NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sampai Kota

Sebelum sampai di depan gerbang kota terlihat banyak anak anak muda yang berjalan ke arah gerbang, tidak sedikit dari mereka yang menaiki kereta kuda bahkan kuda pribadi.

"Kenapa sangat banyak orang menuju kota?" Tanya Lue Ang

"Bukannya kamu juga ingin ke perguruan Langit Tinggi? Tentu saja mereka datang untuk mendaftar dan mengikuti ujian seleksi," ucap Pangeran Zuan.

"Aku tidak tahu kalau ada penerimaan murid baru di perguruan Langit Tinggi," sahut Lue Ang.

"Perguruan Langit Tinggi hanya membuka penerimaan murid baru 5 tahun sekali, dan penerimaan murid baru itu besok," ucap Pangeran Zuan.

Tiang yang pergi begitu saja dan Mak Nung tidak memberitahunya, Lue Ang mengira dirinya hanya perlu ke perguruan Langit Tinggi dan menjadi murid Tiang.

"Kita sudah sampai di sini perguruan juga sudah sangat dekat, karena pembukaan pendaftaran juga masih besok aku ingin memesan kamar untuk istirahat malam ini," ucap Pangeran.

"Terserah saja, kalau begitu aku taruh kereta kuda ini di sana, sebentar lagi aku sudah selesai," sahut Lue Ang.

Setelah memarkir kereta kuda Lue Ang bergegas turun, tugasnya hanya mengantar Pangeran sampai perguruan Langit Tinggi, karena perguruan juga sudah dekat berarti tugasnya juga sudah selesai.

"Sebelum aku pergi aku akan membantu kalian mencari penginapan, setelah itu akan ku anggap tugasku sudah selesai," ucap Lue Ang yang melihat Pangeran Zuan dan penjaganya turun.

Tanpa menunggu jawaban Pangeran Zuan Lue Ang bergegas pergi, sang penjaga yang ingin memarahi Lue Ang karena meninggalkan Pangeran di belakangnya di tahan oleh sang Pangeran, saat ini mereka sedang berada di tempat yang bukan wilayah kerajaan ayahnya tidak baik membuat keributan yang tidak penting.

Lue Ang sendiri yang berjalan di bagian depan menemukan penginapan besar, walau terlihat besar Lue Ang bisa melihat penginapan yang belum terlalu ramai orang.

"Kalian bisa menginap di penginapan yang ada di sana saja, ikut aku jika kalian yang mencari tempat mereka pasti akan mencoba mengambil keuntungan," ucap Lue Ang.

Tanpa menjawab Pangeran Zuan langsung mengikuti Lue Ang yang berjalan menuju penginapan, setelah melangkahkan kakinya melewati pintu penginapan Pangeran Zuan bisa melihat semua orang sedang melihat ke arahnya.

"Bukankah ini Pangeran dari kerajaan Tauas, kenapa hanya di jaga sama anak yang tingkatnya rendah, apa kerajaan ayahmu sudah mau hancur."

Lue Ang yang mendengar perkataan seseorang memandangnya remeh langsung menatapnya, Lue Ang menyunggingkan bibirnya sambil kembali melanjutkan langkahnya menghampiri sang pelayan.

"Berikan kamar istimewa untuk mereka," ucap Lue Ang.

"Hanya pengawal rendahan saja berlagak," sahut Pangeran Tum dari kerajaan Gez.

Setelah mendapatkan kuncinya Lue Ang segera memberikannya pada Pangeran Zuan, Lue Ang meminta keduanya langsung masuk ke kamar dan tidak perlu menghiraukan perkataan orang tidak berguna.

"Jaga bicaramu, kamu hanya pengawal status mu lebih rendah dariku," ucap Tum.

"Kepada siapa aku harus menjaga bicaraku, berbicara dengan orang seperti mu aku tidak perlu menahan diri," sahut Lue Ang.

"Jangan sombong, aku menantang mu menyewa kamar istimewa tanpa dibayar oleh Pangeran Zuan," ucap Tum.

"Pelayan aku mau membayar kamar istimewa seperti Pangeran Zuan," sambung Tum berteriak keras.

Pelayan langsung mengambil kunci kamar istimewa dan menaruhnya di depan Tum, di atas meja Tum memberikan sepuluh keping emas untuk harga kamarnya.

"Begitu saja sangat sombong, malu dengan gelar mu yang seorang Pangeran," ucap Lue Ang.

"Jangan banyak bicara, coba keluarkan uang mu untuk kamar istimewa," sahut Tum.

"Pelayan apa ada kamar yang lebih mahal dari kamar istimewa?" Tanya Lue Ang.

"Tentu saja, penginapan ini ada satu kamar utama tapi harganya berbeda dengan kamar istimewa," ucap sang pelayan.

"Kalau begitu aku mau kamar utama, katakan berapa harganya," sahut Lue Ang.

"Harganya dua puluh lima keping emas, sebelum menempati kamar utama harus membayarnya lebih dulu," ucap sang pelayan.

"Jangan hanya bertanya cepat berikan uangmu jika benar-benar ada," sahut Tum sambil tersenyum.

Lue Ang tidak menjawab perkataan Tum, Lue Ang mengeluarkan tiga puluh keping emas dan menaruhnya tepat di depan Tum dan sang pelayan.

"Tiga puluh keping emas, sisanya kamu ambil saja," ucap Lue Ang.

Mendengar apa yang dikatakan Lue Ang sang pelayan bergegas mengambil semua kepingan emas dan kembali ke tempatnya, kunci kamar utama langsung diberikannya ke Lue Ang sambil membungkukkan badannya penuh hormat.

Wheeeeeeeeeeessss.

"Aku berubah pikiran, Aku menginginkan kamar utama ini," ucap Tum.

"Maaf tidak bisa, Tuan ini lebih dulu memberikan uangnya," sahut sang pelayan.

"Kamu berani ingin melawanku, kalian semua hancurkan tempat ini jika dia berbicara satu kata lagi," ucap Tum.

"Tidak masalah," gumam Lue Ang meminta pelayan kembali ke tempatnya.

"Sepertinya kamu sangat menginginkan kamar itu, aku akan memberikannya padamu," ucap Lue Ang.

"Heeeeh, Baguslah kalau kamu masih sadar diri," sahut Tum.

"Kamu mau pergi ke mana? Aku bilang aku memberikannya padamu tapi tidak mengatakannya kalau memberikan hanya cuma-cuma, kamu bisa membayarku dengan seratus keping emas," ucap Lue Ang.

"Sepertinya kamu ingin memeras ku, tapi pemikiranmu salah Aku tidak bilang ingin membayar kamar ini padamu," sahut Tum.

"Kalau begitu kamu juga salah paham, Aku sama sekali tidak berniat memberikan secara cuma-cuma padamu karena aku menyewa kamar ini menggunakan uangku," ucap Lue Ang.

"Memangnya apa yang bisa pengawal kecil sepertimu lakukan, lihatlah pengawal ku sangat banyak," sahut Tum.

"Hanya mereka saja," ucap Lue Ang menyunggingkan bibirnya sinis.

Dengan cepat Lue Ang langsung berlari ke arah pengawal Tum, Lue Ang memukul semua pengawal Tum dan membuat mereka terlempar ke luar penginapan.

"Sekarang apa yang akan kamu lakukan? Semua pengawalmu sudah terbaring di luar sana, apa kamu juga mau tidur di luar," ucap Lue Ang.

"A aku lebih kuat darimu jangan mengira aku takut padamu," sahut Tum terbata.

"Kalau begitu mari bertarung," ucap Lue Ang.

"Ini ku kembalikan kunci kamarmu, aku tidak ada urusan lagi dengan orang rendahan seperti mu," sahut Tum yang langsung menaruh kunci di atas meja.

Melihat betapa ketakutannya Tum Lue Ang hanya tersenyum tipis, walau benar tingkat kekuatan Tum berada di atasnya tetap saja dirinya bisa mengalahkannya dengan mudah.

"Lain kali jangan mencari masalah pada orang lain, yang lemah bukan berarti akan kalah atau mau mengalah," ucap Lue Ang sembari berjalan pergi.

Ameng yang melihat Lue Ang langsung bertepuk tangan, seorang yang bisa mengendalikan spirit Naga memang tidak boleh dipandang rendah oleh siapapun termasuk Pangeran dari kerajaan manapun.

Jika ada yang mencari masalah tinggal hilangkan nyalinya saja dengen begitu jalan akan aman ke depannya.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!