NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberikan Cap Kediaman

Cahaya matahari pagi menembus kisi-kisi jendela aula utama Kediaman Li, namun suasana di dalam ruangan itu jauh lebih panas daripada cuaca di luar.

Terlihat Keluarga Li bercakap-cakap, mereka benar-benar sangat senang karena hari ini, Natalia akan memberikan cap kediaman untuk Lilith.

“Aku sudah tidak sabar, Bu. Kita bisa membeli banyak pakaian dan perhiasan,” ujar Karina, senyum lebar tak lepas di wajahnya.

Li Anna mengangguk dengan wajah berbinar terang. “Ibu juga. Pasti Lilith jauh lebih pintar. Apalagi dia memiliki pendidikan yang tinggi dan berasal dari keluarga kaya.”

Lilith hanya tersenyum melihat mertuanya memuji dirinya.

“Ah, ibu bisa saja,” ujarnya.

“Kenapa si mandul itu belum muncul juga?” gerutu Lusi dengan wajah kesal, membuat Karina dan Li Anna juga berwajah masam.

“Benar, di mana dia? Jangan-jangan Natalia tak ingin memberikan cap kediaman?” Karina langsung menuduh.

Tak lama akhirnya Natalia tiba. Di tengah ruangan, Natalia berdiri dengan anggun, mengenakan jubah sutra biru sederhana yang kontras dengan kemewahan yang mengelilinginya.

Di hadapannya, keluarga besar Li berkumpul dengan wajah-wajah yang memancarkan kemenangan.

“Kenapa kau lama sekali? Kau pasti tidK ingin memberikan cap kediaman itu,” gerutu Li Anna menatap tajam ke arah Natalia.

Baru saja Natalia akan menjawab, tapi terdengar langkah kaki teratur dari arah gerbang. Seorang kasim istana, lengkap dengan seragam resminya, melangkah masuk diikuti oleh dua pengawal yang memikul sebuah peti kayu cendana berukir awan.

“Salam untuk Jenderal Andrian,” suara kasim itu melengking tinggi. “Saya datang membawa titah kaisar dan gaji bulanan Anda sebagai Jenderal Tingkat Dua.”

Andrian, yang berdiri dengan tangan di belakang punggung, membusungkan dada. Ia melirik Natalia dengan tatapan penuh penghinaan sebelum memberi isyarat agar peti itu dibuka.

“Silakan dibuka, Kasim.”

Saat tutup peti terangkat, kilauan logam mulia memenuhi ruangan. Batangan emas tersusun rapi, memantulkan cahaya yang menyilaukan mata semua orang.

“Di dalam peti ini terdapat enam ratus tael emas,” jelas kasim itu dengan nada bangga. “Ini adalah gaji bulanan Jenderal yang baru saja dinaikkan oleh Yang Mulia sebagai apresiasi atas kemenangan di perbatasan.”

“Enam ratus tael emas ... sebulan!” seru Karina, adik ipar Natalia, dengan mata yang hampir keluar dari kelopaknya. “Ibu, kita bisa membeli seluruh koleksi perhiasan di Toko Giok Bulan!” serunya dengan mata berbinar terang.

Li Anna mengangguk puas. “Andrian memang kebanggaan keluarga ini. Dengan uang sebanyak ini, kediaman Li akan semakin berjaya.”

Andrian tertawa kecil, suara tawanya terdengar sombong. Ia menoleh ke arah Natalia yang masih diam membisu. “Kau lihat itu, Natalia? Enam ratus tael emas setiap bulan. Dengan kekayaan sebesar ini, aku tidak butuh lagi caramu yang kikir dalam mengatur rumah tangga. Kau selalu bilang anggaran kita tipis, kau selalu membatasi keinginan Ibu dan adikku. Sekarang jelas, kau hanya tidak layak lagi memegang kendali di sini.”

Andrian melangkah maju, mendekati Natalia hingga jarak mereka hanya satu langkah. “Serahkan Cap Kediaman Li sekarang juga. Mulai hari ini, Lilith yang akan menjadi nyonya rumah yang sesungguhnya.”

Lilith, istri kedua Andrian, melangkah maju dengan wajah yang dibuat-buat malu, namun binar keserakahan di matanya tidak bisa disembunyikan. Ia merasa telah mencapai puncak dunia.

Terlihat Lilith tangannya gemetar karena gembira. “Natalia, bukankah sudah waktunya? Kasihan Kakak, mengurus rumah tangga sebesar ini pasti melelahkan. Biarlah Lilith yang membantu meringankan beban Kakak.”

Natalia menatap suaminya, lalu beralih ke Lilith. Tanpa sepatah kata pun bantahan, ia melirik ke arah Wulan, pelayan pribadinya lamgsung mengerti lalu mengeluarkan sebuah stempel tembaga berat dengan ukiran singa simbol otoritas rumah tangga Li. Ia meletakkannya di telapak tangan Lilith yang terbuka lebar.

“Ambillah,” ucap Natalia pelan. “Semoga kau bisa menjaganya dengan baik.”

Begitu cap itu berpindah tangan, sorak-sorai kecil terdengar dari anggota keluarga yang lain.

“Akhirnya!” seru Li Anna, sang ibu mertua, sambil mengelus tangan Lilith. “Rumah ini akan bernapas lega tanpa pengawasan wanita boros dan pelit seperti Natalia. Bayangkan, dia bahkan pernah melarangku membeli dupa gaharu terbaik hanya karena alasan penghematan!”

Lusi, menimpali dengan sinis, “Benar, Ibu. Natalia memang terlalu boros untuk hal-hal yang tidak jelas, tapi sangat pelit pada keluarga sendiri. Biarkan Lilith yang mengelolanya. Dia pasti jauh lebih bijak.”

Natalia hanya tersenyum tipis. Senyum itu tidak sampai ke mata, sebuah lengkungan bibir yang menyimpan rahasia besar. Ia perlahan berjalan menuju meja kayu panjang dan mengambil sebuah buku besar yang tergeletak di sana.

“Karena Lilith sudah resmi memegang cap kediaman, izinkan saya memberikan laporan singkat agar ia tidak terkejut dan bingung di hari pertamanya.” suara Natalia tenang, namun entah mengapa membuat suasana mendadak sunyi.

Ia membuka buku kas itu dan mulai menunjuk baris demi baris.

“Mari kita bicara tentang gaji enam ratus tael emas itu,” Natalia memulai. “Pertama, Jenderal Andrian memiliki tiga ratus prajurit pribadi yang tinggal di barak luar. Berdasarkan tradisi keluarga militer Li, jenderal harus menanggung biaya makan ekstra dan perawatan senjata mereka agar mereka tetap setia. Biaya ini menghabiskan seratus lima puluh tael emas setiap bulan.”

Wajah Lilith sedikit berubah, namun ia tetap mencoba tersenyum. “Masih ada empat ratus lima puluh tael sisa,” gumamnya.

Natalia melirik Karina yang mulai gelisah. “Adik ipar Karina memiliki jadwal rutin mengunjungi guru tari, musik, dan pengadaan hanfu baru untuk setiap pesta bangsawan. Biayanya? Enam puluh tael emas sebulan. Belum lagi pengeluaran untuk Kak Andra dan Kak Lusi, termasuk tunjangan hidup dan kebiasaan mereka, totalnya sembilan puluh tael emas.”

Natalia berhenti sejenak untuk membalik halaman.

“Lalu ada biaya dapur. Keluarga Li tidak mungkin makan sayur biasa. Daging kualitas terbaik, rempah impor, dan minuman arak untuk tamu Jenderal menghabiskan seratus dua puluh tael emas. Mari kita total secara sederhana, seratus lima puluh ditambah delapan puluh, ditambah seratus, ditambah enam puluh, ditambah sembilan puluh, ditambah seratus dua puluh. Totalnya adalah enam ratus tael emas tepat.”

Keheningan yang mencekam menyelimuti aula. Wajah Andrian yang tadi sombong kini tampak kaku.

“Tapi Lilith.” suara Natalia meninggi sedikit, “itu baru pengeluaran rutin yang terlihat. Saya belum menyebutkan pajak tanah tahunan yang jika dibagi per bulan mencapai tiga puluh tael.”

Natalia berhenti sejenak, lalu menatap mereka.

“Saya belum menyebutkan biaya perawatan kuda-kuda tempur Jenderal yang mencapai dua puluh tael. Saya belum menghitung biaya sumbangan sosial untuk menjaga nama baik keluarga Li di istana sebesar lima puluh tael. Dan tentu saya belum menyebutkan biaya keperluan ibu mertua dan ayah mertua yang tidak bisa dihitung, karena keduanya sering meminta tanpa tahu waktu dengn jumlah besar.”

Natalia menutup buku besar itu dengan bunyi debuman yang keras.

“Singkatnya, pengeluaran minimum rumah ini adalah sembilan ratus tael emas per bulan. Gaji Jenderal yang ‘besar’ itu ternyata kurang tiga ratus tael setiap bulannya.”

Natalia menatap Lilith yang kini memegang cap tembaga itu seolah benda itu adalah bara api yang siap membakar tangannya.

“Jadi, Lilith ... enam ratus tael emas itu sangat jauh dari cukup. Padahal saya bahkan belum menyebutkan biaya perbaikan atap paviliun timur yang bocor atau mahar yang harus disiapkan untuk pernikahan Karina tahun depan. Selamat berjuang mengelola emas yang ‘melimpah’ ini.”

Deg!

1
Lyvia
suwun thor crazy upnya, matrehat sehat sllu thor 😄
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Korona ini
Maria Lina
makasih thor ud treeple up. y n bsk gimi lgi ya thor
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sudah kere pun masih tak berpikir
itu siapa punya hak

hadeh dasar ya kko manusia serakah
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Dih ga sadar2 ni manusia
vj'z tri
gak yakin makan hanya sedikit /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ya jelas beda dong kan yaaa
vj'z tri
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/ gpp kok horang ganteng juga manusia bisa lapar juga /Facepalm/
vj'z tri
pepet teros kang jangan kasih kendor /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tambah laper juga itu /Facepalm/
Osie
wu reno g usah kepo..org kepo cpt matii🤣🤣🤣
Osie
jiiiaahh sampah merasa tuan muda
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Wu Reno bnyk nanya dah th keadaan darurat 😏😤
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
tenang Adrian stlh kamu ketemu sama Natalia kamu akan di beri surat cerai yg nanti akan bikin duniamu runtuh karna tanpa Natalia kamu dan keluarga Li akan nyungseb 😏😤
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
doyan apa lapar Zhang Tian 😅😅
Osie
doyan apa rakus nih zhang tian🤣🤣🤣🤣
mama_im
tongkol nya pake sambal gak kak yul?? 🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Astaga typo kak gara-gara nulis dalam kondisi lapar 🤣🤣🤣
total 1 replies
sambua
kacang lupa kulitnya anda
Arbaati
menarik, selalu di tunggu kelanjutannya
SENJA
lu berisik aja dari tadi elaaah😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!