" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9 _ pembalasan
" ARGHHHHH!!" pekik shakira terkejut kala tiba tiba Elio muncul di depannya yang baru saja memakai bra dan CD.
Shakira refleks menutupi tubuhnya dengan kedua tangan. jantung nya berdegup kencang dan dadanya naik turun. Wajahnya menegang dan kepalanya berdenyut sakit akibat keterkejutan itu.
" kenapa kau berteriak?" tanya Elio berdiri di depan Shakira lengkap dengan tongkat nya dan juga kacamata hitamnya.
Shakira menenangkan dirinya begitu dia mengingat jika Elio kan buta jadi tidak bisa melihat. dia bisa lebih tenang lalu meraih bajunya untuk di pakai.
" tidak papa" jawabnya " kamu baru pulang?" tanya Shakira basa basi.
Hari sudah malam. Shakira sudah berniat untuk tidur. dia tadi berniat mengantikan baju Rumahan nya dengan piyama tidur agar tidur nya lebih nyenyak.
" yaa" jawab Elio singkat lalu berlalu menuju kamar mandi.
" apa kamu ingin minum kopi?" tanya shakira sebelum Elio memasuki kamar mandi.
" tidak" jawab nya singkat lalu menutup pintu kamar mandi dengan rapat.
Shakira mencebik bibir meniru ucapan Elio yang menurutnya terlalu singkat. Tidak bisakah pria itu berbicara sedikit lebih banyak? Padahal kan suara itu gratis tidak perlu di beli.
Shakira berjalan keluar kamar. Dia turun ke lantai dasar. Di sana dia dapat melihat banyak maid yang sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk Elio karena shakira sudah makan tadi.
" bibi, kalian sedang apa?" tanya shakira menghampiri mereka
" menyiapkan makan malam untuk tuan nyonya " jawab salah satu dari mereka.
" ini bukan jam makan malam lagi, bisa jadi dia sudah makan di luar. Kenapa kalian repot repot menyiapkan makan malam untuknya?" tanya shakira Binggung.
" jam makan tuan memang jam segini nyonya"
aneh sekali, makan malam jam 9 lebih? Biasanya kan orang makan malam tu jam 7-8. Ini mah hampir jam 10.
" biar aku saja yang menyiapkan nya bi" ujar shakira.
" tapi_"
" aku ini istri nya bi, bibi tinggal katakan saja apa yang harus aku masak? Atau minuman apa yang biasanya dia minum?" tanya Shakira.
Mereka terlihat ragu namun karena shakira terus menyakinkan mereka jadilah mereka menyerahkan semuanya pada shakira.
" tuan selalu minum susu setiap malam karena tuan susah tidur" ujar salah satu dari mereka " tuan lebih suka makan malam dengan makanan berat. Dan tuan itu alergi udang, tuan juga tidak bisa makan pedas"
Shakira mengangguk paham. Begitu mereka pergi shakira mulai memasak menu makan malam untuk Elio.
Shakira memasak semur tahu sama capcay. dan tentunya dengan ayam goreng. Dia juga membuat susu hangat untuk Elio. Shakira meletakkan nasi dan lauk tersebut di atas nampan, tidak lupa juga dengan susu itu.
Shakira mengantarkan makan malam Elio ke kamar. Dia meletakkan nampan itu di atas meja lalu duduk di sofa menunggu Elio yang sedang berada di walk in closet.
" ayo makan, aku sudah membawakan makan malam untuk mu" ujar shakira begitu melihat Elio keluar dari walk in closet.
" siapa yang meminta mu melakukan itu?" tanya Elio dingin.
" tidak ada, aku hanya ingin melayani suami ku. apa itu salah?" tanya shakira.
Elio tidak menjawab, dia berjalan menuju pintu keluar dengan tongkat bantuan nya. Shakira segera berdiri dan menghampiri Elio.
" mau kemana? Ayo makan dulu" ujar shakira memaksa Elio untuk berjalan menuju sofa.
Shakira menarik tangan kekar Elio menuju sofa. Elio hanya diam saja tidak menolak namun terlihat sangat muak.
" ayo duduk" ujar shakira memaksa Elio untuk duduk " mau aku suapi?" tawarnya
" tidak!" tolak Elio.
" biar ku suapi saja, biar kamu bisa menikmati makan malam mu" ujar shakira lalu mulai mengambil nasi serta lauk pauknya.
" buka mulut mu" ujar shakira
" aku bisa sendiri" ujar Elio
" aku hanya ingin membantu suami ku, apa itu salah?" tanya shakira.
Elio pasrah dan membuka mulutnya. Shakira tersenyum senang lalu segera menyuapi Elio. Baru saja Elio menguyah, dia segera berhenti mengunyah. Ekspresi nya datar sulit di tebak. Tapi shakira tahu apa yang sedang Elio rasanya. tentu saja Elio kepedasan karena shakira sengaja memasak pedas untuk membalas Elio yang tadi meninggalkan.
" kenapa? Apa rasanya tidak enak?" tanya shakira " tapi aku sudah makan tadi, dan rasanya pas, mungkin tidak cocok di lidah mu"
Elio menyadari satu hal, shakira ingin mengerjainya. Karena tidak ingin terlihat lemah Elio melanjutkan kunyahan nya dan menelan nya dengan sudah payah.
" sialan! dia benar benar mencari perkara" batin Elio.
Meskipun rasanya pedas namun Elio mengakui rasanya memang enak. Jika pedasnya di kurangi pasti rasanya lebih enak lagi.
Setelah berjuang cukup susah akhirnya Elio berhasil menghabiskan makan malamnya dengan di Suapi oleh shakira. Meskipun kini keringat sudah muncul di wajah dan lehernya.
" susu" ujar Elio meminta susu.
Shakira segera mengambil gelas susu nya dan memberikan nya pada Elio. Elio segera meminumnya namun begitu Susu itu masuk ke mulutnya rasa asin segera menyambut Indra perasa nya.
Byurrr!
Elio menyemburkan susu itu tepat di wajah shakira. Tidak sengaja? No! Elio sengaja. Shakira terkejut. Sial! Wajahnya jadi tidak suci lagi.
Shakira meraih tisu lalu membersihkan wajahnya. setelah itu dia mengambil susu dari tangan Elio dan membantu Elio membersihkan mulutnya.
" apa susu nya panas?" tanya shakira berpura-pura tidak tahu apapun.
" coba kau rasakan saja sendiri" ujar elio.
Tanpa ragu shakira mengambil susu tersebut dan meminumnya namun tidak sampai dia telan dia langsung menyemburkan susu itu ke wajah Elio.
Beginilah jika pemain bertemu dengan suhu. tidak ada yang mau mengalah. Dan tentunya shakira tidak akan kalah begitu saja.
" sorry, aku tidak sengaja" ujar shakira panik lalu mengambil tisu membersihkan wajah Elio.
Shakira ingin melepaskan kacamata Elio namun Elio segera menahan tangan Shakira yang berada dalam jarak satu Senti dari kacamata hitam yang dia pakai.
Shakira berkedip beberapa kali mematung menatap wajah tampan Elio yang tertutup dengan kaca hitam. andai Elio tidak memakai kacamata nya saat ini tatapan mereka pasti sedang bertemu satu sama lain.
" maaf, aku tidak bermaksud. Aku hanya ingin membersihkan kacamata mu" ujar shakira.
Elio menghempaskan tangan shakira dengan kasar. lalu dia segera pergi menuju kamar mandi. Langkahnya tergesa gesa seperti di kejar oleh sesuatu. Mungkin saja perut nya sakit akibat makan pedas.
" ah! Menyebalkan. Gw harus cucu muka lagi" keluh shakira sambil membersihkan peralatan makan lalu membawa nya keluar kamar.
Shakira kembali ke kamar, dia duduk di tepi ranjang menunggu Elio keluar dari kamar mandi karena dia ingin mencuci wajahnya. Namun Elio tidak kunjung keluar.
" kenapa dia lama sekali?" ujar shakira tidak sabar karena dia sudah sangat mengantuk.
" aku sudah sangat mengantuk" ujarnya lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur.