NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:780.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Firasat

"Mas..."

"Dalem, Sayang."

"Mas ngerasa gak sih, suasana hari ini berbeda?" Tanya Meshwa.

Arjuna menghela nafas, ia tak menyangka jika Meshwa ternyata sangat sensitif. Ia kira, hanya ia sendiri yang bisa merasakan hawa berbeda di Desa Banyu Alas karena Bopo, Ayah dan Yang Kungnya tak merasakan apa - apa.

"Iya, Dek. Sedari siang tadi, suasananya memang berbeda." Jawab Arjuna.

"Ada apa ya, Mas?" Tanya Meshwa yang membuat Arjuna menoleh.

"Maksudnya?" Tanya Arjuna.

"Sepertinya akan terjadi sesuatu." Lirih Meshwa sambil menatap langit yang di hiasi jutaan bintang.

Tak lama, ponsel Arjuna berdering. Ia langsung mengangkat panggilan telfon dari Sashi.

"Assalamualaikum, Mbak." Sapa Arjuna.

"Waalaikumsalam." Jawab Sashi.

"Jun, tolong ini Ara dari tadi rewel aja. Udah di tenangin sama Ayah, Ibu, tapi gak mempan." Kata Sashi dengan suara resah.

"Iya, Mbak. Aku kesana sekarang." Jawab Arjuna sebelum menghentikan panggilan telfonnya.

"Kenapa, Mas?" Tanya Meshwa.

"Ara rewel aja, Dek. Dari tadi nangis dan gak bisa di tenangin." Jawab Arjuna.

"Mas mau ke ruma Ayah. Kamu mau ikut?" Tawar Arjuna yang di jawab anggukan oleh Meshwa.

Mereka berdua segera menuju ke rumah Arsha untuk melihat kondisi Ara yang sedari tadi rewel.

"Kenapa Keponakan Paklik ini? Wonten nopo to, Sayangku?" Tanya Arjuna begitu menghampiri Ara yang terus menangis di gendongan Raina.

Arjuna pun mengambil alih Ara dari gendongan Ibunya. Meski begitu, bayi yang berusia dua minggu itu masih saja merengek.

"Di susuin gak mau, di ajak di kamar naangis, di luar juga nangis." Kata Raina yang mengkhawatirkan cucunya.

"Jangan - jangan Dek Ara kesurupan." Celetuk Shima.

"Heh, ngawur Bulik ini." Kata Raina.

"Sawan kalik, maksudnya Cima, Bu." Kata Sashi yang juga nampak resah karena putrinya yang terus menangis.

"Enggak kok, gak sawan Ara ini." Kata Arsha dengan yakin.

"Mungkin karena hawa yang gak enak ini. Ara juga ngerasain, jadi kayak gak nyaman." Celetuk Meshwa yang membuat Sashi, Raina dan Arsha menatap ke arah Meshwa.

"Perasaan biasa aja nih, Dek." Kata Sashi.

"Bener kata Meshwa, Mbak. Hawanya memang lagi gak enak. Tapi entah kenapa kok Bopo sama Biyung lain gak bisa ngerasain." Kata Arjuna.

Mereka pun terdiam sejenak. Tentu di kepala mereka memikirkan sesuatu yang tidak - tidak setelah mendengar ucapan Arjuna dan Meshwa.

"Terus, gimana dong?" Tanya Sashi yang merasa makin khawatir.

"Coba aku gendong, Mas." Pinta Meshwa yang kemudian mengambil alih Ara dari gendongan Arjuna.

Meshwa pun menimang - nimang Ara. Perlahan, Ara mulai tenang dalam dekapan Meshwa.

"Malem ini, kita nginep di sini aja, Mas." Kata Meshwa.

"Yasudah, kamu tidur sama Mbak Aci dan Ara aja. Mas tidur di kamar Mas." Kata Arjuna yang di jawab anggukan oleh Meshwa.

Ara sama sekali tak mau lepas dari dekapan Meshwa. Ia bahkan menangis jika di tidurkan, walaupun Meshwa berada di sebelahnya. Akhirnya, Meshwa pun terus memeluk Ara sambil duduk di bersandar di kepala ranjang.

"Maaf ya, Dek. Jadi ngerepotin kayak gini." Kata Sashi yang merasa tak enak.

"Gak apa - apa, Mbak. Yang penting Ara gak nangis terus. Kasihan kalau nangis aja." Jawab Meshwa yang sama sekali tak keberatan di tempeli Keponakannya.

"Ara gak mau di tidurin?" Tanya Raina yang menghampiri ke kamar Sashi.

"Gak mau, Bu. Maunya nempel sama Buliknya kayak gitu. Kasihan Buliknya pasti pegel itu tangannya." Kata Sashi.

"Gak apa - apa kok, Mbak. Lagian juga gak minta gendong terus. Yang penting nempel kayak gini." Jawab Meshwa.

"Pakai kain gendongan M-Shape aja, Mbak. Biar gak pegel tangannya megangin." Usul Raina.

"Oh, iya juga ya, Bu." Kata Sashi yang langsung mengambil kain panjang khusus di gunakan untuk menggendong posisi M-Shape.

Sashi pun langsung memasangkan gendongan itu pada Meshwa.

"Nah kalo gini kan tangannya bisa bebas. Gak perlu nyangga badan Ara terus. Jadi gak pegel." Kata Sashi.

Ara pun nampak lelap saat menempel pada Meshwa. Namun, Meshwa tak bisa tidur, entah mengapa ia merasa gelisah sedari tadi.

Tak hanya Meshwa, hal yang sama juga di rasakan oleh Arjuna. Ia bahkan sampai beberapa kali keluar masuk kamarnya. Pada akhirnya, Arjuna pun memutuskan untuk mengambil wudhu untuk menjalankan sholat sunah dan melakukan wirit.

Cukup lama Arjuna berdiam di atas sajadahnya. Mulutnya terus berkomat - kamit mengucapkan asma Allah dan berbagai macam zikir untuk mencari ketenangan.

Samar - samar, ia mendengar suara kereta kayu (gerobak) yang berjalan mendekat ke arah rumahnya.

"Gerobak siapa yang lewat jam segini?" Batin Arjuna. Ia langsung membelalakkan mata ketika menyadari sesuatu.

"Di sini kan udah gak ada yang punya gerobak." Kata Arjuna.

Ia segera beranjak dan mengintip dari jendela kamarnya yang langsung menghadap ke jalanan.

Di depan matanya, ia melihat sebuah gerobak yang mengangkut keranda mayat. Namun, gerobak itu sama sekali tak ada orang atau hewan yang menariknya. Gerobak itu, berjalan sendirian.

Arjuna yang terkejut, sampai menganga saat melihat hal itu. Sejenak otaknya membeku, tak bisa berfikir apa - apa karena merasa kaget.

"Astaghfirullah! Astaghfirullah!" Kata Arjuna yang langsung beristighfar ketika tersadar. Ia pun segera menutup tirai jendela dan langsung duduk di tepi ranjang dengan wajah bingung.

"Ya Allah, ada apa ya?" Batin Arjuna.

Selama ini, ia tak pernah mengalami kejadian aneh seperti barusan. Ini adalah kali pertamanya melihat kejadian aneh di Desanya.

Selama ini pun tak ada cerita aneh, bahkan sejak zaman Yang Kungnya. Desa Banyu Alas selalu aman dan tentram sejauh ini.

Arjuna melewati malam dengan kegelisahan. Ia baru bisa tertidur setelah pukul tiga dini hari.

Ketika adzan subuh berkumandang, Meshwa pun membangunkan Arjuna yang masih tertidur. Tak biasanya suaminya itu masih tertidur ketika adzan subuh.

"Apa Mas Juna begadang, ya?" Batin Meshwa.

"Mas... Mas... Bangun, udah adzan subuh." Kata Meshwa sambil mengusap - usap pipi Arjuna.

Arjuna pun mengerjapkan matanya. Ia kemudian duduk ketika menyadari adzan sudah berkumandang.

"Astaghfirullah." Lirihnya.

"Mas begadang, ya?" Tanya Meshwa yang di jawab anggukan oleh Arjuna.

"Mas gak bisa tidur, Dek." Kata Arjuna.

"Ini semalaman kayak gini?" Tanya Arjuna kemudian. Ia sempat mengintip Meshwa yang tidur sambil duduk bersandar karena ada Ara di gendongannya.

"Iya, Mas. Sama sekali gak mau lepas." Jawab Meshwa.

"Ya Allah, kenapa to, Nak?" Tanya Arjuna sambil mengecupi puncak kepala Ara.

Ia kembali teringat kejadian semalam dan kembali memikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di Desanya.

"Mas! Kok malah bengong? Buruan wudhu, udah mau selesai adzannya itu. Nanti terlambat sholat jamaahnya. Tuh Ayah udah berangkat." Kata Meshwa saat mendengar suara pintu terbuka. Sudah pasti itu adalah Arsha yang hendak berangkat ke Masjid.

"Eh, iya, Sayang." Jawab Arjuna yang kemudian mengecup dahi dan bibir Meshwa sebelum berlari menuju ke kamar mandi.

"Ish! Dasar..." Kekeh Meshwa sambil geleng - geleng kepala.

1
Adoel Nawi
🤣🤣🤣🤣🤣
aku baru
waaah seneng klo kelurga besar abimanyu lg ngumpul,,,,,,,pasti seruuu🤣🤣🤣🤣🤣
Munas Tuti
lucuuu banget kelg besar Abimanyu, setiap momen pasti ada ajha yg bikin ketawa....mbak authornya pinter banget siiih 👍
Ayu Oktaviana
mas dipta dirimu dirasani orang satu rumah😁😁😁.. msti bersin2 itu kalau gak denggung kupinge😁😁😄😄
Susi Lawati
ya Alloh ngakak bangett...🤣🤣, Aksa, Arjuna, chimaa dah lah merekamah trio ngakak,......
Eka
shima sama juna memang clop kslau udah berfua
dik sugiyantoro
kalo cima dan Juna ketemu. hari hari di dunia ngak bakalan tenang. pasti terjadi kehebohan yg bikin ngakak ngak kelar2. 🤣🤣🤣🤣🤣
Rusi Rusi
next thor
Nice1808
ada2 ja kluarga abimanyu ini, klo dah nongol shima bikin ngocok perut baca nya🤣🤣🤣
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
gak ketemu Saddam Hussein sekalian Ra njaluk minyak gratisan 😂😂😂🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
konco kentel 🤣🤣🤣🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Juna guk guk guk
kemari guk guk guk
ayo lari2 🤣🤣🤣😁😆🤪
cipa
🤣🤣🤣🤣🤣
adning iza
❤❤❤❤❤
amilia amel
perutku juga ikutan kaku cimmmm
Mpit Mpit
kAlo udah ada nty chim perut ku pasti keram...😄
Gita Mitha Pertiwi
wong'e gk enek d rasani 🤣🤣🤣🤣
Nur Wakidah
hanya Cima yg bisa ngimbangi tingkah solah e Mas Juna 🤣🤣🤣
Mas Dip dirasani koweeee 🤭🤭🤭
jelas keduten kui bokong e 😂😂😂
Abizar Abizar
👍👍👍👍
syora
🤣🤣🤣🤣🤣ya allah brsa hdp.di india susah sedih ada aja hiburannya
gongnya ttp ada pada nty chim🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!