NovelToon NovelToon
In Between Us

In Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: Hhj cute

Menceritakan tentang Nathan, Fabian, dan Natalie, tiga orang sahabat yang saling menyayangi.

Nathan terlahir dari keluarga yang harmonis dari lahir. Keluarganya yang menyayanginya penuh dengan. kehangatan, tanpa tidak pernah memberikan kasih sayang kurang. Meskipun terlahir dari kalangan keluarga yang sederhana, keluarga mereka terkenal dengan keharmonisan dan kehangatan yang selalu hadir.

Fabian, seorang anak yang terlahir kaya sedari kecil. Ia berasal dari keluarga yang broken home. Kedua orang tuanya yang punya selingkuhan masing-masing, kerap. membuatnya kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Hidup berkelimang harta tak membuatnya benar-benar merasakan apa itu hidup tanpa kehadiran kedua orang tuanya.

Sedangkan Natalie, kehidupannya hampir sama dengan fabian. Bedanya ia di tinggal sendiri.

Persahabatan yang mereka jalin cukup erat. Hingga sering berjalannya waktu, dua jiwa yang saling buta arah bersatu menjadi sebuah takdir yang tak pernah tertulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hhj cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

"Ian, Nathan, gimana sekolah hari ini?" tanya Natalie pada Nathan dan Fabian di balik telepon.

Saat ini dirinya sedang bersiap-siap untuk pergi ke supermarket. Bukan belanja atau apapun, tentu saja ia akan melamar pekerjaan di sana.

"Sangat buruk."

"Princess, andai Lo tau ya. Sekolah tanpa Lo tuh kayak makan bubur tanpa garam, hambar."

"Ada-ada aja kalian."

"Ih, gue serius tau. Lo mah gitu."

Natalie terkekeh pelan mendengarnya. Membayangkan bibir Nathan yang mencibik sebal karenanya.

"Yaudah deh, gue percaya kok."

"Gimana dengan hari Lo, Nata?"

"Semuanya baik-baik aja kok, Ian. Nggak ada yang perlu di khawatirkan."

Natalie melihat jam di dinding. Dan benar saja, malam akan datang sebentar lagi.

"Eh, udah dulu ya telponnya. Gue mau ke dapur, bye."

Natalie buru-buru ke dapur untuk menghampiri tantenya itu, sekalian untuk pamit. Di dapur, ia melihat saudara kembarnya yang duduk anteng di kursi. Dengan kedua kakinya yang ia angkat ke atas meja. Sedangkan tangannya sibuk memainkan gadget.

"Tan," panggil Natalie.

"Eh, udah selesai mandinya. Nih, tolong kasihkan ke rumah Bi Siti, ya." Dewi menyerahkan bungkusan yang berisi makanan.

Natalie mengernyitkan dahinya bingung mendengar ucapan tantenya. Tapi selanjutnya mengangguk mengerti setelah tantenya itu mengedipkan sebelah matanya tanpa di ketahui oleh Nisa.

"Oh, iya Tan. Kalau gitu aku berangkat sekarang ya tan, takut kemalaman. Entar bi Siti udah tidur, lagi," ujar Natalie mengikuti permainan Dewi.

Natalie sedikit berlari agar segera bebas dari rumah Dewi. Perjalanan dari rumah Dewi ke rumahnya tidak membutuhkan waktu banyak. Hanya beberapa menit ia sudah sampai di rumahnya.

"Cimel …, yuhuu mama datang nih!" seru Natalie memanggil cimel, anjingnya.

Bukannya Cimel yang datang, justru cimol lah yang lebih dulu datang. Cimol adalah kucing berjenis Persia berwarna putih. Kucing itu di beri oleh Nathan saat dirinya ulang tahun, tahun lalu. Sedangkan cimel adalah anjing berwarna putih, itu adalah hadiah dari Fabian untuknya saat ulang tahun juga.

"Cimol, di mana cimel. Kok Lo yang dateng sih," gemas Natalie.

Ia menguyel-uyel kucingnya dengan gemas. Bahkan menciumnya berkali-kali, hingga cimol berontak di gendongannya. Tak lama kemudian, lolongan anjing datang menghampirinya. Natalie langsung melepas cimol dan beralih ke cimel. Ia melakukan hal yang sama ke cimel, namun bedanya cimel nggak memberontak seperti cimol.

"Kalian kangen ya, sama mama kalian yang cantik ini," ujar Natalie pada hewan peliharaannya.

"Eh, non Natalie udah pulang …." ucap Bi Siti saat melihat anak dari majikannya yang sedang bermain dengan kucing dan anjingnya.

"Iya, Bi. Oh iya, ini ada makanan dari Tante Dewi. Bibi udah makan belum?" Natalie menyerahkan bingkisan yang ia bawa.

Karena sebetulnya Tante Dewi memang membawakan dua, untuknya dan untuk bi siti.

"Aduh, nggak usah repot-repot atuh non. Tapi, makasih banyak ya non," ucap Bi Siti.

"Nggak ngerepotin kok bi. Bi siti kan udah aku anggap kayak ibuk sendiri, jadi nggak ada yang ngerepotin," kata Natalie dengan senyum tulus.

"Non Nata mau pergi lagi atau gimana? Kok sudah rapi begit."

"Aku mau ke supermarket depan bentar bi. Tapi aku nanti pulang ke rumah kok. Dan kayaknya aku bakalan tinggal di sini lagi. Nggak enak kalau tidur di rumah Tante terus. Apalagi sekarang ada Nisa, jadi kayaknya aku ajak dia pulang ke sini aja."

"Serius, non? Bibi seneng kalau non Nata balik lagi tinggal di sini. Tapi, kenapa harus ada non Nisa sih, non. Dia itu lho non, selalu sombong dan julit. Padahal juga baru kenal satu hari, gimana kalau lama coba," curhat bi Siti.

Natalie terkekeh kecil mendengarnya."Ya, gimana lagi bi. Mama sama papa sibuk, jadi Nisa di titipin sama aku. Kayaknya kita harus tahan deh sama sikap dia bi. Soalnya Nisa di sini kurang lebih satu tahun."

"Iya, sih. Yaudah ya non, saya mau pamit ke belakang dulu. Saya baru inget kalau lagi masak air," pamit bi Siti.

"Cimel, Cimol, kalian di sini dulu ya. Nanti kita main lagi, oke?"

Natalie menaruh kedua hewan peliharaannya ke lantai. Lalu ia berjalan ke depan rumah, mengambil peralatan berkebun. Ia akan menyirami bunga-bunganya yang sudah lama ia tinggal. Rasanya, iia begitu rindu menyirami bunga seperti biasanya.

Natalie tersenyum lebar melihat bunga-bunganya yang tumbuh sehat dan bermekaran. Kupu-kupu berterbangan di atas bunga. Aroma bunga yang segar mampu membuatnya merasa tenang. Di temani senja yang nyaris menghilang, warna langit yang oranye, dan hamparan bunga yang memanjakan mata.

Selesai menyiram bunga, Natalie mengambil bunga mawar yang Fabian berikan padanya dua Minggu yang lalu. Ia mengganti bunga mawar yang sudah layu, dengan yang baru. Lalu ia kembalikan pada tempatnya semula.

"Hah, cantik sekali langitnya," gumamnya.

Sesekali ia menyesap kopi hitam di tangannya. Pandangannya tak lepas dari pemandangan dari balkon kamar. Semuanya terlalu indah untuk di tinggalkan. Ia mengambil handphonenya, memotret apa yang dilihatnya. Lalu ia kirim gambar itu pada kedua sahabatnya, agar mereka juga bisa melihatnya.

"Kayaknya gue harus pergi sekarang, deh."

Di bawah, Natalie melihat bi Siti yang sedang menyapu lantai. Ia menyapa sekaligus berpamitan pada beliau.

"Aaa, gue udah kangen sama Lo tau," ucap Natalie pada motor kesayangannya di garasi.

Ia mengeluarkan motornya, membawanya untuk ke supermarket. Udah lama sekali ia tak memakai motornya itu. Terhitung semenjak ia di rumah sakit, dan ini adalah kali pertamanya setelah sekian lama pakai motor itu lagi.

Kebetulan supermarket tak jauh dari rumahnya, jadi tak membuang waktu banyak. Ia memarkirkan motornya di depan supermarket. Membuka helmnya, yang membuat rambutnya sedikit berantakan. Setelah di rasa rapi, ia turun dari motornya.

"Lo pasti bisa," semangatnya pada diri sendiri.

Natalie melangkahkan kakinya masuk ke dalam supermarket.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya kasir itu.

"Permisi kak, saya mau tanya. Di sini, ada lowongan pekerjaan atau tidak ya, kak?" tanya Natalie dengan sopan.

"Mohon maaf, kak. Untuk. Saat ini kita lagi nggak membutuhkan karyawan," ucap kasir itu.

"Oh, gitu ya kak. Makasih."

Natalie meninggalkan supermarket. Ia berhenti sejenak di pinggir jalan, sekedar melihat jalanan yang ramai.

"Gue harus ke mana lagi, ya."

"NATA!"

Natalie menoleh mencari sumber suara. Saat tau siapa yang meneriaki namanya, matanya membulat sempurna.

"Aduh, mampus gue," gumamnya.

Ia refleks menutupi wajahnya dengan jaket, berharap orang itu tak mengenalinya. Namun nasi sudah menjadi bubur, orang itu sudah lebih dahulu melihat wajahnya.

.

.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!