Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.9: Kehidupan Menyebalkan
“Hahaha, tidak usah minta maaf. Itu hal yang sangat normal jika itu merupakan salah satu kemungkinan dirimu tidak dipilih menjadi seorang Penyihir atau Regresi. Lalu... Dua lagi apa?”
[Kedua, alasan aku tidak dipilih menjadi Penyihir atau Regresi adalah diriku bukan berasal dari dunia ‘Magiort’. Tinggal di ‘Bollorta’ sebagai salah seorang keluarga yang atas-atasnya di ‘Magiort’ pun tidak.]
“Masuk akal. Satu lagi apa?”
[Satu lagi... Mungkin karena aku satu-satunya yang mengalami kematian setelah memasuki portal misterius agak lama. Mungkin juga sebagai orang yang satu-satunya bisa memasuki dunianya. Tapi... Entahlah, agak bingung juga.]
“Ketiga-tiganya menurutku masuk akal. Dan... Apapun hasilnya, apakah kau akan menerimanya begitu saja? Lalu... Aterrapa Yukigo, ayah angkatmu... Dibunuh oleh mereka juga kah?”
[Tepat sekali. Unta peliharaan kami atau Tenko pun sama. Namun anehnya... Kenapa mereka berdua harus mengalami kematian tragis? Harusnya aku saja kan! Mau dihalangi bagaimanapun caranya paling-paling di bekukan doang kan! Jadi... Kenapa?]
“Aterrapa Yukigo itu adalah seorang penjahat.”
Ya, benar sekali. Hal ini membuatnya sangat kaget dan itu sangat wajar pastinya. [Hahh!!! Mana mungkin!!! Ayah angkatku terlihat baik gitu lho!!]
“Bagaimana denganku?]
[...Karena rumor atau memang beneran?]
“Kalau keluargaku termasuk aku masuknya rumor, sejarah, dan sebagainya. Namun dia... Memang benar demikian.”
[Ayah dipilih menjadi Regresi. Tapi... Impiannya ingin menjadi apa? Dia bekerja di ‘Homontration’. Tempat yang menyediakan banyak sekali cokelat batangan enak.]
Dia sepertinya tidak tahu ya! Jadi... Ada banyak sekali rahasia yang disembunyikan oleh ayah angkatnya ternyata. Aterrapa Yukigo sepertinya sudah berusaha untuk menjaga anak angkatnya selama mungkin dari orang-orang hukum yang memburunya.
Benar-benar ayah yang baik. “Dia ingin menjadi seorang ilmuwan.”
[...Begitu ya! Tongkat Sihir ‘Ulmrot’ tidak memilihnya. Bukannya melupakannya, namun ayah sepertinya melakukan segala cara agar bisa menjadi ilmuwan hingga membuatnya menjadi seorang penjahat.]
“Kau benar sekali Takeuchi Hideki.”
“Apakah kau mau mendengarkan ceritaku lebih lanjut sesuai pengetahuanku tentang Aterrapa Yukigo?”
[Tentu saja. Silakan ceritakan semuanya!]
“Baiklah.”
Semua cerita tentang Aterrapa Yukigo ku beritahu semuanya padanya. Yang ku ketahui doang sih, hahaha.
Jadi... Aterrapa Yukigo adalah seorang pria yang begitu menginginkan dirinya menjadi seorang ilmuwan.
Ilmuwan adalah hal paling keren dalam hidupnya dan agar impiannya terwujud, dia terus berusaha menciptakan hal-hal kecil yang berhubungan dengan sains di dunia ‘Magiort’.
Di dunia ini, ada beberapa dari sains yang biasa dilakukan para ilmuwan. Pertama, mereka selalu membuat sesuatu bernama ‘Ullego’.
‘Ullego’ adalah sebuah batu kecil berwarna merah yang berfungsi menciptakan air hujan mini.
Bisa dibilang itu adalah sebuah hiburan bagi orang-orang yang tinggal di ‘Bollorta’.
Mereka yang tinggal di sana menganggap hal seperti ini ada triknya. Trik-trik seperti itu dinamakan dengan ‘Sulap’.
Dan ada juga beberapa hal menarik tentangnya. Selain menciptakan itu, Aterrapa Yukigo juga ditulis dalam sebuah buku yang untungnya ku temukan karena saking pengen berterima kasih padanya...
A-aku bukan seorang penguntit kok, hahaha. Wa-walaupun, aku mengoleksi segala hal tentangnya.
Apa saja? Kayak helai rambutnya, sedikit air liurnya, beberapa potongan kuku tangan dan kakinya, juga... Foto-foto kerennya yang ada dalam majalah buronan.
Hehehe! Senang banget! Itu adalah hobiku sekitar 3 tahun yang lalu. Menuruku hal tersebut bukan seorang penguntit, melainkan pengen saja.
Dan, beralih dari situ, aku pernah mendengar beberapa desas-desus sosok mengerikan yang bisa memusnahkan dunia ini.
Ya, sosok yang katanya bisa keluarga kami bangkitkan, pernah diteliti olehnya. Penelitian ini membuat Aterrapa Yukigo mulai diburon oleh para bangsawan.
Bangsawan yang tingkatannya paling atas dan tidak ada lagi yang lebih atas daripada mereka.
Itu kalau dalam hal hierarki. Kalau hal atas tentang kekuatan gitu, masih dibagi-bagi lagi.
‘Bapak Agung’ sendiri tidak masuk ke dalam pembagian tersebut, karena nggak kuat-kuat amat dirinya.
Sejauh ini, diketahui ada 10 tingkatan paling rendah yang membuat Aterrapa Yukigo hampir mati karena mereka disuruh diburon oleh para bangsawan.
Salah satu dari sepuluh tingkatan itu, ada yang namanya ‘Kallotry’. Tingkatan terendah tapi bisa menggunakan dua jenis atribut sihir.
Wow! Gila sekali ya! Tentu saja. Dan... Kayaknya sudah cukup sampai sini dulu.
[Terimakasih sudah menceritakan semuanya padaku tentang ayah, James Darren. Begitu ya! Hanya karena ingin meneliti saja, sampai harus diburon. Lalu... Bagaimana kalau kita bekerja sama, James Darren?]
“Kerja sama dalam hal apa, Takeuchi Hideki?”
[Aku punya sebuah musuh. ‘Bapak Agung’ dan ‘Ektroser’. Maukah kau membantuku membalaskan dendamku pada mereka karena telah membunuh kedua penyelamatmu, James Darren?]
Sia*an! Benar juga. Alasan Takeuchi Hideki ada di dalam tubuhku karena yang sebelumnya mati. Baiklah, akan ku jawab begitu saja.
“Tentu saja aku akan membantumu. Lagipula, kita saat ini bersatu. Namun untuk sekarang, lebih baik menikmati sekolah saja. Ippo-sensei walau sering dipanggil ‘Horror-sensei’, dia orang yang baik kok!”
[Begitu ya! Baiklah. Apalagi... Kita berdua sama-sama tidak dipilih oleh Penyihir atau Regresi, jadi... Perlahan saja tapi pasti.]
“Oke, sudah diputuskan.”
[Ya.]
“Apanya yang sudah diputuskan?”
[Ippo-sensei!!! Se-sepertinya, tamat riwayat kita.]
“Ya-yaaa...”
Ippo-sensei baru saja keluar dari kelasku dan langsung menyeretku karena diriku belum sempat berdiri.
Sia*an! Kalau saja tadi selesainya lebih cepat, tapi karena terlalu menyenangkannya pembahasan kami, nggak sadar satu jam sudah berlalu.
Di sini, Ippo-sensei menyeret kerah seragam belakangku dan diriku benar-benar terseret.
Kedua kakiku maksudnya, hahaha. Agak menyedihkan bukan! Namun... Hal seperti ini bisa dibilang sebagai kasih sayang seorang guru kan!
Dia mungkin tampak menakutkan, namun aslinya orang yang sangat baik. Aku tidak tahu benar atau tidak, kemungkinan besar ya.
Ahaha... Ka-kayaknya hanya bayanganku saja.
Dan... Entahlah. Oke, sekarang dia mendobrak pintu dan menendangnya sampai copot. Kekuatan tendangannya mengerikan ya!
Sebutan ‘Guru killer’, kayaknya cocok untuknya, hahaha. Se-sebutan yang baru saja ku pikirkan.
Lalu... Ruangan ini indah sekali. Sebelah kanan dan kiri penuh rak berisi buku dan alat-alat laboratorium. Guru Ilmu Obat-obatan satu ini cukup aneh ya! Kenapa juga lantai dan atap bernuansa mengerikan?
Apa maksudku mengerikan? Tengkorak semua lho! Apakah dia dulunya seorang pembunuh berantai? Awawawa!! Se-selamatkan akuu!!! Se-semoga saja dia nggak akan mengapa-apakan diriku, huhuhuu...
Oh iya! Di depan sana adalah tempat duduknya dan dia langsung melemparku hingga mejanya hancur.
Dengan cepat, Ippo-sensei langsung duduk di kursinya dan karena sudah reyot, malah ikutan hancur juga.
Balasan yang sangat cepat ya!
“Baiklah, mari kita berbicara empat mata, Mr. James!”
Saling support sabi kali ya😉