NovelToon NovelToon
Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:626
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Perhatian!!!
Harap bijak dalam membaca.Terima kasih 🙏 🫶

Elian sang Ice Prime Ministry selalu bersitegang
dengan Lyra the Iron Rose, CEO De La Vega Corporate yang menangani cyber security dan peralatan militer. Namun, siapa sangka keduanya memiliki hubungan terlarang yang sangat panas dan romantis dan penuh tantangan. Dimulai dari perjodohan dengan orang lain yang dilakukan oleh keluarga dan partai mereka, sehingga mereka memiliki misi untuk membatalkan perjodohan. Selain itu pengkhianatan yang dilakukan keluarga mereka sendiri tidak kalah peliknya.

Apak Elian dan Lyra bisa bersatu dan memiliki hidup normal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Lyra

​Kantor Ketua Dewan di puncak gedung De la Vega Corporate biasanya menjadi tempat di mana Lyra Selene merasa paling berkuasa. Ruangan luas dengan dinding kaca yang menghadap ke seluruh cakrawala Aethelion itu adalah simbol kemenangannya atas ayahnya, Don Marco. Namun, pagi ini, keanggunan ruangan itu terasa mencekik. Bau kopi arabika yang baru diseduh oleh asistennya, yang biasanya menjadi penyemangat, tiba-tiba memicu reaksi hebat di perutnya.

​Lyra segera bangkit dari kursi kulitnya, mengabaikan tumpukan laporan keuangan yang baru saja diletakkan di mejanya. Ia bergegas menuju kamar mandi pribadi di sudut ruangan, mengunci pintu, dan menumpahkan segala isi perutnya ke wastafel marmer putih.

​Peringatan dari Tubuh

​Napasnya memburu, peluh dingin membasahi keningnya yang tertutup riasan sempurna. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Mata "Iron Rose" yang biasanya tajam dan tak tergoyahkan itu kini tampak rapuh dan berkaca-kaca. Lyra menyeka bibirnya dengan tisu, lalu membasuh wajahnya dengan air dingin.

​Ia sudah mencurigainya sejak beberapa hari lalu, namun sensasi mual yang hebat pagi ini, setelah malam dan pagi yang begitu intens bersama Elian, menjadi konfirmasi yang tak terbantahkan. Tangannya perlahan turun, menyentuh perutnya yang masih rata di balik rok pensil abu-abu yang mahal.

​"Kau datang di waktu yang sangat berbahaya, Kecil," bisik Lyra pada dirinya sendiri, suaranya bergetar antara ketakutan dan kebahagiaan yang asing.

​Ia tahu apa artinya ini. Di dunia Aethelion, seorang ahli waris adalah aset politik sekaligus target. Jika Don Marco atau para musuh Elian tahu bahwa ada nyawa baru yang tumbuh di rahimnya, anak ini akan menjadi pion dalam permainan kekuasaan mereka bahkan sebelum ia lahir. Tekadnya untuk pergi bukan lagi sekadar keinginan untuk tenang, itu adalah instruksi bertahan hidup.

​Konsolidasi Rahasia

​Lyra kembali ke mejanya, menekan tombol interkom. "Sara, batalkan semua rapat makan siangku. Katakan pada dewan direksi aku sedang meninjau dokumen Project Xylos secara tertutup. Jangan biarkan siapa pun masuk."

​Setelah asistennya mengonfirmasi, Lyra mulai bekerja. Namun kali ini, ia tidak menyusun strategi pasar. Ia membuka folder terenkripsi tingkat tinggi yang disamarkan sebagai arsip logistik lama. Di sana, ia mulai mengalihkan sebagian besar aset pribadinya ke rekening-rekening luar negeri yang tidak terlacak, menggunakan metode yang pernah ia gunakan untuk menjatuhkan ayahnya.

​Ia merancang "parasut emas" bagi dirinya sendiri. Ia juga mulai menyusun dokumen pengalihan kekuasaan secara bertahap kepada Tuan Vance, satu-satunya direktur yang cukup kompeten namun tidak memiliki ambisi untuk menjadi diktator. Lyra ingin memastikan bahwa saat ia dan Elian menghilang nanti, perusahaan tidak akan runtuh dan memicu krisis ekonomi yang akan mengejar mereka.

​Panggilan dari Istana

​Di tengah kesibukannya, sebuah panggilan masuk melalui jalur aman yang hanya diketahui oleh Elian. Lyra menarik napas dalam-dalam sebelum mengangkatnya, mencoba menstabilkan suaranya agar tidak terdengar lemas.

​"Ketua Dewan," suara Elian terdengar di seberang sana, terdengar formal namun ada nada kehangatan yang tersirat bagi mereka yang tahu. "Saya baru saja menandatangani dekrit tentang regulasi teknologi baru. Ada poin yang perlu kita diskusikan secara pribadi malam ini."

​"Saya mengerti, Tuan Perdana Menteri," jawab Lyra, jemarinya gemetar saat memegang gagang telepon. "Apartemen rahasia, pukul delapan?"

​"Pukul delapan," Elian mengonfirmasi. "Kau terdengar sedikit berbeda, Lyra. Apa kau baik-baik saja?"

​Lyra terdiam sejenak. Ia ingin berteriak bahwa ia sedang mengandung anaknya, bahwa ia ketakutan, dan bahwa ia ingin mereka pergi detik ini juga. Namun, ia tahu ia tidak bisa mengatakannya melalui telepon, bahkan jalur aman sekalipun. "Hanya kelelahan karena rapat direksi, Elian. Aku akan baik-baik saja setelah melihatmu."

​"Sampai jumpa nanti malam," ujar Elian pelan sebelum memutus sambungan.

​Menghitung Mundur

​Sisa hari itu dilalui Lyra dengan penuh kepura-puraan. Ia memimpin rapat singkat, menandatangani kontrak, dan memberikan instruksi seolah-olah ia akan memimpin De la Vega selama puluhan tahun ke depan. Namun, setiap kali ia melihat keluar jendela ke arah kota Aethelion, ia merasa seperti sedang menatap sebuah panggung sandiwara yang akan segera ia tinggalkan.

​Kekuasaan ini memang memuakkan. Ia muak pada senyum palsu rekan bisnisnya, muak pada intrik yang tidak pernah berakhir, dan muak pada keharusan untuk selalu menjadi "Iron Rose". Memang pada awalnya, Lyra dan Elian mengejar kekuasaan penuh agar mereka bisa terus bersama tanpa ada ancaman.

Namun itu mustahil, kekuasaan tak akan lepas dari ancaman. Sekarang, ia hanya ingin menjadi sekadar Lyra, seorang ibu, seorang istri, seorang manusia yang bebas.

​Saat matahari mulai terbenam, memberikan semburat warna merah darah di langit kota, Lyra merapikan tasnya. Ia meninggalkan kantornya, berjalan melewati para staf yang membungkuk hormat padanya. Mereka melihat seorang wanita yang berada di puncak dunia, namun di dalam hatinya, Lyra merasa seperti seorang pelarian yang sedang menghitung menit menuju kebebasan.

​Malam ini, di apartemen rahasia mereka, rahasia darah ini akan diungkapkan. Dan Lyra tahu, setelah Elian mendengarnya, tidak akan ada jalan kembali. Aethelion akan kehilangan penguasanya, dan dunia akan mendapatkan kembali dua jiwa yang telah lama hilang.

1
T28J
Awwwww... baru eps 4 udah enak enak 🤭👍
lanjutkan kak
Amila FM,IG:amilaeditslife: semoga suka ya kak 🙏
total 1 replies
T28J
hadir kk✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife: terimakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!