" Kamu diam apa karna kamu sudah tau.???"
Smp Nusa Jaya menjadi sekolah pertama yang menghantar dito pada kehidupan supranatural nya, terkadang diam bukan selalu menjadi hal baik.
kejadian dan misteri sekolah perlahan lahan terungkap ketika sosok yang selama ini berdiam diri mulai menebarkan teror dan ganguan nya, hanya mereka yang terbiasa dengan kesunyian yang bisa tau siapa dirinya.
apakah yang terjadi di balik sekolah itu?? apa tujuan dan maksud dari teror mencekam itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam petaka
" Bu saya sudah menyelidiki ini, namun tidak ada titik terang dari hilangnya anak-anak ini!!"
pak Anton kepala sekolah itu tampak putus asa, sudah 2 bln namun belum juga menemukan bukti dari kasus ini.
Seorang perempuan yang biasa di sapa Bu saya Eli itu hanya terdiam menatap ke luar, mata nya sayu ia terlalu lelah dengan semua ini. Apa ini semua ada hubungannya dengan keluarga nya
pemilik yayasan ini adalah keluarga james, dan Elizabeth adalah putri tertua dari keluarga Belanda tersebut ayahnya sebelum meninggal sudah mewarisi ini kepada nya agar di jaga dengan baik dan dapat berguna bagi orang banyak.
Namun harta warisan ini justru memicu terjadinya konflik keluarga james, semua nya menginginkan yayasan ini hanya demi uang. Namun karna Elizabeth ingin menjaga kepercayaan sang ayah ia tetap memimpin yayasan dengan baik
Elizabeth adalah sosok yang dermawan ia baik dan juga sopan, ia memiliki seorang tunangan mereka akan menikah dalam waktu dekat. Namun sepertinya takdir berkata lain tidak semua yang kita inginkan akan terjadi terkadang akan ada petaka di dalam nya.
" hubungi pak Wiliam segera?!" tintah Eli kepada kepala sekolah itu
" baik Bu!!" pak Anton berlalu dengan tersenyum sinis
......................
suasana kembali ricuh kala menemukan seseorang siswi tewas menggantung kan diri di toilet, para guru dan staf sekolah menenangkan para siswa nya. Kejadian di sekolah ini semakin hari semakin aneh, banyak nya hal-hal di luar logika semakin .
Mulai dari siswa yang meloncat saat upacara berlangsung, kerasukan masal dan lainnya semua ini seperti dikendalikan oleh orang yang ingin menghancurkan nama baik sekolah ini
Semakin hari kesehatan Bu Eli juga semakin memburuk hingga Wiliam tunangan nya memilih datang ke Indonesia untuk melihat kekasihnya, untuk sekalian mempersiapkan pernikahannya mereka.
Saat telah sampai di Indonesia keluarga Wiliam tinggal bersama di rumah milik keluarga Elizabeth, mereka akan mengadakan pernikahan di Indonesia saja mengingat kesehatan Eli yang kurang baik.
Setelah merundingnya bersama akhirnya mereka setuju pernikahan ini di adakan di Indonesia saja, namun hal yang tak terduga terjadi para warga datang dengan segala kemarahan nya datang tepat di hari malam sebelum pernikahan itu.
Para warga membawa parang, obor dan berbagai alat Sajam lain nya. Mereka seperti nya tersulut emosi yang membara, semua warga mengepung kediaman keluarga james.
" pantasan saja keluarga asing ini bisa berjaya dan berkembang di tanah kita mereka semua penganut aliran sesat!!" semua warga berteriak memanggil pemilik rumah keluar.
keluarga Wiliam mewakili Elizabeth untuk keluar dan menenangkan amukan warga, sedangkan di kamar nya Elizabeth sudah mengenakan gaun pernikahan mereka. bersama tunangannya Wiliam yang sedari tadi menemani nya.
" di mohon tenang bapak-bapak ibu-ibu semua nya, kami sebagai pihak dari keluarga james akan mencoba membantu mencarikan solusi untuk ini semua!!" keluarga Wiliam mencoba berdiri menghalangi para warga yang ingin berbuat nekat.
" dimana Bu Eli dia harus bertanggung jawab atas kematian anak-anak kami." salah satu warga mulai berbicara
kemudian Wiliam muncul sebagai perwakilan dari Eli, " tenang bapak-bapak ibu-ibu saya sebagai suaminya Elizabeth akan meluruskan ini semua!!"
" kemana wanita jalang itu suruh dia keluar, keluarga nya sudah lama berkuasa di tanah ini dan memakan banyak korban mereka harus bertanggung jawab atas ini semua!!"
teriakan dan amukan para warga tidak bisa di redakan, semua mendesak agar Elizabeth segera keluar dan menemui mereka, mereka seperti nya sudah buta akan kebencian dan kemarahan.
Karna tak kunjung juga menampakkan dirinya warga menerobos masuk dengan paksa, semua barang yang ada di rumah di rusak. saat ini keadaan sangat kacau sekali beling dan kaca berserakan dimana-mana.
Wiliam segera berlari masuk menemui kekasihnya yang masih terjebak di dalam, ia mencari keberadaan Eli yang saat ini meringkuk ketakutan di sudut kamar nya.
" ayo kita segera pergi dari sini!!" ucap Wiliam sambil menarik Eli sebelum para warga menemukan mereka.
belum sempat mereka turun tangga para warga sudah menemukan nya, " itu mereka ayo tangkap mereka!! "
Wiliam dan Eli berlari menuruni anak tangga, namun Eli Malah tergelincir dan jatuh. Wajah dan tubuhnya terkena pecahan kaca hingga tersayat keadaan nya sungguh memprihatinkan.
Darah seger mengalir dengan deras mukanya sudah tidak tampak cantik lagi karna di tutupi darah segar yang mengalir, Wiliam berusaha membantu nya berdiri dan menjauh dari kejaran warga.
Eli menangis dalam kesesakan menyaksikan kebingisan dan amarah warga, keluarga Wiliam juga ikut terseret tanpa pandang bulu warga mengamuk dan membabi buta siapapun yang ada di kediaman keluarga james.
Mereka di seret dan di aniaya dengan hebat, Wiliam dan Eli berlari jauh masuk ke dalam hutan. Mereka sudah tidak dapat lagi menyelamatkan keluarganya dari amukan warga.
" dimana mereka???"
Para warga mengeksekusi keluarga yang tersisa, meskipun sudah di aniaya dan di pukuli mereka retap diam saja. Karna marah warga menyeret mereka ke luar dengan paksa.
" mereka tidak akan memberitahukan kita lebih baik bunuh saja mereka!!"
Warga pun berbondong-bondong menganiaya keluarga itu dengan brutal, di habisi tanpa kenal ampun melihat keluarga tersebut sudah tak berdaya mereka kemudian membakar rumah itu bersama para penghuni di dalam nya.
keluarga Wiliam yang di siksa di Luar meringis dan menangis menyaksikan anak-anak mereka di bakar hidup hidup di rumah itu, mereka sudah tidak berdaya lagi mereka hanya bisa berbaring tanpa tenaga menyaksikan si jago merah melahap rumah dan segala isi nya.
" lalu bagaimana dengan mereka??" salah satu warga menunjuk kaluarga yang tersisa
" bunuh saja, jangan sampai ada yang tersisa satupun!!"
Para warga kemudian mengikat keluarga yang tersisa pada sebuah tiang kayu besar, membubuinya dengan minyak lalu membakarnya. Mereka hanya berteriak kesakitan kala api melahap tubuh nya tidak ada lagi rasa belas kasihan warga hanya ada kebencian dan dendam.
......................
sedang kan sebagian warga mengejar Wiliam dan Eli yang berhasil kabur, tubuh Eli semakin melemah karena darah yang terus mengalir keluar gini gaun putih nya sudah tidak tampak seperti gaun lagi semua sudah berubah warna menjadi darah.
Tangisan dan kesedihan mendalam dirasakan nya saat ini, keluarga nya di bantai habis-habisan tanpa ampun. Mereka kini tidak tau harus pergi kemana, tidak ada tujuan sama sekali.
Eli semakin melemah kakinya tak kuat lagi berlari, ia jatuh tersungkur di tanah.
" Eli!!" Wiliam menangis sambil mengusap wajah Eli yang penuh darah
Ia memeluk nya dengan erat entah kenapa takdir malah mempermainkan mereka seperti ini. " pergi lah, selamat kan diri mu!!" ucapan Eli lirih nyaris tak terdengar.
" tidak aku tidak akan meninggalkan mu, kita harus pergi bersama!!" Wiliam kemudian mengendong tubuh Eli yang sudah lemah.
Mereka terus berjalan menyusuri hutan itu, kini Wiliam mulai lelah ia haus namun tidak ada apa apa yang bisa mereka bawa, ia meringkuk memeluk tubuh Eli yang semakin melemah. Para warga di belakang terus mencari keberadaan mereka.