NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19. SAYUR ASAM "AJAIB".

Gus Alvaro yang baru saja pulang dari mengisi pengajian di asrama putra, mencium bau hangus yang menyengat.

 Jantungnya berdegup kencang, takut terjadi sesuatu pada Umi atau istrinya.

"Umi? Ayini?" Alvaro bergegas menuju dapur.

Begitu sampai di ambang pintu, ia menemukan Ayini tengah berdiri di tengah kepulan asap, wajahnya hitam terkena jelaga kompor, dan jilbabnya miring ke kiri.

 Ayini sedang sibuk mengipasi ikan yang sudah menghitam sebagian.

"Ayini! Apa yang kamu lakukan?" tanya Alvaro dengan wajah datar yang kini bercampur dengan ekspresi cemas.

Ayini menoleh, matanya perih terkena asap. "Gus! Jangan masuk dulu! Ini... ini lagi eksperimen bikin menu baru!"

Alvaro menarik napas panjang. Ia berjalan mendekat, mengambil alih penjepit ikan dari tangan Ayini dengan sangat hati-hati agar kulit mereka tidak bersentuhan.

 "Keluar. Biar saya yang urus ini sebelum seluruh Ndalem berubah jadi abu."

"Ih, jangan! Ayini mau masak buat Gus!" protes Ayini dengan wajah cemberut yang hitam-hitam.

Alvaro menatap sayur asam di panci yang warnanya sudah kecokelatan pekat. Ia mengambil sendok dan mencicipinya sedikit.

 Seketika, rahang tegas Alvaro mengeras. Rasanya sangat asin, sangat asam, dan ada rasa pahit dari bumbu yang gosong.

"Bagaimana?" tanya Ayini penuh harap.

Alvaro terdiam sejenak, menelan paksa cairan "ajaib" itu.

 "Sangat... berkesan. Tapi untuk kesehatan jantung saya, sebaiknya kamu berhenti sekarang."

Ayini tertunduk lesu di meja makan. Niatnya ingin menjadi istri sholehah malah berakhir dengan dapur yang berantakan.

Namun, saat sedang meratapi nasibnya, ia baru menyadari jempolnya perih. Ternyata tadi ia sempat teriris pisau saat memotong labu siam namun tidak merasakannya karena terlalu panik dengan api kompor.

"Aduh... berdarah," gumam Ayini. Darahnya cukup banyak merembes keluar.

Alvaro yang sedang membereskan sisa kekacauan di dapur melihat Ayini yang memegangi jarinya.

Ia segera mencuci tangannya, lalu mengambil kotak P3K yang selalu tersedia di lemari dapur.

Ia duduk di kursi depan Ayini, terpisah oleh meja makan yang luas. Alvaro meletakkan kain kasa, cairan antiseptik, dan plester di atas meja.

"Sini jarimu," ucap Alvaro. Pandangannya terjaga, tetap menatap meja, namun tangannya bergerak cekatan.

Ayini menjulurkan tangannya. Alvaro tidak langsung memegang tangan Ayini. Ia menggunakan pinset untuk memegang kapas yang sudah diberi antiseptik, lalu membersihkan luka Ayini dengan sangat lembut.

"Astagfirullah... perih, Gus!" keluh Ayini manja, air matanya mulai menggenang.

"Tahan. Ini akibatnya kalau melakukan sesuatu tanpa ilmu dan ketenangan," ucap Alvaro dingin, namun gerakannya justru semakin pelan dan hati-hati seolah ia sedang mengobati barang pecah belah yang sangat mahal.

Ayini memperhatikan wajah suaminya dari jarak dekat. Meskipun kaku, sorot mata Alvaro menunjukkan perhatian yang tulus.

Ayini yang dasarnya memang jahil, tiba-tiba ingin menghibur diri sendiri sekaligus menggoda suaminya.

"Gus... makasih ya. Ternyata Gus perhatian banget sama istrinya yang bar-bar ini," ucap Ayini dengan suara lembut yang sengaja dibuat-buat.

Alvaro hanya bergumam "Hm" sebagai jawaban.

"Gus... tau nggak? Tadi pas Mas Alvaro (Ayini mulai berani memanggil 'Mas') masuk ke dapur pas ada asap, Mas kelihatan kayak pahlawan di film-film yang pernah Ayini tonton diam-diam dulu," goda Ayini lagi.

Alvaro sedikit tersedak ludahnya sendiri.

"Jangan bicara yang tidak perlu."

Setelah selesai memplester jari Ayini tanpa sekali pun kulit mereka bersentuhan langsung secara sengaja, Alvaro merapikan kotak P3K-nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!