Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Ups!"
Devina tersentak kaget hingga kedua tangannya refleks menutup mulutnya sendiri. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa high heels yang dia kenakan akan terlepas dari kakinya dan mendarat tepat mengenai kepala Abian.
"Aishh! Kenapa high heels aku harus mengenai kepalanya?" keluh Devina dengan suara pelan.
Dia menggigit bibir bawahnya, jantungnya berdegup kencang tak karuan saat melihat Abian seketika berhenti melangkah.
Entah apa yang akan dilakukan oleh Abian kepadanya sekarang, apakah mungkin pria itu akan memberikan hukuman yang lain padanya?
Tapi... bagaimana jika pria itu menciumnya lagi atau malah nekad melakukan lebih dari itu?
Abian mengusap kepalanya yang sakit, kemudian dia pun menghela nafas dengan penuh rasa kesal. Perlahan, dia membalikkan badannya, menatap Devina dengan sorot mata yang tajam dan mengintimidasi.
"Kau..."
Belum sempat Abian menyelesaikan ucapannya, Devina langsung memotongnya dengan cepat. "A-aku gak sengaja. Tiba-tiba high heels ku copot begitu saja."
Lalu dia segera mengalihkan pembicaraan. "Kalau begitu aku harus segera membersihkan mansion ini."
Setelah berkata begitu, Devina segera berlari meninggalkan Abian.
Bagi Devina lebih baik dia diberikan hukuman membereskan seluruh mansion dari pada harus dicium oleh musuh bebuyutannya itu. Dia tidak akan membiarkan pria itu menyentuhnya lagi.
Devina pun segera membersihkan semua ruangan yang ada mansion, setelah itu dia juga memotong rumput di taman, dan membersihkan kolam renang. Meskipun sangat melelahkan, dia terpaksa harus melakukannya.
"Sudah ku duga, pasti akan seperti ini. Dia ingin menikahiku karena dendam padaku," keluhnya.
Devina yang sedang menyiram tanaman, dia langsung berhenti saat tak sengaja melihat Abian yang sedang berlari di joging track.
Tubuh pria itu dibasahi keringat, kemudian dia meneguk air mineral, membuat jakunnya terlihat bergerak naik turun.
Devina nampak terpaku, seakan terhipnotis oleh pesona pria itu.
Devina segera menggelengkan kepalanya. Dia akui wajah pria itu memang sangat tampan, tapi sikapnya sangat menyebalkan. Tidak akan pernah bisa membuatnya jatuh cinta.
Namun, karena dia sedang tidak fokus, dia terkejut saat selang yang dia pegang malah menyemprot ke tubuhnya.
"Ahhh!"
Devina hampir terjatuh, beruntung Abian segera menangkap tubuhnya.
"Makanya kalau lagi melakukan sesuatu itu harus fokus. Apa pesonaku membuatmu gagal fokus?" tanya Abian dengan nada dingin.
Devina segera melepaskan diri dari Abian. "Dih. Siapa juga yang terpesona padamu."
Abian tak sengaja melihat kemeja berwarna putih yang dikenakan gadis itu kini basah kuyup tersiram air, sehingga membuatnya menjadi transparan. Di balik kain yang basah itu, terlihat jelas bra berwarna hitam yang sedang dia kenakan.
Pemandangan itu membuat Abian merasa gelisah. Dia pun segera memalingkan wajah ke arah lain.
Tanpa banyak bicara, Abian melemparkan handuk kecil yang dia bawa ke arah dada Devina. "Bramu kelihatan."
Devina menjadi salah tingkah. Dia langsung menutupi dadanya dengan handuk itu. "Jadi dari tadi kamu melihatnya?"
Abian menjawab dengan nada dingin. "Hm, ukurannya cukup besar."
Cukup besar?
Devina tampak menganga saat mendengar jawaban dari pria itu, seketika wajahnya memerah. Rasanya ingin sekali menghilang di tempat itu juga.
Meski di depan Devina Abian memasang wajah datar, begitu jarak mereka cukup jauh, Abian diam-diam menyunggingkan senyuman kecil yang sulit diartikan.
Sedangkan Devina, dia hanya bisa menghela nafas dengan panjang. Sangat merasa malu, sampai mengacak-acak rambutnya sendiri. "Ah! Kenapa dia harus melihatnya?"
Beep...
Beep...
Beep...
Tiba-tiba, ponsel Devina berdering. Dia mendapatkan pesan dari Eliano.
[Papamu sudah memberitahu tentang rencana kalian, bahwa suatu saat nanti kamu akan berpisah dengan Abian. Aku pasti akan membantu kamu agar segera lepas dari dia. Karena itu, aku ingin bertemu denganmu sekarang, Dev.]
Caper pada murid baru 🤦...
Dasar "kamitetep" 🙊😅😅😅😅....
Terlebih saat itu dirimu masih newbie, belum tahu sepenuhnya sikon di sekolah barumu...
Tentu ada alasannya mengapa Abian bersikap begitu...
Cinta pertama Abian yaa dirimu sayang /Drool/...
Ihiiiirr ternyata asmara berkedok musuh xixixi 😅😅😅😅...
Tapi naas sungguh malang nasib asmaranya Abian kala itu, dirimu malah tersepona pada Eliano /Sob/..
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡