tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Lalu?
" Setelah Athena mengeluarkan mana sebesar itu untuk memblokir Deteksi mana musuh kita akan melakukan apa? Tanya Kevin.
"Kita akan terus mengawasi dan memberitahu kelompok Damien saat mereka membuat pergerakan, balas Arsene.
" Baiklah " Kevin mengangguk setuju.
Di sisi lain.
"Jangan mendekat!! Teriak Zelka kesal pada si kembar.
" Kenapa?! Ucap kedua nya heran, Ian Ellery Solon si kakak, Ryan Ellery Solon, si adik, mereka adalah si kembar dari Solon yang di tempatkan satu kelompok dengan Zelka Ashley.
"Aku akan melindungi Ashley! Ucap pemuda itu menyuruh Ashley untuk tetap berada di belakang nya.
Gadis kecil itu hanya bisa tersenyum Canggung.
" Memangnya apa yang kami lakukan? Tanya Ian heran.
"Benar! Sahut Ryan mengangguk setuju.
" Jangan berpura-pura bodoh!! Aku melihat kalian mencoba mengoda adikku!! Ucap Zelka kesal, wajah nya memerah padam.
"Memangnya dia adikmu? Goda Ian menutup mulut nya.
" Benar " Sahut Ryan.
Zelka diam tak menjawab namun ekspresi wajah pemuda itu sudah menjawab semuanya, ia kesal.
Pemuda itu lalu menghubungi Sevalio.
"Ada apa? Balas Sevalio di pikiran pemuda itu.
" Aku ingin berhenti dari kelompok ini" Ucap Zelka datar, wajah nya dingin menahan amarah.
"Apa?!
" Aku akan bertanya pada Damien" Balas Sevaliokejahila panik.
Si kembar menatap heran Zelka, kejahilan mereka tidak lah separah itu hingga membuat Zelka murka kan?
**
"Athena!
" Kau cobalah pergi ke sana menggunakan sihir tembus pandang "
"Kita perlu mengetahui apakah si Deteksi mana itu sudah kehilangan kemampuan nya atau tidak" Ucap Arsene mengaruk garuk kepala nya.
Mereka berempat sudah berdiri di atas pohon cukup lama untuk mengawasi, namun musuh tidak melakukan pergerakan sedikitpun dari bawah sana.
"Baiklah" Athena lalu mengaktifkan sihir tembus pandang, ia kemudian pergi ke balik tenda musuh menggunakan teleportasi.
"Tidak kah kita terlalu lama berdiam diri? Ucap salah seorang dari dalam tenda, Athena mendengarkan dengan seksama apa yang terjadi di dalam sana.
" Waktu kita berada di dalam hutan ini hanya 2 hari "Lanjut nya.
" Kau benar, kita memang tidak melakukan pergerakan apapun, namun mereka juga tidak bergerak " Ucap seseorang, mendengar cara bicara nya mungkin ia adalah seorang dengan posisi yang tinggi.
"Keadaan Andrew juga lumayan buruk setelah ledakan mana asing, ia tidak bisa menggunakan kemampuan deteksi nya lagi.
" Kita kehilangan kartu yang cukup kuat"
"Kalau begitu kita cuma perlu memakai kartu yang lebih kuat kan?! Celetuk seseorang.
" Aku akan pergi ke sana!! Lanjut nya menarik pedang nya.
"Jangan bertindak bodoh!
" Kau pikir kita sedang bermain-main?!
"Memangnya kapan aku bilang kita sedang bermain main?!
" Aku hanya bilang kalau aku akan pergi ke sana!
"Hanya berdiam diri di dalam tenda seperti pengecut membuat ku tidak tahan!, aku akan pergi menghampiri mereka dan menghabisi satu-persatu-
" Pergilah!
"Bawa beberapa orang dan pergilah lebih dulu!, kau mungkin tidak akan melihat hari esok setelah memaksa menyerang tanpa persiapan!
" Baiklah!
"Terimakasih ayah!!
Athena mengernyitkan dahi, ia mampu mengenali siapa orang nekat itu hanya dari tingkah nya yang bodoh.
"Agni Alev Karsa" Athena menggunakan sihir komunikasi untuk bisa menghubungi atau berbicara dengan anggota kelompok yang lain.
"Pria itu bergerak sendirian, dia mungkin akan membawa beberapa kroco" Ucap gadis itu.
"Terimakasih Athena" Balas Damien memutus komunikasi.
"Ada apa? Tanya Estevan.
" Salah satu musuh bergerak, Adiku bilang dia mungkin akan membawa beberapa kroco" Ucap Damien menerangkan.
Estevan mengangguk mengerti.
"Tidakkah terlalu kejam menyebut mereka kroco? Tanya pria itu pada Damien.
Damien hanya menggelengkan geleng kan kepala, ia juga berpikir sama, bukankah terlalu kejam menyebut orang lain kroco.
" Apa?! Ucap Athena terkejut, gadis itu lalu memberanikan diri memasuki tenda, di dalam ia melihat beberapa orang bertubuh besar dengan pakaian berwarna merah dan putih sedang duduk mengelilingi meja bundar.
Hanya dengan melihat situasi di dalam saja sudah membuat gadis itu berkeringat dingin, mereka benar-benar berapi-api?!
"Apakah Wilfred juga ketularan? Gumam gadis itu heran, ia menggigit bibir nya kuat hingga mengeluarkan darah, mendengar keluarga nya direndahkan saja sudah sesakit ini.
Dengan kesal Athena menonaktifkan sihir tembus pandang nya yang langsung membuat orang orang itu terkejut.
"Tunggu!!
" Lihat apa yang dilakukan adikmu!!! Teriak Mikaela panik, pemuda itu lalu melemparkan teropong nya pada Arsene.
"Ada apa?! Heran pemuda itu, ia sedang santai menunggu adik nya kembali namun justru mendapat lemparan teropong dari Mikaela.
" Memangnya apa yang dilakukan adikku?
"?!!!!!!