NovelToon NovelToon
Pak Direktur Mengejar Cintaku

Pak Direktur Mengejar Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.

Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.

Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.

Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepekaan seorang kakak

Pagi datang dengan suasana yang jauh lebih tenang dibanding malam sebelumnya.

Sinar matahari masuk samar dari jendela besar ruang makan rumah Andreas. Aroma roti panggang dan kopi hangat memenuhi udara.

Namun di meja makan itu… satu orang masih terlihat murung.

Shintia duduk sambil mengaduk susu di gelasnya pelan tanpa benar-benar meminumnya. Matanya masih sedikit sembab akibat kurang tidur.

Sedangkan di seberangnya, Andreas beberapa kali memperhatikan adiknya diam-diam.

Pria itu akhirnya meletakkan koran yang sejak tadi hanya ia buka tanpa dibaca.

“Sin.”

“Hm?”

“Kita ngobrol bentar.”

Shintia langsung menegang sedikit.

Andreas jarang bicara setenang ini kalau tidak serius.

“Aku gak mau ikut campur urusan pribadi kamu,” lanjut Andreas hati-hati. “Tapi tiga minggu lagi kamu wisuda. Aku gak mau ada sesuatu yang bikin kamu kepikiran sampai ganggu semuanya.”

Shintia langsung menunduk pelan.

Tangannya otomatis menggenggam sendok lebih erat.

Andreas menghela napas kecil.

“Ini soal Raffa?”

Deg.

Nama itu membuat Shintia langsung membeku beberapa detik.

Andreas memperhatikan perubahan wajah adiknya lalu menyandarkan tubuhnya pelan.

“Jadi memang ada sesuatu.”

Shintia menggigit bibir bawahnya ragu.

Untuk beberapa saat ia diam cukup lama, seolah berpikir apakah harus cerita atau tidak.

Namun setelah dua hari memendam semuanya sendiri… dadanya terasa terlalu sesak.

“Aku bingung, Kak…” suaranya akhirnya keluar pelan.

Andreas langsung fokus mendengarkan.

“Apa yang sebenarnya terjadi?”

Mata Shintia mulai memanas lagi.

“Malam Minggu itu…” ia menarik napas pelan. “Kan pagi sampai siang aku pergi sama Raffa.”

Andreas mengangguk kecil.

Ia masih ingat jelas laki-laki tinggi yang datang percaya diri menjemput adiknya waktu itu.

“Terus malamnya…” suara Shintia makin lirih. “Aku lihat berita kecelakaan.”

Kening Andreas langsung berkerut.

“Berita?”

“Iya.” Shintia menatap meja makan kosong di depannya. “Katanya ada kecelakaan mobil dinas milik staf Hotel Permata.”

Andreas mulai memperhatikan serius.

“Terus?”

“Mobilnya mirip banget sama mobil yang dipakai Raffa.”

Deg.

“And pembawa beritanya bilang…” Shintia menelan ludah susah payah. “Asisten pribadi direktur utama Hotel Permata meninggal.”

Andreas langsung terdiam.

Kini potongan-potongan itu mulai masuk akal.

Pantas saja Shintia berubah sejak malam itu.

“Aku coba hubungi dia terus,” lanjut Shintia pelan. “Tapi nomornya gak aktif sampai sekarang.”

Suasana meja makan mendadak sunyi.

Andreas menatap adiknya beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas panjang.

“Jadi… kamu pikir Raffa ikut kecelakaan itu?”

Shintia mengangguk kecil.

“Aku takut…”

Dan untuk pertama kalinya sejak semua kejadian ini dimulai… Andreas melihat mata adiknya benar-benar dipenuhi kekhawatiran tulus.

Bukan sekadar penasaran.

Bukan sekadar kagum sesaat.

Tapi takut kehilangan.

Andreas menyandarkan tubuhnya perlahan sambil memijat pelipis.

“Sebentar…” gumamnya kecil. “Jadi sebenarnya kalian ini pacaran atau bukan?”

Pertanyaan itu membuat Shintia langsung salah tingkah.

“B-belum.”

“Hah?”

“Aku sama dia baru kenal dua hari, Kak…”

Kali ini Andreas benar-benar melongo.

“Tunggu. Jadi Sabtu kemarin itu...”

“Dia yang nekat datang.”

“And kalian belum jadian?”

“Belum!”

Andreas langsung menatap adiknya tidak percaya.

“Lah terus Papa sama Mama juga percaya dia pacar kamu.”

“Iya aku juga bingung kenapa semuanya langsung percaya gitu aja!”

Untuk pertama kalinya pagi itu, Andreas malah tertawa kecil.

Lucu.

Sangat lucu malah.

Seorang laki-laki asing datang percaya diri ke rumah mereka, menjemput Shintia seperti pacar resmi, lalu seluruh keluarga menerimanya begitu saja.

Dan yang lebih lucu lagi…

Adiknya sekarang benar-benar kepikiran sampai begini.

“Ini cowok unik juga ya,” gumam Andreas sambil geleng-geleng kepala.

Shintia langsung manyun.

“Kakak malah ketawa…”

“Ya gimana gak ketawa.” Andreas masih tersenyum geli. “Dia bahkan belum jadi pacar kamu tapi udah sukses bikin kamu stres.”

“ISH.”

Andreas akhirnya berhenti tertawa saat melihat mata adiknya mulai berkaca lagi.

Seketika ekspresinya kembali lembut.

“Tapi…” suaranya melunak. “Kamu suka sama dia?”

Shintia langsung terdiam.

Pertanyaan itu membuat jantungnya kembali tidak tenang.

Suka?

Apa ini suka?

Kalau bukan… kenapa rasanya sesesak ini membayangkan sesuatu terjadi pada Raffa?

“Aku gak tahu…” jawabnya jujur pelan.

Dan itu justru terdengar paling menyedihkan.

Karena Shintia benar-benar belum sempat memahami perasaannya sendiri… tapi orang yang membuatnya begini malah menghilang tanpa kabar.

Andreas memperhatikan adiknya lama.

“Aku baru sadar,” gumamnya kecil.

“Hm?”

“Kamu beneran kehilangan dia.”

Kalimat itu membuat Shintia langsung menunduk cepat.

Air matanya jatuh lagi begitu saja.

“Aku gak ngerti kenapa bisa secepat ini…” suaranya bergetar pelan. “Tapi dia baik, Kak…”

Andreas langsung diam.

Ia jarang melihat Shintia menangis karena laki-laki.

Bahkan hampir tidak pernah.

Dan sekarang… hanya karena pria yang baru dikenal dua hari.

“Dia beda…” lanjut Shintia lirih. “Aku juga gak ngerti.”

Andreas perlahan menghela napas.

Entah kenapa, ia jadi sedikit penasaran sendiri dengan sosok Raffa.

Pria yang cukup nekat datang ke rumah mereka, membuat semua orang percaya kalau dirinya pacar Shintia… lalu menghilang dan meninggalkan kekacauan begini.

Namun di balik semua itu…

Andreas justru merasa lega karena setidaknya sekarang ia tahu penyebab perubahan adiknya.

“Denger ya.” Andreas akhirnya bicara pelan. “Belum tentu dia kenapa-kenapa.”

“Tapi nomornya mati…”

“Mungkin ponselnya rusak.”

“Kalau dia sakit?”

“Kamu jangan mikir yang aneh-aneh dulu.”

Shintia diam lagi.

Andreas kemudian mengambil ponselnya pelan sambil berpikir sesuatu.

“Hotel Permata ya…”

Shintia langsung mengangkat kepala cepat.

“Kakak mau ngapain?”

“Cari tahu.”

Mata Shintia langsung membesar.

“Hah?”

“Ya masa kita diem aja.”

“Tapi jangan aneh-aneh, Kak!”

“Aku cuma mau pastiin dia masih hidup apa gak.”

“KAK!”

Andreas malah tertawa kecil melihat paniknya adiknya.

Untuk pertama kalinya sejak dua hari terakhir… suasana di wajah Shintia sedikit berubah lebih hidup walau masih dipenuhi cemas.

Dan Andreas akhirnya sadar satu hal.

Raffa mungkin datang secara absurd ke hidup adiknya.

Namun pria itu juga berhasil melakukan sesuatu yang tidak pernah Andreas lihat sebelumnya.

Membuat Shintia benar-benar peduli pada seseorang. Padahal yang Andreas tahu' Shintia adalah gadis cuek, cengeng namun pecicilan... Dan setahu Andreas, Shintia memang belum pernah berpacaran selain dengan laki-laki konyol yang tiba-tiba datang mengaku kekasih Shintia.

***

Sementara di rumah mewah keluarga HADI.

"Raffa... Mau kapan kamu menikah lagi? Kalau kamu terus memikirkan almarhumah istrimu, kamu tidak akan bisa terima wanita lain. Bukan mamah mau menyuruhmu lupakan dia... Tapi kamu juga butuh pasangan hidup."

Raffa duduk bersandar memijit pelipisnya.

Sang ayah yang duduk beriringan dengannya, turut bicara sedikit. "bener Fa, berlarut dalam kesedihan, duka... Nanti hanya merusak hidup kamu."

Raffa mengangguk...

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa cepat dong temui Shintia...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa mau di jodohkan ke Sella 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Shintia masih khawatir tuh sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Shintia kangen sama Raffa tuhhh
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa harusnya temui Shintia dong 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee ya tuh Raffa sebenarnya berarti buat shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia... Raffa itu masih hidup 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Sella ganggu Raffa mulu..

duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲

jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kenapa Shintia belum mendaftarkan diri? Raffa sedikit kecewa😟 donggg
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh ciiieee Shintia seperti nya sudah jatuh cinta sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan: Ciieee Asyik dong 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
gk cape ya Raffa gombal mulu sama shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ya ampun... Raffa jail banget sama Shintia😆😆😆
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee Raffa ajak Shintia ke Pantai😆😆
Raffa jahil banget sama Shintia 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Jangan galak² Shintia nnt jatuh cinta dg Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh seperti ny Raffa emng jatuh cinta dg Shintia 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa blg kekasih Shintia ke Andreas 😆😆😆
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia gk tahu klo Raffa itu CEO yaa😆
Sharah ArpenLovers Khan
Cieee Shintia di blg cantik 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!