NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditraktir Louis

Beberapa hari ini ayya tak pernah keluar kelas, ia lebih senang beristirahat di dalam kelas karena sudah dibawakan bekal oleh bundanya.

Sabtu akhir sebelum senin depan mulai ujian tengah semester, ayya pun berencana untuk meminjam buku ke perpustakaan swasta favoritnya.

Sudah dua minggu setelah sakit ia tak mengunjungi tempat itu.

" Ayy, dicariin.."

Ayya tengah makan, ia hanya bertanya pada mora temannya.

" Siapa?"

Mira pun menunjuk kedatangan dua teman lawan jenis yang sudah melempar senyum mekar pada ayya, mereka Louis dan Kania yang sudah berlari menuju tempat ayya.

" Ayy, udah lama ga jajan ke kantin, jajan yuk!" Ajak Kania duduk si samping ayya.

Ayya hanya menggumam, Louis pun melipat tangan di atas meja tepatnya di depan ayya.

" Ayy, lu ngambek ke kita apa gimana? sori deh, soriiiii banget.. lo boleh ngambek tapi jangan stop jajan ke kantin, mereka para mamang kanti sahamnya merosot karena kekurangan pasokan uang punya elo.."

" Pfttt.. Apasih???"

Ayya tak kuasa menahan tawa mendengar Louis berbicara se-lemas itu.

" Ga usah hiperbola deh lui.." Sinis ayya.

Kania pun merangkul ayya. " Ayo ayy, jajan.. ga punya uang? kita traktir, Louis bakal jajanin elo sepuasnya.."

" Weh? Kalo urusan itu kan belum di briefing Kania, patungan lah buat traktir ayya.. Gue lagi hemat buat kebeli sepatu Adidas keluaran terbaru."

" Cih! Pelit!" Sungut ayya yang membuat Louis menggeleng cepat.

" Eyyo bro, bukan gitu maksud gue, gue cuma hemat doang seminggu, abis itu foya-foya lagi kok.. janji." Louis memohon.

Ayya melengos, namun senyumnya mengembang sempurna saat Louis mengubah keputusan untuk mentraktir ayya sepulang sekolah nanti.

" Beneran??? Jinjja?!" Ayya sangat excited.

Louis pun tersenyum dan menganggukinya, hmm.. ga apalah hematnya ditunda minggu depan, pikirnya.

" Tapi, boleh ga aku minta traktir di tempat pilihanku? Bukan jajan tapi.." Ucap ayya.

Kania dan Louis pun serempak mengernyit.

" Boleh, emang tempat yang gimana? spot foto bagus? estetik, atau cari yang viewnya cantik? kayak elo.."

" Ish lui jangan becanda!" Peringat ayya, Kania pun tak berhenti menganga sejak tadi.

Louis pun terpingkal sejenak sebelum kembali bertanya tempat yang ayya maksud.

_

Skip, 15 menit setelah bel pulang berbunyi.

Roy kedapatan sedang menunggu Galih dan willy di samping pintu gerbang, namun tiba-tiba dirinya salah fokus pada seorang siswi yang baru saja berdiri di samping traffic light seberang.

" Kayak ga asing, samperin ah..!"

Begitu roy menghampiri siswi berparas ayu dengan tubuh tak terlalu tinggi itu, ia langsung menyapa tanpa ragu.

" Hai, kamu ayya, kan?" Tanyanya yakin.

Ya, siswi itu ayha, ayya sontak terkesiap melihat siswa dari SMA lain mengetahui namanya.

Jika diingat kembali selama 6 bulan ayya menetap di bandung, tak pernah dia mengenal pemuda selain dari satu sekolah yang sama.

Melihat pemuda itu masih tersenyum padanya, ayya pun mengangguk ragu.

" Tau dari mana namaku?" Tanyanya balik.

Roy langsung bersikap aneh, sombong lah sebutannya, namun tak ingin membuat ayya ilfeel dia langsung bersikap biasa lagi.

" Salam kenal, aku Roy temen leo, willy sama Galih, kita yang pas malem minggu kamu usir itu.".

Whats? Ayya seketika menjadi panik dan langsung mengkonfirmasi jika dirinya tak berniat mengusir.

Untungnya dari pap foto selca mereka berempat yang dikirim ke ayya, menjadi bukti jika mereka roy dkk tidak menaruh dendam pada ayya.

" Tenang aja.. Kita ga jahat kok.. Cuma sedikit plenger.."

Dih? Ayya mengalihkan wajah saat ekspresi julidnya tak bisa ditahan.

" Omong-omong kamu lagi nunggu jemputan? kenapa ga nunggu di dalem?" Tanya roy.

Ayya menoleh dan menggeleng. " Lagi nunggu grabcar buat aku sama temen.."

Roy pun mengangguk paham, diam sejenak hingga tak lama kemudian ia melihat galih yang baru saja datang dengan mengendarai motor retronya.

" Woy bro leo, ditunggu dari tadi baru keluar.." Sambut roy sambil salam sirkel dengan galih.

" Sorry bro, lagi ada kendala dikit di kelas." Ucap galih sembari melirik pada ayya yang sudah membuang muka.

Ayya langsung membuang muka saat galih datang, ia mengumpat kesal dalam hatinya karena galih berhenti tepat di sampingnya.

' Sial, ngapain juga tiba-tiba si Galih dateng? mana si Louis sama Kania belum keluar juga! Mau pergi jadi ga enak juga.'

" Nunggu disini ajalah.." Ucap roy membuat kening ayya mengernyit.

" Willy kelamaan, dia izin ke toilet lama banget." Adu galih.

Roy pun berdecih malas. " Udah ga heran, tuh anak bikin proyek di toilet kali."

Galih hanya terkekeh lirih, namun matanya saling melempar pandang dengan roy ke arah ayya.

" Ayya, em.. Sorry nih, gue boleh minta tolong gak?" Ucap roy sembari menepuk pundak ayya agar menoleh.

Begitu ayya menoleh, roy langsung tersenyum dan menunjuk galih di sampingnya, galih tak menaruh curiga, namun saat roy mulai bicara ngelantur jelas membuatnya syok.

" Minta tolong apa?" Tanya ayya.

" Gue boleh minta nomer whatssap lo gak? Eh tapi bukan buat gue ya, gue cuma wakilin si leo yang katanya malu buat minta nomor lo langsung."

WHAAAATTTSSS??!!!!

Ayya terkerjap kaget begitupun galih yang langsung melototi roy lelu menampar lengan, dada, lalu menjitaknya tak terima.

" Siapa yang minta? Akal-akalan lu aja, anj. Kalo mau minta nomer ayya ga usah gue jadi alesan." Protes galih dengan wajahnya yang sudah memerah menahan malu.

Ayya yang melihatnya pun sedikit menahan senyum, terlebih saat galih meliriknya curi-curi, sedangkan roy semakin terpingkal melihat temannya itu salting, salting kan?

" Ya gimana ga minta, orang udah punya.." Ucap roy lirih, meski lirih ayya masih bisa mendengar, apalagi si galih.

Ia semakin tak punya muka rasanya, berbagai alasan ia keluarkan agar tak ada kesalah pahaman soal menyimpan nomer ayya.

" Louis tiba-tiba kirim nomer ayya." Pungkas galih.

Roy menggeleng tak percaya. " Tapi di save, kan?" Cibirnya smirk.

Galih pun menghela napas panjangnya, ia tak bisa mengelak karena memang benar faktanya.

" Apa salahnya save nomor adik kelas?" Tanya galih mengelak.

Ah tak perlu dibahas lagi karena roy tak ingin membuat temannya semakin tak punya wajah di depan ayya.

" Lo percaya kan?" Tanya galih meyakinkan roy.

Roy dengan tengil menggeleng, menggoda galih saat salting memang menjadi suatu kepuasan tersendiri.

" Bro, c'mon.. Lo ngomong begini depan anaknya langsung? Gue cum-..."

Melihat cukup lama pada galih yang berusaha menyangkal, namun terlihat begitu lucu di mata ayya sehingga ia turut tersenyum, bahkan sedikit menahan tawanya.

*' Hahaha, apasih kak galih jadi merah gitu mukanya.' *

Tawanya lirih hingga membuat roy dan galih serempak menolehnya, jelas itu membuat mereka saling melirik.

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!