apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
Rasya masuk kedalam kamar Revan dan matanya melihat sesosok orang yang ia cari, ia langsung berlari ke arah kasur dan memeluk sang papa setelah ia melepaskan ranselnya.
"hiks uhuk papa hiks asya kangen hiks" tangisnya, saga yang mendengar sesuatu di sebelahnya langsung membuka mata.
yang ia lihat adalah Rasya yang sedang menangis dan memeluknya "eh kenapa asya nangis, aga salah ya? Jangan pukul aga yah aga minta maaf" ucapnya panik, karena takut ia membuat kesalahan yang mengakibatkan Rasya menangis.
Namun Rasya menggeleng dan menduselkan kepalanya di dada sang papa dan tangannya masuk kedalam baju sang papa sambil mengelus perut papanya.
"heh tangannya, perut aga geli asyaaa~" rengeknya namun Rasya masih mengeyel dan tetap melanjutkan kegiatannya.
Suara tangisan Rasya sudah tidak terdengar lagi, saga yang penasaran langsung melihat ke arah Rasya dan benar saja pemuda itu tertidur dengan memeluk dirinya.
"kasian banget sih nih bocah, jujur aja gw sayang kalian semua tapi gw lagi menjalani peran jadi ya sikap gw bakalan kaya bocil dulu" ujarnya sambil terkekeh pelan dan tangannya pun mulai mengusap-usap rambut halus milik Rasya.
Revan datang ke kamarnya untuk membangun kan sang papa.
"loh udah bangun, kenapa bang Rasya tidurnya gitu?" tanya nya lalu mendekat seketika matanya langsung membelalak terkejut sejak kapan abangnya ini menjadi semanja itu lalu kenapa tangan abangnya itu berada di perut papa nya.
"tadi Dateng ke papa langsung nangis mungkin kecapean, tolongin papa donk papa mau makan laper nih" ujarnya dan Revan pun yang paham langsung mencoba membenarkan posisi tidur Rasya dan melepaskan tangan Rasya yang berada di perut papanya.
" udah pa, ayo turun" ujar Revan dan langsung menggendong saga yang hendak turun dari ranjang.
Saga yang digendong tiba-tiba pun langsung menabok lengan anaknya itu.
"kamu mah buat papa kaget aja sih" ujarnya kesal.
Setelah sampai di bawah ia melihat Sop dan berbagai sayuran pedas serta ayam goreng kesukaannya.
"wahh aga mau makan sayur pedas" ujarnya, Revan yang mendengar itu langsung tidak terima dan menatap papanya tajam yang membuat saga nyalinya menciut.
"hehe papa bercanda, papa mau Sop sama ayam goreng aja" ujarnya lalu di ambilkan oleh Revan. Revan pun mengambil makanannya yaitu sayur pedas dan ayam goreng.
mereka makan dengan khidmat setelah selesai makan Revan membuatkan papanya sebotol dot berisi susu kesukaan papanya itu.
"ini susunya nanti tidur lagi oke? Evan mau ke ruang belajar Evan, jangan keluar mansion" ucapnya lalu mengecup dahi sang papa.
"okee" ucap saga
setelah Revan pergi ke ruang belajarnya, saga langsung menuju kamar Revan untuk membangunkan Rasya agar ia makan malam.
"kok kala belum pulang sih padahal aga kangen" gumamnya sambil terus berjalan menuju lantai atas dimana kamar Revan berada.
setelah sampai ia langsung naik ke atas ranjang dan naik ke perut Rasya sambil mulut dan tangannya tetap berpegang teguh pada dot berisi susu miliknya.
ia bergerak naik turun yang membuat Rasya terganggu dalam tidurnya, matanya mengerjap pelan dan mendapati sang papa yang berada di atasnya.
Saga yang melihat Rasya sudah bangun langsung tersenyum namun itu hanya sedetik, selanjutnya ia di dorong oleh Rasya dengan keras hingga menghantam lantai marmer mahal mansion itu.
"ugh sakit, asya kenapa dorong aga" tanya nya dengan memegang dada nya yang terbentur lantai marmer, matanya mencari botol dot miliknya yang terjatuh di bawah ranjang king size milik Revan.
"Lo ganggu gw tidur anjing?!" bentaknya lalu menendang bahu saga yang membuat pria mungil itu terlempar ke belakang sambil meringis dan matanya yang berkaca-kaca.
Rasya bocah itu sungguh tidak tahu diri, moodnya kadang berubah-ubah namun yang paling parah yaitu disaat tidurnya di ganggu pasti ia akan sangat marah pada orang yang mengganggu tidurnya.