NovelToon NovelToon
SISTEM KEADILAN ABSOLUT

SISTEM KEADILAN ABSOLUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pengadilan telah menjatuhkan putusan!

Perusahaan Kereta MRT wajib membayar denda besar dan meminta maaf secara terbuka!

Namun bagian yang paling mengejutkan dan penting: kedua wanita yang dulu gemar disebut sebagai "Si Seleb" itu pun akhirnya divonis bersalah! Laras dan Tania sama-sama dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Mereka benar-benar harus masuk penjara! Selain itu, masing-masing wajib membayar ganti rugi sebesar 100 juta rupiah atas tekanan batin yang telah mereka timbulkan!

Begitu putusan dibacakan, petugas kepolisian sudah berdiri tegak di samping Laras dan Tania, siap mengawal mereka. Di saat yang sama, siaran langsung sidang ini seketika meledak dengan ribuan komentar yang masuk berbarengan.

[Akhirnya tiba saatnya!!]

[Akhirnya mereka dikurung! Doyan banget nyebar gosip dan fitnah, sekarang baru tahu rasanya dihukum ya!]

[Arga berhasil melakukannya! Kok bisa sih pengacara magang bawa dampak sebesar ini?!]

[Hebat banget, luar biasa!!]

[Pengacara Arga emang beda kelas! Luar biasa banget!]

[Gila ya, cuma magang tapi sukses masukin mereka ke balik jeruji besi!]

[Dibilang pengacara magang sih, tapi kelakuannya kayak pahlawan keadilan yang nggak kenal ampun!]

Laras dan Tania terpaku kaku di tempat, wajah pucat tak percaya.

Apa?

Nggak mungkin... kami harus masuk penjara?

Mana mungkin hal seperti ini terjadi!

Padahal yang mereka lakukan cuma menulis sedikit tulisan di media sosial. Apa sekarang menulis tulisan itu sudah jadi tindak pidana sampai harus dipenjara?

Laras memotong ucapan Hakim Santoso, suaranya meninggi penuh protes. "Kenapa?! Kenapa kami harus masuk penjara?! Kami enggak ngelakuin hal buruk apa-apa! Emangnya sekarang nulis sedikit pendapat itu udah jadi kejahatan besar?!"

Tania juga ikut berteriak keras menolak. "Aku enggak terima vonis ini! Putusan kamu konyol banget! Kalau kamu berani, jangan cuma hukum aku tujuh tahun, eksekusi aja aku sekarang juga! Aku nggak takut sama kamu, Pak Hakim!"

Tiba-tiba Laras berlari mendekat ke arah Rina Wijaya, menarik lengan wanita itu dengan panik.

"Bu Rina, Bu Rina... tolongin aku dong... aku nggak mau masuk penjara! Tujuh tahun itu lama banget, nanti kalau keluar umurku udah hampir tiga puluh tahun! Nanti aku susah nikah, masa depanku hancur! Aku nggak boleh masuk penjara, aku masih kuliah, masih harus lanjut sekolah! Pikirkan jalan keluarnya Bu! Aku punya uang banyak, keluarga kami kaya raya, berapapun biayanya kami siap bayar!!" Laras berbicara sambil menangis tersedu-sedu, ketakutan luar biasa.

Selama ini ia sama sekali tidak pernah membayangkan bakal berakhir di penjara.

Tak lama kemudian, Tania pun berlari menghampiri Bimo dan langsung berlutut di kakinya. "Maafkan aku, Kak Bimo, maafkan aku ya... Aku salah, aku enggak seharusnya nyebar gosip dan menjelekkan nama kamu. Aku salah udah nulis tulisan-tulisan jahat itu. Aku minta maaf banget, aku mau ganti rugi berapapun, aku bakal hapus semua tulisan dan video itu, aku bakal minta maaf ke kamu setiap hari kalau perlu... Tolong jangan biarin aku masuk penjara ya? Aku bakal nurut apa aja yang kamu minta, asal jangan masukin aku ke penjara, aku nggak mau banget..."

Rina Wijaya hanya menghela napas panjang sambil menggelengkan kepala lesu. "Kemarin kan aku sudah bilang, minta kamu minta maaf sama Bimo, minta surat damai supaya nggak sampai begini. Tapi kamu berdua keras kepala, nggak mau dengerin omongan siapa-siapa. Sekarang aku juga udah nggak punya kuasa apa-apa, nggak bisa bantu apa-apa lagi."

Rina memejamkan mata, hatinya penuh penyesalan mendalam.

Kalau saja dia tahu bakal berakhir separah ini, dia nggak akan pernah berani main-main dengan hukum. Dia pengacara profesional, punya masa depan cerah, tapi semuanya hancur gara-gara satu kasus ini. Ditambah lagi ada Arga cuma pengacara magang yang ternyata mampu membalikkan keadaan dan membuatnya tak berdaya sama sekali.

Laras melihat Rina sudah tak mau peduli, lalu berbalik dan berlutut di depan Bimo juga. Ia mulai menampar pipinya sendiri berkali-kali di depan umum. "Kak Bimo, maafkan aku... maafin aku ya... Kalau kamu mau pukul atau marahi aku, silakan aja, tapi tolong jangan sampai aku masuk penjara ya? Aku sadar aku salah, aku janji nggak bakal ngulangin lagi, aku nyesel banget... aku ngaku salah, maafin aku..."

Semakin mereka memohon, semakin Bimo bersikap dingin dan acuh tak acuh. Ia sama sekali tidak melirik atau menanggapi sedikit pun.

Melihat memohon ke Bimo tak ada gunanya, keduanya lalu bergegas menghampiri Arga, berharap pengacara itu bisa berubah pikiran.

Namun saat mereka baru mendekat, Arga langsung angkat suara dengan nada tegas.

"Yang Mulia, saya mengajukan protes! Kedua wanita ini mengganggu ketertiban dan jalannya persidangan!"

Wajah Arga datar tanpa ekspresi, bahkan ia mundur selangkah menjauhkan diri dari mereka.

Hakim Santoso langsung menegur keras. "Tenang dan diam! Bawa mereka keluar segera!"

Meski masih berteriak protes dan meratap, Laras dan Tania akhirnya dipaksa petugas keluar ruangan. Di mata mereka terpancar penyesalan yang terlambat. Selama ini mereka berbuat semena-mena dan merasa aman, tak pernah menyangka konsekuensinya akan separah ini.

Kenapa kali ini hukuman seberat itu? Bahkan sampai tujuh tahun?

Di sisi lain, Rina Wijaya pun digiring keluar.

Namun masih ada satu orang lagi yang nasibnya ditunggu-tunggu semua orang: mantan Hakim Ketua, Yuliana!

Saat ini, Yuliana sudah mengenakan seragam tahanan. Ia divonis bersalah karena memutus perkara secara tidak adil, terlibat korupsi, menerima suap, sengaja melanggar hukum demi keuntungan pribadi, dan menyalahgunakan wewenang. Tindakannya dianggap sangat berat dan merusak citra hukum.

Hakim Santoso memukulkan palu sekali lagi dengan keras!

"Selanjutnya putusan untuk Saudari Yuliana! Terbukti ia menyalahgunakan jabatan, memutus tidak adil, menerima suap dalam jumlah besar, serta merugikan kepercayaan publik! Pelanggaran hukum yang dilakukan sangat serius! Dengan ini kami jatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Yuliana! Dicabut hak-hak politik seumur hidup, seluruh aset pribadi disita negara, dan dilarang seumur hidup bekerja atau berkecimpung di dunia hukum dan peradilan!"

Hakim Santoso menatapnya. "Yuliana, kamu masih punya satu kesempatan terakhir untuk berbicara sebelum dibawa."

Yuliana menunduk dalam, wajahnya pucat dan tampak menua mendadak. Suaranya lemah dan bergetar. "Saya... saya mengakui segala kesalahan dan pelanggaran hukum yang saya lakukan. Saya bersalah."

Selama menjabat hakim, Yuliana terlalu sering terpengaruh pandangan berat sebelah di media sosial, tercuci otaknya oleh pemikiran yang tidak seimbang, lalu tak sanggup menahan godaan harta. Ia ingin makin kaya, makin berkuasa...

Tak pernah terbayangkan kalau semuanya bakal terbongkar, atau ada orang yang berani dan mampu mengekspos kejahatannya.

Dan orang itu adalah Arga... cuma pengacara magang, tapi bertindak tegas, berani, dan sangat cakap!

Selain Yuliana, masih ada pihak lain yang juga dijatuhi hukuman:

"Lina terbukti melakukan penipuan berkedok pernikahan dan bersekongkol dengan Yuliana. Dihukum mengembalikan seluruh aset hasil penipuan, penjara sepuluh tahun, serta denda sebesar 200 juta rupiah."

"Dokter Hari terbukti menerima suap dan membuat surat keterangan medis palsu mengenai diagnosis depresi. Dihukum denda 80 juta rupiah, dicabut izin praktik, dan dilarang menjadi tenaga medis selamanya!"

"Berdasarkan Pasal 305 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, apabila saksi, ahli, pencatat, atau penerjemah memberikan keterangan palsu, membuat penilaian keliru, atau menyembunyikan fakta penting dengan tujuan menjebak orang lain atau menutupi kejahatan, maka dipidana penjara paling lama tiga tahun atau kurungan. Jika perbuatannya sangat berat, dipidana penjara antara tiga sampai tujuh tahun!"

"Oleh karena itu, Dokter Hari dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun!"

"Seluruh rangkaian perkara ini telah diputuskan dan selesai!"

Sidang ditutup. Ruang sidang dikosongkan.

Setelah semua vonis dibacakan, siaran langsung kembali meledak dengan komentar antusias penonton.

"Wuih! Rasanya lega banget! Puas bener rasanya lihat keadilan ditegakkan begini!"

"Hahaha! Dua wanita yang doyan nuduh orang sembarangan itu akhirnya masuk juga ke penjara! Pantas!"

"Inilah hebatnya pengacara! Ternyata nyewa pengacara yang jago itu hal paling penting kalau mau menang!"

"Pengacara Arga emang luar biasa! Siapa bilang dia cuma magang? Dia sukses bikin pengacara profesional sekalipun jatuh!"

"Wah, Arga emang keren banget. Saya jadi kepikiran mau minta tolong dia buat urus kasus saya juga nih. Sidang tadi seru banget, bikin deg-degan!"

"Semua orang yang terlibat kejahatan di kasus ini, kecuali Bimo, semuanya kena hukuman! Si seleb dua orang masuk, dokter masuk, pengacara masuk! Penipu nikah juga masuk! Bahkan hakim ketua pun masuk! Luar biasa, emang luar biasa! Arga paling hebat!!"

"Saya cuma nonton dari rumah, tapi sampai deg-degan takut ikut ditangkap juga hahaha... tapi lega banget akhirnya!"

1
Yuliana Tunru
ayo arga waktu x beraksi hancurkan
ラマSkuy
wah makin penasaran dengan kelanjutannya Thor aku tunggu up berikutnya 👍
ラマSkuy
👍
ayrhte
cepetin dong. lngsng ruang pengadilan, males baca komentar netizennya
semangat author/Determined/
ayrhte
di fitnah² saya diam, di hina² saya diam
tapi kali ini, saya akan lawan💪
ayrhte
kemarin tempo, skrng kompas. saya lapor mas aiman kamu ya thor/Sob/
Iyyan Kasela
bagus
Orimura Ichika
kalau up banyakin Thor 😄
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭
ayrhte
watak cwe yg gk pnya logika😁
Yuliana Tunru
sulit tp bkn.mustahil.kan ayo arga 💪💪 smoga hakim ketua orang jujur dan punya empati yg besar
Fajar Fathur rizky
bongkar kebusukan orang itu thor
ラマSkuy
ditunggu upnya Thor aku sangat penasaran dengan kelanjutannya👍
ラマSkuy
sumpah sampai mau nangis saya baca bab ini
ラマSkuy
related sekali sih woman standar toktok 🤣 suka bet bikin drama
ラマSkuy
buset aku baca kalimat "Demi Tuhan" jadi keingat kasus perseteruannya Adi Bing Slamet, Arya Wiguna dan eyang subur ditahun 2013 🤣🤣🤣
Yuliana Tunru
smoga arga berhasil banding jg dapat bukti2 x jgn sampai yunita dan.klga x kelar krn mafia.kampung biadab bgt
Orimura Ichika
KEREN THOR UP YG BANYAK YA AKU KASIH 2 KOPI DULU BIAR SKIN SEMANGAT👍🤩
Yuliana Tunru
ayo sitem. bantu argacari bukti jg sepak terjang surya ..jika hari itu kamera x rusaktpkan kebejatan x sdh lama dan oasti byk bukti2 lainx yg terekam jgn sampe lolos ya jgn lupa kasih huiuman drnda 1 oo milyar buat semua oenderitaan klga yunita 💪💪💪 arga
ayrhte
seandainya pengadilan hukum di konoha bisa gitu/Shy/
ラマSkuy: bisa saja kak jikalau hakim dan jaksanya menjujung tinggi keadilan untuk semua, bukannya memihak yang punya kekuasaan
total 1 replies
ayrhte
hakim yg nonton pengacara adu bacot "lanjut aja kalian, atur sendiri. gw mau mokel aja"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!