NovelToon NovelToon
Ning Moza

Ning Moza

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:522
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Ning Moza yang mendapatkan biasiswa sampai ke jenjang atas dan semuanya terasa tiba tiba ketika Gus Alvaro hadir mengkhitbahnya dan menghalalkan dalam ikatan sakral. Dan masalah seketika menjadi ombak dalam iktan sakral, dengan hadir nya masa lalu keduanya. Gus Alvaro dan Ning Moza.
Bagaimanakah kisah tentang Ning Moza dan Gus Alvaro?!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 dan 26

Mozayyanah Qotrunnada Az-Zahra Al-Khariri Pov

Entah kenapa aku sangat merasa bersalah dengan Gus Alvaro. Aku tahu apa yang aku lakukan salah, tapi apa mugkin aku harus mengatakan semuanya kepada Gus Alvaro? Nanti kalau Gus Alvaro marah bagaimana?.

"Njenengan kalo mau cerita, cerita saja Yang" katanya dengan mendudukkan tubuhnya di sofa kamar. Aku hanya diam. Aku bingung apakah aku harus jujur didepan Gus Alvaro?

"Njenengan, sampun tahu soal Naufal, Gus?" tanya ku dengan memberanikan diri menatap Gus Alvaro

"Sedikit Yang" jawabannya dengan tersenyum

"Njenengan yang angkat telepon Nauval kemarin? "Tanyaku, lagi lagi Gus Alvaro tersenyum dengan menatap ku

"Njihh. Ngampuntene kalo sampun lancang"katanya

"Njenengan mboten marah sama saya? "tanyaku lagi dan lagi senyuman hadir menghiasi wajah Gus Alvaro.

"Melupakan seseorang itu tidak mudah apalagi keduanya sama-sama memiliki perasaan yang sama" jawab Gus Alvaro tersenyum

"Kasih saya waktu"kataku pelan namun masih bisa di dengar oleh Gus Alvaro

"Yang. Kita jadi ke Jakarta kan? "Tanya Gus Alvaro dengan mengganti topik

"Jadi, tapi hanya 1 bulan"jawabku membuat Gus Alvaro menatap ku

"Satu bulan?"

"Iya, memang mau berapa lama? 1 tahun?" sewot ku, dah dikasih satu bulan masih aja nawar

"Ya nggak gitu juga, Yang. Maksudnya kan_"

"Ya terserah njenengan, kalo sampai lebih satu bulan berati harus balik ke Semarang" potongku

"Satu bulan itu bukannya sebentar?"

"Lama" kataku "ya kalo memang mau lebih ya it's okay, but jangan tanyakan kalo saya akan kembali ke Semarang sendiri. So, keputusan ada di njenengan"

"Ya sudah iya. Satu bulan" pasrah nya Gus Alvaro, Entah apa yang membuat bibir ku tertarik keatas menjadi sebuah senyuman.

"Besok kan berangkat nya?"tanya nya

"Njihh" jawabku.

Akhirnya dengn kesepakatan, kami akan ke Jakarta selama satu bulan setelah itu kembali ke Semarang.

*****

Aku memang belum bisa membuka hati untuk Gus Alvaro sampai sekarang. Sampai pernikahan kami jalan satu bulan tapi hati ku masih ragu dengan semua sikap Gus Alvaro yang kadang membuat ku merasa nyaman.

Dengan sikapnya yang tidak pernah marah kepadaku, selalu tersenyum ketika berbicara pada ku. Aku takut ketika nanti aku luluh dengan sikap Gus Alvaro, namun ternyata sikap itu hanya untuk meluluhkan aku dan setelah aku luluh Gus Alvaro akan meninggalkan ku atau bahkan semua sikap dan perilaku Gus Alvaro ternyata hanya bualan semata, hanya settingan agar aku luluh kepada nya. Itu adalah salah satu alasan kenapa aku enggan membuka hati untuk Gus Alvaro, bukan. Bukan enggan melainkan takut terluka untuk kesekian kali nya.

Aku memang tidak pantas untuk Gus Alvaro yang baik, sedangkan aku hanya seorang perempuan yang masih mengharapkan balasan sebuah perasaan dari orang yang jelas jelas tidak mungkin akan membalas perasaan itu.

*****

Alvaro Genta Al-Farisi Pov

Hari ini adalah hari dimana aku dan Ming Moza ke Jakarta, kami sudah menyiapkan semuanya yang perlu kita bawa ke Jakarta.

"Sayang" panggil ku pada Ning Moza

"Hmm" responya Ning Moza,

Ning Moza memang tidak suka jika aku memanggil nya dengan sebutan "sayang, yang" tapi aku tidak peduli, menurut ku itu adalah salah satu agr Ning Moza pun menjadi luluh dengan ku.

"Ada yang kurang?" tanya ku, Ning Moza hanya menggeleng kan kepalanya tidak ada.

"Ya sudah kalo gitu" kataku dengan menarik koper keluar kamar untuk ku tata di bagasi mobil.

Semua barang barang sudah masuk dalam bagasi mobil, kini aku sendiri yang menjadi sopir, awalnya ada kang Dika yang tugasnya memang mengantar atau menjemput Abah, namun aku menolak. Dan akhirnya disetujui oleh Abah dan Umik.

"Abah, Umik Moza sama mas Varo berangkat dulu njihh" pamitnya Ning Moza mencium punggung tangan Abah dan Umik bergantian. Segera ku lakukan yang sama dengan Ning Moza.

"Iya.pokok e ati-ati nggak usah ngebut. Penting sampe tujuan " kata Umik

"Njihh, mik"

"Seng ati-ati. Nanti kalo Moza ada salah jangan sungkan ngilengno, satu maneh. Jangan kaget nanti kalo sikapnya berubah-rubah. Masih ingat kan kemarin Abah bilang apa?" kata Abah waktu aku mencium punggung tangan beliau.

"Njihh, bah" kataku dengan tersenyum

"Berangkat dulu Bah, Mik" kataku, setelah itu kami masuk kedalam mobil

"Assalamu'alaikum" ucap kami bersamaan

"Waalaikumsalam"

💮💮💮

Perjalanan Semarang ke Jakarta memang menyita waktu yang lumayan lama. Akhirnya kami sampai di kediaman Abi. Dengan cepat ku parkiran mobilku di garansi. Ning Moza sudah terlelap sejak tadi. Ning Moza memang tidak bisa perjalanan jauh, makanya Ning Moza memilih tidur. Karena takutnya nanti masuk angin dan malah menyusahkanku kata Ning Moza saat diperjalanan.

"Sayang, bangun sampun sampe" kataku dengn membangun kan Ning Moza

"Sudah?" tanyanya masih dmegn setengah sadar

"Njih.sampun monggo ayo turun" kata ku dengan keluar dari mobil Dengn cepat ku bukakan pintu mobil untung Ning Moza

"Monggo"

"Terimakasih" ucapnya, aku tersenyum

Setelah kami turun dari mobil, kami segera masuk. Dan kami di bantu kang kang santri untuk mengangkat barang barang kami.Dan ternyata di pondok sedang ada acara pelepasan santri putra dan santri putri yang di gelar di aula pondok.

"Ke kamar dulu ya Yang" kataku dengan setengah berbisik

"Iya" setuju nya Ning Moza

"Di taruh depan kamar mawon kang. Nanti biar tak masukkan sendiri" kata ku pada kang kang santri yang membantu kami.

"Njihh, gus. Meriki?" kata kang Mamat

"Ngih.matur suwun kang sampun di bantu" ucapku

"Njihh Gus sami sami. Kalo gitu kulo kaleh kang Asa pamit nggih" katanya kang Mamat

"Ngampuntene malah jadi ngerepotkan sampeyan" kata Ning Moza

"Mboten mboten" kata kang Asa

"Njihh mpun Gus, Ning mariii" pamitnya kang Asa dan Kang Mamat

"Nggih ngihh"

"Assalamu'alaikum"

"Waalaikumsalam"

"Mari Yank masuk" ajakku pada Ning Moza

"Nanti ikut ke aula ya Yank" kataku

"Hemm. Bentaran capek kulo" katanya dengan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.

Ning Moza langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Mungkin Ning Moza capek ingin merebahkan tubuhnya sebentar.

"Yank.kamu kenapa?" tanyaku ketika sudah 1 jam Ning Moza tak bangun dari tidurnya Masih tidak ada respon dari Ning Moza

"Yankk.kamu tidur?" tanyaku dengan membangunkan Ning Moza

"Ngantukkk" katanya masih dengan memejamkan mata

"Bentaran ya ke aula. Nanti setelah itu tidur nggak papa. Ayok Yank"

"Njenengan sendiri mawon"

"Ya nggak bisa gitu dong Yank. Nanti kalo mikir nya yang enggak-enggak soal kita gimana?"

"Aku capeeekkkkkkkk" kata Ning Moza masih dengan menutupi tubuhnya dengan selimut

Segera ku tarik selimutnya, tapi masih saja mata Ning Moza terpejam.

"Ko jadi malesan gini sih Yank? " kata ku

"Lama nanti?"

"Nggak.bentar"

"Benerr?"

"Iya.udah yokk" ajakku dengan menarik selimut yang di tarik Ning Moza kembali

💮💮💮

Sampainya dia aula. Para tamu undangan dan para wali santri sedang menikmati hidangan. Karena sudah waktunya istirahat.

"Kita mau kemana Gus?" tanya Ning Moza

"Gandengan dulu kataku

"Hah? "Terkejutnya dengan mata Ning Moza yang melotot

"Nanti di kiranya masak pengantin baru gitu Yank. Dikira ada masalah kan?"

"Ayookk" ajakku. Ning Moza masih diam hanya menurut dengan tangan nya yang mengapit lenganku

"Nanti panggilnya jangan Gus ya?" kataku pada Ning Moza

"Kenapa?"tanya Ning Moza

"Panggil Sayang, atau Mas aja biar njenengan terbiasa jawabku dengan tersenyum

"Hmmm"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!