Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.
Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Pembukaan dan Pertarungan Tim
Keesokan paginya, seluruh Kota Awan Mengambang hiruk pikuk. Jalanan yang biasanya ramai menjadi kosong karena hampir semua orang—mulai dari rakyat jelata hingga para kultivator—telah berkumpul di alun-alun pusat, di mana tiga arena raksasa berdiri megah. Udara dipenuhi dengan sorak-sorai, teriakan para penjual taruhan, dan dengungan antisipasi yang kuat.
Di tengah panggung utama yang ditinggikan, seorang pria paruh baya yang agung dengan jubah brokat duduk di kursi utama. Dia adalah Penguasa Kota Awan Mengambang, seorang ahli Alam Inti Emas yang kuat yang menjaga keseimbangan antara tiga klan. Di sisinya duduk para Kepala Klan dari Klan Wang dan Klan Zhao, serta beberapa tokoh penting kota lainnya.
"Lihat! Tiga klan telah tiba!" seseorang berteriak dari kerumunan.
Tiga kelompok berjalan menuju panggung utama dari tiga arah yang berbeda.
Klan Zhao, dipimpin oleh Zhao Wuji, berjalan dengan langkah yang berat dan mantap. Keempat pesertanya memancarkan aura yang solid dan tak tergoyahkan, seperti benteng berjalan.
Klan Wang mengikuti, tetapi aura mereka benar-benar berbeda. Suasana di sekitar mereka dingin dan penuh dengan niat membunuh yang samar. Wang Teng berjalan di depan, wajahnya tanpa ekspresi, tetapi matanya yang memerah menyembunyikan kegilaan yang dalam. Dia tampak seperti binatang buas yang terluka dan siap menyerang siapa saja.
Terakhir, Klan Lin muncul. Dipimpin oleh Lin Feng, penampilan mereka langsung menarik perhatian. Berbeda dengan dua klan lainnya, aura mereka tenang. Liu Xue'er memancarkan ketenangan yang dingin, sementara dua murid lainnya berdiri tegak dengan kepercayaan diri baru. Di tengah mereka, Lin Feng berjalan dengan langkah santai, Pedang Bayangan Kuno di punggungnya, matanya dengan acuh tak acuh memindai lautan manusia seolah-olah dia sedang berjalan-jalan di taman.
Saat tatapan Lin Feng dan Wang Teng bertemu di udara, percikan api yang tak terlihat seolah meletus. Kebencian di mata Wang Teng begitu tebal hingga hampir bisa dirasakan, tetapi Lin Feng hanya memberinya anggukan kecil yang hampir tak terlihat, sebuah anggukan yang seolah berkata, "Aku menunggumu," sebelum mengalihkan pandangannya.
Penguasa Kota berdiri dan mengangkat tangannya. Kerumunan yang riuh langsung terdiam.
"Kompetisi Tiga Klan Tahunan... secara resmi dimulai!" suaranya yang kuat bergema di seluruh alun-alun. Setelah pidato singkat tentang sportivitas dan kemuliaan, dia mengumumkan babak pertama.
"Babak pertama: Pertarungan Tim! Peraturannya sederhana. Setiap tim akan menghadapi dua tim lainnya secara berurutan. Tim dengan kemenangan terbanyak akan memenangkan sumber daya tambahan untuk klan mereka. Sekarang, mari kita undi lawan pertama!"
Sebuah bola kristal besar menampilkan nama-nama klan yang berputar sebelum akhirnya berhenti.
"Klan Lin versus Klan Zhao!"
Kerumunan bersorak. Ini adalah pertarungan yang menarik. Tombak terlemah yang sedang naik daun melawan perisai terkuat yang sudah mapan.
Di bawah panggung, Lin Bao menepuk bahu mereka. "Klan Zhao sangat tangguh dan berspesialisasi dalam pertarungan gesekan. Jangan mencoba mengalahkan mereka dengan kekuatan mentah. Cari kelemahan mereka." Dia menatap Lin Feng, memberinya tatapan penuh arti.
"Aku mengerti," kata Lin Feng. Dia menoleh ke tiga lainnya. "Liu Xue'er, kau fokus pada memperlambat gerakan mereka dengan teknik esmu. Kalian berdua," katanya kepada dua murid inti, "serang dari sisi, jangan bertabrakan langsung. Aku akan menangani Zhao Wuji."
Keempatnya melompat ke arena pusat, menghadapi tim Klan Zhao yang sudah menunggu. Zhao Wuji berdiri di depan, tubuhnya seperti menara besi. Tiga murid Klan Zhao lainnya berdiri di belakangnya dalam formasi segitiga yang solid.
"Mulai!" teriak wasit.
"Tubuh Emas! Formasi Kura-kura Besi!" teriak salah satu murid Klan Zhao.
Seketika, ketiga murid di belakang Zhao Wuji memancarkan cahaya keemasan yang menyatu dengan cahaya dari tubuh Zhao Wuji, menciptakan perisai energi keemasan raksasa yang menutupi mereka berempat. Itu adalah formasi pertahanan yang terkenal tanpa celah.
Liu Xue'er tidak membuang waktu. "Tarian Salju Pembekuan!"
Dia menari dengan anggun, dan udara di sekitar tim Klan Zhao langsung menjadi sangat dingin. Lapisan es mulai terbentuk di perisai energi emas mereka, mencoba memperlambat aliran energi mereka. Kedua murid Klan Lin lainnya menyerang dari sisi dengan pedang dan tombak mereka, tetapi serangan mereka hanya menimbulkan riak kecil di perisai emas itu.
Di sisi lain, Zhao Wuji hanya berdiri diam, membiarkan rekan-rekannya menahan serangan. Matanya terkunci pada Lin Feng, yang juga berdiri diam, belum bergerak sama sekali.
"Hanya itu kemampuan Klan Lin?" Zhao Wuji berbicara untuk pertama kalinya, suaranya dalam dan bergema. "Dan kau, Lin Feng. Aku dengar kau mempermalukan Wang Teng. Tapi yang kulihat sekarang hanyalah seorang pengecut yang bersembunyi di belakang rekan-rekannya."
Lin Feng tersenyum tipis. "Pertahananmu memang mengesankan. Tapi kau membuat kesalahan fatal."
"Oh?"
"Kau membiarkan aku punya waktu untuk mengamati," kata Lin Feng. "Formasimu kuat, tetapi membutuhkan aliran energi yang konstan dari ketiga murid di belakangmu untuk mendukungmu. Aliran itu, meskipun kuat, memiliki simpul. Tiga simpul, tepatnya."
Wajah Zhao Wuji dan tiga muridnya berubah drastis. Bagaimana dia bisa melihat simpul formasi mereka hanya dalam waktu kurang dari satu menit?
Sebelum mereka bisa bereaksi, Lin Feng bergerak.
Dia tidak menyerang perisai itu. Sebaliknya, dengan "Langkah Bayangan Cermin", sosoknya menghilang dan muncul kembali tiga kali dalam sekejap di tiga titik berbeda di sekitar perisai.
Setiap kali dia muncul, dia hanya mengetuk satu titik di perisai itu dengan gagang Pedang Bayangan Kuno miliknya.
Ketukan pertama. Ketukan kedua. Ketukan ketiga.
Setiap ketukan tampak ringan dan tanpa kekuatan, tetapi setiap kali dia mengetuk, salah satu dari tiga murid Klan Zhao di dalam perisai itu bergetar dan memuntahkan seteguk darah, wajah mereka pucat.
Setelah ketukan ketiga, perisai energi emas raksasa itu berkedip-kedip dengan hebat, lalu pecah berkeping-keping seperti kaca.
"Tidak mungkin!" teriak kerumunan.
Lin Feng sekarang berdiri tepat di depan Zhao Wuji yang terkejut.
"Pertahanan yang baik tidak berguna jika fondasimu rapuh," kata Lin Feng dengan tenang. "Sekarang, hanya ada kau dan aku."