NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Dua Raga

Satu Jiwa Dua Raga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author:

Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?

episode 18

Byur...

Kini giliran aluna menyiram Aiden, dengan Air yang ada diteko, aluna meletakkan teko tersebut keatas meja dengan kasar.

Tak...

Aluna menyilang tangannya kedada duduk di meja sambil ber sender melihat aiden

"Bagaimana bapak Aiden apakah kita perlu melanjutkannya? " senyum aluna. Aluna mendekat kearah Aiden.

"Berani lo, begini sama gue, aluna lo tahu tidak salah lo dimana! Lo disini kerja" bentak Aiden.

"Gue tahu kok gue disini untuk kerja, tapi jangan seenaknya aja lo guyur gue pekek air, tidak ada salahnya lo bicara baik baik sama gue, gue tahu gue karyawan lo tapi bukan berarti lo seenaknya sama karyawan lo, tidak perluasan lo ajari gue gue juga tahu" bentak aluna.

"Jika emang lo tidak suka sama gue bukan begini caranya" bentak aluna lagi.

"Lo punya otak kan! Pakek otak lo" bentak aluna.

"Lo, gue pe.. "

"Lo mau pecat gue, bagus dong tidak perlu lagi gue harus jadi babu lo disini, gue bakal pindah sekarang juga ke negara B " seru aluna menatap aiden tajam.

Aiden terdiam, dia masih menatap aluna dengan tajam, mereka seperti perang melalui mata, aiden mengepal tangannya dengan kuat.

"Gue tidak bakal lepasin lo aluna, kemana lo pergi gue akan kejar lo. sebelum lo benar-benar menderita, lo harus tahu apa arti kata menderita karena lo masih berani hidup dan muncul disini"ucapan Aiden membuat aluna menggertakkan rahangnya. Aiden mendekat kearah aluna

" ingat ini aluna"nada tajam aiden keluar dari ruangannya. Setelahnya Aiden keluar dada aluna terasa sesak dia mencoba untuk tidak menangis, tapi air matanya tidak bisa diajak kerja sama.

Airmata aluna jatuh, karena tidak bisa menahan emosinya akhirnya aluna luruh dan menangis dalam diam. Baru kali ini dia merasa hidup tidak pernah dihargai. Aluna berjongkok memegangi lengannya satu sama lain sambil menangis sesegukan.

"Lo harus kuat lun, lo pasti bisa melewati ini" seseguk aluna menyemangati dirinya sendiri.

Lama aluna menangis hingga dia melewatkan makan siangnya, aluna memilih untuk tidak keluar, karena wajahnya sembab, aluna memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya agar tidak tertunda lagi.

Hingga jam menunjukan pukul 17:00 aluna yang sudah siap, mengambil tasnya lalu pergi untuk pulang, saat aluna keluar dari lift aluna berhenti sejenak, dia melihat lula menggandeng Aiden dengan manja, sesekali Aiden tersenyum kearah lula. Mereka berjalan menuju keluar

Ada sedikit rasa sesak di dalam hatinya melihat suaminya menggandeng wanita lain dengan mesra, hingga banyak dari para karyawan mengira kalau lula adalah kekasih Aiden.

Lucas yang melihat aluna berdiam diri didepan lift menghampirinya.

"Lun, kenapa lo melamun disini? " seru lucas yang menyadarkan kan aluna. Aluna melihat kearah lucas, lucas melihat kearah aiden yang menggandeng tangan lula membuang nafasnya dengan kasar.

Huft..

Hembusan nafas lucas.

"Udah, lo jangan hiraukan mereka" ucap lucas.

"Gue juga tidak tidak peduli dengan mereka juga" seru aluna sedikit berbohong.

"Lo ini mau kemana? " tanya lucas. Aluna menggeleng dia sendiri juga tidak tahu harus kemana. Belum tentu juga Mason menjemputnya pikir aluna.

Lucas yang melihat kebingungan aluna pun pun berkata.

"Bagaimana gue anter lo pulang? " tawar lucas.

"Boleh? " tanya aluna lucas mengangguk.

"Dari pada disini juga lo tidak tahu mau kemana lebih baik gue antar lo, lo mau? " ucap lucas. Aluna mengangguk. Mereka pun berjalan bersama menuju ke parkiran tepat mobil lucas di parkir.

"Lo harus ingat lo, jalan lo pulang, supaya lo itu tidak nyasar kemana mana" seru lucas.

"Ini gue ingat kok, tapi jujur gue tidak tahu ini mananya jalan apa, takutnya nanti kalau gue naik taksi online gue nyasar lagi" seru aluna, lucas pun memberi tahu kan semua nama jalan yang mereka lewati. Lucas sudah seperti pemandu jalan aluna.

"Lo udah paham bukan? " aluna mengangguk, karena mereka sudah sampai tepat dimension Aiden

" makasih yah, untuk tumpangannya dan mau memberi tahukan gue bagaimana cara pulang "ucap aluna. Lucas mengangguk.

" oh, benar bagaimana dengan ponsel lo, masih bisa diperbaiki tidak, kalau bisa perbaiki saja, lo bisa pesan taksi online jika tidak ada tumpangan "ucap lucas.

" gue sendiri juga tidak tahu nasib ponsel gue bagaimana, karena gue buang begitu saja, kalau terjadi seperti ini gue tidak ada jemputannya, boleh tidak gue numpang sama lo hehe.. Sekalian hemat biaya"seru aluna.

"Ye.. Itu namanya mau gratisan saja"ucap lucas

" lah itu tahu "kekeh aluna lucas menggelengkan kepalanya.

" sudah sana masuk mau sampai kapan lo nahan gue disini, bisa bisa gue pulang kemalaman "ucap lucas.

" ah bener gue turun, lo hati hati "ucap aluna lucas mengangguk. Aluna turun dari mobil lucas, lucas mengklason mobilnya dan menancapkan gasnya.

Setelah kepergian lucas aluna berbalik dan berjalan menuju pagar besar. Aluna menekan bel yang ada disana. Tak lama Walter melihat kearah pagar.

" nyonya? "Seru Walter, aluna melambaikan tangannya. Walter langsung membukakan pintu pagarnya.

" selamat sore nyonya"Walter membungkuk kepada aluna.

"Hei, kenapa paman membungkuk, biasa saja sama sama makan nasi juga" seru aluna.

"Maaf nyonya" ucap Walter masih membungkuk

"Sudah lah, aku mau masuk kedalam apa bu siti ada? " tanya aluna.

"Ada nyonya"seru walter. Aluna berjalan masuk ke mansion.

Saat aluna masuk hal yang pertama yang dia cari adalah siti, aluna berjalan setiap ruangan hanya mencari seseorang yaitu siti.

Karena aluna tidak menemukan siti di setiap ruangan, aluna pun berjalan menuju paviliun belakang, disana banyak pekerja yang melakukan pekerjaan mereka, mata aluna mencari keberadaan siti. dia menemukan siti yang tak jauh darinya sedang mengambil buah buahan stroberi yang sudah matang dan diletakkan dikeranjang.

" bu siti"teriak aluna mengagetkan semuanya orang. Siti menoleh dia melihat aluna melambaikan tangan kearah siti.

Siti mengambil keranjangnya dan membawanya bersama.

"Nyonya, nyonya sudah kembali, bagaimana keadaan anda saya sangat khawatir nyonya tidak pulang" khawatir siti memeriksa tubuh aluna dari atas sampai bawah,

Aluna merentang tangannya lalu memutar badannya.

"Baik baik saja, maaf ya bu, bukan maksud aluna tidak pulang, aluna tidak tahu jalan pulang jadi menginap di hotel" seru aluna.

"Tidak apa-apa, saya merasa lega nyonya baik baik saja" ucap tulus siti, aluna tersenyum mengangguk.

"Nyonya lapar, perlu saya buatkan makan? " tanya siti.

"Boleh kebetulan aluna juga lapar" seru aluna. Mereka pun masuk kedalam. Dan siti mulai menyiapkan makanan untuk aluna.

Tak berselang lama aluna makan dan hanya sisa sedikit lagi Aiden masuk kedalam dengan wajah datarnya. Melewati aluna yang masih tengah makan disana.

Aluna menatap tajam Aiden sesekali melirik kearah Aiden yang saat sedang berjalan melewatinya.

"Kenapa lo liatin gue tertarik lo sama gue? " ucap Aiden sinis aluna langsung melengos.

"Dih, narsih kok tingkat dewa" seru aluna lanjut makan takut nanti merusak moodnya yang sedang baik hari ini. mendengar perkataan aluna, Aiden mendekati aluna dia duduk tepat didepan aluna. Namun aluna tidak mempedulikannya dia tetap lanjut makan.

"Kenapa lo bisa sampai ke sini bukannya lo bilang lo lupa jalan pulang! Atau itu cuman akal-akalan lo untuk menarik perhatian gue" ucap Aiden aluna memutar bola mata malasnya.

"Bapak Aiden dengar baik baik dan buka telinga anda lebar lebar, gue emang lupa jalan pulang, dan gue, bisa sampai sini juga berkat bapak lengkuas dan dia bahkan memberi tahu nama nama jalan disetiap sudut kota apa lo paham, dan satu hal lagi yang perlu lo tahu gue sama sekali tidak punya waktu untuk main main cari perhatian sama lo" sera aluna yang membuat Aiden tidak senang.

Brakk..

Aiden menggebrak meja aluna melotot.

Prangk...

1
falea sezi
lanjut q ksih hadiah bkin Aiden bucin thor
falea sezi
thor Aiden ma jalannya uda pernah tidur bareng belom🤭 klo uda bikin cerai ya kali dpet bekas Aluna perawan. loh dpet perjaka bekas kayak Aiden g rela q. tuh🤣
falea sezi
Aluna lemah g jijik apa dia bekas lula😒
falea sezi
insomnia g bs tidur bukan ngajak orang tidur bareng bego
falea sezi
oon MC nya tlfon tiago minta dia urus cerai oon😒
falea sezi
moga cerai ya kali dpet suami bekas jalang🤣🤣 menjijikan sekali😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!