juga Andini." Bagas menunjuk pintu keluar.

Andini kembali melihat Bagas dari atas sampai bawah, tidak ada takut dimatanya. Hanya kecewa yang dibungkus dengan kemarahan. " Jadi kamu sekarang mengusir aku seperti sampah? Setelah semua yang kita lalui selama ini?"

  " Kamu yang sudah membuat semuanya seperti sampah." Balas Bagas datar. " Kita sudah selesai Andini, Sekarang pergilah." Tegas. tidak ada lagi ruang untuk debat.

Andini diam dua detik." Bagus, sekarang kamu usir aku dari rumah kamu, begitu juga dari hati kamu. Kamu pikir aku akan diam saja? kamu pikir aku akan menangis seperti orang bodoh? kamu salah, Bagas. Semua ini belum selesai bagiku."

   Bagas mengangkat muka. " Maksud kamu apa?"

   " Kamu akan tetap butuh aku, karena hanya aku yang kamu cintai ." Andini mengambil tasnya dan berjalan ke pintu.

   Pintu tertutup. Kali ini benar benar tertutup.

  Bagas jatuh terduduk dilantai, punggungnya nyender ke sofa.Tangannya mengusap muka kasar. " Aku bodoh, sangat Bodoh. " Gumannya.

Pintu mobil dibanting keras, begitu duduk di jok pengemudi. Tangannya bergetar, bukan karena takut, tapi karena marah yang sudah dia tahan sedari tadi.

Brak! Brak! Brak!

Dia memukul setir tiga kali berturut turut, sampai klason bunyi pendek dan buat Dia semakin naik pitam.

" Kurang ajar semuanya." Suaranya pecah didalam mobil kedap suara. Airmata marah keluar. Tapi diusap kasar pakai punggung tangan, tidak ada kesedihan disitu, hanya panas.

Dia melihat kearah rumah Bagas lewat spion, Lampu rumah Bagas masih menyala. " Kamu belum menang Bagas, kamu tetap akan jatuh ke pelukkanku."

HP Andini bergetar, nama Satria muncul dilayar. Dia tarik nafas panjang. Hapus sisa marah dari wajahnya dalam satu detik.

Telepon kantor tidak Nisa dijawab dengan emosi pribadi . Profesional harus selalu diutamakan.

" Aku akan balik kekantor pak, Bagas tidak bisa masuk hari ini, kepalanya sakit." Alasa. Andini.

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!