NovelToon NovelToon
Mafia

Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

Ah, sialan!

Liga berusaha tetap terlihat biasa saja walau kenyataannya perasaannya sangat gugup sekarang. "Aku hanya mengunjunginya saja dan tidak melakukan apapun. Tapi di--"

"Mengunjungi?" Mafia menyela, menatap Liga cukup intens, membuat ucapan Liga terhenti dan berganti anggukan.

"Iya. Aku hanya ingin mengunjunginya saja. Tap--"

"Sejak kapan kamu suka mengujungi tahanan?" sela Mafia lagi yang tanpa diketahui berhasil membuat jantung Liga berdebar kencang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

"Nggak mau!" Vair menolak.

"Ayo cepat ganti pakaianmu Vair,"

"Nggak mau! Kalau kamu mau. Kamu saja yang pake!"

Mafia menggeram kesal, dia tidak suka dengan Vair yang keras kepala seperti ini. "Oke. Kalo kamu nggak mau pake. Biar aku yang pakaikan."

Vair melotot, yang benar saja? Masa iya Mafia mau menggantikan bajunya? Vair mengambil pakaian yang sudah ada di tangan Mafia. Ternyata dia tidak becanda dengan omongannya. "Biar aku pake sendiri! Keluar!" usirnya karena Vair mau melepas kain jarik yang dia kenakan sejak tadi.

Satu alis mafia terangkat. "Kenapa aku harus keluar? Atau kamu mau coba kabur dari aku?" menatap Vair dengan curiga.

Vair menepuk dada Mafia dengan pakaian yang dibelikan bibik tadi. "Siapa yang mau kabur heh? Aku nggak kabur tuan Mafia. Kata kamu aku harus ganti baju, jadi kamu harus keluar sekarang karena aku mau lepas kain jarik ini..!" Vair bersungut kesal. "Atau kamu mau liat aku nggak pake baju. Kamu mau liat aku telanjang?" tantangnya tanpa takut.

Mafia mendesis, terlalu neggg-ting dia sampai sampai melupakan hal itu. "Ya sudah, aku tunggu kamu diluar. Awas aja kalau kamu sampai kabur, aku akan me---"

"Apa?" Vair masih saja menantang dia terlihat sangat berani, membuat Mafia semakin jatuh cinta dengannya.

Mafia menyeringai. "Aku pegang janji mu. Kalau kamu sampai kabur aku akan menikahi kamu secara paksa." dari nadanya serius tidak terdengar becanda sama sekali.

Vair menye menye, merasa sebal dengan omongan Mafia yang sangat tidak berbobot di telinganya. "Sebenarnya kamu cinta sama aku apa terobsesi sama aku sih? Udah lah, hus hus kamu keluar dari kamar ini," mengusir Mafia yang kedua kali padahal Vair yang numpang di kamar ini, kayanya Vair sudah lupa diri.

"Cinta dan terobsesi. Ya, itu benar."

"Apah sih! ngaco banget kamu! Hus hus..." Vair turun dari tempat tidur, mendekati Mafia dan mendorong dadanya hingga keluar kamar, lalu Vair menguci pintu kamar dengan keras supaya Mafia mendengar jika Vair benar benar menguncinya.

Di luar kamar, Mafia terkekeh, merasa gemas dengan tingkah galak Vair yang justru terlihat lucu di matanya. Mungkin benar yang di katakan orang orang, kalau kita sudah menyukai dan mencintai seseorang. Semua yang di lakukan orang itu akan terasa lucu, gemas dan bisa bikin wajah kita bersemu bersamaan, bahkan biasanya detak jantung juga ikut meningkat.

Didapur, bibik sibuk merebus ulang singkong makanan kesukaan tuannya yang keji nan kejam. Keringat bermunculan di kening yang sudah sedikit ada kerutan. Sambil menunggu singkongnya matang bibik menyiapkan makanan yang lain di atas meja makan sesekali sambil bersenandung ria menyanyikan lagu lawas yang berjudul ambur radddul.

Mafia pergi dari depan pintu kamar, dia ingin memberi ruang untuk Vair yang sedang berganti pakaian. Lagi pula, Mafia yakin jika Vair tidak berani kabur karena ancamannya barusan. Mafia berjalan menuju dapur, perutnya sudah lapar, jadi dia ingin makan. Begitu sampai dapur, Mafia melihat bibik yang sedang bernyanyi malah kadang kala bibik menggoyangkan pinggulnya seperti artis terkenal dengan posisi membelakanginya.

Satu alis Mafia terangkat melihat liukan pinggul bibik yang semakin menjadi jadi. Sepertinya bibik tidak menyadari keberadaannya. Mafia menggeleng dia tidak menyangka jika tulang bibik yang sudah paruh baya masih bisa bergoyang. Mafia sengaja diam dan hanya berdiri sambil melipat kedua tangan di dada. Matanya tidak lepas dari apa yang sedang bibik lakukan di depannya sana. Sesekali Mafia ingin tertawa tapi sesekali Mafia juga mengagumi suara bibik yang ternyata semerdu itu.

"Alih profesi aja bik,"

Uhuk

Bibik yang asik bergoyang dan bernyanyi berhenti, dia tersedak ludah sendiri saat mendengar suara berat yang dia hapal punya siapa. Posisi bibik yang membelakangi memang tidak bisa melihat siapa yang datang ke dapur. Bibik berbalik perlahan, tersenyum canggung saat melihat tuan Mafia ada di sana menatapnya dengan ekspresi yang entah menertawakannya atau malah ilfil.

"Maaf tuan, saya terlalu asik denga----"

"Nggak apa apa bik. Santai saja. Suara bibik bagus goyangan bibik juga lumayan. Malah aku izinkan bibik buat jadi artis terkenal. Silakan bik,"

Bibik meringis antara malu dan juga senang karena mendapat pujian dari tuannya yang kejam itu. Ini pertamakalinya lho bibik di puji begini, biasanya dimarahi mulu.

"Nggak ah tuan, saya sudah tua, sudah nenek nenek, malu. Oh iya, singkong rebusnya hampir aja lupa," bibik melihat singkong didalam panci, ternyata sudah matang. Bibik mematikan kompor dan mengangkat singkong satu persatu untuk dipindah ke piring lalu dihidangkan untuk tuannya yang kejam tapi tampan

"Silakan tuan, bibik kedalam dulu mau nyapu," itu hanya alasan klasiknya bibik saja. Sebenarnya bibik hanya ingin menghindar dari tuannya karena masih merasa cukup malu gara gara kejadian tadi.

Mafia tidak menjawab, hanya mengangguk seperti biasanya.

Bau harum singkong rebus membuat gejolak lapar Mafia meningkat. Mafia mengambil garpu yang mengkilap, harganya juga mahal, lalu menusuk satu potong singkong itu, kemudian menggigitnya. Mengangguk berulang ulang sambil mengunyah merasakan singkong yang terasa nikmat dilidahnya.

Vair keluar dari kamar sudah dengan pakaian yang dibelikan bibik. Terlihat menatap kesana kemari mencari seseorang. Tapi matanya menangkap bibik yang baru muncul dari arah dapur. Vair melambai tangan saat bibik menatap kearahnya. Bibik dengan sopan mendekat pada nona Vair.

"Iya Nona. Ada yang bisa bibik bantu. Emmm... Nona masih ingat bibik kan?" Takutnya bibik sudah bicara panjang lebar tapi nona Vair tidak ingat siapa dirinya

"Mafia mana bik?"

"Oh, tuan ada di belakang nona. Ada di dapur, sepertinya lagi makan singkong kesukaannya,"

"Singkong? Kesukaannya?" Vair mengernyit, merasa aneh sama makanan kesukaan seorang pemimpin yang keji dan kejam semena mena pokoknya kumplit yang jelek jelek.

"Makasih bik."

"Iya non sama sama..."

Vair pergi dari sana menuju dapur, begitu Vair sudah sama di ambang pintu, Vair bisa melihat dengan sangat jelas Mafia yang sedang menikmati singkong rebus seperti apa kata bibik barusan.

"Ternyata tuan kejam itu beneran suka sama singkong rebus. wah, perlu diumumin ke semua orang sih ini... " Liriknya yang hanya bisa didengar sendiri dan sang Pencipta.

Vair melongo saat melihat Mafia yang makan dengan lahap, bahkan kepalanya sampai mengangguk angguk seperti makanan itu sangat enak.

Vair menyeringai. Berjalan pelan menghampiri Mafia yang sepertinya tidak menyadari keberadaan nya karena saking asiknya makan singkong.

"Nggak bisa wibawa dikit apa cara makannya? Kaya nggak pernah makan singkong aja,"

Uhuk

Uhuk

Mafia tersedak cuilan singkong.

1
Apple
vair udh mulai suka sm mafia nih
Apple
galak banget ibu vair. jangan galak galak dong
Apple
geledah nanti kethuan tuan mafia
Apple
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
berdebar hati berdebar itu gejolak rinduuuu
Apple
malu malu tp mau
Apple
bagus Aan. ayo katakan yg sbnrnya biar Liga dapet hukumN
Apple
hayo lho Liga
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Mafia itu terkenal kejam
Risa Virgo Always Beau
Mafia nanti kamu ceritain ke Liga ya jangan ada yang di tutupi dari Liga
Risa Virgo Always Beau
Liga ternyata Vair sedang mengejek kamu
Risa Virgo Always Beau
Mafia seenaknya banget menyuruh Liga
Apple
bagus
Apple
next bab. bagus dan bikin penasaran
Apple
kira kira vair bakal mafia apain ya. dihabisi juga kah. nex bab thor penasaran aku tuh ama kelanjutannya
Apple
apa mafia sama vair udah saling kenal?
anggita
like 👍iklan☝ buat novel barunya. moga lancar.
Cakrawala: aamiin makasiiiihhhhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!